Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Kritis


__ADS_3

***


Setelah mengetahui diri nya tertembak Khalifah bergegas untuk pergi dari tempat itu, menuju arah hutan di mana kedua rekan nya menunggu. dengan menekan luka tembak, diri nya berlari dengan kekuatan tenaga yang tersisa bahkan bibir nya henti untuk mengucapkan zikir.


Sesampai nya di dalam hutan pandangan Khalifah sudah mulai buram, keringat dingin bercucuran membasahi wajah nya, serta darah yang mengucur deras dari luka tembak yang saat ini ditekan nya menggunakan sebelah tangan nya.


Beberapa kali diri nya harus terjatuh akibat kaki yang tersandung akar pepohonan. kaki yang mulai melemas, kepala yang mulai pusing, serta nafas yang mulai sesak, badan nya pun mulai merasakan dingin. membuat Khalifah sudah tak mampu untuk terus berjalan dan akhir nya dirinya menyerah dengan posisi terduduk dan badan yang tersandar pada pohon, Khalifah hanya mampu terus berzikir dalam hati..


Ya Allah jika saat ini hambah harus menghadap kepada Mu, maka ampuni lah segala dosa - dosa hamba. beri kan rahmat serta keridho'an atas diri hamba. Asyahadu an-la ilaha illallah Wa asyahadu anna muhammadar rasulullah.


"Bunda, ayah eneng sayang kalian. " sedikit demi sedikit kesadaran Khalifah mulai menghilang pandangan nya yang mulai menggelap hingga akhir nya kesadaran nya pun benar - benar hilang.


Di sebuah rumah mewah tiba - tiba, " prang " terdengar benda yang terjatuh mengenai lantai dan pecah berkeping - keping.


" Asstagfirrullah .. ada apa ini ya Allah. " sambil mengusap - usap dada nya yang terasa sesak dengan debaran jatung yang tidak karuan. perasaan yang benar - benar sulit di artikan. ya perasaan seorang ibu yang tiba - tiba saja gelisah ada rasa takut, sedih , khawatir melebur menjadi satu. sungguh seorang ibu mampu merasakan apa yang anak nya rasa kan tanpa harus memberi tahu.


" Ada apa bun ? kenapa bunda terlihat gelisah ? dan itu ... lihat, kenapa tangan bunda sampai terkena pecahan beling ? ayah yang melihat raut wajah sang istri pun menjadi khawatir apa lagi saat melihat tangan sang istri berdarah terkena pecahan gelas kaca, yang tak sengaja tersenggol oleh diri nya. melihat itu ayah langsung mengambil kotak obat, untuk mengobati tangan sang istri yang terluka.

__ADS_1


" Yah .. kenapa perasaan bunda jadi tidak tenang begini, ada apa sebenar nya ? bunda takut yach ... hik ... hik ..." Bunda pun langsung menangis tersedu - sedu sambil memeluk erat tubuh sang suami.


" Istigfar bun ... berdoa lah agar semua nya baik - baik saja. tak ada yang dapat kita lakukan selain berdoa kepada Allah." ujar ayah menenang kan sang istri, dengan mengelus kepala bunda agar lebih tenang. sebenar nya apa yang di rasakan bunda, ayah juga ikut merasakan nya bahkan diri nya sampai tidak bisa memejamkan kedua mata nya dan memilih untuk menunaikan sholat malam agar diri nya lebih tenang.


Setelah beberapa saat bunda pun sudah mulai tenang dan tangis nya pun mulai mereda. " yah ... cepat hubungi anak - anak dan pastikan apakah mereka baik- baik saja ?." bunda pun langsung meminta sang suami untuk menghubungi seluruh anak - anak nya.


" bun ... ini sudah larut malam, besok saja kita hubungi. Insya Allah ayah yakin, anak - anak kita pasti dalam keadaan baik - baik saja. lebih baik bunda ambil air wudhu, terus sholat, berdoa lah kepada Allah untuk melindungi mereka, bukankah doa seorang ibu mampu menggetarkan arsy. dan setelah itu ayah jamin, bunda akan jauh merasakan ketenangan." ayah pun mencoba untuk memberikan ketenangan dan pengertian pada sang istri. dan benar saja bunda pun langsung menganggukan kepala nya dan melaksanakan apa yang di perintahkan suami nya.


Di lain tempat, tepat sesaat sebelum Khalifah sadar kan diri. " tong, gue khawatir dengan keadaan miss ustadzah. apa sebaik nya kita susul aja?. " ujar si wanita pada rekan pria nya.


" Okey, lo tunggu di sini dan jangan ke mana- mana sampai gue datang. dan ingat ..! kalo gue belum juga kembali dalam waktu 20 menit. gimana pun cara nya lo harus pergi dari sini cari tempat yang lebih aman. okey ?" ujar si pria dengan segera bersiap - siap pergi untuk kembali ke tampat di mana diri nya meninggal kan Khalifah.


