
Karena tujuan utama Yuga kembali ke Jakarta hari ini adalah ada pekerjaan yang harus di diselesaikannya. Maka dari itu Yuga membawa Sesa untuk datang menemui orang tuanya, sekalian Yuga ingin minta maaf dan memberikan kejutan, kalau Yuga sudah membawa menantu kesayangan mereka pulang.
Sebenarnya Yuga hanya tidak tega meninggalkan istrinya sendiri di rumah dalam keadaan hamil. Dan tak ada pilihan lain selain membawanya ke rumah orang tuanya, agar Sesa ada yang menjaga dan menemani.
"Assalamualaikum" Salam Yuga dan Sesa bersamaan saat memasuki pintu bercat putih.
"Mama!!" Sapa Yuga kepada Vani yang asik dengan masakannya di dapur. Vani sudah mendengar suara Yuga tapi ia sama sekali tidak menggubrisnya.
"Mama, Yuga_"
"Iya Ga, mama sudah dengar. Sana masuk saja!!" Ucap Vani masih sibuk degan apa yang ada di depannya.
"Mama!" Kini suara lembut Sesa langsung menghentikan aktivitas Vani.
"Sesa!! Ya Allah anakku!" Vani membuang spatula di tangannya lalu berlari menghampiri Sesa.
"Kamu pulang nak, kamu kemana saja?? Mama kangen!" Vani memeluk menantu kesayangannya itu.
Yuga menatap Vani sendu, Vani masih saja bersikap dingin padanya. Sebenarnya Yuga juga sangat merindukan mamanya itu.
Sesa melihat raut kecewa si wajah Yuga, lalu melihat lagi ke arah Vani yang sangat terlihat acuh dengan putranya itu.
"Sesa juga kangen sama mama. Mama sama papa sehat kan? Papa dimana ma?"
"Papa disini nak" Pria yang sudah beruban itu menyahut dari belakang Sesa.
"Apa kabar kami dan cucu papa?" Surya mendekati menantunya.
"Kami sehat pa" Sesa tersenyum bahagia melihat kedua mertuanya dalam keadaan sehat.
Sesa melirik suaminya lagi, Yuga masih diam dengan tatapan sendunya.
Sesa meraih tangan Yuga untuk mendekat padanya. Sesa memberikan senyuman lembut kepada suaminya. Seakan berbicara untuk percaya pada Sesa.
"Mama, ada yang mau Mas Yuga sampaikan sama mama dan papa. Iya kan Mas?" Yuga terkejut tapi langsung bisa menebak apa yang di maksud istrinya itu.
Sesa menganggukkan kepalanya kepada Yuga. Tangannya mengusap lembut punggung suaminya.
__ADS_1
"Mama, papa maafkan Yuga karena telah mengecewakan kalian. Saat ini Yuga sudah berhasil membawa menantu kesayangan kalian pulang. Yuga janji tidak akan berbuat bodoh lagi dnegan menyakiti istri Yuga. Jadi Yuga mohon jangan diamkan Yuga lagi ma, pa. Maafkan Yuga" Yuga meraih kedua tangan orang taunya lalu menciumnya berkali-kali.
"Papa sama mama sudah memaafkan mu Ga, tapi ini untuk yang terakhir. Jika kamu melakukan kesalahan yang sama, kami benar-benar tidak akan menganggap mu sebagai anak lagi!!" Ancam Surya.
"Yuga janji pa, Yuga jani!" Yuga memeluk papa dan mamanya dengan tangis haru.
"Sudahlah jangan cengeng begini, sebentar lagi kamu bakalan jadi seorang ayah, malu sama anakmu!!" Surya berkata dengan dingin namun tersimpan perhatian di dalamnya.
"Sudah-sudah ayo duduk duku, kasian matu mama udah capek berdiri dari tadi!" Vani membawa menantunya masuk ke ruang keluarga di ikuti kedua orang, ayah dan anak di belakangnya.
"Oh ya, papa punya sesuatu untuk kalian. Sebagai hadiah rumah baru" Ucap Surya misterius.
"Oh ya pa, apa itu?" Tanya Sesa antusias.
"Mbok masuk!!" Panggil Vani.
Betapa terkejutnya Sesa, wanita tua yang tadi di pagi di tinggalkannya di Jogja kini ada di hadapannya.
"Mbak Sesa, Aden" Mbok Lasmi menunduk memberi hormat.
"Yuga curiga sama kalian!" Yuga menangkap senyuman misterius dari Surya.
"Apa? Sudah bisa menebak?" Tantang Surya.
