Kekasih Sahabatku

Kekasih Sahabatku
rencana Della


__ADS_3

Sesa sedang menunggu kepulangan suaminya. Sudah jam 9 malam tapi Yuga belum juga pulang dari kantor. Ponselnya juga tidak bisa dihubungi.


Ting..


Masuk satu notifikasi di ponsel Sesa. Sesa melihat nomor Della mengirimnya sebuah file.


"Jadi ini hal yang penting yang harus kamu selesaikan Mas? Kenapa tak jujur saja?" Lirih Della menahan tangisnya setelah membuka pesan yang dikirim Della, sebuah gambar yang menunjukkan suaminya sedang menyuapi mantan kekasihnya. Sesa yakin jika foto itu di ambil hari ini, karena Sesa tidak lupa dengan baju yang ia siapkan sendiri tadi pagi.


Hati Sesa sakit seperti tertusuk ribuan jarum. Baru saja ia merasa bahagia kini sudah merasakan sakit kembali.


"Tidak, bukankah Mas Yuga sudah bilang kemarin, jika semua ini hanya permintaan Della sampai dia sembuh. Aku tak ingin berburuk sangka dulu, nanti pasti Mas Yuga akan menceritakan kepadaku" Sesa mencoba menghibur dirinya sendiri, ia juga tidak mau termakan fitnah. Ia akan berusaha mempercayai suaminya.


Klikkk..


"Assalamualaikum sayang" Ucap Yuga yang baru masuk ke apartemen.


Sesa buru-buru menghapus air matanya sebelum Yuga menyadari kalau Sesa habis menangis.


"Waalaikumsalam" Sesa menyambut suaminya, mencium punggung tangan suaminya yang di balas kecupan hangat di dahi Sesa.


"Kenapa baru pulang Mas? Apa pekerjaan hari ini banyak?" Tanya Sesa mencoba untuk memancing Yuga agar berkata jujur.


"Lumayan banyak tapi untung ada Doni yang bisa mengatasinya" Yuga merangkul pundak Sesa menuju ke sofa.


"Kamu sudah makan sayang?" Tanya Yuga membelai pipi Sesa.


"Belum, Sesa menunggu Mas Yuga" Jawab Sesa. Wajah Yuga tiba-tiba berubah Sendu. Ia merasa bersalah kepada Sesa karena pulang terlalu malam.


"Kenapa Mas? Memangnya Mas Yuga sudah makan?" Tanya Sesa yang menyadari perubahan wajah Yuga.


"Gapapa sayang. Mas belum makan kok" Ucap Yuga.


"Kalau begitu, Mas Yuga mau mandi atau makan dulu?" Tanya Sesa mencoba senetral mungkin, walau hatinya sudah merasa tak tenang.


"Makan dulu, nanti habis mandi biar ngga keluar-keluar lagi" Ucap Yuga.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu Sesa siapkan dulu" Sesa meniggalkan Yuga yang masih terduduk di sofa. Mata Yuga tak lepas memandang istrinya tercintanya itu. Wajahnya sendu seakan menyembunyikan sesuatu.


"Sudah Mas, ayo kemari" Sesa memanggil Yuga yang malah asik melamun.


"Iya Sayang" Yuga mendekat ke meja makan, menggeser kursi untuk tempatnya duduk.


"Segini Mas" Sesa menunjukkan nasi yang ia ambil di piring Yuga.


"Terlalu banyak sayang, dikurangi lagi!" Ucap Yuga yang merasa perutnya tidak terlalu lapar.


Sesa tidak menyahut tapi tetap mengurangi porsi makan suaminya.


"Kenapa tidak jujur saja Mas, aku tau kamu sudah makan malam bersama Della. Apa tujuanmu menyembunyikan ini dariku?" Batin Sesa.


"Masakan mu memang tidak pernah mengecewakan Sa, tapi maaf hari ini aku benar-benar tidak terlalu lapar" gumam Yuga dalam hatinya.


Yuga sudah menyelesaikan makan malamnya dan kini sedang membersihkan dirinya. Sementara Sesa mencuci piring bekas makan dan membersihkan dapurnya. Sesa menatap kosong meja makan yang baru saja ia tempati dengan Yuga.


"Jika kamu tidak jujur dan malah menutupi pertemuan mu dengan Della? Itu justru akan membuatku berpikiran buruk Mas" gumam Sesa dengan sendirinya.


"Oh iya sudah kok Mas, sebentar" Sesa mencuci tangannya sebelum kembali ke kamar menghampiri suaminya.


