
"Yuga!!" Suara wanita yang tidak asing di telinga Sesa.
Della berlari menghambur ke pelukan Yuga. Tangan yang semula erat menggenggam tangan Sesa kini terlepas begitu saja. Sesa memandangi tangannya yang bernasib naas karena merasa di buang.
"Yuga aku kangen, maafkan aku sayang" Ucap Della berlinang air mata dalam pelukan Yuga.
Yuga masih diam seperti patung, tidak juga membalas pelukan Della. Dirinya masih terlalu terkejut dengan kedatangan Della yang begitu tiba-tiba.
"Maafkan aku karena meninggalkanmu, aku bisa jelaskan semuanya" Ucap Della setelah melepaskan pelukannya.
Sesa merasa keberadaanya di sana tidak di anggap lagi. Yuga sepertinya juga lupa kalau Sesa ada di dekatnya. Dengan perasaan tersayat Sesa berbalik meninggalkan mereka. Setelah beberapa langkah menjauh Sesa menatap kembali suaminya yang sedang bersama Della.
"Bahkan kamu tidak menyadari kepergian ku Mas" Sesa berpikir lebih baik ia pulang. Biarkan menyelesaikan masalah mereka yang tertunda.
"Aku memberimu waktu untuk menyelesaikan masalahmu Mas. Apapun keputusanmu akan aku terima, walaupun aku yang harus pergi. Sebenarnya aku juga sudah lelah" Ucap Sesa dalam hatinya yang terasa seperti tertusuk ribuan sembilu.
-
"Kenapa kamu kembali?" Tanya Yuga dengan dingin. Ia sudah buka lagi Yuga yang selalu hangat dengan Della.
"Aku bisa jelaskan semuanya sama kamu sayang" Della mendekati Yuga yang sudah duduk disebuah bangku taman.
"Lalu jelaskanlah!" Suara Yuga yang dingin dan tak mau menatap Della membuat wanita itu sedikit takut.
"Sebenarnya dulu Kakek kamu yang mengancam ku untuk pergi menjauh darimu hiks.. hiks.." Della mulai terisak.
"Kakek? Mana mungkin" Yuga melihat ke arah Della tak percaya.
"Tapi itu yang sebenarnya sayang" Ucap Della berlinang air mata.
"Jangan panggil aku seperti itu. Hubungan kita sudah berakhir saat kamu menyuruhku pulang dan kembali pada Sesa" Ucap Yuga menakan kalimatnya.
"Cukup jelaskan apa yang terjadi saja" Sambung Yuga lagi.
"Waktu itu Kakek kamu datang menemui ku. Kakek kamu mengancam akan menghancurkan ku bahkan akan membunuhku jika aku tak pergi darimu. Dan jika aku sampai mengadu padamu, Kakek kamu akan menghapus kamu dari ahli warisnya dan akan membuat kamu menderita. Maka dari itu aku lebih memilih pergi demi keselamatan kita berdua" Della semakin tersedu sedu.
"Jangan bohong kamu, Kakek bukan orang seperti itu!!" Yuga mengepalkan tangannya.
"Tapi itu kenyataannya Yuga. Aku harus meninggalkan orang yang paling aku cintai di dunia ini karena ancamannya. Aku harus merelakan kamu hidup dengan sahabatku sendiri, sementara aku dibuang jauh ke negeri orang" Della meluapkan semua kesedihannya di depan Yuga.
__ADS_1
Yuga dilanda kebingungan. Mana yang harus ia percaya sedangkan Kakeknya sekarang sudah tidak ada lagi di dunia ini. Lalu darimana ia bisa mendapatkan kepastian dari omongan Della itu.
"Jika itu benar maka aku meminta maaf atas nama Kakekku" Yuga menatap Della dalam.
"Yuga, aku masih sangat mencintai kamu. Tidak ada satu hari pun aku melupakan kamu. Aku yakin kamu pun pasti merasakan hal yang sama kan? Hatimu masih untukku kan?" Della mengguncangkan lengan Yuga.
Yuga membisu tidak menjawab pertanyaan Della. Yuga bingung dengan perasannya sendiri. Jika dia masih mencintai Della lalu kenapa beberapa bulan ini dia tidak mengingat Della sama sekali. Tapi jika mencintai Sesa kenapa dia masih ragu.
(gemes banget pen nambol si Yuga) ðŸ˜
Dibalik tangisnya, bibir Della mengulas sedikit senyum. Dia berpikir diamnya Yuga adalah jawaban jika Yuga masih menunggu Della kembali.
"Mari bicara pada Sesa jika kita berhubungan kembali" Ucap Della menggenggam tangan Yuga.
Yuga tersentak, dia baru ingat jika ia tadi bersama Sesa. Lalu dimana istrinya sekarang ini?.
