
Sudah beberapa hari ini Maya bertugas mengikuti seminar yang diadakan kantor cabang perusahaannya. Malam ini adalah hari terakhirnya sebelum besok kembali lagi ke ibu kota. Diantara puluhan peserta seminar ada juga yang berasal dari kantor pusat seperti Maya, yaitu Bayu kepala HRD dan Nanda manajer pemasaran.
Pesta perpisahan acara seminar perusahaan Maya di adakan di sebuah hotel mewah. Susunan acara mulai terlaksana satu per satu. Hingga tiba penghujung acara tiba-tiba lampu di dalam ruangan itu mati. Hingga sebuah sorot lampu menyoroti seseorang dalam satu titik di iringi dengan alunan musik klasik.
Maya mengerutkan keningnya.
"Mau apa laki-laki s*nting itu?" Maya bertanya tanya dalam hatinya.
Bayu semakin mendekat ke arah Maya dengan seikat bunga di tangannya. Semua yang ada di dalam ruangan itu terpana dengan aksi berani Bayu yang di anggap romantis itu.
Maya semkin bingung karena Bayu berhenti tepat di depannya. Dengan hanya sorot lampu di antara mereka berdua saja. Membuat Maya merasa sangat di perhatikan oleh puluhan pasang mata yang ada di sana.
"Maya" Bayu menjeda ucapannya.
"Selama beberapa tahun ini aku mengenal kamu, melihat pribadi kamu, kamu yang cantik walau sedikit bar bar. Kamu yang baik kepada semua orang kecuali aku. Keberanian kamu dan rasa tanggung jawab yang kamu miliki membuat aku jatuh cinta kepadamu" Yuga memberikan bunga yang sedari tadi di tangannya kepada Sesa.Dengan canggung Maya menerima rangkaian bunga itu.
"Maya mungkin aku bukan pria yang sempurna di mata kamu. Bukan juga pria idaman kamu. Aku hanya pria biasa yang tak punya harta berlimpah. Tapi aku akan selalu berusaha membuat kamu bahagia. Aku juga tidak bisa menjanjikan kebahagiaan kepadamu. Tapi aku akan selalu berusaha yang terbaik untuk membuat kamu bahagia" Ucap Bayu kemudian mundur satu langkah dari hadapan Maya. Kemudian berlutut dengan satu kakinya. Tangannya memegang kotak beludru berwarna merah yang terdapat sebuah cincin cantik sederhana.
"Maya, maukah kamu menikah denganku?" Ucap Bayu menatap mata Maya dalam. Semua orang mulai bersorak sorai menunggu jawaban Maya.
Maya mulai bingung karena Bayu melakukan hal g*la seperti ini. Maya tidak menyukai Bayu bahkan Bayu pun tau hal itu, tapi kenapa sekarang dia malah melamarnya. Maya yang sudah tidak tahan lagi dengan desakan semua rekan kerjanya menarik Bayu untuk berdiri. Maya membawa bayu keluar dari kerumunan itu, ia harus bicara dengan Bayu di tempat lain.
"Maya kita mau kemana? Kamu belum jawab lamaran aku" Ucap Bayu yang masih mengikuti Maya kerena Maya menariknya begitu saja.
"Kita harus bicara, tapi tidak disini" Ucap Maya.
Maya membawa Bayu ke taman belakang hotel yang cukup sepi.
"Kenapa sih Pak Bayu pakai acara ngelamar kaya gitu? Malu maluin tau nggak? Lagian siapa juga yang mau menikah sama orang kaya Pak Bayu. Saya bawa Pak Bayu kesini cuma ngga mau buat Pak Bayu malu karena saya menolak lamaran ini" Maya sudah tidak bisa menahan emosinya.
"Memangnya aku orang kaya apa samapi kamu tidak mau menikah denganku?" Ucap Bayu datar.
"Ya liat aja sikap Pak Bayu selama ini bikin saya ilfil. Slengean ngga jelas, suka godain wanita" Ucap Maya tanpa mempedulikan Bayu.
"Maaf kalau saya sudah membuat Bu Maya malu. Maaf juga kalau selama ini Bu Maya risih dengan sikap saya. Tidak papa jika memang Bu Maya menolak saya" Bayu berubah serius. Tatapan kecewa sempat terbaca oleh Maya. Maya tidak tau kenapa hati Maya merasa sakit mendengar perkataan Bayu.
