Kekasih Sahabatku

Kekasih Sahabatku
Menemukan Della


__ADS_3

Hari hari berlalu, Sepi selalu setia mengiri langkah Sesa. Menjalani hari dengan penuh rasa gundah selama beberapa hari ini. Bersuami seperti tak bersuami, satu atap tapi tak saling sapa.


"Huuufftttt" Sesa menghembuskan napas beratnya. Memikirkan nasib rumah tangganya sungguh membuat energi Sesa terkuras.


"Untuk apa aku mempertahankan rumah tangga tanpa harapan seperti ini. Ya Allah berikanlah aku petunjuk" Sesa menyandarkan kepalanya kemudian memejamkan matanya.


"Astaghfirullah, kenapa bisa ketiduran" Sesa merutuki dirinya sendiri karena bisa tertidur dalam posisi duduk seperti tadi. Mungkin karena tubuhnya terlalu lelah.


Sesa mencari keberadaan suaminya, mungkin saja sudah pulang karena sekarang sudah jam 9 malam.Tapi kamar masih kosong dan rapi, tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana.


"Apa Mas Yuga lembur kali ini?" Sesa menutup kembali pintu kamarnya.


Sesa duduk lagi di sofa yang selama beberapa hari ini mengantarkannya ke alam mimpi. Memang sejak Sesa mengalah agar Yuga tidur di kamar, Sesa memilih tidur di sofa depan televisi. Menurutnya tidur di sofa tidak terlalu buruk, sofa itu cukup lebar untuk menampung badannya yang langsing.


Sesa merasa khawatir jika sudah larut malam begini tapi Yuga belum juga kembali. Sesa kembali membaringkan lagi tubuhnya, mungkin sebentar lagi suaminya itu pulang pikirnya.


Sementara itu di tempat lain. Yuga seseorang yang sedang ditunggu kepulangannya oleh sang istri kini justru sedang berada di dalam pesawat pribadi bersama asistennya, Doni. Tujuannya adalah pergi menyeberangi benua untuk menemui sang pujaan hati.


Keberadaan Della memang sudah di ketahui oleh Doni. Maka dari itu tanpa berpikir panjang Yuga pergi untuk menjemput wanita yang mengisi hatinya selama tiga tahun itu.


"Btw bos, kenapa loe ngga kasih tau istri loe kalau loe pergi?" Tanya Doni, karena Yuga pergi begitu saja tanpa pulang ke rumah terlebih dahulu. Bahkan masih menggunakan setelan kantornya.


"Untuk apa?" Jawab Yuga masih fokus pada koran yang di bacanya.


"Ya elah, walau loe ngga cinta sama dia tapi dia itu istri loe. Apa loe ngga kasian kalau dia khawatir karena suaminya ngga pulang. Dan gue yakin loe juga ngga kasih kabar ke dia kan?" Doni memandang wajah bosnya mencari jawaban.


Yuga menutup korannya kemudian mengalihkan perhatiannya ke luar, menatap hamparan awan dari kaca jendela.


"Astaga bos, loe bener-bener keterlaluan" Doni menepuk jidatnya setelah tidak ada jawaban dari Yuga.


"Apa leo benar-benar mencurigai Sesa terlibat atas kepergian Della?" Doni menatap bosnya dengan serius.


"Ngga usah banyak b*c*t loe" Suara Yuga dingin.


Doni hanya menggelengkan kepalanya, merasa kelakuan sahabatnya itu sudah keterlaluan.


"Oke kita akan tau kebenarannya saat tiba di sana, kita bisa langsung tanya Della" Ucap Doni pada akhirnya.


-


Pagi ini Sesa kembali kecewa setelah melihat kamar yang masih seperti tadi malam dengan ranjang yang tidak ada bekas ditiduri.


"Mas Yuga tidak pulang? Lalu kemana? Apa terjadi Sesuatu?" Sesa merasa cemas, takut terjadi apa-apa dengan suaminya.


Sesa mencari kontak Yuga, memberanikan diri menanyakan keberadaan suaminya itu.


Tapi Sesa hanya menelan kekecewaan setelah suara operator yang terdengar dalam sambungan teleponnya.


"Apa aku telepon mama aja, siapa tau mas Yuga pulang ke sana"


"Tapi tidak mungkin Mas Yuga ke sana tanpa aku, pasti kakek akan curiga" Sesa membatalkan niatnya.

__ADS_1


"Mungkin Mas Yuga memang tidak pulang karena menginap di kantor. Ya bisa jadi seperti itu" Sesa masih mencoba berpikir realistis.


***


Yuga akhirnya memijakkan kakinya di Paris setelah menempuh perjalanan kurang lebih 16 jam. Ia sudah tidak sabar ingin segera menemui sumber kegalauannya beberapa hari ini.


"Kita langsung saja Don"


"Apa bos ngga mau istirahat dulu?" Doni bisa melihat sahabatnya itu sebenarnya lelah.


"Tidak perlu" Jawab Yuga terus melangkahkan kakinya keluar bandara.


"Oke kita langsung ke sana bos" Kedatangan Yuga dan Doni sudah disambut oleh anak buah Yuga yang bertugas mencari Della.


Suasana kota paris memang terlihat indah walaupun di siang hari sekalipun. Membuat setiap orang mempunyai keinginan untuk berkunjung ke kota yang yang mendapat julukan City of Love itu. Yuga mengulas sedikit senyumnya karena kerinduannya akan segera terobati. Matanya tak henti memandang bangunan bergaya haussmann yang dapat di temukan dimana mana menunjukkan ciri khas kota paris.


