Kekasih Sahabatku

Kekasih Sahabatku
Kembali


__ADS_3

Angin malam kota Jogja yang berhembus dingin tak membuat dua insan yang sedang melepas kerinduan itu terusik. Mereka duduk di dibawah langit yang berhiaskan bintang, tangan yang saling bertautan seperti terpatri tak bisa lepas.


"Sayang, Mas ngga pernah menyangka bisa sebahagia ini" Yuga mengusap halus kepala Sesa yang bersandar di bahunya.


"Hemm, memangnya apa yang membuat Mas begitu bahagia?" Sesa memainkan jari Yuga yang menggenggam tangannya.


"Kamu dan anak kita" Yuga mencium pucuk kepala Sesa.


Tak dipungkiri jika Sesa merasa senang dengan jawaban dari suaminya itu. Tapi hati Sesa merasa ragu, masih ada yang mengganjal di hatinya. Maka dari itu, Sesa hanya bisa diam tak menyahuti suaminya lagi.


"Hey, kenapa diam. Kamu tidur yank?" Yuga merasa aneh dengan istrinya yang mendadak diam.


Sesa mengangkat kepalanya, lalu menggeleng dengan senyuman tipis di bibirnya.


"Lihat Mas!" Yuga meraih dagu Sesa, membawanya untuk menatapnya.


"Kamu masih ragu dengan Mas?" Sesa menundukkan kepalanya. Yuga langsung mengerti apa maksud dari reaksi istrinya itu.


"Sayang, Mas tau kamu pasti masih belum sepenuhnya percaya sama Mas. Tapi Mas akan buktikan sama kamu kalau Mas benar-benar mencintai kamu, dan bahagia hidup dengan kamu. Mas sudah memilihmu, jadi Mas akan jadikan kamu satu-satunya di sini" Yuga mengarahkan tangan Sesa ke dadanya.


"Dan mengenai Dell_"


"Sudah Mas jangan di teruskan, Sesa tidak mau mendengar tentang dia!" Potong Sesa begitu saja.


"Kenapa sayang? Kamu cemburu?" Yuga malah iseng menggoda Sesa.


"Tidak, sama sekali. Sudah kenyang dari dulu melihat kalian!!" Ucap Sesa dengan suara pelan namun terdengar ketus.


Yuga tersenyum geli melihat istrinya yang tidak mau mengakui perasaannya.


"Tapi kali ini kamu harus dengar Mas dulu sayang. Supaya kamu tidak salah paham lagi!" Ucap Yuga lembut. Tapi Sesa malah menatap tajam suaminya karena seolah Yuga mengungkit kesalahpahaman kemarin.


"Sa, Mas sudah menyelesaikan masalah Mas dengan Della. Mas juga sudah memintanya untuk tidak mengganggu hubungan kita lagi. Sungguh Mas sudah selesai sama Della. Jadi kamu tidak perlu khawatir lagi mengenai dia. Dia hanya masa lalu, sementara kamu adalah masa depan Mas" Yuga mengusap gemas pipi istrinya. Beberapa hari ini memang Yuga sangat gemas dengan pipi istrinya yang mulai berisi akibat kehamilannya. Tapi hal itu sama sekali tidak mengurangi kecantikan Sesa justru membuatnya semakin menggemaskan. Dan baru kali ini Yuga bisa dengan leluasa menyentuhnya setelah beberapa hari menahannya.

__ADS_1


"Masa lalu tapi selalu di kenang ya sama aja massee!!" Ucap Sesa sewot mengalihkan pandangannya ke kolam ikan di sebelahnya.


Yuga terkekeh tidak bisa menahan tawanya karena istrinya itu terlalu menggemaskan menurutnya.


"Apa sih sayang, masa lalu yang buruk tidak perlu di kenang. Kamu kalau cemburu gini lucu banget sih yank" Yuga memeluk Sesa dari belakang dengan posisinya yang masih duduk di bangku taman.


"Jadi kenangan yang indah-indah masih di kenang begitu?" Ucap Sesa lagi yang membuat Yuga harus ekstra sabar menghadapi istrinya yang sedang cemburu.


"Sayang udah dong, kita baru baikan loh. Mas ngga mau kaya kemarin lagi. Mas tekankan sekali lagi, cuma kamu satu-satunya pemilik hati Mas. Tidak ada yang lain dan tidak akan pernah!!" Yuga memberikan kecupan-kecupan kecil di bahu Sesa.


