Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer

Jodoh Khalifah Sang Dokter Militer
Kemarahan Jenny


__ADS_3

***


Masih di tempat yang sama dan di waktu yang sama, baru saja Khalifah melangkahkan kaki nya beberapa langkah. tanpa di duga terdengar suara tembakan senjata dan rintihan kesakitan dari seseorang.


Dor


" Aaah ..."


" Allahu akbar .."


" Astagfirullah .."


Suara tembakan di susul dengan suara erengan kesakitan terdengar secara bersamaan. dan seketika itu pula arah pandangan semua nya langsung teralihkan, mencari dari mana arah tembakan itu berasal.


Kini terlihat jelas dari arah belakang sosok wanita dengan memakai setelan hoodie berwarna hitam, lengkap dengan hijab yang senada yang kini membalut rapi menutupi rambut indah nya, tengah menodongkan senjata milik nya.


Deg


" Jenny .."


Ya wanita yang kini tengah berdiri dengan tegap itu adalah sosok wanita yang mereka kenal. wanita yang beberapa bulan yang lalu sempat menjadi santriwati fenomenal karna kecantikan nya di ponpes Darul istiqomah.


Kini semua arah pandangan pun tertuju pada Jenny, yang saat ini memperlihatkan raut wajah nya yang sangat mengerikan. bahkan diri nya tak sedikit pun gentar, ketika para pria bertubuh kekar itu kini telah mengepung diri nya dengan menodongkan senjata.


Melihat sosok Jenny membuat semua nya terkejut. apa lagi dengan begitu mudah nya Jenny melepaskan tembakan peluru pada senjata nya. bahkan peluru itu langsung mengenai salah satu bodyguard dari tuan Alex.


" Jenny, what are you doing here ?." kali ini tuan Alex langsung membuka suara nya, saat diri nya sadar dari keterkejutan nya.


Sedangkan abah dan yang lain nya terkejut, saat mengetahui bahwa pria yang sempat membabi buta menghajar ustadz Fadil ternyata mengenal Jenny. apakah Jenny putri dari pria yang ada di hadapan mereka saat ini ? dan jika itu benar, bagaimana mungkin Jenny memberi pengakuan palsu.


" Tuan Alex .. ck .. ck .. bukan sudah saya peringatkan anda ..!! bahwa saya akan menghancurkan anda, jika berani menyentuh sehelai apa pun dari pesantren ini." kini Senjata nya itu pun langsung Jenny arahkan pada tuan Alex.


" Apa kamu akan menembak daddy ? bagaimana bisa kamu masih membela pria bajingan yang telah menghamili mu ..!" ujar tuan Alex yang kini menahan amarah nya pada putri nya itu. apa lagi saat ini Jenny berani menodongkan senjata milik nya ke arah tuan Alex.


Deg


Setelah mendengar pengakuan tuan Alex, ternyata benar bahwa Jenny adalah putri dari pria arogan itu. lantas bagaimana bisa Jenny mengatakan bahwa ustadz Fadil yang menghamili nya ? kini berbagai pertanyaan muncul di benak semua nya.


" Itu buka urusan anda tuan Alex ..! dan jangan sekali - kali anda ikut campur dalam urusan saya ..!" masih dengan menatap tajam ke arah tuan Alex.


" Tembak pria bajingan itu jon ..! " kini amarah tuan Alex langsung memuncak, setelah mendengar perkataan putri nya itu.


Mendengar perkataan tuan Alex, kini salah satu pria kekar yang bernama jonny itu langsung mengarahkan senjata nya ke arah ustadz Fadil.


Sungguh saat ini keadaan sangatlah menegangkan, bahkan tak ada satu pun yang berani bergerak dari tempat nya kecuali Khalifah. diri nya masih terlihat santai, saat ini justru perhatian nya kini di fokuskan pada Jenny.


Dor

__ADS_1


" Ahhh .."


Kembali terdengar suara tembakan dan erangan kesakitan dari pria yang bernama Jonny, setelah peluru dari Jenny menembus bahu kanan nya. bahkan kini darah telah mengalir deras dari bahu pria tersebut.