"Kita sampai bos" Mobil yang di tumpangi Yuga berhenti di depan sebuah butik yang cukup besar.


Yuga berjalan lebih dulu diikuti Doni dibelakangnya.Yuga memandang seluruh butik mencari keberadaan Della. Matanya menangkap wanita berambut panjang berkalung meteran pita yang biasa digunakan untuk mengukur kain.


"Della" Della terperanjat mendengar suara berat itu.


"Yuga" Della tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


Yuga langsung menghambur memeluk Della. Rasa rindunya menguap begitu saja.


"Kenapa kamu pergi sejauh ini? Kenapa meninggalkanku?" Ucap Yuga tanpa melepaskan pelukannya.


"Apa kau sudah tidak mencintaiku?" Yuga melepaskan pelukannya untuk menatap Della.


Mata Della berair, Sebenarnya ia juga merindukan Yuga.


"Ayo kita bicara" Della menarik tangan Yuga menuju ruangan di belakang tirai dalam butik mewah itu.


Della mempersilahkan Yuga untuk duduk di sampingnya.


"Kenapa kamu datang kesini?" Della memulai berbicara.


"Tentu saja aku menjemputmu" Ucap Della.


"Bukankah sudah aku katakan jika kam mencari ku maka aku tidak nau mengenalmu lagi" Ucap Della tak mau menatap mata Yuga.


"Kenapa kamu berubah secepat ini? Apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi?" Ucap Yuga menatap tepat ke manik mata Della.


"Iya, aku sudah merelakan mu untuk hidup bersama istrimu. Aku tidak bisa seperti ini terus, kita tidak ditakdirkan untuk berjodoh. Jadi mari selesaikan ini sekarang juga" kata-kata Della terdengar tegas.


"Apa kamu bilang?" Yuga tidak percaya dengan keputusan yang Della ambil.


"Pulanglah dan jangan datang lagi kesini atau aku benar-benar akan membencimu. Jika kamu masih mencintaiku maka lepaskan aku, dan biarkan aku bahagia" Air mata Della jatuh tak terbendung.


" Kamu pasti menyembunyikan sesuatu dariku, apa ada yang memaksamu untuk pergi? Apa ini ada kaitannya dengan Sesa?" Yuga ingin memastikan kecurigaannya.

__ADS_1


"Jangan bawa-bawa orang lain. Ini semua murni keputusanku jadi cobalah menerimanya. Jika sudah selesai kamu bisa keluar. Aku masih banyak pekerjaan" Della meninggalkan Yuga begitu saja.


Yuga merasa terhantam batu yang besar mendengar penuturan Della. Kekasih yang dicintainya selama 3 tahun kini mengakhiri ikatan kasih mereka. Yuga tau semua masalah ini berawal dari dirinya. Karena pernikahan yang di inginkan keluarganya membuat hubungan percintaannya berakhir mengenaskan.


"Bos" Doni menepuk pundak atasannya.


"Carikan penginapan dekat sini untuk dua hari ke depan" Yuga berdiri dari duduknya.


"Tapi bos, bukannya jadwal kita hanya sampai besok" Doni menyusul bosnya yang mulai meninggalkannya.


"Aku tidak peduli" Yuga masih ingin membujuk Della. Yuga yakin kekasihnya itu saat ini masih bingung dengan keputusannya.


***


Ini hari ke dua Yuga tidak pulang ke rumah. Sesa semakin kebingungan harus bertanya keberadaan Yuga kepada siapa. Karena nomor Yuga sendiri susah dihubungi.


Sesa mengerutkan keningnya karena nama papa mertuanya yang tertera di layar ponselnya.


"Halo pa?" Sea mencoba bersikap setenang mungkin. Barang kali bisa mendapat info tentang keberadaan Yuga.


"Halo nak, apa kamu sedang di apartemen?"


"Iya pa, ada apa?" Sesa semakin gugup bagaimana jika papa mertuanya datang mencari Yuga.


"Dimana anak nakal itu, kenapa kemarin siang meninggalkan kantor dan saat ini tidak datang lagi?" Surya sepertinya sedang menahan amarahnya.


Sesa mengerti sekarang, berarti suaminya itu tidak pulang ke rumah juga. Lalu kemana?


"Maaf pa, mas Yuga sekarang lagi tidur karena kelelahan" Sesa mencoba mencari alasan.


"Apa maksudnya kelelahan, memangnya dia habis lari maraton?" Surya bingung dengan jawaban menantunya.


"Bukan itu pa.." Sesa mencoba menjelaskan.


"Oh hahahahaha papa tau kalian masih pengantin baru. Papa maafkan kali ini asal cepat cepat berikan papa cucu ya? Ya sudah lanjutkan kegiatan kalian. Papa tutup dulu" Surya masih tertawa saat menutup teleponnya.


Sesa yang baru sadar apa maksud dari mertuanya membuatnya malu sekali.


"Kemana kamu Mas? Apa kamu sedang mencari Della? Tapi kenapa kamu ngga kasih kabar? Apa aku tidak sepenting itu buat kamu?" Batin Sesa yang sangat menghawatirkan keadaan Yuga.


-


Yuga yang sedang berada di dalam mobil mengamati gerak gerik Della tiba-tiba merasakan nyeri di hatinya.


"Kenapa bos?" tanya Doni yang melihat bosnya tiba-tiba memegang dadanya.


"Ngga tau" Yuga juga tidak tau kenapa dadanya tiba-tiba nyeri.


-


-

__ADS_1


Happy reading readers 😘


__ADS_2