
***
Pembicaraan perjodohan antara bunda dan Khalifah pun selesai dengan Khalifah yang meminta waktu untuk berfikir. Khalifah juga tidak ingin mengambil keputusan dengan terburu - buru, Khalifah akan melibat kan Allah dalam setiap keputusan yang akan di ambil nya apa lagi ini tentang seseorang yang akan mendampingi hidup nya kelak.
Siang pun berganti dengan malam, saat ini Khalifah dan kedua orang tua nya tengah duduk dengan santai di ruangan keluarga sambil berbicang - bincang setelah acara makan malam. di tengan keseruan obrolan tiba - tiba dari luar terdengar seseorang yang sedang mengucap kan salam.
" Assalamualaikum .. calon para penghuni surga, babang tampan datang, yiiihuuuu ...." siapa lagi kalo bukan si biang rusuh yang datang bertamu malam - malam.
" Wa'alaikumus sallam ... calon mayat. " jawab Khalifah setelah mendengar sang abang rusuh yang mengucapkan salam. Khalifah sendiri yang mengetahui abang rusuh nya datang langsung melontarkan kata - kata sindiran.
" Babang tampan emang jadi mau andika kangen bend apa ... ?. '
" Ya Allah neng, masa abang yang tampan ini di doa in ko'it sich ? denger ya neng, abang tampan engga harus jadi andika kangen band. karna abang tampan emang udah teruji secara klinis, bahkan sudah lulus uji dari badan pom, plus dapat sertifikat halal pula. " ujar sang abang yang membalas sindiran sang adik bungsu.
" Yey ... siapa juga yang ngedoa'in abang koit. bukan nya kita semua kan emang calon mayat ? karna semua yang hidup pasti akan mati. ketampanan abang udah kaya makanan sama minuman, sampai harus pakai badan pom segala ?. " ujar Khalifah mencibir.
" Iya, yah kita kan emang bakal mati, tapi tunggu dulu, emang eneng engga ngerti sama maksud abang ? kata nya seorang dokter yang otak nya cerdas, tapi abang kok jadi ragu sama kecerdasan eneng ? masa iya engga ngerti sama maksud abang ?. " kalah mencibir sang adik.
" Kan tadi yang bilang di uji sama badan pom kan abang , setau eneng yang di uji sama badan pom itu kan, semua barang yang akan di pasarkan untuk konsumen. terus apa nya yang salah ?. " ujar Khalifah kesal pada sang abang, apa lagi sang abang sampai mempertanya kan kecerdasan nya..
" Maksud abang bukan itu neng, ya Allah ya robb berilah kesabaran pada hamba mu ini untuk menjelaskan pada adik hamba yang sedikit oon ini amin ," sambil menadahkan tangan nya seolah - olah sedang berdoa. Khalifah sendiri langsung cemberut mendengar sang abang yang mengatakan diri nya oon, sedang kan ayah dan bunda hanya tersenyum melihat tingkah kedua anak nya yang mampu membuat kebahagian tersendiri di hati kedua nya.
" Denger ya dokter Khalifah, maksud abang dengan mengatakan abang sudah lulus uji klinis itu. yaitu, ujian abang yang mendapatkan teteh mu ais, dan untuk lulus uji badan pom, yaitu abang mendapat kan restu dari kedua orang tua ais. dan yang terakhir dengan label halal, ya sudah pasti menikah. jadi abang sama ais sudah halal itu maksud abang. " ujar abang yang menjelaskan secara rinci apa maksud perkataan sebelum nya.
Setelah mendengar kan penjelasan abang rizky baru lah Khalifah mengerti dan hanya merespon dengan mengangguk - anggukan kepala nya saja. tanpa ada niat untuk mengomentari.
" ada apa bang malam - malam datang kemari di mana ais kenapa tidak ikut ? dan map apa itu ?. " ujar sang ayah yang tanpa sengaja melihat map di tangan putra ke tiga nya itu.