Tembakan yang hampir tak terlihat dan terduga pergerakan nya dari Jenny. membuat pria itu mendapatkan timah panas pada bahu kanan nya. bagai mana tidak, baru saja pria itu akan mengarahkan senjata nya pada ustadz Fadil. tapi Jenny dengan kecepatan nya, telah terlebih dulu melepaskan tembakan nya.


Kini beberapa orang yang menyaksikan hal itu pun langsung beranjak untuk sedikit menjauh. ketakutan terlihat jelas dari semua nya kecuali Khalifah, bahkan uwa Asep, hampir saja terjatuh akibat shock dengan kejadian yang baru saja terjadi saat ini.


Sedangkan Khalifah sendiri langsung memberikan kode pada aa Ahmad dan suami nya, untuk membawa uwa Asep, ummi Halimah, dan ustadz Fadil untuk menjauh. diri nya tak ingin jika sang uwa menyaksikan kejadian, yang akan membahayakan kesehatan kedua nya.


Melihat kode dari Khalifah membuat kedua nya pun langsung mengerti, dan langsung melaksanakan apa yang Khalifah perintahkan.


walaupun ada rasa ragu dalam diri ustadz Reyhan untuk meninggalkan sang istri, yang kini masih berdiri tidak jauh dari tuan Alex.


Jenny yang saat ini tengah murka langsung saja menghampiri pria yang baru saja terkena hadiah peluru dari nya. dan tanpa aba - aba diri nya melayangkan pukulan pada pria itu.


Bug


Bug


Bug


Pukulan demi pukulan kini telah Jenny layangkan pada tubuh pria itu, bahkan pukulan yang Jenny layangkan mampu membuat pria itu hampir saja kehilangan nyawa nya. jika saja para bodyguard sang daddy tidak cepat menghalau semua pukulan dari Jenny.


Bug


Bug


Bug


Kini baku hantam pun terjadi begitu saja, dengan keahlian yang di miliki nya tak begitu sulit bagi Jenny untuk mengalahkan bodygaurd sang daddy. bahkan tanpa membutuhkan waktu yang lama Jenny mampu mengalahkan lima pria yang kini telah terkampar di tanah, dengan luka serius yang di derita dari kelima nya.


Melihat apa yang di lakukan sang putri, justru membuat tuan Alex mematung di tempat. bagaimana di mata nya kini sosok putri nya itu berubah menjadi seorang psikopat, yang terus menghajar kelima bodyguard nya tanpa ampun. walau pun kelima nya kini terlihat sudah tak berdaya.


" Jenny stop .. !! kamu bisa membunuh mereka ..!" melihat Jenny yang terus menghajar bodyguard nya, membuat tuan Alex mengeluarkan suara nya.


Sedang kan Jenny sendiri seolah - olah tak mendengar apa yang di katakan daddy nya itu. bahkan diri nya justru semakin bringas menghajar kelima nya.


Melihat Jenny yang tak mengindahkan perkataan nya, membuat tuan Alex langsung mendekat pada Jenny untuk menghentikan aksi sang putri. diri nya tak ingin jika putri nya itu benar - benar menjadi seorang pembunuh.


" Stop ..!!! hentikan daddy bilang ..! "


Dengan menahan tangan Jenny yang akan kembali memberikan bogeman mentah pada bodyguard sang daddy. merasa ada yang mengganggu aksi nya, Jenny pun langsung berbalik. dengan kedua mata yang memerah serta senyuman yang sangat mengerikan, Jenny menatap sang daddy.


Bug


Satu pukulan langsung Jenny arahkan pada sang daddy, hingga membuat tuan Alex langsung tersungkur ke tanah.

__ADS_1


" Cklik"


Kini Jenny langsung mengarahkan senjata nya tepat di kening tuan Alex, dengan raut wajah yang sangat menyeramkan. bahkan tuan Alex langsung beringsut ke belakang setelah melihat sosok sang putri yang saat ini tak di kenali nya.


" Jjjenn .. apa yang kau lakukan ? ini daddy Jenn." dengan suara yang bergetar tuan Alex berujar, bahkan dengan terus beringsut ke arah belakang.


