Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Muhammad Reyhan


__ADS_3

***


Masih di kediaman abah, saat ini abah masih tertegun dengan sesosok tamu yang masih sulit untuk abah percaya. apa lagi saat ini tamu itu telah berdiri tegak di handapan nya dengan kepala yang tertunduk serta seuntai senyuman manis yang berikan nya pada abah.


Tentu abah sungguh sangat mengenali siapa sosok pemuda yang saat ini telah hadir di hadapan nya. pemuda itu bernama Muhammad Reyhan putra dari almarhum Didin sahabat karib abah. seorang santri sekaligus putra yang selama ini selalu menjadi kebanggaan abah, selain anak - anak abah.


Muhammad Reyhan 25 tahun, adalah putra pertama dari dua bersaudara, terlahir dari pasangan ummi Khadijah dan abah Didin saputra yang merupakan sahabat abah Asep. Reyhan memiliki satu adik perempuan, yang saat ini masih menjadi santri di ponpes Darul Istiqomah.


Sejak umur 10 tahun, Reyhan telah di tinggal sang abah menuju pangkuan sang Ilahi, abah Didin meninggal akibat kecelakaan motor. dan setelah sepeninggalan sang ayah, Reyhan dititip kan langsung oleh ummi Khadijah untuk menjadi seorang santri di ponpes Darul Istiqomah, di bawah asuhan langsung abah Asep.


Reyhan sangat terkenal dengan kecerdasan nya. dan itu terbukti, dengan nilai akademik yang di raih nya di pesantren, selalu mendapatkan nilai sempurna. tidak hanya itu saja, di usia 14 tahun Reyhan mampu menjadi seorang hafis qur'an. itu sebab nya, abah memberikan beasiswa full pada Reyhan untuk melanjutkan studi di kairo hingga S2.


Reyhan adalah sosok pemuda dengan wajah cantik bak aktor korea, dengan lesung pipit di kedua pipi nya membuat diri nya banyak di kagumi bahkan di idamkan para kaum hawa. selama menempuh masa pendidikan di Al - azar kairo mesir, Reyhan memang tak pernah pulang ke tanah air selama hampir enam tahun. dan kini diri nya telah kembali ke tanah air dengan membawar gelar S2 nya.


" Assalamualaikum abah ..." dengan mengambil pelan tangan abah, dan mencium punggung tangan abah dengan takzim.


" Wa'alaikumus salam ... ya Allah, ini benar kamu jang ?." ujar abah memandang sosok pemuda di depan nya itu.


" Iya abah, ini ujang. bagaimana kabar abah, sehat ?" ujar Reyhan dengan tersenyum dan menundukan kepala nya di hadapan abah.


Mendengar perkataan pemuda itu, abah pun langsung memeluk erat tubuh putra angkat nya itu. bahkan saking bahagia nya abah, diri nya sampai menetes kan air mata nya.


" Allhamdulilah ... ya Allah jang, kenapa ujang engga kasih kabar abah kalo pulang, kapan ujang sampai di tanah air ? " dengan masih memeluk erat tubuh putra angkat nya itu. bahkan abah mengabaikan pertanyaan pemuda itu, yang menanyakan kesehatan diri nya.


" Allhamdulilah .. ujang sampai tiga hari yang lalu bah. maaf kalo ujang tidak memberi kabar pada abah." ujar nya dengan membalas pelukan dari abah yang selalu di hormati nya itu.

__ADS_1


" Iya tidak apa - apa, yang penting sekarang ujang sudah kembali dengan selamat. " ujar abah dengan mengurai pelukan nya pada pemuda di depan nya itu, dan mata nya tak pernah lepas memandang wajah putra nya itu.


" Bagai mana kabar abah sehat kan ?." Reyhan mengulangi pertanyaan pada abah.


" Allhamdulilah abah sekeluarga sehat. " abah berujar dengan senyuman di wajah nya.


Sedang kan Bunda yang melihat intraksi antara sang kakak dengan seorang pemuda pun sejenak terheran. siapa kah pemuda yang saat ini ada di hadapan kakak lelaki nya itu. apa lagi saat melihat wajah pemuda itu, dengan wajah cantik serta lengsung pipit di kedua pipi nya yang membuat pemuda itu terlihat sekilas seperti artis.


Merasa penasaran bunda pun langsung mendekat pada kedua nya. setelah berada dekat dengan kedua nya bunda pun langsung bertanya pada kakak lelaki nya.


" A'a siapa ?." ujar bunda penasaran dengan kedekatan kedua nya.


" Coba tebak ." bukan nya menjawab pertanyaan sang adik, abah justru menyuruh nya untuk main tebak - tebakan.


