Kekasih Sahabatku

Kekasih Sahabatku
menuntut pertanggungjawaban


__ADS_3

"Apa!! Saya ke sana sekarang" Yuga menjauhkan ponsel dari telinganya.


"Sesa, Aku harus ke rumah sakit sekarang. Della tidak bisa dikendalikan bahkan dia mencoba untuk bunuh diri" Ucap Yuga gelisah.


"Bunuh diri?" Sesa tidak menyangka sahabatnya berpikiran sempit seperti itu.


"Iyaa, dan sekarang Doni sedang menunggunya di sana" Ucap Yuga.


"Pergilah Mas" Ucap Sesa.


"Maaf tidak bisa menemanimu" Yuga mulai beranjak.


"Tak apa" Ucap Sesa tersenyum kecut.


"Pergilah Mas aku juga sudah bosan dengan sikapmu itu" Sesa melirik pintu yang sudah tertutup rapat.


***


Della sedang terlelap di ranjangnya setelah beberapa waktu yang lalu di berikan obat penenang oleh dokter. Untung saja percobaan bunuh dirinya saat itu bisa dihentikan Doni. Hanya menyisakan goresan kecil di tangan Della akibat pecahan gelas yang digunakannya untuk memotong urat nadinya.


"Gimana dia" Ucap Yuga yang baru saja datang.


"Kata dokter, emosinya tidak stabil. Buat dia setenang mungkin untuk menghindari hal-hal buruk.


Yuga mengusap kasar wajahnya.


" Yugaa" Della mendapatkan kembali kesadarannya.


"Yuga kamu dimana?" Suara Della parau.


"Aku di sini" Yuga mendekat ke arah Della.


"Yuga jangan tinggalkan aku. Aku butuh kamu dan aku tak bisa tanpamu" Ucap Della memohon.


Yuga diam seribu bahasa. Banyak pertimbangan di dalam otaknya. Setelah ini bagaimana dengan Della jika kondisinya seperti ini. Tapi Yuga juga tidak ingin menyakiti Sesa jika ia terus bersama Della.


"Biar Doni mencarikan seorang untuk merawat dan menemanimu" Ucap Yuga mempertimbangkan berbagai hal.

__ADS_1


"Tidak mau!! Aku hanya mau sama kamu!! Kalian tidak bisa memperlakukanku seperti ini!! Dulu Kakek mu membuang ku membuat aku berpisah darimu. Hingga hidupku hancur dan kehilangan pekerjaanku. Sekarang setelah aku berani kembali kesini malah kamu yang membuang aku Yuga! Dimana cinta yang dulu kamu punya untukku? Aku pergi tidak ada satu tahun darimu tapi secepat ini kamu melupakanku? Melupakan cinta kita?" Della mulai histeris kembali.


"Della, dulu kamu sendiri yang tidak mengatakan kebenarannya dan lebih memilih untuk mengusirku waktu itu. Dan saat ini aku susah mempunyai tanggung jawab untuk menjaga Sesa. Aku mohon mengertilah. Semua itu masa lalu, maafkan aku yang tidak bisa kembali kepadamu" Ucap Yuga menatap wanita yang dulu dicintainya. Sebenarnya Yuga yakin masih terselip nama Della di dalam hatinya namun sepertinya Sesa lebih mendominasi.


"Baiklah jika itu keputusanmu Yuga, tapi aku menuntut pertangungjawaban atas apa yang di lakukan Kakek mu itu. Anggap saja itu sebagai permintaan maaf atas nama Kakek mu. Jika kamu tidak sanggup maka lebih baik aku mati!!" Ucap Della dengan kilatan amarah di matanya.


"Lalu apa yang bisa aku lakukan untuk menebusnya?" Ucap Yuga menyetujui permintaan Della. Mungkin inilah jalannya agar ia bisa terlepas dari Della dan memulai hidupnya dengan Sesa.


"Aku menerima tawaranmu untuk seseorang yang akan merawat ku. Tapi kau juga harus ada disaat aku membutuhkanmu. Sampai kakiku sembuh, aku janji akan melepaskan mu. Doni saksinya" Della menatap Doni yang duduk di sofa menyaksikan perdebatan mereka berdua.


"Jangan gila kamu Della. Waktuku tidak banyak untuk mu. Aku akan tetap menemui mu tapi tidak setiap saat. Itu keputusanku jika kamu menolak aku tidak peduli" Yuga tidak terima dengan permintaan Dell. Ia berfirasat buruk jika hal itu ia lakukan.


