
***
* Flashback Khalifah *
Sejak mendapatkan notifikasi yang masuk pada ponsel nya sore tadi, entah mengapa untuk yang pertama kali nya Khalifah merasa sedikit ragu. bukan tentang misi yang membuat dirinya ragu, tapi yang membuat nya ragu adalah meninggalkan seseorang yang saat ini sangat berarti dalam hidup nya.
Mungkin jika sebelum nya Khalifah merasa bebas melakukan banyak hal dan tanpa memikirkan apa pun. tapi untuk kali ini status nya telah berubah, dan tanggung jawab nya pun tentu juga akan semakin bertambah. karna saat ini dirinya telah memiliki belahan jiwa untuk nya kembali sekaligus tempat dirinya mengabdi.
Saat ini sang suami memang baru saja selesai mandi setelah pulang mengajar di pesantren. sang suami memang selalu rutin pulang ke rumah sekitar jam empat sore, apabila tak ada kegiatan di pesantren.
" Mas boleh minta waktu sebentar ? ada yang ingin eneng bicarakan, penting !." kali ini dirinya memasang raut wajah yang terlihat serius.
Mendengar perkataan sang istri, ustadz Reyhan pun mendekat dan duduk di sofa di samping sang istri.
" Ada apa neng ?." menatap sang istri dengan tatapan hangat.
Ada keraguan saat Khalifah akan meminta izin untuk pergi pada sang suami. tapi di sisi lain, dirinya memang tak boleh lalai dengan tugas yang telah di berikan pada nya saat ini.
" Mas ... eneng dapat tugas." ujar nya dengan ragu.
" Tugas ?." kali ini justru sang suami terlihat bingung.
" Iya tugas, tugas eneng sebagai abdi Negara." ujar Khalifah menjelaskan tentang tugas yang di maksud.
Tak ada jawaban dari ustadz Reyhan, kali ini diri nya hanya menatap nanar sang istri yang ada di samping nya.
" Kapan eneng akan pergi ?." tanya nya lagi, meski jelas terlihat raut wajah yang tak bersemangat dari sang suami.
" Malam ini, jam sembilan malam." jawab Khalifah.
" Hah, malam ini." pekik nya kaget. " kenapa mendadak ? apa yang terjadi ? mmmaksud mas, kenapa harus secepat ini ? apa tidak bisa di tunda sampai besok pagi ?." ujar nya dengan wajah yang terlihat kaget sekaligus bingung.
" Maaf, maaf jika kepergian eneng kali ini terkesan mendadak. eneng juga tidak bisa menjelaskan secara detail, dan yang pasti kepergian eneng kali ini memang tak bisa di tunda lagi. mas tau, eneng juga tidak mungkin bisa menolak perintah. jadi eneng harap mas Reyhan mengerti dengan kondisi eneng saat ini."
__ADS_1
Dengan suara yang lembut Khalifah berucap sang suami meski dirinya merasa bersalah pada sang suami. tapi mau bagaimana lagi, karna inilah resiko dari pekerjaan nya.
Hanya helaan nafas secara kasar yang terdengar dari bibir ustadz Reyhan. bahkan kini kepala nya pun hanya menunduk menatap lantai.
" Mas .. eneng tau mungkin ini berat, tidak hanya buat mas Reyhan saja, akan tetapi ini juga berat buat eneng. apalagi kepergian eneng ini terkesan mendadak, tapi mau bagaimana lagi. eneng tak bisa menolak perintah, dan sebagai abdi Negara inilah tugas yang harus eneng jalankan." Khalifah masih mencoba memberi pengertian pada ustadz Reyhan.
" Hhuuhh .." menghela nafas " Berapa lama eneng akan pergi ?." masih pada posisi yang sama.
" Entahlah ... tapi Insya Allah eneng akan usahakan segera kembali." sebenar nya dirinya juga tak tau pasti, entah berapa lama akan menyelesaikan misi kali ini. apalagi misi kali ini sungguh tidaklah mudah.
" Maksud eneng ?." kali ini Mas Reyhan langsung menatap bingung.
Melihat tatapan bingung mas Reyhan membuat Khalifah semakin merasa bersalah. sebagai seorang agen, tentu saja banyak resiko yang harus Khalifah terima, banyak rahasia yang harus dirinya simpan bahkan meski dengan orang terdekat sekalipun.
Meninggalkan orang - orang terkasih tentu saja tak dapat terelakan, bahkan waktu pun tak mampu menjadi penentu. dan satu lagi, kapan akan pulang ?. sebuah pertanyaan yang hingga saat tak ada jawaban yang pasti dalam kamus seorang agen.
Karna dalam setiap menjalankan misi, nyawa dari seorang agen tentu menjadi taruhan nya. bahkan seorang agen sendiri tak mampu memastikan bahwa dirinya dapat kembali pulang dengan selamat atau dalam keadaan baik - baik saja.
Khalifah pun menghela nafas nya, dan tanpa aba - aba dirinya pun langsung memeluk tubuh sang suami.
