
Deg..
Tubuh Sesa menegang ketika manik matanya bertemu dengan sorot mata yang sedang menatapnya dengan teduh.
"Mas Yuga" Ucap Sesa tanpa suara.
Yuga berjalan mendekati Sesa dengan mata yang masih saling terkunci. Satu langkah, dua langkah, mata Yuga beralih turun ke arah perut Sesa. Sesa yang menyadari sesuatu langsung menarik ujung kardigan untuk menutupi perutnya.
Batin Sesa bergejolak, jantungnya berpacu lebih kuat. Deg.. Deg.. Deg... Sesa menatap wajah yang sedikit lebih tirus tapi sama sekali tidak mengurangi kadar ketampanannya itu. Jarak mereka semakin dekat hanya tinggal tersisa beberapa meter saja.
"Haruskah secepat ini kamu menemukanku Mas? Bahkan sakit di hatiku belum lekas mengering" Sesa memundurkan kakinya satu langkah. Matanya sudah berair menatap pria yang amat dirindukannya. Tak dapat dipungkiri jika Sesa sangat merindukan pria yang masih dicintainya itu. Kepalanya menggeleng seakan meminta Yuga untuk tidak mendekat ke arahnya.
"Sayang" Suara berat yang terdengar sedikit bergetar dari pria yang masih agak jauh darinya. Panggilan yang selalu membuat hati Sesa berdesir kini kembali terdengar di telinganya.
Satu langkah lagi Sesa memundurkan langkahnya. Merasa tidak kuat lagi, Sesa berbalik lalu meninggalkan Yuga. Berlari di antara banyaknya kerumunan anak muda yang sedang asik berinstastory.
"SESA!!" Yuga terbelalak melihat Sesa yang berlari menjauhinya. Tanpa membuang waktu Yuga langsung mengambil langkah seribu mengejar istri yang baru saja ditemukannya. Tapi Sesa dengan gesit berlari di antara kerumunan. Tubuh Yuga yang tinggi dan gagah sempat kesulitan mengejar Sesa. .
"SESA!!" Teriak Yuga ketika matanya tidak lagi menangkap sosok cantik yang ia kejar.
"SESA KAMU DIMANA??" Yuga kehilangan Sesa setelah keluar dari kerumunan itu.
"SESA!! MAS INGIN BICARA SAYANG!! KELUARLAH!!" Yuga tidak lagi menghiraukan beberapa orang yang memperhatikannya. Ia terus saja berteriak.
"KAMU SALAH PAHAM SAYANG, MAS BISA JELASKAN!! JANGAN MENGHINDARI MAS SEPERTI INI!!" Yuga sudah tidak kuat lagi menahan air matanya. Berbagai umpatan dihatinya ia tujukan untuk dirinya sendiri, karena istri yang selama ini ia cari sudah ada di depan matanya namun bisa lepas begitu saja.
"SESA!!" Tubuh Yuga sudah bergetar hebat. Tanpa malu lagi Yuga sudah menangis ditempat umum, dengan tatapan aneh dari orang-orang disekitarnya.
***
"Sesa?" Maya dan Mbok Lasmi yang sedang menunggu kepulangan Sesa di teras rumah, sontak langsung berdiri menghampiri Sesa kala melihat wanita hamil itu memasuki halaman rumah.
"Sa, kamu_" Maya yang terkejut melihat mata Sesa yang sembab dan terlihat murung langsung diam seketika saat Sesa memotong ucapannya.
"Aku ingin sendiri dulu May" Sesa meninggalkan Maya dan Mbok Lasmi yang saling menatap.
"Bagaimana ini Mbok?" Maya menatap Mbok Lasmi dengan sendu.
FLASHBACK ON
"Jangan jauh-jauh May, nanti hilang loh!!"
"Iya bentar!!" Maya masih asik dengan ponselnya. Tak ingin melewatkan setiap sudut kota Jogja di malam hari.
Saat Maya akan menghampiri Sesa yang berada beberapa langah didepannya, tiba-tiba ada yang menarik tangannya lalu membawanya menghilang di bali kerumunan. Maya ingin berteriak tapi mulutnya sudah terlanjur di bekap dengan tangan yang lebih besar dari miliknya, yang Maya yakin itu milik seorang laki-laki.
