Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Menerima


__ADS_3

***


Jodoh itu bukan seberapa lama kamu dengan nya, akan tetapi seberapa kamu yakin dengan nya.


Jodoh mungkin tidak akan datang tepat waktu, tapi jodoh akan datang di waktu yang tepat.


Mungkin kedua pribahasa itu lah yang pada saat ini Khalifah rasa kan. permintaan uwa Asep yang meminta dirinya untuk datang ke kediaman uwa nya adalah untuk membahas masalah perjodohan. perjodohon yang hingga saat ini diri nya sendiri pun belum yakin, dan apa mungkin ini benar - benar jodoh yang Allah telah persiapkan untuk diri nya.


Khalifah kembali mengingat pembicaraan diri nya dengan uwa Asep beberapa hari yang lalu.


" Uwa, bisa tidak kalo di adakan proses perkenalan atau ta'aruf terlebih dahulu ? maksud eneng setidak nya agar kami saling mengenal terlebih dahulu. " Khalifah masih saja berusaha agar melakukan proses ta' aruf terlebih dahulu bukan langsung dengan proses khitbah seperti yang di ingin kan keluarga.


" Neng uwa mengerti maksud eneng, uwa bukan nya tidak ingin melakukan proses ta'aruf terlebih dahulu, tapi ini bukan keinginan uwa. ini keinginan dari gus Fahmi sendiri, diri nya ingin proses Khitbah bukan proses ta'aruf. sebelum eneng yang meminta proses ta'aruf, uwa sudah mengusulkan nya pada gus Fahmi, akan tetapi diri nya menolak. " uwa Asep pun menjelas kan bahwa diri nya pun juga menginginkan ada nya proses ta'aruf terlebih dahulu.


Oh ... jadi nama laki - laki itu Fahmi, eh tapi tadi uwa bilang gus apa dia keturunan seorang kiayi. Khalifah pun membatin karna baru mengetahui nama laki - laki yang ingin mengkhitbah nya itu.


" Maaf uwa, tapi bagai mana kami bisa saling mengenal jika tidak ada proses ta'aruf ?sekarang saja eneng baru tahu siapa nama laki - laki yang akan mengkhitbah eneng, dan bagaimana dengan keluarga nya ? dan pasti laki - laki itu pun belum mengenal eneng kan?, "


Khalifah pun langsung melakukan protes, sungguh diri nya masih begitu bingung dengan keadaan yang tengah di hadapi nya saat ini. seorang Khalifah yang notaben nya seorang perwira dan dokter tak pernah merasa di pusingkan dengan ujian atau pun latihan fisik baik di bidang kedokteran nya atau pun di bidang ke prawiraan nya, tapi rasa nya tidak untuk masalah jodoh. diri nya bahkan harus di buat frustasi, bahkan jika diri nya memiliki kemampuan untuk menghilang saat ini maka diri nya lebih memilih untuk menghilang dari acara perjodohan tersebut.

__ADS_1


" Abah maaf, menurut A'a apa yang di katakan eneng memang benar. akan lebih baik jika proses ta'aruf di lakukan terlebih dahulu. setidak nya biarkan mereka saling mengenal satu sama lain, apa bila memang cocok, lanjutkan ke tahap selanjut nya. dan apa bila tidak cocok, ya mau tidak mau memang harus batal. " sebagai anak sulung A'a Ahmad pun membenarkan pendapat saudari sepupu nya itu.


Medengar Khalifah dan anak sulung nya yang memprotes sang abah pun hanya tersenyum. " Ahmad, abah sudah terlebih dulu menjelaskan pada gus Fahmi ketidak setujuan abah. A'a kan tau siapa gus Fahmi ?diri nya juga pasti mengerti tentang hal ini. bahkan jika eneng setuju, gus Fahmi siap untuk langsung menikahi eneng, tanpa ada nya proses Khitbah. akan tetapi abah langsung menolak, dan itu mengapa mereka meminta waktu dua minggu untuk proses khitbah, dan abah tidak dapat menolak permintaan mereka. " abah mencoba menjelaskan agar anak sulung nya mengerti.


Mendengar penjelasan dari abah maka A'a Ahmad pun hanya menganggukan kepala nya tanda bahwa diri nya mengerti penjelasan sang abah. sebenar nya Ahmad yakin sang abah tidak mungkin memutuskan sesuatu tanpa memikirkan nya terlebih dahulu, karna Ahmad tau seperti apa sang abah. apa lagi ini menyangkut amanah dari almarhum aki dan juga putri - putri yang sangat di sayangi abah nya itu.


" Neng, apa eneng belum mencoba sholat istiqoroh ? bukanya eneng sudah meminta waktu pada bunda eneng, untuk memutuskan masalah ini ?. " melihat Khalifah yang terdiam, uwa Asep pun kembali bersuara karna masalah ini memang harus di putus kan.


Khalifah hanya menundukan kepala nya, sebenar nya Khalifah sudah beberapa kali melakukan Sholat istiqoroh meminta petunjuk dari Allah, hanya saja petunjuk yang di dapatnya justru membuat dirinya tidak yakin dan bingung dalam mengambil keputusan saat ini.