__ADS_1
" Assatagfirulaah , tuch kan lupa jadi nya. gara - gara eneng nich, yang ngajak abang ribut terus, jadi lupa kan sama tujuan abang datang ke sini. " ujar abang menyalahkan sang adik. karna sempat melupakan tujuan kedatangan nya ke rumah utama.
" Yey, eneng lagi di salahin, itu lah akibat karna abang ngatain eneng oon, jadi kena sendiri kah. ... he ... he ... " justru di balas Khalifah dengan ejekan kemenangan.
" Udah - udah nanti lagi ribut nya, itu selesai kan dulu urusan nya . " ujar bunda yang melihat putra ke tiga nya tengah sibuk membuka map yang di bawa nya dan mengeluarkan beberapa berkas untuk sang ayah. Khalifah pun tak berani untuk bersuara karna melihat sang abang sudah dalam mode serius.
" Ini yah, berkas - berkas yang harus ayah tanda tangani ". abang pun menyerah beberapa berkas yang di bawa nya pada sang ayah.
" Lho ... emang ayah harus tanda tangan juga yah ?. kan, sudah ada A'a ilham yang menggantikan ayah, apa tidak cukup tanda tangan dari A'a ilham saja sebagai CEO ?. " ujar sang ayah bingung sambil menerima berkas yang di sodorkan putra nya dan langsung membaca isi dari berkas tersebut.
" Sebenarnya, tanda tangan dari A'a ilham juga sudah cukup. akan tetapi, A'a ilham rencana nya akan membuka cabang perusahaan di luar daerah. setidak nya sebagai pendiri perusahaan, ayah wajib mengetahui dan menyetujui semua tentang perusahaan, walau pun ayah sudah tidak aktif lagi di perusahaan. sebenar nya, A'a ilham yang harus nya ke mari, untuk menjelaskan pada ayah. karna A'a ilham harus pergi keluar daerah, untuk meninjau langsung lokasi yang akan di jadikan cabang baru. jadi abang yang mewakili A'a . " abang pun menjelaskan apa tujuan nya datang ke rumah utama.
Setelah membaca beberapa berkas yang di bawa oleh putra nya serta mendengar kan penjelasan secara garis besar oleh sang putra ayah pun langsung menandatangani berkas - berkas tersebut. sedang Khalifah dan bunda hanya diam menyaksikan dan tak berani menyela kedua nya.
Setelah semua berkas sudah selesai di tanda tangani ayah pun menyerah kan berkas - berkas tersebut pada putra nya.
Sambil menerima berkas yang sudah di tanda tangani sang ayah.
" Iya yah, sudah semua nya." dan memasukan kembali semua berkas tersebut ke dalam map.
" Neng, itu bisnis eneng mau sampai kapan abang yang handle. abang juga cape neng, harus bolak - balik terus, kerjaan abang di sini udah kaya gudang, engga ada habis - habis nya. walaupun tuch bisnis udah ada yang nanganin, tapi tetap aja, kalo ada apa - apa abang juga yang harus turun tangan. "
Keluhan sang abang, karna selama ini semua bisnis yang Khalifah dirikan. semua nya Khalifah serahkan pada keluarga untuk mengelola nya sedang kan Khalifah sebagai pemilik sama sekali belum pernah terjun langsung.
"Abang kan tau sendiri, kalo eneng selama ini juga sibuk sama tugas eneng. jadi eneng engga ada waktu, untuk menjalan kan bisnis eneng. lagian kan semua nya sudah ada yang menangani. yach ... paling juga kan abang sekekali aja datang, buat ngecek ato hadir di berbagai acara. jika memang di harus kan Khalifah yang hadir. " ujar Khalifah yang memang sejak dulu tidak pernah sekali pun hadir untuk memperkenal kan diri ke publik.
Mungkin orang di luaran sana hampir tak ada yang tau tentang siapa Khalifah selain dokter militer. Khalifah memang betul - betul merahasiakan indentitas nya sebagai anak pengusaha batu bara yang sukses, yang memiliki beberapa bisnis yang di dirikan nya sendiri.