Yuga sudah menunggunya di ranjang, menyambut Sesa dengan senyum yang membuat hati Sesa bergetar.


"Sini sayang!" Yuga membuka selimut yang menutupi ranjang di sebelahnya. Sisi sebelah tempat Sesa baisa tidur.


Sesa mendekati suaminya lalu berbaring di sebelahnya. Terasa canggung akibat ada yang mengganjal di hati Sesa.


Yuga memeluk Sesa dari samping, menghirup aroma tubuh istrinya yang begitu menenangkan.


"Parfum apa yang kamu pakai sayang, baunya harum, Mas suka. Jangan di ganti ya?" Yuga mencium i lengan Sesa yang tak tertutup baju tidurnya. Membuat badan Sesa menegang.


"Sayang, Mas ingin kamu boleh?" Suara Yuga yang parau menahan hasratnya.


"Bu bukannya Mas Yuga capek?" Sesa merasa gugup.

__ADS_1


"Memang, tapi Mas sudah tidak tahan!" Geram Yuga karena hasratnya semakin membara.


Tanpa menunggu jawaban Sesa lagi, Yuga sudah membenamkan kepalanya di ceruk leher Sesa. Mencecap dan menghisapnya pelan. Kemudian beralih ke bibir Sesa yang ranum, terasa manis sampai Yuga tak mau berhenti **********.


Malam ini menjadi malam ke dua bagi mereka merasakan indahnya surga dunia yang di impikan semua pengantin baru.


***


Di dalan apartemennya Della sedang merasakan senang luar biasa, karena Yuga kembali luluh padanya. Terbukti saat tadi sore Della meminta Yuga untuk datang ke apartemennya, tanpa menolak seperti biasanya, Yuga dengan mudah menyetujui menemui Della. Bukan hanya itu, bahkan Yuga bersedia menyuapi makan malamnya. Yuga juga sudah kembali hangat seperti dulu lagi.


Della tersenyum licik menatap foto yang ia kirimkan kepada Sesa. Foto yang dengan sengaja Sesa ambil dengan bantuan perawatnya, tentu saja tanpa sepengetahuan Yuga.


"Kehancuran loe akan akan segera di mulai, Sesa hahahaha!!" Della tertawa keras merasa puas dengan rencananya.


"Dengan begini loe akan mulai tidak mempercayai suami loe sendiri Sa. Setelah itu gue yakin hubungan kalian akan retak dan Yuga akan kembali ke gue. Dan loe, harus pergi dari kehidupan kita" Sungguh licik Della dengan obsesinya memiliki Yuga walau sudah menjadi suami dari sahabatnya sendiri.


***


Sesa membuka matanya yang masih terasa berat. Ingin sekali melihat jam berapa saat ini, ia ingin segera bangun untuk menunaikan sholat subuh. Tapi tangan Yuga yang melingkar di pinggangnya membuatnya susah untuk bergerak. Sesa tidur dengan lengan Yuga sebagai alas kepalanya, terasa nyaman bagi Sesa. Dipandangnya wajah Yuga yang terpahat sempurna. Jemari lentiknya menyusuri wajah tampan itu, mulai dari alis hidung hingga bibir.


"Mas tau kalau Mas itu tampan" Ucap Yuga yang ternyata sudah terbangun dari tidurnya. Refleks Sesa menjauhkan tangannya namun di cegah oleh Yuga.


Yuga menuntun tangan Sesa menuju dadanya, kemudian sampai perutnya yang berotot lalu terus turun hingga pusar Yuga. Sesa menahan tangannya karena tau apa maksud Yuga.


"Mas Yuga mesum sekali!!" Sesa menarik tangannya dari cekalan Yuga.


"Haha kamu lucu sekali Sayang" Tawa Yuga pecah di pagi yang masih gelap.


"Kenapa akhir-akhir ini kamu mesum sekali Mas?" Sesa mencubit lengan Yuga.


"Awww sakit sayang, Mas mesum hanya sama kamu" Yuga mengusap lengannya yang di cubit Sesa.


"Perasaan sebelumnya engga kaya gini, padahal setiap malam Mas Yuga selalu memeluk Sesa" Sesa tidak percaya dengan perkataan Yuga.


"Kamu tidak tau saja kalau setelah kamu tidur, Mas selalu menuntaskannya di kamar mandi" Ucap Yuga tanpa rasa malu.

__ADS_1


"Apaaaa!!!!" Sesa melongo mendengar pernyataan suaminya itu.


__ADS_2