Kekasih Sahabatku

Kekasih Sahabatku
bikin lagi


__ADS_3

"Bilang pa-pa" Yuga mengeja katanya di depan sang buah hati yang sudah menginjak usia 9 bulan itu.


"Ma ma ma ma"


"Bukan Mama tapi Pa-pa!!" Yuga tak menyerah mengajarkan sang putra untuk memanggilnya.


"Ma ma ma ma"


Sesa yang sedang menyiapkan makan siang tersenyum geli mendengar obrolan Ayah dan anak itu.


"Yank, kenapa Saga pilih kasih sekali, dia nggak mau panggil Mas, masa bilangnya Mama terus" Teriak Yuga dari ruang tengah.


"Apaan sih Mas kok teriak-teriak. Namanya juga masih belajar, besok kalau sudah besar ya bisa panggil Papa" Sesa mendekati mereka berdua.


Baby Saga bertepuk tangan kegirangan melihat Sesa mendekatinya. Bayi yang sudah merangkak itu langsung memberontak meminta Yuga melepaskannya dari pangkuan. Bayi tampan itu merangkak mendekati Sesa.


"Tuh kan yank, jelas dia lebih sayang sama kamu. Lagi sama Papanya aja lebih milih sama kamu!!" Yuga berdecak kesal melihat Saga yang tersenyum senang memperlihatkan giginya yang baru tumbuh.


"Iya kan Saga anak Mama ya nak ya?" Sesa menghujani putranya dengan ciuman kecil.


"Oh awas aja kamu ya, besok Papa nggak mau beliin mainan lagi loh" Yuga mencubit pipi anaknya pelan. Seolah tau ancaman dari Papanya bayi menggemaskan itu merengek dengan lucu.


"Ha ha lucu banget sih kamu nak, jadi pingin cium mamanya"


Cup


Yuga mencium bibir Sesa sekilas lalu mencium ke dua pipi gembul milik anaknya.


Sesa tak bisa menghentikan senyumnya. Hari demi hari kebahagiaannya semakin berlipat ganda. Karena Yuga selalu menghujani Sesa dengan cinta dan kasih sayangnya. Sesa sangat bersyukur dengan kehidupannya kali ini, kalau mengingat saat dulu harus mencintai seseorang yang sangat tidak mungkin di dapatkan, kini orang itu malah menjadi jodoh yang dikirim Tuhan untuknya. Lalu Rasa kehilangan yang mendalam saat kedua orang tuanya meninggal kini terobati dengan kasih sayang ke dua mertuanya. Meski tidak dapat menggantikan tapi dapat menjadi pelipur lara bagi Sesa.


"Yank kayaknya kita harus buat proyek baru deh" Ucapan Yuga menyadarkan Sesa dari lamunannya.


"Proyek apa? Bukannya itu tugas kamu Mas, Sesa ngga tau kalau masalah kaya gitu. Semuanya kan Mas yang urus" Sesa memang sangat bersyukur berkat keuletan Yuga, perusahaan Papanya kini semakin berkembang pesat. Sesa tidak tau lagi bagaimana nasib semua karyawan yang bergantung padanya jika perusahaan itu sampai gulung tikar karena salah pengelolaannya.


"Bukan itu sayang, kamu polos banget sih" Yuga berdecak kesal.


"Apa sih Mas, makanya yang jelas biar Sesa tau!!" Sesa malah ikutan kesal melihat Yuga yang tidak jelas seperti itu.


"Hehe iya maaf" Yuga mencolek dagu istrinya.


"Yank, Saga kan ngga mau sama aku, dia lebih milih kamu dari pada aku. Kalau gitu kita buat lagi yuk biar adil" Yuga menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Anak masih kecil kok udah pingin lagi!!" Sesa melancarkan hobinya yaitu mencubit Yuga.


"Ampun sayang, sakit tau!!" Yuga mengusap usap pinggangnya, sudah berapa kali cubitan yang mendarat di pinggangnya. Mungkin jika di visum Sesa bisa terkena pasal tentang KDRT.


"Mas mau lihat perut aku gede lagi? Pipi chubby badan gemuk, iya?"


"Ya nggak papa, kamu gemesin kalau lagi hamil" Yuga mengedipkan satu matanya.


"Ya yank, mau ya??" Rengek Yuga seperti Saga saat meminta jatah Asinya.


"Hemmm kalau udah punya satu lagi tetap nggak mau sama Mas gimana?" Goda Sesa.


"Ya bikin lagi!!" Ucapan Yuga kali ini benar-benar membuat Sesa membelalak tak percaya. Sebenarnya suaminya sadar tidak dengan ucapannya kali ini.