__ADS_1
Bayu berbalik meninggalkan Maya. Tapi baru beberapa langkah Bayu menghentikan langkahnya.
"Asal Bu Maya tau, sikap saya yang seperi ini hanya saya tunjukkan kepada Bu Maya. Jika Bu Maya mendengar berita tentang saya di luar sana bisa di pastikan jika semua itu salah. Setelah ini mari lupakan semua ini, tidak usah canggung. Saya juga akan melupakan jika saya pernah mencintai seorang Maya. Saya permisi" Ucap Bayu kembali dengan bahasa formalnya kepada Maya.
Setetes air mata membasahi pipi Maya. Maya juga tidak tau kenapa dia menangis hanya dengar kalimat Bayu.
"Apa gue udah keterlaluan? Kenapa gue seakan ngga rela kalau dia benar-benar menjauh dari gue?" Gumam Sesa.
***
"Bos ngelamun aja" Doni mengagetkan Yuga yang berdiam menatap hamparan gedung gedung tinggi di kota jakarta.
Yuga masih diam tak menyahut Doni.
"Mikirin bini loe yang cakep itu ya?" Pancing Doni.
Benar saja Yuga langsung melotot tajam ke arah Doni. Bosnya itu memang sensitif jika disinggung tentang istrinya.
"Kenapa? Loe masih mikirin Della?" Tanya Doni lagi.
"Gue bahkan udah lupa sama Della beberapa bulan ini" Ucap Yuga, tatapannya masih menerawang jauh.
"Itu karena udah ada penggantinya, yang lebih dari Della" Ucap Doni lagi.
"Maksudmu?" Tanya Yuga.
"Ya loe lupa sama Della karena udah ada Sesa di sisi loe. Sekarang gue tanya, sebenarnya loe cinta ngga sama Sesa?" Doni hanya ingin Yuga segera menyadari perasaannya. Karena Doni yakin sebenarnya Yuga memang mencintai istrinya itu tapi entah apa yang membuat Yuga enggan mengungkapkan perasaannya.
"Gue bingung" Jawab Yuga.
"Bingung kenapa lagi?" Doni mulai jengah.
"Ya gue bingung, takut perasaan gue ini tidak pasti dan menjadikan Sesa sebagai pelarian" Ucap Yuga .
"Wah ngaco loe" Doni menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Tapi gue nyaman sama dia. Dia selalu ada buat gue, ngurusin gue, perhatian. Semuanya gue dapat dari Sesa" Yuga mengungkapkan perasaanya selama ini.
"Ya udah tunggu apa lagi?" Ucap Doni.
"Gue masih ragu" Yuga masih saja tidak mengakui perasaannya.
"Astagaaaa, gemes gue lama-lama" Doni meninggalkan ruangan Yuga karena merasa kesal dengan laki-laki plin plan itu.
Sebenarnya Doni merasa kasihan kepada Sesa. Wanita itu juga butuh kepastian. Apalagi ini sebuah pernikahan bukan lagi untuk main-main.
***
Sudah sejak lama Sesa jarang membawa mobilnya. Karena selama ini Yuga lah yang mengantar jemput Sesa. Sesa juga tidak tau kenapa suaminya itu mau melajukan hal ini, tapi sebagai istri yang baik bukanya harus mengikuti perkataan suami.
Seperti sore ini, Sesa sedang menunggu kedatangan suaminya. Yuga sudah berjanji akan menjemput Sesa lebih awal karena Yuga meminta Sesa untuk memasak makanan kesukaannya malam ini.
"Sa" Ucap suara yang sudah Sesa tunggu kedatangannya.
"Mas Yuga" Sesa tersenyum manis melihat suaminya yang gagah dan tampan berada di depannya.
"Ayo pulang" Yuga mengulurkan tangannya.
Sesa tersenyum bahagia menyambut uluran tangan Yuga. Mereka berdua keluar dari cafe dengan tangan saling menggenggam.
"Yuga!!" Suara wanita yang tidak asing di telinga Sesa.
-
-
Apa yang akan terjadi jika Della sudah kembali seperti ini guys?
Maka dari itu jangan ketinggalan untuk memantau terus kisah Yuga dan Sesa ya😘
Selamat membaca readers, jangan lupa tinggalkan jejak ya🤗
__ADS_1