Tak ada kata - kata yang keluar dari bibir Jenny saat ini, yang ada hanya sebuah senyuman yang mengerikan. bahkan dengan perlahan diri nya terus mendekat ke arah sang daddy yang sejak tadi berusaha menjauh dari diri nya.


" Nak Jenny .. hentikan, istigfar nak." kali ini terdengar suara dari abah, mencoba menghentikan pergerakan dari Jenny. apa lagi jelas terlihat raut wajah Jenny yang sangat mengerikan.


Melihat hal itu, membuat Khalifah hanya menghela nafas nya dengan kasar, inilah yang sejak tadi di takutkan nya. dengan cepat Khalifah langsung mendekat ke arah Jenny.


" Plak "


Dor


" Asstagfirullah ..."


Kini suara tembakan itu kembali terdengar untuk yang ketiga kali nya, masih dari senjata yang sama. akan tetapi, tembakan kali ini tidak melukai siapa pun. karna dengan cepat Khalifah menghindarkan arah tembakan Jenny.


Dengan cepat Khalifah langsung mengunci pergerakan dari Jenny, dan langsung menarik tubuh Jenny dengan kasar menuju gudang di samping kediaman uwa Asep. Melihat kondisi Jenny saat ini, maka bukan tak mungkin, jika Jenny benar - benar menjadi pembunuh daddy nya sendiri. itu sebab nya Khalifah harus membiarkan Jenny melampiaskan kan amarah nya.


Tak ada satu pun yang berani mengikuti pergerakan Khalifah dan Jenny menuju gudang, karna dengan sorot mata nya Khalifah telah memberi isyarat untuk tidak ada yang mengikuti kedua nya.


Kini rasa takut dan Khawatir justru di rasakan oleh ustadz Reyhan. bagaimana tidak, saat ini istri nya itu tengah bersama sosok wanita yang menakutkan. diri nya khawatir jika wanita itu akan menyakiti sang istri.


" Ustadz Ahmad, apa tidak sebaik nya kita ikuti saja kedua nya ? saya takut terjadi sesuatu pada eneng." ujar ustadz Reyhan sesaat setelah kepergian Khalifah dan Jenny.


" Saya yakin eneng baik - baik saja ustadz, karna eneng dan Jenny merupakan sahabat, saudara sekaligus rekan kerja nya, jadi tak mungkin jika Jenny menyakiti teteh nya ." ujar ustadz Ahmad yang juga berharap Jenny tidak akan menyakiti adik sepupu nya itu. walau pun rasa khawatir pun ada dalam diri nya, apa lagi setelah melihat aksi Jenny.


" Tapi usatadz ..."


" Berdoa jang .. semoga kedua nya baik - baik saja. biarkan eneng menenang kan Jenny terlebih dahulu. lebih baik sekarang kalian cepat panggilkan petugas kesehatan di klinik, agar segara datang dan mengobati para pria yang terluka itu." ujar abah menyela perkataan ustadz Reyhan, karna diri nya yakin bahwa sang keponakan akan baik - baik saja saat ini.


" Baik abah .."


Jika ustadz Reyhan bergegas pergi menuju klinik, maka usatadz Ahmad justru segera menolong para bodyguard tuan Alex yang saat ini tergeletak tak berdaya dengan di bantu para santri. sedangkan abah sendiri kini dengan berlahan mendekat ke arah tuan Alex yang masih shock di tempat nya.


" Tuan, apa tuan tidak apa - apa ?." ujar abah dengan suara lembut dan tersenyum ke arah tuan Alex.


" Ahh .. iiiya saya tidak apa - apa." ujar nya dengan berdiri secara berlahan dari duduk dengan di bantu abah Asep.


" Sebaik nya tuan beristirahat dulu di rumah saya, agar tuan lebih tenang."


Mendengar perkataan abah, tuan Alex pun menganggukan kepala nya. tuan Alex memang butuh istirahat untuk mengembalikan sedikit ketenangan dalam diri nya saat ini. karna untuk berjalan saja tuan Alex harus di bantu salah satu santri, agar bisa mencapai kediaman abah Asep.


***

__ADS_1


__ADS_2