Kekasih Sahabatku

Kekasih Sahabatku
kecurigaan Doni


__ADS_3

Hari sudah menjelang siang. Susah hampir tiba watu untuk makan siang bagi para pekerja. Tapi Yuga masih sibuk dengan setumpuk dokumen di mejanya.


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk" Ucap Yuga mendengar ketukan pintu dari luar.


"Siang bos" Doni masuk membawa beberapa dokumen yang harus di tandatangani Yuga.


Doni meletakkan beberapa map di atas meja Yuga.


"Bos ada yang ingin saya bicarakan!" Yuga menghentikan aktifitasnya mendengar Doni yang terlihat serius.


"Katakan!" Ucap Yuga.


"Bos sepertinya ada yang janggal pada kecelakaan Della" Kata Doni.


"Maksudmu?" Yuga mengerutkan dahinya.


"Seperti ada yang di tutupi oleh Della. Pertama, kita tidak tau siapa yang menabrak Della, bahkan pelakunya tidak juga berada di kantor polisi. Ke dua, si pelaku juga tidak bertanggung jawab secara materil pada Della karena bos yang membayar tagihan rumah sakit. Dan yang ke tiga, Della selalu menolak jika aku membantu menyelidiki tentang kecelakaan itu" Doni mengungkapkan semua yang ada dalam pikirannya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Yuga.


"Lebih baik kita selidiki secara diam-diam bos" Ucap Doni menganggukkan kepalanya.


"Lakukan yang menurutmu benar" Perintah Yuga.


"Baiklah bos" Doni mendekati sofa dan ambruk di atasnya.


Dreett dreett


Ponsel Yuga bergetar. Seulas senyum terbit dari bibirnya yang biasa kaku.


"Halo sayang" Ucap Yuga senang menyambut panggilan sang istri.


"Halo Mas, sudah tiba waktunya makan siang. Mas Yuga lekaslah makan!" Ucap Sesa penuh perhatian.


"Iya sayang sebentar lagi. Sesa sudah makan?" Tanya Yuga mesra.


"Belum, Sesa sebenarnya ingin makan siang bersama Mas Yuga tapi hari ini Sesa sangat sibuk jadi tidak bisa ke sana" Ucap Sesa kecewa.


"Tidak apa-apa sayang. Kalau tidak bisa makan siang bersama setidaknya kita bisa makan malam bersama" Ucap Yuga bahagia.


"Baiklah Mas, nanti kita makan malam bersama. Sekarang Mas Yuga lebih baik cari makan. Sesa tutup dulu ya. Daa Mas Yuga" Ucap Sesa pada akhirnya.

__ADS_1


"Baiklah sayang, daaa" Ucap Yuga sebelum panggilan terputus.


Doni yang sejak tadi tak lepas memandang bosnya yang terlihat lebih mengerikan jika berubah manis begitu.


"Hentikan senyuman mu yang seperti itu bos. Gue malah takut lihat loe kaya gitu. Serem!!" Doni bergidik sediri.


"Terserah saya. Ingat Doni ini di kantor jaga sopan santun mu, saya ini bos mu!!" Ucap Yuga tak mau kalah.


"Iya, iya bos. Bahagia ya sekarang udah punya zayeng? Kemaren kemana aje?" Doni suka sekali menjahili Yuga.


"Diamlah" Yuga bangkit dari kursinya. Mengancingkaan jasnya yang tadi sempat ia lepas.


"Aku harus pergi Don, kau urus semuanya!" Pinta Yuga kepa asistennya itu. Yuga menyambar dompet dan kunci mobilnya lalu pergi begitu saja.


"Dasar bucin!!" Teriak Doni saat Yuga meraih gagang pintu.


"Berisik" Desis Yuga tajam.


***


Sesa hendak keluar mencari makan siang karena perutnya sudah terasa perih. Saat Sesa akan membuka pintu, seseorang telah membukanya dari luar.


"Mas Yuga!!" Sesa tampak terkejut.


"Kok Mas Yuga bisa disini? Bukanya tadi masih di kantor?" Tanya Sesa mengikuti suaminya yang berjalan masuk ke dalam ruangannya.


"Iya, tapi Mas mau makan siang sama istri Mas" Yuga menepuk sofa di sebelahnya meminta Sesa untuk duduk di sana.


"Memangnya Mas ngga sibuk? Jarak dari kantor kesini kan lumayan jauh" Sesa mendekati Yuga. Tapi Yuga menarik tangan Sesa hingga Sesa terduduk di pangkuannya.


"Mas" Sesa memukul dada Yuga pelan karena terkejut dengan tindakan Yuga yang tiba-tiba.


"Sibuk, tapi Mas merindukanmu" Bisik Yuga di telinga istrinya.


"Kamu sudah beli makan?" Tanya Yuga menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah istrinya.


"Sesa sudah pesan sebentar lagi pasti datang, tapi cuma satu. Sesa tidak tau kalau Mas mau ke sini. Sesa pesan lagi ya?" Ucap Sesa.


"Tidak usah, satu saja" Tolak Yuga.


"Kurang dong kalau satu nanti Mas Yuga masih lapar" Ucap Sesa.


"Aku sebenarnya sangat ingin cake kesukaanku" Ucap Yuga mengecup pipi Sesa.

__ADS_1


Sontak saja pipi Sesa seperti kepiting rebus.


"Ya sudah Sesa ambil dulu ya" Sesa segera terlepas dari pangkuan Yuga karena malu.


-


Sesa masuk lagi kedalam ruangannya sudah membawa makanan yang dipesannya dan juga cake kesukaan suaminya. Sejak tadi pagi sesa ingin sekali makan ayam goreng dengan sambal yang pedas. Harum dari ayam sambalnya sungguh membuat siapa saja merasa lapar.


"Mas makan nasi dulu ya, ini buat kita berdua" Ucap Sesa mendekatkan paket ayam goreng kepada suaminya.


"Suapi" Titah Yuga.


"Astaga dimana Mas Yuga yang dingin itu? Kenapa sekarang jadi manja begini?" Ucap Sesa dalam hati.


Sesa menuruti suaminya, Yuga tidak jijik sama sekali walau Sesa menyuapinya menggunakan tangannya langsung tanpa pakai sendok.


Satu porsi ayam goreng sudah mereka habiskan berdua. Kini Yuga sedang menikmati cake buatan Sesa. Rasanya selalu pas di lidah Yuga, tidak pernah mengecewakan.


Dreett dreett


Ponsel Yuga yang berada di atas meja bergetar.


"Ada apa Don?" Ucap Yuga setelah menerima panggilannya.


"Gue udah punya rekaman cctv tempat Della kecelakaan. Dan ada juga bukti-bukti pendukung untuk memperkuat dugaan gue kalau dia memang tidak beres" Ucap Doni.


"Oke habis ini gue balik ke kantor" Ucap Yuga langsung mematikan ponselnya.


"Sayang, Mas harus kembali ke kantor sekarang juga. Ada yang harus Mas selesaikan secepat mungkin" Ucap Yuga mengusap pipi Sesa.


"Baiklah, Mas hati-hati saat berkendara tidak usah ngebut" Pesan Sesa kepada suaminya.


"Iya, Mas pergi dulu" Yuga mencium kening Sesa sebelum melangkah meninggalkan istrinya yang bertanya-tanya tengang masalah apa yang sedang di hadapi suaminya itu.


-


-


Masalah apa yang Yuga maksud readers??


Apa akan ada masalah baru lagi??


Jangan lupa like dan komen untuk mendukung karya pertama ku ya😘

__ADS_1


__ADS_2