
Pagi ini adalah jadwalnya untuk cek kandungan. Seharusnya Maya yang akan menemaninya, tapi dua hari yang lalu, Maya dan Bayu harus kembali ke jakarta karena ada pekerjaan yang harus segera mereka selesaikan. Jadilah Sesa pergi ke dokter seorang diri.
Sesa sedikit terkejut karena Vino sudah menunggunya di luar rumah.
"Loh Vin, kok udah disini?" Tanya Sesa heran.
"Iya Sa, bukannya hari ini jadwal kamu cek kandungan ya? Aku temenin ya?"
"Nggak usah repot-repot Vin, Aku berangkat sendiri aja!" Tolak Sesa halus.
"Nggak ngerepotin kok Sa, yuk!!" Vino sudah membuka pintu mobilnya. Sesa yang merasa tak enak hati untuk menolak, akhirnya dengan sedikit terpaksa menerima tawaran Vino.
"Makasih sebelumya ya Vin" Ucap Sesa setelah Vino melajukan mobilnya.
"Santai aja Sa, aku seneng kok bisa antar kamu ke dokter. Bahkan kemanapun aku sanggup demi kamu" Ucap Vino tanpa sadar.
"Hah?" Sesa merasa bingung dengan jawaban Vino kali ini.
"Maksudnya selama kamu disini aku siap kok antar kamu ke mana aja" Vino menyesali dirinya yang sedikit lepas kontrol dengan ucapannya.
"Ohh, nggak usah repot-repot kok Vin. Aku masih bisa sendiri kok. Lagian kamu juga pasti punya kesibukan"
"Nggak papa kok Sa, bukannya teman harus saling membantu" Jawab Vino merasa sedih karena hanya status teman yang bisa ia ucapkan di depan Sesa.
"Kamu betul Vin" Vino selalu terpesona dengan senyuman Sesa di akhir kalimatnya.
Hanya beberapa menit saja dari rumah Sesa kini mereka berdua sudah berada di dalam klinik kandungan. Hari ini sedikit sepi tak seperti pertama kali Sesa datang waktu itu.
Vino masih setia menemani Sesa di depan ruang periksa. Hanya obrolan kecil yang Vino bicarakan dengan Sesa. Walaupun begitu, hari ini bisa bersama dengan Sesa sudah sangat membahagiakan untuknya.
"Nyonya Sesa putri!!" Panggil seorang perawat.
"Iya"
"Aku masuk dulu ya Vin!" Sebenarnya Vino sudah ikut beranjak dari kursinya. Namun perkataan Sesa sudah menahannya terlebih dahulu.
Vino tersenyum kecut mendapat penolakan itu. Tapi Vino juga sadar dia buka suami Sesa, jadi untuk apa dia masuk ke dalam ruang pemeriksaan.
-
"Selamat pagi Ibu?" Sapa dokter Arum ramah.
"Pagi dokter"
Dokter Arum segera membuka buku periksa milik Sesa dan membacanya sekilas.
"Sudah masuk bulan ke 4 ya Bu? Bagaimana? Apa ada keluhan?"
"Tidak sama sekali dokter" Jawab Sesa.
"Kalau begitu kita langsung periksa saja, kita ketemu sama babynya" Seperti baisa akan ada suster yang membantu mempersiapkan semuanya. Sesa sudah berbaring di bangkar dan Arum sudah mulai mengarahkan alat ke perut Sesa. Tapi tiba-tiba ada seseorang yang dengan lancang masuk ke dalam ruang periksa itu. Sontak membuat mereka semua terkejut.
Mata Sesa seperti akan keluar dari tempatnya saat melihat siapa pria bertubuh tinggi itu.
"Anda siapa? Kenapa_"
"Saya suaminya!" Ucapan Yuga langsung menghentikan pertanyaan seorang suster.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, bapak bisa kok menemani istrinya. Kita lihat babynya sama-sama ya?" Ucap dokter Arum membuat Yuga tersenyum cerah.
Namun berbeda dengan Sesa yang menatap Yuga tajam. Tapi Sesa hanya diam tanpa perlawanan karena tidak mungkin ia berdebat di sana.
"Bapak, Ibu ini babynya. Bisa di lihat kan, ini sudah sebesar buah alpukat...." Dokter pun menjelaskan detail kandungan Sesa.
Yuga merasa sangat bahagia kali ini. Ia bahkan menitikkan air matanya karena rasa haru. Begitupun Sesa yang selalu selalu saja tak bisa menahan tangisnya saat melihat makhluk kecil itu. Entah siapa yang memulai, tanpa sadar tangan mereka saling bertautan. Hingga dengan berani Yuga berbisik si telinga Sesa.
"Terimakasih sayang, kamu sudah memberikan hadiah terindah untuk Mas" Yuga mencium pelipis Sesa dalam. Yuga lepas kendali hingga tanpa sadar melakukan itu semua, tapi tanpa Yuga duga aksinya itu tanpa penolakan dari Sesa. Wanita hamil itu justru memejamkan matanya menikmati sentuhan bibir Yuga di pelipisnya.
"Apa ada pantangan saat hamil dok, seperti makanan begitu?" Yuga menanyakan itu saat dokter terlihat selesai melakukan pemeriksaan.
"Kalau makanan yang penting jangan makan makanan yang mentah. Harus yang sudah matang, dan yang harus dihindari itu kafein dan alkohol jadi sebisa mungkin tetap makan makanan yang sehat dan bersih ya" Jelas dokter. Dan masih banyak lagi pertanyaan yang keluar dari mulut Yuga. Sementara Sesa hanya diam saja sedari tadi melihat suaminya cerewet begitu.