"Ih Mas jangan gitu dong, malu nanti di lihat Mbok Lasmi!! Masuk aja yuk, Mas harus minum obat terus istirahat" Sesa menarik tangan suaminya untuk berdiri.


"Iya sayang, tapi kolonin ya?" Bisik Yuga di telinga Sesa yang membuat pipi Sesa memerah seketika. Perempuan itu hanya mencubit pinggang Yuga kesal.


"Awww sakit sayang!!"


***


Yuga menatap istrinya sendu setelah menerima panggilan telepon dari Doni.


"Kenapa Mas?" Sesa langsung bisa menangkap kegelisahan terpancar dari wajah suaminya itu.


Yuga mendekati Sesa yang duduk di ranjang, lalu berjongkok di depan Sesa.


"Sayang Mas besok harus kembali ke Jakarta, ada pekerjaan yang sangat mendesak. Mas tidak akan memaksa kamu untuk ikut bersama Mas kembali ke Jakarta. Tapi Mas janji akan secepatnya menyelesaikan pekerjaan Mas lalu kembali ke sini lagi" Yuga menatap istrinya sendu.


"Mas pasti akan sangat merindukan kalian" Yuga menciumi perut buncit Sesa. Sesa sama sekali tidak menolak interaksi yang di lakukan Yuga dengan dengan anaknya. Tangan Sesa justru menyisir rambut lembut Yuga dengan jarinya.


"Mas tidak perlu kembali kesini_" Yuga langsung menegakkan tubuhnya ketika mendengar ucapan yang mengagetkan dari sang istri.


"Kenapa sayang? Apa kamu tidak ingin bersama Mas lagi? Bukankah kamu sudah memaafkan Mas? Apa Mas membuat kesalahan lagi?" Yuga sudah panik.


"Sssttt dengar dulu!!" Sesa mencakup wajah suaminya dengan kedua tangan Sesa.

__ADS_1


"Mas, kalau separuh hati Sesa adalah milik Mas. Lalu menurut Mas, apa Sesa bisa hidup tenang disini kalau separuhnya telah kamu bawa? Sesa istri Mas, maka sudah kewajiban Sesa untuk ikut kemanapun Mas pergi" Ucap Sesa lembut.


"Maksud kamu apa sayang?" Sepertinya setelah mengalami kebucinan tingkat akut kepada istrinya. Otak Yuga yang encer tidak pernah lagi ia gunakan.


"Sesa akan ikut Mas kembali ke Jakarta. Asal Mas tau, Sesa juga tersiksa selama disini. Bibir ini memang mengucapkan perpisahan tapi hati ini lain Mas. Sesa juga tidak mau memisahkan baby dari papanya" Ucap Sesa dengan senyumnya yang menawan.


"Apa sayang? Mas ngga salah dengar kan? Kamu mau pulang ke Jakarta sama Mas?" Yuga berbinar menatap Sesa.


"Mas nggak salah dengar kok"


Cup


Dengan berani Sesa mencium bibir Yuga sekilas. Tentu saja hal itu membuat hati Yuga semakin berbunga-bunga.


"Yesss!!" Yuga berdiri mengepalkan tangannya ke atas.


"Akhirnya Ya Allah, Terimakasih engkau mengabulkan doa-doaku" Ucap Yuga mengusap wajah dengan kedua tangannya. Sesa ikut tersenyum melihat suaminya sebahagia itu.


"Tapi Mas, gimana sama rencana Sesa yang mau buka toko kue? Sesa udah bayar Sewa loh. Terus rumah ini juga gimana. Sesa sudah bayar Sewa di muka" Sesa sempat melupakan hal yang satu itu. Sesa juga lupa jika dirinya juga seorang konglomerat, yang tidak akan miskin jika hanya kehilangan uang yang telah ia gunakan untuk menyewa rumah dan ruko.


"Kamu tenang saja sayang, Mas akan mengurus semuanya. Kamu lupa suamimu ini siapa?" Yuga melipat tangannya di depan dada.


"Iya iya, Tuan Muda yang terhormat!!" Sesa bercanda memberi hormat kepada suaminya dengan membungkukkan sedikit badannya. Lalu pergi berlalu ke kamar mandi meninggalkan suaminya.


"Hehe" Yuga menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


-


-


-


Happy reading readers!! Jangan lupa tinggalkan jejakmu 😘

__ADS_1


__ADS_2