Kekasih Sahabatku

Kekasih Sahabatku
kecelakaan


__ADS_3

"Mau apa lagi kamu kesini?" Ucap Della ketus.


"Ayo kita pulang" Yuga masih kekeh ingin membawa Della kembali.


"Sudah aku katakan hubungan kita sudah berakhir, kalau kamu masih berani datang kesini kamu ngga bakalan bisa liat aku di dunia ini lagi" Ancam Della.


"Apa maksud kamu? jangan nekat Della!" Yuga membentak Della.


"Maka dari itu, aku mohon pergilah dari sini dan jangan temui aku lagi" Della membalikkan badannya tak ingin melihat Yuga.


"Baiklah jika itu yang kamu mau. Aku pergi" Dengan berat hati Yuga berlahan meninggalkan Della berharap kekasihnya itu berubah pikiran dan menahannya untuk tetap tinggal. Namun hingga Yuga sampai di depan mobilnya, Della sama sekali tidak berniat menahan kepergiannya.


Di dalam sana sebenarnya ia ingin sekali menahan Yuga namun ada seseorang yang tidak pernah berhenti mengawasinya dari kejauhan.


"Bos, sepertinya kita harus segera pulang karena proyek yang... "


"Kita pulang sekarang juga" Ucap Yuga


Doni sempat terkejut karena Yuga langsung menyetujuinya.


"Baik bos" Doni lalu melajukan mobilnya.


***


Yuga tiba di Jakarta menjelang siang hari. Tapi karena ada salah satu proyeknya yang bermasalah Yuga di temani Doni langsung menuju ke lokasi. Tanpa peduli badannya yang sudah sangat lelah.


"Siapa yang bertanggung jawab atas semua kerugian ini?" Tanya Yuga dengan aura dinginnya.


Semua karyawan yang ada di lokasi pembangunan sebuah hotel mewah tak ada yang bisa menjawab.


"Kenapa memilih bahan bangunan tidak berkualitas seperti ini?" Bentak Yuga. Kakinya menendang kaleng tak bersalah di sampingnya.


"Saya tidak mau tau, kalian harus bertanggung jawab atas semua ini. Saya bisa saja menarik kalian ke penjara atas tuduhan penggelapan dana proyek jika hal ini tidak bisa diselesaikan secepat mungkin" Ancam Yuga kepada karyawan yang sudah di curigai Yuga jika mereka bermain kotor.


Proyek hotel mewah yang harusnya selesai dua bulan lalu hingga kini masih saja tidak menunjukkan kemajuan yang berarti. Malah Yuga mendapat kabar jika sebagian bangunan ada yang runtuh akibat pemilihan bahan baku yang salah dan tidak kuat. Tentu saja hal itu memancing amarah Yuga yang sudah terpendam beberapa bulan ini apalagi saat ini kondisi Yuga yang sedang tidak baik-baik saja malah menjadi ajang pelampiasan amarah Yuga.


Yuga sedang berkeliling area proyek. Memastikan bahwa pembangunan sesuai dengan keinginannya. Ia tak mau ada yang terlewatkan sedikitpun. Semua harus sempurna di matanya. Itulah kunci suksesnya selama ini. Yuga tak pernah main-main dengan apa yang dikerjakannya. Sehingga membuahkan hasil yang memuaskan di kemudian hari.


Setelah puas memantau pembangunan proyek Yuga berjalan meninggalkan area gedung setengah jadi itu. Yuga berjongkok untuk membenarkan tali sepatunya yang terlepas. Tanpa yuga sadari crane pengangkut kayu balok yang berada di atas kepala Yuga talinya terputus.


"Bos awaaaas!!!!!" Teriak Doni dari kejauhan.

__ADS_1


Yuga yang mendengar teriakan Doni mencoba berdiri namun naas balok kayu sudah mendarat di punggung Yuga.


BRAAAAKKKK...


"BOSSSS" Doni berlari sekuat tenaga menghampiri bosnya yang tersungkur ke tamah. Yuga sudah tidak sadarkan diri. Dengan panik Doni memanggil ambulance untuk pertolongan pertama pada Yuga. Doni tidak berani mengangkat badan bosnya karena takut jika ada tulang yang patah malah akan menyebabkan cidera yang lebih parah.


"Bos, bisa dengar saya kan bos?" Doni dengan setia berada di samping Yuga hingga bunyi sirine ambulance mulai terdengar.


***


Sesa merasakan perasaan asing dalam ulu hatinya. Perasaan gelisah mulai ia rasakan saat berangkat ke cafe tadi pagi. Sudah berbagai macam cara Sesa lakukan untuk mengurangi rasa cemasnya seperti membuat kue dan ikut melayani pelanggan tapi rasa gelisah itu malah semakin menyerang.


"Mba Sesa ponsel mba Sesa dari tadi bergetar terus" Suara Lina menyadarkan Sesa dari lamunannya.


"Oh iya makasih Lin" Sesa mengambil ponselnya yang berada di laci kasir.