" Eh ... pe'a kalo lo ikut, untuk apa gue cape - cape gendong lo sejauh ini, kalo musti lo balik lagi ... ! pokok nya gue engga mau tau, lo harus tetap di sini. dan please ... sekali ini aja, lo engga usah ngebantah. " ujar sang pria dengan sewot dan bergegas pergi meninggal kan rekan wanita nya itu sendiri. mendengar itu si wanita pun tak berani membantah, diri nya sadar dengan kondisi nya saat ini.


Saat ini untuk menghemat waktu rekan pria itu berlari lebih kencang, diri nya Khawatir dengan keselamatan sang atasan. bagai mana pun juga tidak seharus nya dirinya meninggal kan seorang wanita bertarung melawan musuh sedangkan diri nya justru melarikan diri. sungguh hilang sudah harga diri nya sebagai seorang pria.


Tiba - tiba " bruk " diri nya jatuh terjerembab ke depan karna ada sesuatu yang menghalangi kaki nya, pria itu pun segera menoleh dan di lihat nya seseorang dengan posisi duduk dengan bersandar pada pohon. karna keadaan yang gelap penglihatan nya pun tidak begitu jelas, di dekatinya tubuh yang sedang terduduk itu dan langsung memeriksanya. betapa terkejutnya pria itu saat mengetahui bahwa tubuh yang sedang terduduk itu ada atasan nya yang di tinggal kan nya beberapa saat yang lalu.

__ADS_1


Setelah sadar jika itu atasan nya pria itu pun langsung memeriksa denyut jantung atasan nya, ketika diperiksa denyut jantung atasan nya sudah mulai melemah itu menandakan bahwa kondisi atasan nya dalam kondisi sangat kritis. tanpa aba - aba dirinya langsung menggendong tubuh Khalifah berlari menuju tempat di mana rekan wanita nya itu berada.


Dengan tenaga yang hampir terkuras pria itu tidak menyerah, diri nya harus segera membawa atasan nya pergi untuk segera menyelamatkan nyawa nya jika terlambat mungkin saja nyawa atasan nya tidak dapat tertolong.


" Astaga ... apa yang terjadi dengan miss ustdazah ? apa dia tertembak ?. " melihat rekan nya kembali dengan menggendong atasan nya, diri nya pun langsung terkejut.


" Gue ksga tau, gue nemuin miss sudah tak sadarkan diri, dengan posisi duduk bersandar pada pohon, lo bisa jalan sendiri kan. kita harus segera keluar dari tempat ini, kondisi miss saat ini sangat kritis, bahkan detak jantung nya sudah sangat lemah."


ujar si pria dengan posisi terus menggendong Khalifah di punggung nya.


" Ayo jalan ... " tanpa banyak kata wanita itu langsung berdiri dan mengikuti pria di depan nya.


Dengan kondisi tubuh yang sangat lelah ketiga nya terus berjalan, ralat bukan tiga tapi dua rekan Khalifah lah yang berjalan sedangkan Khalifah tidak berjalan saat ini diri nya berada di punggung rekan nya. mereka berusaha keluar dari dalam hutan menuju jalan raya dan berharap ada orang yang akan membantu ketiga nya.


Waktu saat ini sudah menunjukan hampir subuh, sungguh malam yang mencekam bagi ketiganya. setelah hampir 20 menit berjalan akhirnya ketiganya pun keluar dari hutan dan berada di pinggiran jalan raya yang sepi. tak ada pembicaraan antara ke duanya, karna saat ini yang ada di pikiran ke duanya bagai mana cara untuk menyelamatkan atasan mereka saat ini. bahkan sekekali rekan wanita itu memeriksa denyut jantung pada nadi Khalifah yang benar - benar semakin mengkhawatir kan.


Lama kedua nya berjalan di jalan raya yang sepi dan entah ada berapa luka yang ada di kaki ke duanya, hal itu seolah tak di rasa kan lagi. saat sedang berjalan terdengar suara kendaraan yang mendekat dari arah belakang, keduanya pun langsung waspada mereka takut bahwa kendaraan yang mendekat ke arah ke tiganya adalah kendaraan musuh.

__ADS_1


Sekitar jarak 30 meter dari kendaraan tersebut sang supir membunyikan klakson " ttiiiiiit " mendengar klakson yang di bunyikan keduanya langsung membalikan badan ke arah mobil yang mendekat. dan setelah di hadapan keduanya mobil berwarna hitam itu pun langsung berhenti, keluar lah dua pria dengan setelan berwarna hitam dengan tubuh yang kekar dari pintu mobil.


***


__ADS_2