Kekasih Sahabatku

Kekasih Sahabatku
promo karya baru ( gadis munafik milik elang )


__ADS_3


-


****


Apa yang telah kita lakukan?" Elang sangat terkejut karena di saat ia membuka matanya ada seorang wanita tidur di sampingnya dalam keadaan sama-sama tanpa busana.


Wanita itu dengan santainya merapihkan rambutnya panjangnya yang berantakan.


"Harusnya tanpa bertanya pun kau tau apa yang telah terjadi. Jika kau pintar!!" Kata wanita itu dengan wajahnya yang tetap datar.


"Kau menjebak ku?" Geram Elang.


"Menurutmu?" Jawab wanita itu acuh tak acuh.


"Kau memang wanita g*la, bukankah kau tau besok aku akan menikahi Marisa, adik sepupumu sendiri!!"


"Aku tidak peduli, semua sudah terjadi. Mau tidak mau besok yang harus kau nikahi bukan Marisa tapi aku!!" Jawab wanita itu dengan santai menanggapi umpatan dari Elang.


"Aku tidak sudi menikahi mu!!" Suara Elang tegas dan menekan.


Wanita itu mengedikkan bahunya lalu mengambil ponselnya. Memutar sebuah video pergulatan mereka tadi malam yang membuat Elang semakin membenci wanita itu. Wanita itu menjauhkan ponselnya saat Elang mencoba meraihnya.


"Dasar wanita berhati batu. Tidak heran jika semua orang membenci wanita angkuh dan sombong sepertimu!!" Umpatan demi umpatan keluar dari mulut Elang untuk wanita di sampingnya.


"Sudah tau kan apa yang harus kau lakukan? Besok kau harus mengganti calon pengantin mu jika tidak ingin Bunda dan perusahaan mu hancur dalam satu malam" Ucap wanita itu menutupi tubuhnya dengan selimut, lalu memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai.


"Apa tujuanmu melakukan ini semua?" Kini Elang menurunkan nada bicaranya.


"Karena aku tidak ingin Marisa menikah denganmu!!" Jawab Bella dengan wajahnya yang selalu datar tanpa ekspresi. Kemudian meninggalkan Elang menuju kamar mandi.


"AKU MEMBENCIMU ARABELLA!!" Teriak Elang dark luar. Sementara wanita itu, ah iya, Bella tersenyum miring mendengar kalimat teriakan dari Elang. Benar, wanita itu adalah Bella, wanita angkuh yang di benci banyak orang, bahkan orang-orang terdekatnya satu per satu pergi menjauhinya.


-


Elang mengusap wajahnya kasar. Ia merasa hidupnya hancur dalam satu malam di tangan Bella, wanita yang sangat di bencinya. Elang juga tidak tau pasti kenapa ia sangat membenci Bella, yang jelas Elang tidak suka dengan wanita angkuh, apatis dan berhati batu seperti Bella.


Besok seharusnya hari bahagianya bersama wanita yang sangat ia cintai. Di usianya yang ke 28 tahun ini Elang akan menikahi kekasihnya setelah tiga tahun menjalin hubungan dengan wanita periang dan manja itu. Namanya Marisa wanita berusia 26 tahun adik sepupu dari Bella, atau lebih tepatnya keponakan Mira, orang tua angkat Bella, wanita yang telah menjebak Elang dengan akal liciknya.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan? Apa yang akan aku katakan pada Marisa?" Elang masih saja bergelut dengan pikirannya sementara Bella sudah rapi dengan pakaian yang ia kenakan tadi malam. Bella tak mempedulikan Elang yang terus saja menatapnya dengan tatapan kebencian. Wanita berusia 26 tahun itu mengambil tasnya di atas nakas kemudian berlalu begitu saja.


Kaki jenjang Bella melangkah meninggalkan Elang di kamar hotel yang menjadi saksi jebakan Bella tadi malam.Tapi sebelum Bella membuka pintu Bella berbalik menatap Elang.


"Segera putuskan hubungan mu dengan anak manja itu atau aku sendiri yang akan memberikannya kejutan dengan video berc*nta kita" Dengan gayanya yang angkuh Bella mengancam Elang, si tampan dari kutub utara.


Elang tidak menyahut ancaman Bella tadi. Matanya sudah memerah menahan amarahnya. Tangannya mengepal kuat siap untuk meremukkan semua lawannya.


"Jika saja Bunda tidak terlampau menyayangimu. Sudah ku pastikan aku akan membuang mu!!" Gumam Elang dengan segala amarahnya.


***


"Lihatlah Ma, gadis batu sepertinya sudah berubah menjadi gadis j*lang. Semalaman tidak pulang pasti mencari kehangatan dari pria hidung belang di luar sana"


Begitulah sambutan yang Bella terima saat baru tiba dirumahnya. Rumah yang dulu menjadi tempat berlindung bagi Sesa sebelum kecelakaan yang merenggut nyawa Satya dan Mira itu terjadi. Tapi setelah kepergian mereka, datanglah dua benalu ini. Ibu dan anak mata duitan dan kejam, tapi selalu tampak baik dan dermawan di luar sana.


Mirna dan anaknya Marisa. Mirna adalah adik tiri dari Mira. Namun setelah kepergian Mira, Mirna mengkalim dirinya sebagai ahli waris semua kekayaan kakaknya, karena mereka hanya mempunyai anak angkat yaitu Bella. Tapi sayang sungguh sayang Mirna terlambat, karena jauh sebelum kecelakaan itu terjadi. Mira sudah menuliskan surat wasiatnya bahwa semua hartanya akan jatuh ke tangan Bella setelah anaknya itu menikah. Dan selama pernikahan itu belum terjadi Mirnalah yang menjadi wali dari Bella, sehingga Mirna dan Marisa saat ini merasa berkuasa atas semua harta yang dimiliki Mira.