"Astaga Mas, emangnya kamu mau punya berapa anak kok dengan entengnya bilang bikin lagi??" Tanya Sesa dengan geram.


"Yang banyak" Bisik Yuga.


"Enak aja, sana bikin sendiri aja!!" Sesa meraih Baby Saga yang mulai melarikan diri.


"Ya mana bisa kalau ngga ada kamu yank!!" Kini Yuga mengambil alih Saga dari pangkuan Sesa.


"Habisnya Mas nyebelin banget, bikin lagi, pingin anak banyak, emangnya hamil dan melahirkan itu gampang. Ya Sesa senang bisa hamil dan melahirkan tapi ngga banyak juga kali Mas" Gerutu Sesa.


"Mas Yuga mesum banget sih!!" Sesa menutup wajahnya dengan bantal sofa. Dia malu sendiri dengan guyonan suaminya.


"Pa pa pa" Saga meraih raih wajah Yuga.


"Yank!! Dengar nggak?? Saga bisa bilang Papa loh!!" Yuga kegirangan.


"Iya dengar, wah ini pertama kalinya ya Mas" Sesa juga memandang anaknya itu dengan berbinar.


"Kayaknya dia tau deh kalau mau di kasih adik dia marah. Makanya mau panggil Papa" Ucap Yuga sok tau.


"Wah kayanya ada yang mau kasih kita cucu lagi nih Pa" Vani mendengar perkataan Yuga saat baru memasuki rumah, di ikuti Surya di belakangnya.


"Mama, Papa?" Sesa berdiri menyambut ke dua mertuanya. Sesa dan Yuga tidak heran lagi jika sepasang Kakek Nenek itu mengunjungi rumahnya. Karena setelah kelahiran Saga hampir setiap hari mereka datang hanya untuk bermain bersama cucunya.


"Halo cucu Opa" Surya langsung mengambil alih Saga dari gendongan Yuga.


"Tuh kan sama Papa aja sebahagia itu dia" Bisik Yuga pada Sesa tapi masih bisa di dengar Vani.

__ADS_1


"Sekarang Papa tau kenapa dulu Kakek kamu sebegitu sayangnya sama kamu Ga" Surya mengayun ayunkan cucunya sambil mendendangkan lagu-lagu jawa yang Yuga tak tau artinya.


"Papa mau lagi nggak?"


"Mas!!" Sesa benar-benar sampai menepuk jidatnya melihat kelakuan Yuga yang sekarang.


"Kamu mau kasih Papa yang kaya gini selusin juga Papa seneng Ga" Jawaban Surya membuat Sesa semakin malu.


"Jadi bener nih Saga udah mau di kasih adik?" Vani menatap anak dan menantunya penuh arti.


"Iya Ma" Jawab Yuga mantap.


"Enggak Ma" Jawaban Mereka sungguh tidak sinkron.


"Gimana sih nggak kompak banget" Vani membuka tasnya mencari sesuatu di dalamnya.


"Yuga, Sesa. Mama punya sesuatu untuk kalian" Yuga menerima sebuah amplop putih dari Vani.


"Apa ini Ma?"


"Buka saja" Vani tersenyum misterius. Yuga membuka amplop itu, terdapat dua lembar kertas di dalamnya.


"Ini?" Yuga mengerutkan keningnya bingung.


"Itu tiket untuk kalian bulan madu. Mama tau dulu pernikahan kalian karena terpaksa jadi sama sekali tidak memikirkan hal ini. Jadi sekarang nikmatilah masa-masa yang pernah kalian lewatkan. Kalian tidak perlu memikirkan Saga, disini ada Mama dan Mbok Lasmi, ada Yanti juga. Jadi kalian tenang saja!!"


"Tapi Ma_"


"Nggak papa sayang, Mama benar. Memang banyak waktu kita yang sudah terbuang sia-sia. Maka dari itu ayo kita ulang dari awal. Kita buat kenangan seindah mungkin untuk menutupi kenangan buruk kita di masa lalu.Kita juga perginya tidak lama. Kamu tidak usah khawatir tentang Saga. Kita pergi ya?" Bujuk Yuga. Sesa sempat berpikir sejenak lalu menatap suami dan anaknya yang sedang tertawa bahagia bersama Opanya.


"Iya Mas, Sesa mau" Jawab Sesa sedikit malu di depan mertuanya.


"Yes!! Mama sama Papa tenang aja hadiah dari kalian ini akan Yuga ganti dengan penerus wiratama lagi" Sesa menutupi wajahnya lagi dengan bantal. Merasa Malu dengan tingkah absurd suaminya.


-


-


-


-

__ADS_1


-


Happy reading😘


__ADS_2