Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Ibadah Bersama


__ADS_3

***


Setelah kejadian di tempat abah, kini Khalifah sudah mulai tenang dan amarah nya pun kini mulai mereda setelah mendapatkan sebuah pelukan hangat dari sang suami. apa lagi setelah diri nya melaksanakan sholat berjamaah bersama ustadz Reyhan, Khalifah benar - benar merasakan ketenangan dan kedamaian dalam jiwa nya.


" Neng udah engga marah lagikan sama mas ?." ujar ustadz Reyhan kepada Khalifah, sesaat setelah kedua nya melaksanakan sholat isya berjamaah.


" Lho .. neng memang engga marah sama mas. hanya saja, neng terlalu kesal dengan keluarga pak Cahyono. bagai mana bisa mereka dengan begitu mudah nya meminta mas Reyhan menjadi suami dari putri nya. entah apa yang ada di fikiran mereka, apa mereka kira hanya dengan memiliki harta, mereka juga mampu memiliki siapa saja." kali ini Khalifah mengungkapkan kekesalan yang di rasakan nya pada ustadz Reyhan.


" Neng, bagaimana pun ujian yang akan kita hadapi ke depan nya nanti, tolong jangan pernah tinggalin mas. karna mas juga engga akan pernah ninggalin eneng, kecuali Allah yang berkendak nyawa ini keluar dari raga. cukup eneng yang mas butuhkan dan inginkan, mas engga butuh yang lain. izinkan mas mengucapkan nya secara langsung biar lebih jelas. walaupun perhatian mas tersembunyi bak Alif Lam Syamsiah. namun, cintaku padamu bak Alif Lam Qomariah Terbaca Jelas. " dengan tersenyum dan menundukan kepala nya ustadz Reyhan tersipu malu saat mengatakan cinta pada sang istri.


" Cie .. cie .. yang udah pinter gombal ternyata. he .. he .. okey eneng juga punya, kalo Nun mati ketemu Jim di sebut Ikhfa kan ? nah .. tapi kalo aku ketemu kamu di sebut cinta. huhuy ... " dengan mengedip - ngedipkan mata nya pada sang suami.


Mendengar perkataan sang istri, membuat ustadz Reyhan tersenyum gemas. bahkan saking gemas nya tangan ustadz Reyhan terangkat mencubit pipi sang istri dengan pelan.


" Mas tau engga kalo cuka itu rasa nya manis ?." Khalifah kembali berujar pada sang suami.


" Mana ada cuka yang manis, yang ada juga masem. eneng ada - ada aja deh." ujar ustadz Reyhan, dengan mengelus pelan kepala sang istri.


" Ada kok, ku cuka kamu. he .. he .. " dengan cengiran nya Khalifah berujar.


" Neng, siapa yang ngajarin eneng pinter gombal hem ? lagian eneng kan dokter, tapi pinter bener kalo masalah gombalin cowok. jangan - jangan eneng sering yach .. gombalin cowok - cowok ?." ujar ustad Reyhan dengan mengelus lembut pipi sang istri.


" Ceiye .. ustadz brondong nya eneng, cemburu yah ?" ujar Khalifah kembali menggoda sang suami. dan tak lama Khalifah pun kembali berujar, tapi kali ini dengan nada yang terkesan serius.


" Insya Allah, mas Reyhan yang pertama dan yang terakhir untuk neng."


Kali ini Khalifah menatap wajah sang suami, dengan bola mata tenang dan jernih yang mampu menghanyutkan serta menenggelamkan ustadz Reyhan dalam pandangan nya.


" Dan neng adalah bidadari mas tidak hanya di dunia, tapi kekal hingga ke surga, insya Allah." kali ini ustadz Reyhan memeluk tubuh sang istri dengan erat serta memberikan kecupan pada kening sang istri.

__ADS_1


" Ingin menjalankan ibadah sunnah dengan mas ?." ujar ustadz Reyhan berbisik di telinga sang istri.


" Eeh .. " Khalifah langsung salah tingkah.


Dan untuk pertama kali nya, Khalifah di buat tertunduk malu setelah mendengar perkataan ustadz Reyhan pada nya. bahkan mampu membuat diri nya menjadi salah tingkah di buat nya.


" Kenapa neng ?." ujar ustadz Reyhan yang justru bingung dengan tingkah sang istri yang tertunduk malu.


" Hhmm, engga apa - apa. tapi .. sekarang yach ?." ujar Khalifah bertanya pada sang suami.


" Iya, sekarang." ujar ustadz Reyhan singkat.


Mendengar perkataan ustadz Reyhan, Khalifah pun menjadi sangat malu. akhir nya dengan perlahan Khalifah membuka mukena dan merapikan nya, dengan menunduk kan kepala nya Khalifah berjalan pelan menuju tempat tidur.


" Neng, kok malah ke tempat tidur. bukan nya ke kamar mandi ?." kali ini ustadz Reyhan kembali berujar, setelah melihat apa yang di lakukan istri nya itu. yang justru membuat diri nya semakin bingung.


' Ehh .. kok ke kamar mandi sich ? apa mas Reyhan meminta eneng untuk mandi dulu yach ? ' monolog Khalifah dalam hati.


