Kekasih Sahabatku

Kekasih Sahabatku
lelah


__ADS_3

"Mas Yuga sudah lama?" Sesa menghampiri suaminya yang duduk di antara pengunjung cafe lainnya.


"Lumayan, apa kamu sibuk sampai tak menyadari kedatanganku?" Tanya Yuga menatap wajah ayu istrinya.


"Maaf Mas, Sesa tidak tau" wajah Sesa penuh penyesalan.


"Tidak papa, ayo pulang" Yuga berdiri kemudian berjalan terlebih dahulu.


Sesa mengekori suaminya menatap punggung tegap berotot yang setiap malam selalu memeluknya.


Yuga memacu mobilnya dengan kecepatan sedang. Jalanan sudah lenggang karena sudah lewat jam pulang kantor. Sesa melirik Yuga yang masih fokus pada jalanan di depannya.


"Ada apa Sa, kenapa kamu melirik ku seperti itu dari tadi?" Dari tadi Yuga tau kalau Sesa berkali kali melirik ke arahnya.


"Emmm Mas, boleh Sesa tanya sesuatu?" Ucap Sesa sedikit ragu.


"Apa?" Jawab Yuga singkat.


"Mas Della kan sudah kembali, apa Mas Yuga akan besama Della lagi?" Ucap Sesa menundukkan kepalanya. Ia tak berani menatap suaminya.


Yuga menepikan mobilnya.


"Apa maksudmu?" Yuga melepas seat beltnya kemudian menghadap ke arah Sesa.


"Dengar Sesa, hubunganku dan Della sudah berakhir dan kita hanya sepakat untuk berteman. Della meminta kita untuk tidak menjauhinya karena di dunia ini dia tidak mempunyai siapa-siapa lagi" Ucap Yuga menatap dalam manik mata Sesa.


"Jadi jangan berpikiran yang macam-macam. Kalaupun Della menemui ku itu hanya sebagai teman tidak lebih" Lanjut Yuga lagi.


Sesa mengangguk diam, lalu mengalihkan pandangannya keluar.


"Jika benar hubunganmu dengan Della sudah berakhir. Kenapa kamu juga belum memulainya dengan ku Mas? Kamu tidak pernah jelas dengan perasaanmu. Entah kamu mencintaiku atau tidak, karena hal itu tidak pernah terucap dari mulutmu. Tapi sikapmu seakan menunjukkan bahwa kau mulai mencintaiku. Kalau tidak kenapa kamu harus repot-repot menjelaskan hubunganmu dengan Della. Sepertinya aku sudah mulai lelah dengan hubungan yang menggantung seperti ini. Aku lelah berharap kepada ketidakpastian" Suara dalam hati Sesa.


Suara ponsel menghentikan Yuga yang baru saja melajukan mobilnya.


"Tolong angkat Sa, aku sedang menyetir" Ucap Yuga memberikan ponselnya.


"Della Mas" Ucap Sesa setelah melihat nama si pemanggil. Sesa mengulurkan kembali ponsel itu, siapa tau Yuga ingin mengangkatnya sendiri.


"Angkat saja" Ucap Yuga yakin.


Sesa dengan ragu menggeser tombol berwarna hijau itu.


"Halo?" Ucap Sesa.


". . . . . . . . . . . . "


"Iya benar, ada yang bisa saya bantu?" Ucap Sesa ramah.


"Apaa???" Sesa terkejut mendengar kabar yang ia dengar. Yuga melihat ke arah Sesa bingung.


". . . . . . . . . . . . ."


"Baiklah pak kita segera ke sana. Terimakasih informasinya" Balas Sesa dengan suara yang terdengar panik.


"Mas" Sesa menatap suaminya dengan air mata sudah membasah i pipinya.


"Ada apa?" Yuga semakin bingung melihat Sesa menangis setelah mengangkat panggilan dari Della.