__ADS_1
Nur khalifah tidak hanya berprofesi sebagai dokter militer saja tapi Khalifah juga seorang pembisnis muda. selain memiliki saham di perusahaan sang ayah, Khalifah mampu mendiri kan satu rumah sakit besar, tiga klinik , serta empat apotek di berbagai daerah. yang di kelola langsung oleh sang paman beserta para sepupu nya, Khalifa memang memusatkan bisnis nya di bidang kesehatan saja karna itu sesui dengan profesinya sebagai dokter.
Sebelum Khalifah mendiri kan rumah sakit dan sarana kesehatan lainnya Khifah justru lebih dulu mendirikan sebuah pondok pesantren moderen yang ada di kota B tepat nya di daerah kelahiran sang bunda, berkat saham yang di wariskan sang ayah pada saat masih di dalam kandungan.
Di umur Khalifah yang ke lima belas tahun, Khalifah mampu mendirikan sarana pendidikan yang di khususkan nya untuk anak - anak yatim dan anak yang kurang mampu yang memang ingin bersekolah khusus nya di bidang agama. tidak hanya itu saja bagi santri yang berprestasi Khalifah akan memberikan beasiswa penuh untuk melanjut kan pendidikan di bangku kuliah yang tidak hanya di dalam negeri tapi juga sampai ke luar negeri tanpa biaya sepeser pun.
Mendengar penjelasan sang adik abang pun hanya menghela nafas nya karna tidak sekali ini saja abang memperingatkan sang adik untuk meninjau langsung bisnis yang di dirikan nya itu.
Bukan nya tidak percaya pada keluarga yang mengelola nya tapi justru sang paman dan uwa lah yang meminta nya. agar Khalifah sekekali melihat secara langsung, karna dengan begitu sang paman dan uwa akan merasa tenang, karna sejak di dirikan pondok pesantren hingga rumah sakit Khalifah belum pernah muncul sekali pun.
" Abang juga engga minta eneng untuk mengawasi nya setiap hari. akan tetapi setidak nya, saat libur seperti ini eneng bisa luangkan waktu untuk mencek nya. abang pusing neng, soal nya paman sama uwa ngeluh terus sama abang, nanya kapan eneng punya waktu untuk meninjau secara langsung. " ujar abang kesal dengan sifat keras kepala sang adik.
" Apa yang katakan abang benar neng, mau sampai kapan eneng menghindar dari tanggung jawab. kalo emang eneng tidak bisa bertanggung jawab seperti ini, lalu untuk apa mendirikan bisnis lain ? cukup eneng jadi dokter seperti saat ini saja, jadi tidak merepotkan orang lain. " ujar sang ayah secara tegas menasehati sang putri.
" Baik yah, insya Allah nanti sekekali eneng akan mengawasi secara langsung saat eneng ada waktu, tapi tidak sekarang. " ujar Khalifah sambil menunduk kan kepala, Khalifah adalah tipe anak yang penurut walau pun sedikit keras kepala.
Selama ini kedua orang tua nya pun bukan lah tipe orang tua yang memaksakan kehendak pada anak - anak nya, namun sang ayah akan bertindak tegas apa bila sang anak sampai tidak bisa bertanggung jawab dengan pilihan mereka sendiri.
" Baik lah, dan bukti kan ucapan eneng. jangan sampai ayah mendengar masalah ini lagi. eneng ngerti kan maksud ayah." ujar sang ayah sambil mengelus kepala putri nya dengan kasih sayang.
" Insya Allah yah, maafin eneng kalo sudah bikin kecewa ayah . " sambil memeluk tubuh sang ayah dengan erat.
" Iya sayang, ayah juga minta maaf ." dengan membalas pelukan putri nya tak kalah erat nya.
" Wahhh ... mau donk, berpelukan . " ujar sang abang dengan merangkul sang bunda untuk mengajak bergabung dengan adik dan ayah nya. tidak terlalu lama acara teletabis pun selesai dan di lanjutkan dengan obrolan lain nya. sebenarnya ada sesuatu yang Khalifah rahasia kan dari keluarga nya dan untuk keselamatan keluarga Khalifah lebih memilih merahasiakan identitas nya.
***
__ADS_1