"Terimakasih dokter, saya sudah paham sekarang. Kalau begitu kami permisi"
"Sama-sama pak, jangan ragu untuk bertanya jika tidak tau" Ucap dokter dengan senyum yang ramah.
Yuga menggenggam tangan Sesa hingga keluar ruang periksa. Vino terkejut dengan pria yang sudah berada di samping Sesa. Namun tatapan Vino yang langsung tertuju pada kedua tangan yang saling menggenggam itu menyadarkan Sesa. Sesa melepaskan begitu saja tangannya dari Yuga.
"Jadi pria yang tadi masuk ke dalam itu Pak Yuga? Ternyata dia sudah menemukan Sesa" batin Vino sendu.
"Maaf ya Vin nunggu lama" Sesa menghampiri Vino tanpa mempedulikan Yuga.
"Nggak papa kok Sa, kita pulang yuk!" Ajak Vino.
"Sebelumnya terimakasih sudah mengantar istri saya dokter Vino. Tapi kali ini istri saya pulang dengan saya, SUAMINYA!!" Yuga langsung menjawab ajakan Vino dengan menekan kata di akhir kalimatnya.
"Maaf pak Yuga, tapi tadi Sesa pergi dengan saya" Vino masih berharap jika Sesa tetap akan memilihnya.
"Ingat sayang kamu masih istri Mas!" Bisik Yuga ditelinga Sesa.
"Maaf Vin" Ucap Sesa saat sudah mulai menjauh. Sementara Vino hanya menatap wanita yang ia cintai dengan nanar.
-
"Mas lepas!!" Ucap Sesa sedikit geram.
"Mas akan lepas asal kamu mau pulang dengan Mas!"
"Aku tidak mau!!" Sesa masih keras kepala.
"Sayang, Mas tidak suka kamu dekat dengan dokter itu!" Rasa cemburu yang membuat Yuga berani bertindak seperti itu.
"Cih, kamu ngga ngaca?" Balas Sesa sinis.
Yuga merasa terpojok dengan ucapan Sesa.
"Sayang Mas kan sudah jelaskan itu hanya salah paham. Mas minta maaf soal itu" Kini mata Yuga kembali sendu.
"Jangan panggil aku seperti itu, itu menggelikan!!" Sesa masih saja ketus kepada yuga.
"Lalu Mas harus panggil kamu apa? Baby, honey atau_"
"Stop, lebih baik aku pulang sendiri!" Ucap Sesa akan meninggalkan tempat parkir itu.
GREEPPP..
__ADS_1
Yuga memeluk Sesa dari belakang.
"Lepas!! Kamu apa-apaan sih, malu di lihat orang!!" Sesa memberontak namun tenaganya kalah besar dengan Yuga.
"Mas tidak peduli. Mas akan lepaskan asal kamu tetap pulang sama Mas!!"
"Kalau begitu aku akan teriak!!" Ancam Sesa.
"Teriak saja Mas tidak takut. Semua orang akan percaya kalau Mas bilang, istri Mas ini hanya sedang ngambek" Tantang Yuga.
Sesa mendengus kesal dengan tingkah Yuga yang membuatnya jengkel.
"Oke, lepas sekarang!!" Sesa akhirnya menyerah.
"Oke apa sayang?" Goda Yuga.
"Lepas atau aku gigit!!" Sepertinya Yuga salah mengajak orang bercanda.
"Iya, iya ayo kita pulang" Yuga melepaskan pelukannya lalu beralih menggenggam tangan cantik milik Sesa.
"Nggak usah pegang-pegang!!" Sesa menghempaskan tangan Yuga begitu saja lalu berjalan mendahului Yuga tanpa tau dimana letak mobil yang akan mengantarnya pulang.
"Ya Allah kenapa istri hamba berubah mengerikan seperti ini?" Gumam Yuga sambil mengusap dadanya karena terkejut.
-
-
-
FLASHBACK ON
"Ga kayanya lo ada saingan nih. Ketar-ketir lo kan?" Doni menggoda Yuga yang sedang menatap tajam ke arah laki- laki di depan rumah Sesa.
"Ngapain dia pagi-pagi udah gangguin istri orang!" Yuga mengepalkan tangannya erat.
"Ya mau PDKT lah. Dia pasti tau kalau Sesa bentar lagi jadi janda. Ya dia curi start duluan dong" Doni malah semakin meniupkan angin di api yang sudah menyala.
"Astaghfirullah Don, lo malah doain gue cerai beneran? Sahabat macam apa sih lo don?" Yuga benar-benar kesal dengan ucapan Doni kali ini. Hatinya menjadi tidak tenang takut jika itu menjadi kenyataan. Takut usahanya kali ini tidak membuahkan hasil dan tetap berakhir perpisahan.
"Hehe kan gue cuma lihat dari gerak-geriknya aja Ga, kayanya dia suka sama Sesa dari dulu deh" Doni ikut memperhatikan Vino yang masih berada di depan rumah Sesa.
"Gue udah tau!!" Jawab Yuga ketus.
"Eh eh lihat Sesa keluar Ga" Perbincangan mereka berakhir saat melihat Sesa mendekati Vino.
"Mereka kayanya mau pergi deh" Ucap Doni.
"Ikuti mereka Don!!" Ucap Yuga saat melihat Sesa menaiki mobil Vino.
FLASHBACK OFF
-
-
-
__ADS_1
Happy readingš