"Mas, kita harus ke Rumah Sakit harapan sehat sekarang juga. Della kecelakaan Mas, dan kata polisi keadaannya lumayan parah" Ucap Sesa menggoyangkan lengan suaminya.

__ADS_1


"Apaa?? Kecelakaan?" Ucap Yuga sedikit tak percaya tapi juga khawatir mengingat Della adalah pujaan hatinya selama tiga tahun.


"Iya Mas"Sesa menganggukkan kepalanya masih terus menangis.


"Kita ke sana sekarang" Yuga menambah kecepatan mobilnya, ingin cepat sampai"


Sesa mengambil ponselnya dari dalam tas. Jarinya bergerak dia telinga. Sesa menunggu beberapa saat sampai suara seseorang di sana menyambutnya.


"Halo Sa?" Jawa Maya.


"Halo Maya, kamu ke Rumah sakit harapan sehat sekarang juag ya. Della kecelakaan dan saat ini sendang berada di sana. Aku dan Mas Yuga juga sedang menuju ke sana" Ucap Sesa panik.


"Hah gue ngga salah denger? Siapa Della? Emangnya dia udah balik ke sini?" Maya yang belum tau kedatangan Della pun merasa bingung.


"Nanti aku jelasin May, kita ketemu di sana ya?" Ucap Sesa.


"Oke gue ke sana sekarang, kebetulan gue masih di jalan" Kata Maya.


"Iya May, aku tutup dulu"


Sesa melihat ke arah suaminya. Terlihat jelas kecemasan di wajahnya. Kini Sesa yakin di dalam hati Yuga masih tersimpan nama Della.


-


"Sesa" Suara Maya yang baru saja keluar dari taksi online.


Sesa dan Yuga juga baru saja tiba. Mereka berjalan menuju UGD mencari keberadaan Della sebelum suara Maya menghentikan langkah mereka.


"Kamu ngga bawa mobil sendiri May?" Tanya Sesa.


"Lagi di bengkel, ayo masuk" Maya menggandeng tangan Sesa meninggalkan Yuga begitu saja.


Mereka bertiga berjalan cepat menuju UGD, ingin segera memastikan keadaan Della. Biar bagaimanapun Della adalah sahabat Sesa. Sesa tidak pernah membenci Della meski kini sikap Della sudah berubah jauh.


"Della" Ucap Maya mendekati Della.


Della membuka matanya namun masih sangat lemah.


"Kamu kenapa bisa seperti ini Della?" Ucap Sesa berada disisi berlawanan dengan Maya.


Yuga ikut mendekat tapi belum juga bersuara.


Della menatap Yuga dengan wajah sedihnya. Air matanya sudah menetes di atara matanya yang lebam.


"Yugaa" Lirih della. Tangannya terangkat seakan meminta Yuga untuk mendekat.


Yuga yang merasa tak tega melihat keadaan Della yang seperti itu kemudian mendekat. Berdiri di samping Sesa. Tangannya meraih uluran tangan Della.


"Kenapa bisa seperti ini?" Akhirnya Yuga mengeluarkan suaranya.


Della hanya menggeleng lemah menjawab pertanyaan Yuga.


Sesa sedikit menjauh memberikan ruang untuk kedua orang yang menurut Sesa saling mencintai itu. Maya yang melihat pergerakan Sesa tau betul apa yang sedang dirasakan sahabatnya itu.


"Kita temui dokter dulu ya Mas. Ayo May" Sesa mengajak Maya untuk meninggalkan mereka berdua.


Maya menahan tangan Sesa setelah pintu ruangan Della tertutup.


"Loe gapapa kan Sa?" Dengan hati-hati Maya menanyakan keadaan Sesa. Maya takut akan menyinggung perasaan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Gapapa kok May. Kamu lihat sendiri kan kalau mereka masih saling mencintai. Mungkin ini saatnya aku menyerah" Ucap Sesa tersenyum tipis.


