
Hening hanya itu yang terjadi di dalam sebuah sedan mewah Mercades- Benz E class. jika biasa nya tempe busuk dan donat saling beradu argumen, tapi saat ini tak ada sepatah kata pun yang mampu keluar dari ke dua nya.
Jangan kan untuk berbicara, hanya untuk menghela nafas dan menghirup udara saja ke dua nya harus melakukan secara perlahan. tak ada pembicaraan yang terjadi antara ketiga penghuni sedan mewah tersebut, jelas sekali aura mencekam dan tegang telah terjadi di dalam mobil.
Sedang kan Khalifah hanya terdiam di kursi penumpang di belakang kemudi, dengan mengarah kan pandangan nya pada kaca jendela mobil. kedua rekan nya pun bingung kenapa seorang Khalifah sampai mampu melakukan hal kekerasan pada rekan nya sendiri.
Selama hampir empat tahun bergabung dengan tim, Khalifah di kenal sebagai sosok atasan sekaligus rekan kerja yang tegas, dan santai tak pernah sekali pun diri nya bertindak di luar kendali seperti saat ini walau pun di sini Khalifah sebagai atasan.
Mobil pun memasuki sebuah villa mewah yang ada di pulau B dan berhenti tepat di depan pintu villa. Khalifah keluar dari pintu mobil dengan di ikuti ke dua rekan nya di belakang langsung memasuki villa tersebut.
Khalifah yang memang dalam kondisi tidak baik - baik saja lebih memilih masuk ke dalam kamar nya untuk menenang kan diri, ketika melewati ruang tengah tak ada niat sedikit pun dari Khalifah menyapa keempat rekan pria yang sedang berkumpul di ruang tengah. melihat aura menyeram kan yang di keluarkan oleh Khalifah untuk pertama kali nya membuat mereka langsung melirik kedua rekan nya yang mengikuti di belakang Khalifah.
" Ehh, tempe busuk kenapa muka ustazah yang imut, bisa menyeram kan kaya gitu ?. "
ujar salah satu pria yang ada di ruangan tersebut.
" He'eh, misi gagal bro ?." ujar pria yang lain menimpali.
Sedang kan kedua makhluk yang di tanya pun hanya mampu duduk terdiam di sofa yang ada di ruang tengah, kedua nya masih dalam keadaan bingung dan juga merasakan ketegang saat bersama Khalifah di mobil. dengan otak yang masih bleng kedua nya memilih diam tanpa mengeluarkan kata sepatah pun.
Ke empat pria yang ada di ruang tengah pun semakin bingung dengan kebungkaman ke dua nya. melihat ketegangan di wajah kedua nya, salah satu pria yang ada di situ pun lebih memilih pergi ke dapur untuk membuat kan minuman hangat agar kedua rekan nya itu lebih rileks.
" Ini bro, minum dulu biar lo lebih santai. lo juga donat minum, muka lo udah kaya kertas lecek aja tau engga. " ujar pria yang membuat kan minuman dan langsung menyodorkan gelas untuk kedua nya.
Kedua nya pun langsung meminum teh hangat yang di berikan rekan nya. setelah meminum beberapa teguk teh hangat, raut kedua nya pun terlihat lebih rileks.
__ADS_1
" Huh ... ini semua gara - gara si kampret mesum ini nich .. ! " ujar si wanita dengan tatapan nyalang langsung menyalah kan rekan pria nya, setelah diri nya merasa lebih tenang.
Mendengar rekan wanita mereka menyalah kan pria yang bersama nya tadi, maka ke empat pria lain nya pun langsung melihat ke arah si pria yang biasa di panggil tempe busuk. ya jangan heran karna di tim ini semua identitas anggota nya telah si rahasia kan. jadi nama yang di berikan pun itu berdasarkan ide para anggota nya yang telah di sepakati.
Melihat semua tatapan sinis yang di arah kan pada nya. diri nya hanya mampu tertunduk, " I' am sorry. " ujar nya dengan nada lemah.
Masih dengan raut penasaran ke empat rekan nya pun masih menatap ke arah nya dengan isyarat meminta penjelasan.
" Huh, gue akuin gue salah. tapi sebenar nya, engga salah gue sepenuh nya. si ****** itu yang udah mancing gue duluan, nama nya juga kucing, di kasih ikan ya ... gue samber aja lah. ujar nya kembali bersuara.
" Heh ... pe'a kalo lo engga bawa tuch cewek masuk ke kamar, kejadian nya engga mungkin kaya tadi .. ! gue kan udah peringatin lo .. !! dan gara - gara lo juga, hampir aja misi kita gagal. bahkan gue juga kena imbas nya. nyadar engga sich lo ... ! " si donat pun langsung terpancing emosi, dengan posisi duduk diri nya langsung menendang betis rekan pria nya itu. " duk " suara tendangan terdengar lumayan keras dan membuat si pria pun langsung meringis kesakitan.
" Iya - iya gue kan udah minta maaf, lagian juga di tempat begituan, masa iya nyewa kamar kaga bawa cewek ? yang ada orang - orang curiga kan ? lagian gue juga udah kena gampar miss ustazah. gila ... selama empat tahun gue ikutan gabung di tim ini, tapi saat ini, gue udah benar - benar kaya orang oon tau kaga ?. " si pria pun merutuki semua kesalahan yang di lakukan saat menjalani misi.
" Coba tolong jelas kan, apa yang sebenar nya terjadi dengan misi kali ini ?. " ujar pria itu kembali.
Mendengar sang Kapten meminta penjelasan pada ke dua nya. maka kedua nya pun mau tidak mau harus menjelaskan secara detail. akhir nya si wanita lah yang lebih memilih menjelas kan kejadian yang sebenar nya yang membuat miss ustazah sampai murka.