"Baiklah. Tapi ingat, jangan menghindari ku selama aku belum sembuh total" Ucap Della disertai senyuman licik di akhir kalimatnya.


Yuga tidak peduli lagi dengan ocehan Della. Dia mendekati Doni untuk duduk di dampingnya. Kepalanya terasa pening akhir-akhir ini setelah kedatangan Della. Masalahnya bertambah satu lagi.


***


Hari ini adalah hari kepulangan Della dari rumah sakit. Sesa tidak berniat menjemput sahabatnya itu, ralat mantan sahabatnya. Karena Sesa yakin di sana sudah ada suaminya yang semalaman tidak pulang dan juga tidak memberinya kabar sama sekali.


Mulai saat ini Sesa akan bersikap acuh tentang mereka. Apa yang dilalukan suaminya juga Sesa sudah tidak peduli lagi.


Tiada air mata lagi yang menetes di pipinya. Sesa merasa air matanya sudah mengering karena terlalu sering Yuga menyakitinya.


Pagi ini Sesa mengemudikan mobilnya sendiri lagi setelah beberapa bulan selalu di antar oleh Yuga. Memang semua harus kembali pada tempatnya masing-mading dan Sesa sadar jika dirinya adalah pengisi tempat itu sementara saja.


***


"Sudah selesai bos, kita bisa keluar sekarang" Ucap Doni yang baru selesai mengurus administrasi kepulangan Della.


"Hemm ayo pulang" Yuga berjalan terlebih dahulu sementara Doni mendorong Della dengan kursi roda.


Yuga sudah berada di dalam mobil, namun enggan untuk duduk di belakang bersama Della. Yuga mencoba membentengi dirinya agar tidak goyah lagi. Keputusan yang ia ambil kemarin pun Sesa belum tau. Yuga membayangkan bagaimana reaksi istrinya itu. Wajah sendunya Sesa tiba-tiba terlintas di kepalanya.


"Don, antar aku pulang dulu. Aku ingin mandi dan berganti baju" Ucap Yuga.


"Baik bos" Ucap Doni.

__ADS_1


Tak lama kemudian mobil mewah berwarna hitam itu telah memasuki basemen apartemen.


"Yuga bolehkan aku ikut ke dalam sebentar. Siapa tau Sesa tidak ke cafe. Aku ingin berbicara dengannya sebentar." Ucap Yuga sebelum keluar dari mobil.


Yuga tampak berpikir sejenak lalu menganggukkan kepalanya.


"Bantu Della Don" Perintah Sesa.


"Dasar nyusahin" Bisik Doni saat membantu Della keluar dari dalam mobil.


"Diem loe" Della mendelik.


Yuga meninggalkan Doni yang berjalan lambat karena harus mendorong kursi roda Della.


"Sepertinya Sesa di cafe, kalian tunggu disini saya mandi dulu" Yuga berjalan ke kamar. Dia baru ingat dari semalam ponselnya mati karena kehabisan daya. Dan bodohnya Yuga kenapa tidak meminjam ponsel Doni untuk memberi kabar kepada Sesa.


"Sebenernya apa maksud loe berbuat kaya gini? Loe harusnya tau diri karena saat ini Yuga sudah menikah. Jangan jadi perusak rumah tangga orang" Desis Doni yang muak melihat kelakuan Della.


"Loe ngga usah ikut campur urusan gue. Tutup mulut berisik loe itu" Balas Della tak kalah tajam.


Doni yang malas membalas perkataan Della memilih bersandar di sofa memejamkan matanya yang terasa kantuk akibat semalam begadang menemani bosnya di rumah sakit.


-


Sesa hari ini merasa tak enak badan. Kepalanya pusing, pundaknya seperti tertimpa beban berat dan seluruh badannya sakit. Maka dari itu Sesa memilih pulang dan beristirahat.


Saat Sesa masuk ke dalam apartemen Sesa terkejut karena mendapati Doni yang tertidur dalam posisi duduk di sofa.


"Apa Mas Yuga sudah pulang?" Sesa bertanya tanya dalam hati lalu menuju ke kamar mencari keberadaan suaminya.


"Apa yang kamu lakukan di sini Della!!"


-


-


Nah loh makin aneh-aneh kan Della ini.

__ADS_1


Enaknya kasih pelajaran apa ya buat dia?


Jangan lupa tinggalkan komentar yang membangun ya readersđŸ˜˜


__ADS_2