Kekasih Sahabatku

Kekasih Sahabatku
goyah


__ADS_3

"Sesa" panggil Yuga setelah ia selesai membersihkan tubuhnya..


Sesa tak menyahut hanya melirik suaminya sekilas.


"Bisa kita bicara sebentar?" Ucap Yuga, Sesa duduk di balik meja kerjanya hanya mengangguk.


Yuga mendekat meraih tangan Sesa dan menuntunnya untuk duduk di sofa berdua dengannya. Digenggamnya tangan halus milik Sesa. Satu tangannya meraih dagu Sesa mengangkat wajah cantik yang sedari tadi di tundukkan.


"Sa. Terimakasih sudah menerimaku lagi. Terimakasih sudah memaafkan aku. Aku tau kamu masih kecewa padaku tapi aku mohon jangan menghindari seperti kemarin" Yuga menatap dalam mata Sesa menunjukkan kepasa istrinya itu bahwa ia tidak main-main dengan ucapannya.


"Apa boleh aku bertanya sesuatu?" Cicit Sesa dengan suara yang hampir tak terdengar.


"Apa hemm?" Tanya Yuga lembut.


Sesa diam sejenak lalu menundukkan wajahnya lagi. Wajahnya berubah sendu.


"Apa mas Yuga masih mencintai Della?" Ucap Sesa tanpa melihat suaminya. Ia menunduk memainkan kuku jarinya.


"Hey lihat aku sayang" Yuga mencakup pipi Sesa dengan ke dua tangannya.


"Mana mungkin aku menyatakan cinta sementara masih ada cinta yang lain di dalam hatiku" Ucap Yuga, tangannya menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Sesa.


"Aku takut, takut jika ini hanya sementara. Biar bagaimanapun Della adalah orang yang sudah lama Mas Yuga cintai, aku yakin dia masih punya ruang tersendiri di dalam hatimu. Bagaimana jika suatu saat perasaan itu kembali muncul dan masalah seperti kemarin kembali terulang?" Suara Sesa mulai serak menahan tangisnya.


"Sesa aku tidak akan menyia nyiakan kesempatan yang kau berikan ini. Aku janji akan memperbaiki rumah tangga kita agar bisa seperti yang kau inginkan. Maafkan kebodohan ku selama ini yang terus saja ragu jika hati ini sudah mulai menerima mu" Tatapan Yuga tak pernah lepas dari wajah cantik istrinya, seakan tak pernah bosan memandangnya.


"Tapi jika suatu saat kamu tidak mempercayaiku lagi aku akan benar-benar pergi darimu" Ucap Sesa tegas.


"Jangan bicara seperti itu sayang!" Pinta Yuga tak sanggup mendengar kata perpisahan dari Sesa.

__ADS_1


Sesa berdiri mendekat ke arah jendela, melihat keramaian di luar sana.


"Kenapa memangnya? Apa Mas Yuga berniat untuk mengulanginya lagi? Ingat Mas jika ini adalah kesempatan terakhir yang bisa aku berikan" ucap Sesa membuat Yuga tersentak.


Yuga berdiri mendekati Sesa lalu memeluknya dari belakang.


"Aku ingat Sa, aku tak akan berbuat bodoh lagi" Bisik Yuga di telinga Sesa.


"Aku pegang janjimu" Ucap Sesa. Yuga semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Sesa.


"Maafkan aku yang goyah ini Ya Allah. Perasaanku terlalu lemah hanya dengan pernyataan cintanya" Sesa merutuki dirinya sendiri di dalam hati.


"Ada satu hal lagi yang ingin aku katakan padamu sayang" Yuga melepaskan pelukannya lalu duduk membawa Sesa ke pangkuannya.


Sesa diam menanti apa yang akan Yuga katakan padanya.


"Sebenarnya Della menuntut pertanggungjawaban atas ancaman Kakek yang membuatnya harus pergi meninggalkan negara ini dan harus berakibat pada karirnya. Sekarang dia pengangguran dan sakit, dia memintaku untuk menjaganya sebagi bentuk permintaan maaf mewakili Kakek. Dia juga mengancam ingin mengakhiri hidupnya jika kita tidak peduli lagi dengannya" Sesa sudah ingin berdiri dari pangkuan Yuga dengan wajah yang muram.