" Nissa bukan lagi mau main tebak - tebak kan, Nissa terlalu pusing kalo di suruh mikir lagi. cukup sudah Nissa memikirkan dua gadis remaja usang itu, jadi jangan bebani pikiran Nissa dengan yang lain." dengan nada yang sedikit kesal, bunda pun berujar pada sang kakak.


" Cobe dek Nissa perhatikan wajah nya, mirip dengan siapa ?." ujar abah yang masih saja tak ingin langsung menjawab pertanyaan sang adik.


" Emang mirip siapa ?." dengan memandang intens wajah pemuda yang kini ada di hadapan nya itu.


" Masih belum ingat ?." kembali abah bertanya, karna penasaran apa kah sang adik mampu mengingat pemilik asli dari wajah di depan nya saat ini.


" Tunggu dulu, Nissa seperti tak asing dengan wajah ini a'. siapa ya ..? ." ujar bunda, mencoba mengingat dengan keras pemilik wajah di depan nya ini.


" Yang dek Nissa kagumi dulu siapa ?." kali ini abah berujar dengan tersenyum mengejek pada sang adik.

__ADS_1


" Jangan bilang .... " bunda tak mampu melanjutkan kata - kata nya, setelah mengingat siapa pemilik wajah sebenarnya di masa lalu.


" Iya, dia putra dari Didin saputra. lelaki yang dulu sering dek Nissa kejar - kejar. malah sampai pernah masuk got, cuma gara - gara lihat Didin lagi bicara sama perempuan." kini abah justru menggoda sang adik, dengan mengingatkan tingkah absurb bunda saat menginjak remaja.


" Iiss .. bikin malu, lagian itukan dulu. lagian sekarang a'a mau menciptakan perang dunia ke berapa ?." ujar bunda yang saat ini kesal pada sang kakak, apa lagi saat ini mata ayah yang terlihat tajam mengarah pada bunda.


Mendengar perkataan sang adik, kali ini abah sampai terkekeh geli. apa lagi saat di lihat nya raut wajah sang adik ipar yang sedang menatap tajam pada sang istri. sedangkan Reyhan hanya sebagai penonton perdebatan kedua nya.


" Tenang dek Fariz, itu dulu. waktu tingkah dek Nissa sebelas dua belas dengan eneng." abah pun berucap, untuk meredakan tegangan tinggi di antara ke dua nya.


Di tengah - tengah pembicaraan mereka, dari arah dalam rumah keluarlah ummi Halimah dengan sepasang pengantin yang saat ini menuju ke arah abah. dari kejauhan ummi sempat melihat sosok pemuda di hadapan sang suami, diri nya seperti merasa mengenali pemuda itu.


" Ummi, coba lihat siapa yang datang saat ini." belum sempat ummi Halimah bertanya, abah terlebih dahulu memberikan pertanyaan pada ummi.


Mendengar itu, ketiga nya pun semakin mendekat ke arah abah. ketiga nya penasaran siapa yang di maksud sang abah. setelah ketiga nya mendekat dan memperhatikan sosok pemuda di hadapan nya.


" Ya Allah gusti ... si ujang, ini benaran bah.ini bukan mimpi kan bah, ummi engga lagi mimpikan ?." ujar ummi Halimah seakan tidak mempercayai sosok pemuda di depan nya ini adalah putra angkat nya.


" Ummiii ... " kali ini Reyhan mendekati ummi Halimah dan langsung mencium punggung tangan ummi dengan takzim.


" Ya Allah .. ujang." dengan membelai kepada pemuda yang saat ini tengah mencium tangan nya dengan takzim.


Sedangkan seorang wanita kini tengah mematung dengan tatapan nanar pada sosok pria yang saat ini tengah menyalami sang ummi. pria yang selama ini di kagumi nya dalam diam, seorang pria yang selalu ada di setiap doa nya di sepertiga malam, dan seorang pria yang bayangan nya selalu melekat dalam fikiran.


Ya wanita itu adalah Arum, yang beberapa jam yang lalu telah resmi menjadi seorang istri dari gus Fahmi. Arum memang sejak dulu telah menaruh hati serta mengagumi sosok pemuda di hadapan nya itu, pemuda yang telah menjadi kakak angkat nya itu.

__ADS_1


Tapi kini pupus sudah harapan Arum, saat kata sah yang keluar dari para saksi ijab qobul pernikahan nya hari ini. satu hal yang Arum sadari, jika Jodoh dan Kematian seluruh nya kuasa dan kehendak Allah. walau pun Arum selalu menyebutkan nama pria itu di dalam doa di sepertiga malam nya. akan tetapi, jika Allah tidak berkehendak maka itu tidak akan terjadi. karna seluruh kejadian di muka bumi ini, tak akan terjadi selain atas kuasa Allah.


***


__ADS_2