"Diam, nanti gue jelasin!! Bisik pria yang belum Maya lihat wajahnya karena posisi pria itu membekap Maya dari belakang.
Setelah berhasil menjauh dari Sesa, pria itu melepaskan tangannya. Maya dengan cepat membalikkan badannya bersiap memukul dengan tas yang di bawanya.
"Stop ini gue!!" Pria itu berusaha menghentikan pukulan Maya.
__ADS_1
"Doni?? Gila ya lo!!!" Maya tentu saja sangat terkejut dengan pria yang sudah dengan lancang menculiknya.
"Iya ini gue!" Jawab Doni santai. Maya memang sudah tau Doni karena dulu sempat bertemu beberapa kali saat Yuga dan Della masih sepasang kekasih.
"Apa maksud lo kaya gini? Kenapa lo bawa gue menjauh dari Sesa hah!!" Kesal Maya.
"Oke gue jelasin, tapi lo santai dulu jangan marah-marah gitu. Malu di liatin orang!" Ucap Doni memelankan suaranya.
Maya melihat sekelilingnya. Memang ada beberapa orang yang memperhatikannya.
"Jangan bilang ini ulah lo dan bos s*alan lo itu?" Ucap Maya setelah menyadari sesuatu. Mungkin saja saat ini Yuga sedang menemui Sesa, itulah sebabnya Doni membawanya menjauh dari Sesa.
"Jaga mulut lo itu, gue sentil baru tau rasa!!"
"Jadi apa yang mau lo jelasin? Gue ngga mau tinggalin Sesa lama-lama sama bos lo itu. Gue nggak mau Sesa sakit hati terus sama Yuga" Ucap Maya dengan tegas membela sahabatnya.
"Nah itu masalahnya, biar mereka menyelesaikan kesalahpahaman ini dulu. Kalau Sesa pergi terus ini nggak bakal selesai. Yang ada mereka berdua saling menyakiti"
"Kesalahpahaman?? Maksudnya??"
Doni mengajak Maya duduk di sebuah bangku. Karena Doni tidak mungkin bercerita panjang lebar dengan keadaan berdiri.
Maya mulai mendengarkan cerita Doni. Maya juga mulai mengerti titik masalahnya. Kini Maya juga di landa dilema mendengar cerita dari sisi Yuga. Antara mendukung sahabatnya untuk berpisah atau membujuknya agar kembali bersama demi anak dalam kandungan Sesa.
"Itu bukti-bukti kejahatan Della yang kita dapatkan setelah kepergian Sesa. Yang justru kita dapatkan dari om Rudi, orang kepercayaan Kakek" Doni memperlihatkan salinan video dan berbagai bukti lainnya di dalam ponselnya.
"Tapi yang menjadi maslah kenapa kalian ngga jujur dari awal sama Sesa. Nggak akan jadi begini kalau dari awal kalian ngga bohong!" Maya malah memarahi Doni.
"Tapi kan Yuga cuma mau membongkar kejahatan Della" Kini Maya berpikir dengan akal sehatnya.
"Nah itu masalahnya, kita kalah start dengan Della yang sudah mempunyai rencana busuk lebih dulu" Ucap Doni pasrah.
Setelah mengetahui duduk permasalahannya. Maya tidak ingin gegabah membujuk Sesa atas saran Doni. Ia juga harus mengerti keadaan esa saat ini. Maya akan berbicara berlahan dengan Sesa, demi kesehatan Sesa dan bayinya juga.
"Satu lagi, ayo gue antar lo pulang ke tempat Sesa, biar gue juga tau dimana Sesa tinggal" Ucap Doni berdiri dari duduknya.
Maya sedikit ragu.
"Apa lo ngga mau bantu sahabat lo memperbaiki rumah tangganya?" Doni kesal melihat Maya yang tampaknya ingin menyembunyikan mengetahui jiak ia pergi dengan pria lain. Tapi juga sedikit ragu, takut Sesa marah karena mengajak Doni ke rumahnya.
"Ya elah, gue juga terpaksa kali. Bilang sama cowok lo kalau gue ngga tertarik sama cewek model kaya lo" Cibir Doni yang membuat Maya mengeram kesal.