"Dengarkan aku dulu!" Yuga menahan Sesa lembut.


"Aku menyanggupi permintaannya tapi tidak bisa setiap waktu untuk di sisinya. Akhirnya aku dan Doni berusaha mencarikan seorang perawat yang akan menjaganya. Aku akan datang jika mendesak saja. Dan saat di apartemen itu sama sekali bukan aku yang membawa Della masuk ke kamar Sa. Tapi karena Doni tertidur jadi Della dengan lancang masuk ke dalam kamar dengan sendirinya. Hari itu aku sudah meminta Della dan Doni untuk menungguku di dalam mobil sementara aku mandi dan berganti baju Tapi Della mengatakan jika ia akan menemanimu makanya dia ikut naik ke apartemen, siapa tau kamu tidak berangkat ke cafe katanya. Maaf karena aku masih harus berhubungan dengan Della, tapi hanya sampai kakinya sembuh Sa" Cerita Yuga panjang kali lebar.


"Sudah lah Mas, aku melarang pun kamu sudah terlanjur menyanggupi keinginan Della kan?" Ucap Sesa acuh walaupun di dalam hatinya merasa sangat berat.


"Benar Sa, tapi aku merasa lega setelah menceritakan semua ini kepadamu dan aku berjanji tidak akan mengkhianatimu" Ucap Yuga.


"Bagaimana kamu bisa melupakan Della sepenuhnya jika setiap hari kau akan selalu berhubungan dengannya" Ucap Sesa lirih.


"Aku akan menjaga kepercayaan mu Sa. Aku janji!" Yuga menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Sesa.

__ADS_1


"Tidak usah berjanji, buktikan saja" Ucap Sesa melepaskan tautan jari mereka.


"Baiklah sayang" Ucap Yuga mengecup singkat bibir merah muda yang sangat menggoda iman itu.


"Aku bukan sayangmu" Ketus Sesa bangkit dari pangkuan Yuga.


"Lalu sayangnya siapa? Vino?" Tanya Yuga sudah mulai mengeluarkan tanduknya.


"Sudahlah Mas sepertinya kamu lapar, ayo kita cari makan" Sesa membereskan barangnya ke dalam tas.


"Iya, aku sudah menahan lapar dari tadi Sa" Ucap Yuga mengusap perut rata yang berotot.


Sesa merasa bahagia karena cintanya selama ini bersambut juga. Tapi ia juga gundah karena lagi-lagi goyah dengan keputusannya. Sesa bingung harus bagaimana. Harus berenang mengikuti arus yang bisa saja menenggelamkannya atau melawan arus yang begitu berat jika ia lewati.


***


Della menghentakkan kakinya meluapkan kekesalannya. Sudah satu munggu Yuga mengabaikannya. Hanya Doni saja yang datang beberapa kali mengantarkan perawat yang sudah berganti kesekian kalinya. Mereka merasa tak sanggup dengan kelakuan Della, meski Yuga memberikan gaji yang tinggi. Sebenarnya Della juga tidak membutuhkan perawat sama sekali. Karena itu justru akan menghambat rencananya saja jika ada yang tau Della pura-pura patah kaki.


"Yuga kenapa kamu masih saja mengabaikan ku? Apa Kakiku yang patah ini masih kurang untuk menarik perhatianmu? Apa sekarang pikiranmu hanya terisi Sesa si penghianat itu?"


Della berjalan ke dapur mengambil segelas air minum untuk membasahi lehernya yang terasa kering karena terus mengumpat sejak tadi.


"Lihat saja Sesa, Aku akan merebut suamimu agar menjadi kekasihku kembali" Della tersenyum miring setelah menyelesaikan kalimatnya.


-


-


Happy reading readers 🥳 jangan lupa like dan komentarnya untuk mendukung karya ini. Terimakasih😘

__ADS_1


__ADS_2