
***
Setelah melaksanakan sholat isya, saat ini di meja makan duduklah seorang wanita yang sedang menatap serius dua benda yang ada di atas meja dengan perasaan ragu, diri nya merasa ragu dengan pilihan mana yang akan di lakukan nya pada kedua benda tersebut.
" Eneng pilih yang mana yach ?." ujar nya dengan raut wajah bingung.
" Ah .. neng hitung kancing baju aja kali yach .." kembali Khalifah bergumam pada diri nya sendiri.
Baru saja diri nya akan melakukan apa yang di fikirkan nya, kini terdengar dari arah pintu utama suara salam.
" Assalamualaikum ..."
" Wa wa'alaikumus salam ..." dengan suara yang terbata Khalifah segera menjawab salam.
Setelah mendengar salam dari ustadz Reyhan tanpa banyak fikir panjang lagi, Khalifah pun segera meminum kedua benda yang ada di atas meja. diri nya tak ingin jika sampai apa yang di lakukan nya saat ini di ketahui oleh sang suami. ya suara salam yang di dengar nya barusan adalah suara ustadz Reyhan yang baru saja pulang dari mesjid.
" Apa yang eneng lakukan ?." dengan mata menelisik curiga ustadz Reyhan bertanya pada sang istri.
Setelah melihat raut wajah gugup dari sang istri membuat ustadz Reyhan langsung menaruh curiga, apalagi sejak kepulangan kedua nya dari klinik sore tadi. Khalifah memang seolah terkesan menghindar dari sang suami.
" Eehh .. eng engga ngapa - ngapain kok mas, benar suer."
__ADS_1
Dengan mengangkat kedua jari tangan nya berbentuk huruf V dan meski dengan suara terbata, Khalifah tetap berusaha menampilkan senyum manis nya pada sang suami.
" Yakin ... bohong dosa lho."
Kali ini dengan terus mendekat dan dengan tatapan yang terus menelisik pada sang istri yang sejak tadi bertingkah mencurigakan. dan setelah berada di hadapan sang istri, ustadz Reyhan langsung membisikan sesuatu di telingah nya.
" Eneng engga lupa kan sama hukuman yang akan mas berikan ?." kali ini dengan memeluk pinggang sang istri dengan erat, ustadz Reyhan kembali berujar.
" He .. he .. pleaseee mas ... emang mas Reyhan tega kasih hukuman buat istri mas yang imut ini."
Kali ini dengan mengedip - ngedipkan kedua mata lucunya dan memasang raut wajah yang sok imut sekaligus menggemaskan, Khalifah mencoba peruntungan nya memelas pada sang suami. mencoba menghindar dari hukuman yang akan di berikan sang suami diri pada nya.
" Jangan bertingkah seperti itu, karna justru tindakan eneng yang seperti ini semakin membuat mas ingin menghukum istri mas yang imut ini." ujar ustadz Reyhan dengan mencubit gemas pipi sang istri.
" Engga usah cemberut gitu, mas jadi engga tahan lihat nya."
Cup
Tanpa aba - aba ustadz Reyhan langsung mendaratkan kecupan nya pada bibir sang istri yang tengah mengerucut. sedangkan Khalifah sendiri hanya mampu mematung saat sang suami mendarakan kecupan.
' Eh .. kenapa tiba - tiba badan eneng jadi panas gini sih.' di sela kegiatan sang suami, Khalifah justru merasakan ada yang tak beras dengan tubuh nya.
__ADS_1
" Kenapa neng ?."
Melihat sang istri yang gelisah membuat ustadz Reyhan menyudahi kegiatan yang di lakukan nya pada sang istri.
" Mas, badan enang kok tiba - tiba jadi gerah ya ? eneng mandi dulu bentar yach ..."
Tanpa menunggu jawaban dari sang suami, Khalifah segera melangkah dengan tergesa menuju kamar nya. sedangkan ustadz Reyhan sendiri hanya mampu menggeleng dengan tingkah istri nya itu.
Hampir tiga puluh menit Khalifah berada di dalam kamar mandi, bahkan rasa panas yang di rasakan nya pun tak kunjung mereda, meski diri nya telah berendam di dalam bathtub.
" Ini kenapa badan eneng jadi panas gini sih, emang obat apa yang Jenny kasih ke eneng ?." dengan terus berusaha mengendalikan rasa panas di tubuhnya yang semakin menjadi.
Cklek
Bunyi pintu kamar mandi terbuka, masih dengan mengenakan handuk Khalifah saat ini memandang tajam ke arah ustadz Reyhan yang saat ini tengah duduk di atas tempat tidur. dengan mata yang sedikit memerah Khalifah terus mendekat ke arah sang suami yang kini justru fokus pada buku yang di baca nya, tanpa menyadari jika saat ini diri nya telah di tandai menjadi target sasaran.
' Dasar Jenny sialan, awas aja kamu Jenn ..'
Dengan perasaan kesal Khalifah terus saja mengumpati Jenny dalam hati,
" Eh .. kenapa neng ?." ujar ustadz Reyhan yang terkejut saat sang istri yang langsung duduk di pangkuan nya.
__ADS_1
Tanpa menjawab pertanyaan ustadz Reyhan, Khalifah langsung menyerang dengan brutal sang suami yang sempat terkejut dengan apa yang di lakukan sang istri. dan kini kembali malam panjang pun terjadi di antara kedua nya.
***