"Tapi Sa.." Maya dapat melihat gurat kekecewaan pada wajah Sesa.


"Sudahlah Maya, ayo kita ke ruangan dokter. Kita harus tau kondisi Della saat ini" Sesa berjalan mendahului Maya.


*Di ruangan dokter*


"Dokter bagaimana keadaan Della sahabat saya. Dia sudah tidak ada keluarga lagi maka kamilah walinya" Ucap Sesa.


Dokter wanita paruh baya itu mengangguk lalu mencari rekam medis milik Della.


"Baiklah saya akan jelaskan hasil periksaan Nona Della. Kecelakaan yang di alami Nona Della menyebabkan luka di berbagai titik seperti di kepala,tangan dan kakinya. Untuk luka di kepalanya tadi kami sudah melakukan operasi dan untung saja tidak mencapai ke otaknya. Hanya bagian luar saja. Tapi kami masih menunggu hasil pemeriksaan selanjutnya untuk hal itu. Kemudian untuk luka ditangannya itu hanya goresan karena bergesekan dengan aspal. Lalu yang cukup serius adalah bagian kakinya. Nona Della mengalami fraktur tibia atau patah tulang kering sehingga memerlukan perawatan yang cukup lama. Dan untuk sementara dianjurkan untuk memakai kursi roda dulu. Ini adalah hasil pemeriksaan sementara, saat hasil pemeriksaan bagian kepala keluar maka kami akan konfirmasi kembali" Penjelasan panjang dari dokter itu membuat Sesa dan Maya tak menyangka bahwa keadaan Della begitu memperihatinkan.


"Lalu untuk penyembuhan tulang kakinya butuh berapa lama dok?" Kini giliran Maya yang bertanya.


"Setidaknya membutuhkan waktu 4 sampai 6 bulan" Jawaban itu membuat kedua sahabat itu semakin sedih.


"Baiklah dokter, kami permisi dulu. Terimakasih atas penjelasannya" Sesa dan Maya kemudian meninggalkan ruangan serba putih itu.


-


"Sa gue pulang duluan ya? Ada kerjaan yang belum selesai dan deadline besok pagi. Sorry banget ngga bisa temenin loe" Maya memang harus menyerahkan laporannya besok pagi. Dan mungkin saja malam ini akan lembur sampai pagi.


"Gapapa May, aku tunggu Mas Yuga sebentar" Ucap Sesa.


"Beneran?" Tanya Maya.


"Iya Maya, kamu tenang aja" Sesa menepuk pundak Maya.


"Ya udah, gue duluan ya?" Maya mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Maya.


"Iya hati-hati" Sesa tersenyum melihat Maya yang sudah mulai menjauh.


Maya hanya melambaikan tangannya dari jauh.


Sesa berjalan lesu di koridor rumah sakit. Kakinya berjalan berlahan menuju ruangan Della. Sesa membuka pintu dengan berlahan, takut mengganggu ketenangan di dalam sana.


"Sa, kamu sudah kembali?" Tanya Yuga yang melihat istrinya muncul dari balik pintu.


Sesa tersenyum kecil lalu mengangguk.


"Gimana keadaan kamu Della?" Ucap Sesa semakin mendekat ke tempat pembaringan Della.


"Sa, badan gue sakit banget" Lirih Della.


Apanya uang sakit? Mau aku panggilkan dokter biar periksa kamu?" Sesa sangat sedih melihat Della yang sangat lemah.


Della menggeleng pelan.


"Della, sepertinya aku dan Sesa harus pulang. Besok kita akan kesini lagi" Ucap Yuga segera bangkit dari duduknya.


"Jangan" Della menahan pergelangan tangan Yuga.


-


-


Apa yang akan dilakukan Yuga jika melihat mantan kekasihnya seperti itu ygy?

__ADS_1


Pantau terus si Yuga ini jangan sampai kebablasan!! Oke?


Jangan lupa tinggalkan jejakmu 😘


__ADS_2