Sesa terbelalak karena orang yang beberapa hari ini ia cemaskan keberadaannya kini menghubunginya. Tanpa berpikir panjang Sesa menggeser tombol berwarna hijau itu.


"Halo Mas Yuga" Jawab Sesa.


"Halo Mba Sesa, ini Saya Doni" Suara Doni tersengal sengal di seberang sana.


"Oh iya Pak Doni ada apa?" Sesa heran kenapa ponsel suaminya berada di tangan Doni, kemana suaminya?


"Apaa!!! Mas Yuga kecelakaan?" Tangan Sesa gemetar. Ternyata kegelisahan yang sedari yadi ia rasakan bukan tak berarti.


"Iya mba, sebaiknya Mba Sesa Segera ke sana" Ucap Doni yang masih panik karena melihat Yuga belum kuga sadarkan diri di dalam ambulance.


" Iy iya saya ke sana sekarang" Sesa pergi begitu saja kemudian menyambar tas yang ada di dalam ruangannya. Sesa tidak sempat pamit kepada Dewi atau yang lainnya karena saking paniknya.


Sesa inging masuk ke salam mobil namum mengurungkan niatnya. Sesa pergi ke depan untuk mencari taksi. Ia masih memiliki akal sehat. Dia tida bisa mengemudi dalam keadaan panik dan tangan bergetar seperti ini. Sesa tidak mau terjadi sesuatu di jalan.


Saat Sesa turun dari taksi, Sesa melihat ambulance berada di depan UGD tanpa berpikir panjang Sesa menghampirinya siapa tau Yuga berada di sana. Dan tebakan Sesa benar, Yuga sedang dikeluarkan dari dalam mobil dengan Doni yang berada disampingnya.


"Mas" Sesa menangis melihat suaminya dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Mba Sesa" Ucap Doni yang masih panik.


Sesa dan Doni mengikuti beberapa perawat yang membawa Yuga ke ruang penanganan.


"Maaf keluarga pasien silahkan menunggu di luar" Ucap salah seorang perawat kemudian menutup pintu ruangan itu.

__ADS_1


"Pak Doni kenapa Mas Yuga bisa seperti ini?" Tanya Sesa yang masih saja mengeluarkan air matanya.


"Tadi kita ke datang lokasi proyek, tapi karena pekerja yang tidak hati-hati ada balok kayu yang menimpa bos Yuga dari atas" Jelas Doni yang nasih ingat betul kejadian tadi.


Sesa semakin terisak membayangkan kejadian naas itu.


Sudah lebih dari satu jam dokter yang menangani Yuga belum juga keluar. Sesa sejak tadi hanya diam dan berdoa untuk keselamatan suaminya.


Tak berselang lama seorang Dokter keluar diikuti beberapa perawat yang membantunya.


"Dokter bagaimana keadaan suami saya dok?" Sesa menghampiri dokter itu dengan tidak sabaran


"Suami belum sadarkan diri tapi tenang saja ini bukan karena benturan namun karena kelelahan. Juga untuk sementara tangan kanan pasien harus menggunakan arm sling karena ada retak di bahunya. Lalu luka di kepalanya bukan luka yang berarti itu hanya goresan saja, karena pasien menggunakan helm jadi melindungi kepalanya. Itu saja, nanti boleh temui pasien jika sudah dipindahkan ke ruang rawat. Saya permisi" Ucap Dokter itu segera berlalu meninggalkan Sesa.


Ruangan VVVIP yang super mewah sudah di siapkan untuk perawatan Yuga. Namun hingga malam hari Yuga belum sadarkan diri juga. Sesa masih duduk di samping Suaminya semenjak Yuga masuk ke ruangan ini.


"Pak Doni, bolehkan saya bertanya?" Suara lembut Sesa memecah keheningan.


"Silahkan Mba Sesa" Doni tiba-tiba gugup.


"Kemana perginya Mas Yuga beberapa hari ini?" Sesa menatap Doni yang terlihat sangat terkejut dengan pertanyaan Sesa.


"Apa kalian pergi mencari Della?" Ucap Sesa lagi.


Doni semakin gelagapan karena tebakan Sesa benar adanya. Namun mulut Doni terasa berat untuk menjawab.


"Lalu bagaimana hasilnya? Apa Della sudah kembali bersama kalian?" Sesa terus saja bertanya walau tak mendapat jawaban dari Doni.


"Nona Della tidak mau ikut bersama kami Mba, Bahkan Nona Della sudah mengakhiri hubungannya dengan Bos Yuga" Akhirnya Doni membuka suaranya.


"Apa? Kenapa Della bisa seperti itu? Bukankah mereka saling mencintai? Lalu dimana Della saat ini?" Sesa ingi tah keberadaan sahabatnya saat ini.


"Uhuukkk" Suara Yuga mengalihkan perbincangan Sesa dengan Doni.


"Mas, Mas Yuga sudah sadar. Pak Doni tolong panggilkan dokter" Ucap Sesa.


-


-


Semoga aja kali ini Yuga bisa berubah ya readers.

__ADS_1


Tetap pantau terus Yuga dan Sesa ya guys😘


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian😘


__ADS_2