"Jadi selama ini papa tau keberadaan Sesa, dan menyembunyikan semua ini dari Yuga?" Tanya Yuga tak percaya dengan tindakan Surya.
"Menurutmu? Kamu pikir papa bodoh sepertimu" Jawab Surya acuh.
"Maksudnya?" Sesa justru bingung dengan pembicaraan ayah dan anak itu.
"Jadi, setelah kamu meminta ijin untuk berpisah dengan Yuga waktu itu. Papa dan mama sudah berfirasat kalau kamu pasti akan pergi meninggalkan Yuga. Jadi papa meninta Pak Rudi untuk mengawasi apapun yang kamu lakukan. Kami minta maaf untuk itu sayang. Tapi ini semua kami lakukan karena kami tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu. Apalagi Pak Rudi menemukan fakta bahwa kamu sedang mengandung" Sesa sempat merasa syok dengan skenario mertuanya itu. Namun Sesa bisa merasakan kasih sayang yang dalam dari tindakan mereka itu.
"Jadi mama tau kalau Sesa hamil sebelum Yuga tau? Dan waktu mama pingsan itu mama cuma pura-pura?" Yuga tak habis pikir.
"Ya habisnya mama kesel sama kamu!!" Jawab Vani acuh tak acuh.
"Astaga mama" Yuga menggelengkan kepala mengingat tingkah konyol mamanya.
__ADS_1
"Lalu Mbok Lasmi?" Tanya Yuga lagi. Sementara Sesa hanya mampu diam karena banyak yang ia lewatkan dari keluarga ini setelah kepergiannya.
"Mbok cuma di minta sama Tuan Besar untuk menjaga Mbak Sesa selama di Jogja Den" Jawab Mbok Lasmi.
"Jadi papa yang mengirim Mbok Lasmi untuk Sesa pa?" Tanya Sesa meyakinkan. Sesa teringat saat tiba di Jogja sudah di sambut oleh Mbok Lasmi. Padahal kata pemilik rumah, asisten rumah tangga yang dimintanya belum bisa datang hari itu.
"Jadi mulai sekarang, Mbok Lasmi yang akan menemani kamu di rumah baru. Kalian tidak usah khawatir karena kami juga akan mengirimkan asisten rumah tangga, karena tugas Mbok Lasmi hanya menemani Sesa dan membantu merawat cucu kita saat sudah lahir nanti" Jelas Vani yang di sambut gembira oleh Sesa. Karena Sesa sangat menyayangi Mbok Lasmi.
"Terimakasih karena mama dan papa sudah menyayangi Sesa seperti ini. Sesa hanya punya kalian di dunia ini. Sesa bahagia sekali" Mata Sesa berkaca-kaca karena terharu dengan kebaikan keluarga barunya itu.
"Kami sudah menganggap kamu sebagai anak sendiri nak, kamu tidak perlu sungkan" Tegas Surya. Walau wajahnya terlihat kaku dan dingin sebenarnya ia sangat menyayangi anak-anaknya.
"Ma, habis ini Yuga akan ke kantor sebentar, ada sedikit masalah di sana. Maka dari itu Yuga titip Sesa di sini dulu. Nanti Yuga akan jemput Sesa setelah pulang dari kantor"
"Tenang aja Ga, istri dan calon anak kamu aman sama mama di sini. Tapi kita makan dulu ya sebelum kamu berangkat" Vani sudah tidak bersikap dingin lagi kepada putranya itu.
"Iya ma, Yuga sudah kangen sama masakan mama" Jawab Yuga semangat.
"Memangnya kamu sudah bisa makan lagi?" Tanya Vani heran anaknya semangat begitu.
"Sudah dong ma, asal di suapi sama istri Yuga yang cantik ini" Jawaban Yuga sontak membuat Sesa tersenyum malu.
"Itu maunya kamu aja kali!!" Surya tidak percaya ucapan putranya.
"Itu benar Tuan Besar, Den Yuga tidak akan muntah kalau makannya di suapi Mbak Sesa" Mbok Lasmi mendukung Yuga kali ini.
"Papa tetap nggak percaya sama anak bodoh ini. Palingan cuma modus!!" Ucap Surya mengatai anaknya sendiri lalu pergi mendahului ke meja makan.
Ucapan Surya itu mambu membuat semua orang tertawa kecuali Yuga yang bermuka masam karena penghinaan papanya sendiri. Tapi di dalam hati Yuga, dia sangat bahagia karena keluarganya kini kembali hangat seperti dulu. Kebahagiannya kini semakin lengkap ditambah lagi dengan kehadiran calon anak di dalam rahim istrinya.
-
-
-
Happy readingš
__ADS_1