"


Melihat sang keponakan yang memohon kepada nya sambil menunduk kan kepala membuat uwa Asep menjadi tak tega. " neng, kalo eneng ragu dengan perjodohan ini maka eneng boleh untuk menolak nya. uwa tidak akan memaksa eneng untuk menerima."


Mendengar uwa Asep berbicara seperti itu Khalifah pun langsung melirik ke arah Arum, tidak hanya Khalifah yang melihat ke arah Arum akan tetapi seluruh penghuni rumah pun melihat ke arah gadis itu sehingga membuat nya semakin menunduk kan kepala nya. setelah melihat reaksi Arum Khalifah yakin bahwa Arum sangat keberatan untuk menggantikan diri nya. hanya saja gadis itu tidak mampu untuk mengeluarkan pendapat nya apa lagi sampai menolak keinginan sang abah, dan Khalifah paham betul seperti apa sosok Arum sepupu nya itu.


" Tidak uwa, tolong beri kan waktu saja untuk eneng. " khalifah berujar pada uwa Asep untuk meminta waktu setelah melihat reaksi sang teteh. dan uwa Asep pun setuju untuk memberikan waktu pada Khalifah untuk kembali meyakinkan diri.


Hari berganti hari dan waktu pun ikut berganti, hari adalah di mana Khalifah harus benar - benar memberikan jawaban atas keputusan nya mengenai amanah perjodohan. selama beberapa hari ini Khalifah selalu meminta petunjuk Allah, dan saat ini dengan keyakinan penuh Khalifah menghubungi uwa Asep.

__ADS_1


Setelah menunaikan sholat isya Khalifah meraih ponsel nya untuk menghubungi sang uwa . " Tut ... tut ... tut ... " suara nada ponsel terhubung, dan tak berapa lama.


" Assalamualikum neng .." suara di sebrang telpon memberi kan salam.


" walaikumus sallam uwa, bagai mana dengan keadaan uwa ? apa sudah baikan ? dan maaf kalo eneng belum bisa berkunjung." Khalifah langsung menanyakan kesehatan sang uwa karna dua hari yang lalu Khalifah mendapat kan kabar dari Arum jika uwa nya sedang sakit.


Sebenar nya dua hari yang lalu Khalifah memang sempat menghubungi Arum hanya sekedar mendengar pendapat teteh nyayentang amanah perjodohan itu. dan seperti apa jawaban sang teteh, sebenar nya memang tidak akan membantu nya karna jawaban itu sendiri sudah dapat Khalifah tebak.


Benar saja sang teteh hanya mengatakan apa pun keputusan Khalifah dia akan menerima nya. baik itu menolak atau menerima perjodohan tersebut. benar - benar jawaban yang klise apa beda nya dengan terserah, dan seperti itu lah mahkluk yang bernama wanita benar - benar tak dapat di mengerti.


" Allhamdulilah, uwa sudah sehat neng, iya tidak apa - apa uwa ngerti neng. eneng sehat juga kan ?. " uwa tahu bahwa Khalifah saat ini berada di luar kota. sehari setelah kunjungan nya ke rumah sang uwa, Khalifah mendapat kan tugas dari sang atasan.


" Allhamdulilah kalo uwa sudah sehat, eneng juga sehat uwa. uwa eneng ingin menepati janji eneng untuk memberikan jawaban eneng perihal amanah almarhum aki. " Khalifah terdiam beberapa saat untuk menghirup udara secara berlahan guna menenangkan diri nya sebelum melanjutkan perkataan nya.


" Bissmillah, eneng menerima perjodohan ini, sekaligus amanah dari almarhum aki dengan ikhlas.dan eneng juga menerima Khitbah gus Fahmi untuk eneng. " akhirnya beban di pundak Khalifah pun terangkat, rasa takut , rasa bingung, seperti melebur begitu saja. saat ini hanya perasaan lega yang di rasakan nya.


Mendengar jawaban dari Khalifah sang uwa pun merasa senang. " allhamdulilah .. baik lah kalo begitu. apa eneng sudah memberi tahu kedua orang tua eneng ?. " ujar uwa bertanya pada Khalifa apa kah sang keponakan sudah memberi kabar pada ke dua orang tua nya.


" Belum uwa, tapi apa kah boleh eneng minta tolong sama uwa ? tolong jangan beri tahukan apa pun dulu dengan orang tua eneng. nanti setelah proses Khitbah, baru kita bicarakan dengan ayah dan bunda, dan Insya Allah eneng akan usaha kan hadir di proses khitbah nanti. uwa jaga kesehatan terus dan maaf eneng tidak bisa berlama - lama karna eneng akan kembali bertugas. maaf yaa ... eneng mati kan dulu telpon nya , assalamualikum ... " setelah mendengar jawaban salam dari sang uwa Khalifah pun dengan tergesa - gesa mematikan ponsel nya dan segara bersiap - siap untuk pergi.

__ADS_1


***


__ADS_2