"Kalau kehangatan itu ku dapat dari calon suamimu bagaimana?" Jawab Bella angkuh seperti biasanya. Tanpa rasa takut dan sedih dengan hinaan yang keluar dari mulut Marisa.


Marisa sudah bersiap dengan sumpah serapahnya tapi Bella lebih dulu melenggang meninggalkan dua benalu berbeda usia itu.


"Besok akan menjadi hari yang melelahkan bukan? Maka biarkan aku beristirahat terlebih dahulu" Gumam Bella memejamkan mata cantiknya tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu.


***


Sedangkan di kediaman Elang, rumah mewah yang tepat berada di sebelah rumah Bella. Nadia sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya dan putra semata wayangnya.


"Elang, dari mana saja kamu Nak? Kenapa semalam tidak pulang? Ponsel kamu juga tidak bisa dihubungi. Semalam Marisa panik cari kamu loh" Nadia sudah memberondong Elang dengan pertanyaan.


"Elang ada urusan Bun, ponselnya mati karena habis baterai" Jawab Elang dengan lesu.


"Ya sudah sekarang sarapan dulu yuk" Ucap Nadia, Ibu sekaligus Ayah bagi Elang. Maka dari itu, Elang tidak pernah bisa menyakiti perasaan Nadia, karena wanita hebat itulah yang sudah membesarkan Elang seorang diri setelah Ayah Elang meninggal saat umur Elang baru 10 tahun.


"Elang mandi dulu aja Bun" Ucap elang.


"Baiklah Bunda tunggu disini" Senyuman Nadia yang mampu menenangkan hati Elang.


Saat Elang kembali ke meja makan, calon istrinya sudah menunggu di sana bersama sang Bunda. Sungguh pemandangan yang menyejukkan bagi Elang, ia sudah bisa membayangkan mulai besok akan melihat hal seperti ini setiap hari jika saja kejadian semalam tidak pernah terjadi.

__ADS_1


"Sayang, sini sarapan dulu. Aku ambilkan ya?" Marisa dengan senang hati melayani calon suaminya itu.


"Iya" Jawaban singkat dari Elang.


Mereka bertiga menikmati sarapan dengan obrolan hangat. Lebih tepatnya mendengarkan ocehan Marisa yang ditanggapi seadanya oleh Nadia dan Elang yang hanya diam menyimak. Elang memang mencintai Marisa namun sikap dinginnya tidak pernah mencair walau dengan kekasihnya itu.


"Kita harus bicara!" Ucap Elang setelah mereka menyelesaikan sarapannya.


"Bunda, ica bicara sama Elang dulu" Pamit Marisa kepada Nadia, calon ibu mertuanya.


"Iya ca" Jawab Nadia dnegan senyum lembutnya.


-


Elang membawa Marisa ke taman yang berada di antara rumahnya dan rumah Bella. Elang merasa ini saatnya memberitahu Marisa tentang kejadian semalam, dan mencari solusi yang terbaik untuk masalahnya.


"Ada apa sayang?" Marisa bergelayut manja di lengan Elang.


Sebelum Elang membuka suaranya ia menerima sebuah pesan masuk dari nomor asing. Elang membuka sebuah file yang ternyata video yang sama saat Bella memperlihatkan padanya tadi pagi. Tak ingin Marisa melihatnya Elang langsung menutup Video itu.


"Sayang kenapa sih kamu aneh banget hari ini? Semalam juga kemana? Kamu tau nggak kan kalau aku bingung cari kamu kemana-mana. Aku cinta sama kamu Elang. Aku ngga mau kamu kenapa-napa!!" Ucap Marisa dengan lembut.


"Maaf, aku ada sedikit urusan dan ponselku mati jadi tidak bisa menghubungimu" Elang mengusap rambut Marisa.


"Aku takut kehilangan kamu, besok adalah hari bahagia kita. Rasanya mau mati saja kalau sampai hari ini kamu belum pulang"


"Jangan bicara seperti itu. Ak_" Ponsel Elang berdering, panggilan dari nomor yang tadi mengirimnya sebuah video.


"Aku angkat telepon dulu" Elang sedikit menjauh dari Sesa.


Elang menempelkan ponselnya ke telinganya.


"Sudah kau katakan pada gadis manja mu itu?Atau perlu aku bantu?" Suara Bella di seberang telepon.


"Besok aku dengan terpaksa akan tetap menikahi mu. Tapi jangan pernah katakan apapun padanya!!" Ucap Elang tak kalah sengit.


"Oke, aku ikuti kemauan mu. Jangan mencoba menipuku. Ngomong-ngomong kalian serasi sekali dengan warna baju yang sama"


Tut..

__ADS_1


Yuga melihat warna bajunya lalu melihat Marisa yang tak jauh darinya. Ia baru sadar jika baju mereka berwarna senada. Tapi Elang heran darimana Bella melihatnya saat ini. Elang mengedarkan pandangannya, dan mata Elang akhirnya bersibobok dengan mata dingin milik Bella. Gadis cantik itu berada di balkon kamarnya, yang berhadapan langsung dengan taman tempat Yuga dan Marisa berdiri saat ini.


__ADS_2