" Dengarkan eneng mas, apapun yang terjadi ke depan nya yakinlah bahwa ini semua rencana terbaik yang telah Allah persiapkan untuk kita. yakin dan percaya karna Allah akan selalu bersama kita, cukup doa kan eneng dan Insya Allah eneng akan cepat kembali." hanya itu yang mampu di ucapkan nya agar sang suami mengerti.
" Hhmm .. kembalilah segera dengan keadaan selamat. selama nyawa mas masih bersatu dengan raga, mas akan terus menunggu eneng untuk kembali. jadi, jangan buat mas terlalu lama menunggu." ujar nya dengan mengeratkan pelukan pada tubuh sang istri.
Setelah melalui beberapa drama perpisahan malam ini, akhirnya Khalifah pun pergi dengan membawa harapan. sebuah harapan besar bahwa diri nya akan kembali dengan selamat, kembali kepada keluarga dan kembali kepada sang kekasih hati.
***
Dan di sinilah saat ini dirinya berada, di sebuah rumah petak yang terletak di kawan padat permukiman serta kumuh. bersama dengan sang kapten, kedua nya di tugaskan untuk mencari barang bukti keterlibatan salah satu pengusaha yang di yakini sebagai otak dari penyeludupan senjata - senjata ilegal sekaligus obat - obatan terlarang.
Tidak hanya mendapatkan bukti, kedua nya pun harus mencari tau keterlibatan seseorang dalam ke anggotaan Black tim. itu sebab nya misi kali ini hanya melibatkan diri nya dan sang kepten serta satu lagi, si tua bangka kesayangan para anggota Black tim.
Brak ..
__ADS_1
" Bagaimana ?." tanya pria paruh baya pada Khalifah.
" Huh ... semua gelap, bahkan secerca cahaya harapan pun sampai saat ini belum terlihat." ujar Khalifah dengan merebahkan tubuh lelah nya secara kasar.
" Bagaimana jika kita gunakan planning B ? dan biar aku saja yang menjalankan. " lanjut nya lagi.
" Apa maksud mu dengan menyusup ke dalam markas mereka begitu ? tidak !! itu terlalu berbahaya." kali ini sang kapten menolak dengan tegas ide yang di berikan oleh Khalifah.
" Huh .. lantas sampai kapan kita akan mendapat bukti ? bahkan sudah tiga pekan kita menghabiskan waktu untuk mengintai mereka. dan hingga saat ini, tak ada satu pergerakan yang terlihat mencurigakan. seolah - olah mereka mengetahui jika saat ini sedang di awasi." ujar Khalifah yang merasa frustasi dengan kondisi saat ini.
" Ya, seperti nya Miss benar. saat ini mereka seolah - olah berhati - hati dalam bergerak, seperti nya memang telah mengetahui jika sedang di awasi. dan apabila jika hal itu benar, maka salah satu dari kita telah berkomplot." ujar sang kapten dengan tegas, bahkan kali ini sorot mata nya langsung di arahkan pada kedua mahluk di depan nya.
" Kau benar, karna saat ini aku pun memang mencurigai kalian berdua." ujar pria paruh baya yang saat ini tengah duduk santai dengan memakan kacang kulit.
" Haiis .. kalo anda mencurigai kami, kenapa anda justru melibatkan kami untuk misi kali ini ? kenapa tidak anda cari orang lain saja ?." ucap Khalifah kesal.
" Entalah .. mungkin karna kalian berdua yang terbaik, itu sebab nya aku hanya melibatkan kalian berdua saja." ujar nya dengan santai.
Mendengar perkataan santai pria paruh baya itu, membuat Khalifah dan sang kapten hanya mendengus kesal.
" Terserah kalian setuju apa tidak, tapi aku akan tetap menjalankan plan B. aku tak ingin membuang waktu lebih lama lagi." kali ini Khalifah pun berujar dengan tegas, seolah diri nya tak ingin di bantah.
" Apa Miss yakin ?." kali ini pria paruh baya itu pun langsung berganti mode serius.
" Hhmm .. " Khalifah hanya menjawab dengan deheman saja.
" Baiklah, aku setuju. tapi bukan miss yang akan menyusup, tapi aku." kali sang kapten pun tak kalah tegas.
" No !! kali ini biarkan aku yang menyelesaikan nya. karna setelah misi ini selesai, maka aku dan Donat akan segera resign dari Black tim. dan untuk kapten beserta anda pak tua, segera temukan si pengkhianat sialan itu. karna selama dirinya belum di temukan maka kesempatan kita untuk menyelesaikan misi kali ini akan semakin memakan waktu. aku tau anda telah mencurigai seseorang pak tua. jadi aku harap jangan terlalu mengulur waktu yang lebih lama lagi, karna aku sudah lelah."
Mendengar perkataan miss yang tegas, kedua nya hanya mampu menghela nafas kasar. karna kedua nya faham betul bahwa tak ada yang bisa membantah perkataan sang miss Black tim. karna Khalifah bukanlah wanita yang penurut, dirinya adalah wanita keras namun cerdas, dirinya juga wanita tangguh namun selalu berpendirian teguh.
***
__ADS_1