Mendengar penjelasan dari rekan wanita nya, pria itu pun langsung menghela nafas nya dan merubah posisi duduk nya menyandar di punggung sofa. melihat sang kapten yang terdiam maka semua nya pun ikut terdiam tak ada yang berani membuka suara.
Setelah terdiam bebera menit sang kapten pun bersuara. " apa miss ustazah ada di kamar nya saat ini ?. " ujar sang kapten bertanya pada rekan nya. dan mereka pun menganggukan kepala serentak sebagai jawaban dari pertanyaan sang kapten.
" Apa diri nya terlihat baik - baik saja ?. " masih dengan mode pertanyaan. dan kali ini di jawab dengan gelengan kepala serempak dari para anggota nya. melihat jawaban dari anggota nya pria itu hanya mempu menghembuskan nafas dengan kasar.
" Biar kan diri nya tenang terlebih dahulu, jangan ada yang berani mengganggu nya sebelum miss ustazah keluar kamar dengan sediri ny. " peringatan keras dari sang kapten dengan tegas pada anggota nya. setelah memperingat kan anggota nya sang kapten pun kembali masuk ke dalam kamar nya.
__ADS_1
Di kamar lain, lebih tepat nya di kamar yang saat ini Khalifah tempati. Khalifah saat ini masih dengan posisi terduduk di kamar mandi dengan mengenakan baju yang di kenakan nya, terduduk di bawah guyuran deras nya air yang keluar dari shower dengan tubuh yang gemetar bahkan wajah yang terlihat sangat pucat.
Khalifah masih sangat jelas mendengarkan melaui alat aerpiece yang di gunakan nya bagai mana suara ******* ****** itu bercumbu dengan rekan pria nya. dan suara itu lah yang mengingatkan nya pada kejadian 24 tahun yang lalu.
* flashback *
" Bunda .. eneng mau nya di jemput sama bunda aja yaah ? engga mau sama pak Dirman. " suara rengekan bocah berumur enam tahu, yang menginginkan sang bunda lah yang menjemput nya pulang sekolah.
Mendengar sang putri merengek pada nya bunda pun tersenyum. " neng ... hari ini bunda engga bisa jemput eneng. kan, tadi malam bunda udah jelasin ke eneng, kalo hari ini bunda menemani ayah. kan, biasa nya juga bunda terus yang ngantar sama jemput eneng kalo sekolah. satu kali ini aja yach ... pulang nya di jemput pak Dirman. " ujar bunda yang sedang merayu putri nya agar mau di jemput oleh pak Dirman, salah satu supir yang ada di rumah utama saat itu.
Sebenar nya Khalifah keberatan dan entah kenapa Khalifah memang kurang suka dengan keberadaan supir nya itu, tapi diri nya tak boleh egois terhadap sang bunda. karna apa yang di kata kan sang bunda memang benar. karna selama ini sang bunda tak pernah absen dalam mengantar jemput nya sekolah. akhir nya Khalifah kecil mengiya kan permintaaan sang bunda.
Saat pulang sekolah pun tiba, di luar sekolah berdiri lah sesosok laki - laki berusia tiga puluhan yang tersenyum ke arah Khalifah dan langsung membuka kan pintu mobil saat Khalifah mendekati ke arah sang supir. ketika dalam perjalanan awal nya biasa saja tak ada yang mencurigakan, sampai saat sang supir berhenti di persimpangan jalan yang sepi. melihat mobil yang berhenti Khalifah pun bingung, karna arah menuju rumah nya masih jauh dan kenapa mobil berhenti di sini. itu lah yang ada di pikiran gadis kecil yang duduk di kursi penumpang yang ada di belakang.
" pak, kok kita berhenti di sini. kan, rumah nya masih jauh ?. " Khalifah pun memberani kan diri untuk bertanya.
" Maaf neng, ada yang bapak tunggu. eneng duduk anteng aja di belakang yach.. engga lama kok. " ujar supir itu meminta pengertian Khalifah.
Tidak berapa lama datang lah sesosok wanita dan langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di samping kemudi. tanpa aba - aba wanita itu langsung duduk di pangkuan sang supir dan langsung menciumi seluruh wajah pak Dirman, bahkan ciuman panas pun langsung terjadi.
Melihat itu Khalifah langsung shock bahkan badan nya langsung gemetar, keringat pun langsung membasahi baju sekolah yang di kenakan nya. yang lebih aneh keduanya seolah - olah tak terganggu dengan keberadaan bocah kecil yang duduk di belakang. sebuah adegan dewasa yang tak seharus di pertonton kan pada anak kecil. Khalifah yang menyaksikan adegan menjijikan tersebut langsung menutup kedua mata dan telinga nya karna suara ******* dari kedua nya benar - benar membuat Khalifah ketakutan.
Setelah kejadian itu Khalifah kecil harus di rawat di rumah sakit selama satu minggu, dan tidak hanya itu Khalifah kecil juga harus mengalami trauma. dan akibat kejadian itu pula Khalifah kecil bahkan selalu takut berdekatan dengan lelaki dewasa kecuali sang ayah, hal itu berlangsung hingga beberapa bulan sampai harus menjalani perawatan dari seorang psikolog hingga trauma itu di nyatakan sembuh. sebenar nya Khalifah sudah tidak pernah lagi mendapat kan gejala saat diri nya kecil dulu, akan tetapi untuk saat ini gejala itu muncul kembali di saat telinga nya mendengar dengan jelas suara jahanam itu dari rekan pria dan wanita ******.
***
__ADS_1