" Neng, eneng mau mandi ya ? kan tadi udah mandi ?." ujar ustadz Reyhan yang melihat Khalifah membawa handuk menuju kamar mandi.


" Lho .. kan tadi mas Reyhan yang minta eneng ke kamar mandi. emang kalo engga mandi terus ngapain ?." dengan mengerutkan kening nya, Khalifah kali ini menjadi bingung dengan perkataan ustadz Reyhan.


" Ya wudhu, kan mas mau ngajak eneng buat ibadah sholat sunnah sebelum tidur." ujar nya dengan santai.


" Ohhh ... wudhu ya, ini juga eneng mau ambil wudhu. he .. he .. " dengan cengiran Khalifah bergegas masuk kedalam kamar mandi. sungguh Khalifah ingin menghilang saja saat ini, diri nya benar - benar sangat malu telah berfikir hal - hal mesum.


' alamak .. neng kira di ajak ibadah itu bobo bereng, ehh .. ternyata di ajak sholat bareng. ternyata, isi otak seorang ustadz dengan isi otak seorang dokter bedah berbeda jauh rupa nya. hadeh ... mesum neng .. mesum ..' dengan menepuk jidat nya dan berjalan menuju kamar mandi Khalifah bermonolog dalam hati.


Sedangkan ustadz Reyhan yang melihat tingkah sang istri membuat diri nya tersenyum. diri nya sangat gemas dengan segala yang ada pada diri sang istri.

__ADS_1


' Ya Allah .. kenapa setiap tingkah istri hamba, mambuat hamba menjadi sangat takut kehilangan nya. ya Robb .. jaga dan lindungi selalu istri hamba. berikan pada nya kesehatan, serta tingkatkan lah keimanan pada nya. hamba mencintai nya sebagai makhluk ciptaan Mu, dan hamba mencintai hanya ingin meraih ridho Mu.' kali ini ustadz Reyhan bermonolog dalam hati.


Setelah selesai berwudhu, Khalifah segera keluar kamar mandi. dan mendekat ke arah ustadz Reyhan dengan berlahan serta kembali mengenakan kembali mukena nya yang tadi sempat di rapikan nya.


Masih dengan kepala yang sedikit menunduk karna malu dengan tingkah nya sendiri. sebab, sempat berfikir mesum dengan perkataan sang suami. jangankan untuk membuka suara nya, memandang ke arah suami nya pun Khalifah tak mampu. apa lagi sejak diri nya keluar dari kamar mandi, sang suami langsung memberikan senyuman pada nya.


Ustadz Reyhan yang melihat sang istri tertunduk malu, hanya mampu menahan tawa nya. bahkan diri nya bergegas ke kamar mandi, diri nya tak ingin jika tawa nya lepas di hadapan sang istri. karna ustadz Reyhan tak ingin membuat sang istri bertambah malu.


Setelah berwudhu, kini kedua nya pun melaksanakan sholat sunnah dua rokaat. dan di akhiri dengan doa yang di panjatkan pada sang pencipta.


" Kalo sekarang ibadah nya baru bobo bareng." kali ini ustadz Reyhan berkata dengan menatap wajah istri nya itu, serta senyuman yang tak luntuh dari bibir nya.


Sedangkan Khalifah yang mendengar sang suami hanya mampu tersenyum dengan menundukan kepala nya malu. melihat sang istri nya tertunduk malu, mambuat ustadz Reyhan kembali tersenyum.


Kini tangan ustadz Reyhan terulur ke arah wajah sang istri, dan dengan perlahan mengangkat dagu Khalifah agar menatap ke arah diri nya.


" Angkat wajah nya neng, mas engga bisa lihat wajah istri mas kalo tertunduk." ujar ustadz Reyhan pada Khalifah.


Khalifah yang mendengar perkataan ustadz Reyhan pun, dengan perlahan mengangkat wajah nya. dan saat ini kedua nya saling menatap dengan jarak beberapa jengkal saja, bahkan deru nafas kedua nya terasa di wajah masing - masing.


Dengan perlahan ustadz Reyhan mendekatkan wajah nya ke arah wajah sang istri dan memberi kecupan pada kening istri nya itu, kemudian turun pada kedua mata, hidung, serta kedua pipi sang istri.


" Terimakasih telah menerima mas menjadi suami eneng, dan atas izin Allah beribadah lah dengan mas." ujar Ustadz Reyhan dengan memandangi wajah sang istri.


Mendengar perkataan ustadz Reyhan, Khalifah pun hanya mampu menganggukan kepala nya sebagai tanda mengiyakan perkataan sang suami. melihat sang istri yang menganggukan kepala nya, ustadz Reyhan kembali tersenyum.


Dengan menggenggam tangan sang istri, ustadz Reyhan pun menuntun Khalifah menuju tempat tidur. kembali ustadz Reyhan memanjatkan doa sebelum diri nya menjamah sang istri.


Maka malam ini kedua nya pun kembali melakukan ibadah, akan tetapi, ibadah yang di lakukan kedua nya merupakan ibadah sepasang suami istri yang telah terikat dalam ikatan pernikahan. sebuah ibadah yang tidak hanya memuaskan nafsu saja, tapi justru akan mendapatkan pahala.

__ADS_1


***


__ADS_2