***
Yuga memasuki apartemennya mencari keberadaan istrinya. Sungguh bodoh kenapa Yuga bisa lupa kepada Sesa hanya karena kedatangan Della.
"Sa, Sesa?" Yuga melihat ke sekeliling apartemen berharap dapat menemukan sosok istrinya. Yuga semakin merasa bersalah saat melihat meja makan penuh dengan masakan kesukaannya. Dia ingat jika malam ini seharusnya ia makan malam dengan Sesa di apartemen sesuai permintaanya.
Tanpa pikir panjang Yuga naik ke atas ranjang dan memeluk tubuh istri yang sempat membuatnya kelabakan beberapa saat lalu.
"Kamu sudah tidur Sa? Maafkan aku karena melupakan keberadaan mu hanya karena Della. Maaf juga karena aku lupa dengan janjiku untuk makan malam bersama. Aku memang suami yang buruk" Ucap Yuga berbisik di telinga Sesa. Berharap kalimatnya itu bisa masuk ke dalam alam mimpi istrinya.
Tidak ada niatan untuk mandi dan berganti baju terlebih dahulu. Yuga malah memejamkan matanya menikmati wangi rambut istrinya. Pikirannya kembali teringat perkataan Della tadi.
FLASHBACK ON
"Mari bicara pada Sesa jika kita berhubungan kembali" Ucap Della.
Yuga tersentak, dia baru ingat jika ia tadi bersama Sesa. Lalu dimana istrinya sekarang ini?
Yuga melepaskan tangannya dari genggaman Della.
"Della aku memang masih ragu dengan perasaanku kepada Sesa. Tapi selama aku bersama Sesa aku bahkan sudah tidak mengingat lagi namamu. Hubungan kita sudah berakhir sejak saat kamu memutuskan hubungan kita tanpa alasan yang jelas. Jadi mari lakukan semua sesuai keinginanmu beberapa bulan lalu" Ucap Yuga lalu pergi meninggalkan Della.
Baru beberapa langkah Yuga pergi tiba-tiba Della menubruknya dari belakang. Memeluk tubuh yang bukan hak miliknya.
__ADS_1
"Enggak Yuga, aku masih mencintai kamu. Kamu pun sama, jangan membohongi perasaanmu sendiri Yuga!!" Della tidak terima jika Yuga lebih memilih sesa daripada dirinya.
"Maaf Della, sepertinya ini memang sudah jalannya. Jika memang masih ada namamu di hatiku, aku pun akan segera menghapusnya dan mengisinya dengan cinta yang baru" Yuga melepaskan tangan Della dari pinggangnya. Kemudian melanjutkan langkahnya.
"Tunggu" Sudah berapa kali Yuga terhenti karena Della.
Yuga berhenti tanpa berbalik.
"Baiklah jika itu keputusanmu. Aku akan mencoba mengikhlaskan semua ini. Tapi aku mohon jangan jauhi aku. Bisakah kita tetap berteman? Aku sudah tidak punya siapapun di dunia ini selain kalian" Ucap Della di sela tangisnya.
"Yuga" Della memegang lengan Yuga karena tidak ada jawaban dari pria tampan itu.
"Hemm, baiklah" Ucap Yuga dingin.
"Sekarang aku harus pergi, istriku sudah menungguku pulang" Ucap Yuga yang sebenarnya tidak yakin tentang keberadaan Sesa.
"Tapi Yuga, bisakah kamu mengantarkan aku ke apartemen dulu. Ini sudah mulai larut malam" Della melihat sekelilingnya yang terlihat sepi.
Yuga yang merasa tidak tega dengan Della memutuskan untuk mengantarnya pulang terlebih dahulu.
"Kamu tidak naik dulu?" Ucap Della sebelum turun dari mobil Yuga.
"Ingat kata-katamu tadi jika kita hanya berteman" Ucap Yuga dingin.
"Baiklah, terimakasih sudah mengantarku" Della tersenyum lembut menatap Yuga.
FLASHBACK OFF
Sebenarnya Sesa sama sekali belum tertidur. Ia hanya memejamkan matanya saja. Sesa juga mendengar semua yang Yuga ucapkan. Suaminya yang tega melupakannya hingga pulang larut malam begini demi kekasihnya itu membuat Sesa malas menghadapinya malam ini.
"Apa saat bersama Della kamu lupa segalanya Mas?" Batin Sesa.
-
-
Wooww kenapa Della kembali? Apa maksud dari kedatangan Della kali ini? Apa benar Della telah merelakan Yuga untuk Sesa? Mari kita lihat apa yang akan Della lakukan readers.
Jangan lupa beri dukungan untuk karya ini guys, love you😘😘
__ADS_1