Setelah mengemudi beberapa menit doni sampai di pekarangan rumah Sesa. Doni turun di ikuti oleh Maya. Doni memang sengaja akan menunggu bosnya di sini. Karena Doni yakin mereka akan pulang berdua setelah menyelesaikan masalahnya.
Belum sempat menginjakkan kakinya ke teras ponsel Doni bergetar.
"Halo bos?"
"...."
"Apa? Gue jemput lo sekarang!"
__ADS_1
Tut..
"Sorry May, gue cabut sekarang. Gue harus jemput Yuga, ternyata Sesa kabur setelah melihat Yuga"
"Apa!!" Maya kini merasa bersalah karena meninggalkan Sesa sendirian.
Maya mencoba menghubungi Sesa namun tidak ada jawaban dari Sesa.
FLASHBACK OFF
Sesa duduk bersimpuh di sisi ranjangnya. Air matanya sudah membasahi seluruh wajahnya. Hanya satu yang menggambarkan keadaanya saat ini, sakit. Iya Sesa sangat merasakan sakit di ulu hatinya. Sakit karena melihat kembali suaminya yang berusaha ia lupakan. Sakit karena mengingat kembali kenangan menyakitkan yang ditorehkan Yuga untuknya. Sakit saat mengingat hal-hal manis yang pernah mereka berdua lalui. Walau sudah menduga jika Yuga cepat atau lambat bisa menemukannya tapi hatinya belum siap untuk bertemu dengan pria itu meski sudah sebulan lebih lamanya Sesa menyembunyikan diri.
"Apa lagi yang mau kamu jelaskan Mas? Apa kamu akan mengarang cerita baru lagi untuk menutupi kebohongan mu?" Lirih Sesa disertai tangisannya yang terdengar pilu.
FLASHBACK ON
Sesa berlari ke dalam kerumunan untuk menghindari Yuga. Sesa tidak lagi mengingat kondisinya saat ini yang sedang hamil. Yang ia tau saat ini hanyalah bagaimana caranya ia pergi dari jangkauan Yuga.
Sesa menyelusup kerumunan itu lalu berjongkok di antara anak-anak muda yang sedang asik bercanda ria.
Mata Sesa terus saja mengawasi Yuga yang kelimpungan mencari keberadaanya. Setelah Yuga melewati kerumunan itu, Sesa kemudian berdiri lalu mengambil arah lain untuk bersembunyi.
"SESA!!" Sesa yang bersembunyi di balik dinding pinggir jalan membekap mulutnya sendiri agar isak tangisnya tidak keluar kala mendengar teriakan itu.
"SESA KAMU DIMANA??"
"SESA!! MAS INGIN BICARA SAYANG!! KELUARLAH!!
" KAMU SALAH PAHAM SAYANG!! MAS BISA JELASKAN!! JANGAN MENGHINDARI MAS SEPERTI INI!!
"SESA!!"
Sesa melihat semua itu dari balik dinding. Malihat Yuga berteriak seperti orang kesetanan. Isakkan pilu Sesa tetap saja lolos dari bibirnya walau sudah mencoba menahannya. Apalagi saat melihat tubuh Yuga yang bergetar hebat. Sesa tau jika lali-laki itu menangis, tapi Sesa juga bertanya-tanya di dalam hatinya. Untuk apa Yuga menangis sampai seperti itu.
FLASHBACK OFF
"Nak, Untuk apa papa mengejar mama sampai kesini, jika papa terus saja menyakiti hati mama?" Sesa mengusap perutnya lagi.
Namun pikiran Sesa langsung teringat saat tadi bertemu dengan Yuga. Sesa ingat betul pria yang masih berstatus suaminya itu sempat melihat ke arah perutnya. Mata Sesa membola.
"Apa Mas Yuga tau kehamilanku? Tapi darimana Mas Yuga tau?" Sesa menjadi gugup seketika.
-
-
Akhirnya Yuga bisa bertemu dengan Sesa walau sebentar saja ya guys hehe.
Happy reading readers!!
Jangan lupa tinggalkan jejakmu!! 🥰
__ADS_1