
"Apa yang kamu lakukan disini Della?" Sesa terkejut melihat Della yang duduk di kursi rodanya berada di dalam kamar Sesa. Terdengar suara gemercik air dari kamar mandi menandakan ada orang di dalamnya.
"Oh hay Sesa, gue cuma lihat-lihat saja kok. Ternyata nyaman juga ya kamar kalian" Ucap Della tanpa rasa canggung karena telah masuk ke dalam kamar orang lain.
"Keluar Della!! Tidak seharusnya kamu masuk ke sini. Sangat tidak sopan!!" Sesa tidak bisa lagi menahan amarahnya. Apalagi kepalanya yang saat ini terasa pusing membuatnya tak bisa membendung luapan luapan amarah yang ia pendam.
"Kenapa marah-marah gitu sih, santai aja kali" Della mencebikkan bibirnya. Merasa tidak terima dengan kemarahan Sesa.
"Della aku bilang keluar!!" Sesa menunjuk ke arah pintu, suaranya sudah meninggi. Hilang sudah Sesa yang biasanya lembut dan anggun.
"Emangnya kenapa? Toh Yuga juga tidak keberatan gue ada disini" Della sengaja memancing amarah Sesa.
"Aku tidak peduli yang jelas silahkan keluar dari kamar ku sekarang juga!" Sesa meraih kursi roda Della dan akan mendorongnya keluar namun Della memberontak dan akhirnya tersungkur ke lantai.
"Aduuhhh sakiiitttt" Della memegang kakinya yang masih terbalut perban.
Sesa kaget kenapa Della bisa jatuh padahal ia sama sekali belum mendorong kursinya. Ia hanya baru meraih pegangannya saja.
"Della kamu tidak papa?" Sesa berjongkok ingin membantu Della.
"Lepas!! Loe jahat banget Sa!!" Ucap Della menangis. Sesa heran kenapa Della menyalahkannya. Padahal Sesa sama sekali tidak menyentuhnya, Della terjatuh sendiri karena memberontak.
"Maksud kamu apa Della? Aku bahkan tidak menyentuhmu. Kamu terjatuh sendiri!! Sesa tidak terima dirinya di salahkan seperti itu oleh Della.
" Jahat kamu Sa!!" Della semakin terisak.
"Ada apa ini?" Yuga keluar kamar dari kamar mandi sudah dengan pakaian lengkapnya.
"Yuga tolong aku" Della memandang Yuga dengan wajah penuh air mata.
"Kenapa Della bisa jatuh Sa?" Tanya Yuga heran.
"Tadi aku han.."
"Sesa mendorongku Ga. Dia marah karena aku masuk ke sini. Aku hanya ingin melihat lihat saja kamar kalian. Tapi Sesa tidak terima melihatku ada di sini lalu dia datang lalu mendorongku hingga seperti ini" Ucap Della dengan liciknya.
"Itu tidak benar Mas!!" Protes Sesa yang merasa dirinya di fitnah oleh Della.
"Aku tidak bohong Yuga" Della kembali bersuara.
Yuga membungkuk membantu Della kembali duduk di kursi rodanya.
"Apa benar begitu kejadiannya Sa?" Yuga menatap Sesa meminta penjelasan.
__ADS_1
"Mas, aku sama sekali tidak melakukan itu. Aku memang marah karena Della berada di kamar ini. Apalagi kamu sedang mandi. Apa itu pantas? Wanita lain berada di dalam kamar pasangan suami istri sementara istrinya itu sedang tidak ada? Apa Mas Yuga lupa jika Mas Yuga pernah berjanji untuk tidak membawa Della ke dalam kamar ini?" Untuk ke dua kalinya Sesa semarah ini setelah yang pertama karena permintaan Della menjadikannya tameng untuk hubungannya dengan Yuga. Dada Sesa terasa sesak menahan tangisnya.
"Sekarang keluar, keluar kalian dari sini!!" Teriak Sesa.
"Sesa!!!!" Yuga membentak Sesa. Sesa terlonjak saking kagetnya. Yuga yang selama ini mulai hangat sekarang malah membentaknya. Hati Sesa seperti di remas rasanya, perih.
"Aku memang pernah berjanji, tapi aku juga tidak membawa Della masuk ke sini. Aku meninggalkannya di depan bersama Doni. Dan apapun alasannya kamu tidak seharusnya bertindak di luar batas seperti ini!! Kamu harus tau batasan mu. Jangan lupa posisimu saat ini!!" Kilat amarah terlihat di mata Yuga.
Sesa tersentak mendengar penuturan Yuga yang sangat menyakitkan itu. Hancur sudah pertahanan Sesa. Tak mampu lagi ia membendung air matanya saat hatinya yang mulai sembuh kembali di lukai. Mungkin di dalam sana bentuknya sudah tak beraturan lagi.
Della tertawa senang dalam hatinya karena melihat pertunjukkan istimewa di depannya.
"Benar, benar kata Kak Yuga" Sesa yang tadi dengan tegas menyuarakan hatinya kini seakan kehabisan daya. Suaranya mengecil, kembali seperti dulu Sesa yang lemah.
Yuga baru saja menyadari apa yang ia ucapkan. Mata Yuga berubah sendu.menyesali mulutnya yang tajam melukai perasaan istrinya.
"Benar jika memang tak seharusnya aku tak bertindak seperti itu. Maafkan aku yang selama ini sering melampaui batas ku sebagai istri yang tidak Kak Yuga inginkan. Maafkan aku juga karena tidak sadar posisiku karena terlalu terbuai dengan sikap hangat Kak Yuga selama ini" Bibir Sesa bergetar, sesekali ia menggigit bibir bawahnya untuk menahan tangis yang sebentar lagi akan pecah.
Sesa mengusap kasar air mata yang terus menetes dengan punggung tangannya.
Sesa menunduk mengambil tasnya yang sempat ia lempar saat Della tadi terjatuh. Sebelum Sesa pergi dari kamar itu ia menatap mata suaminya yang sudah berubah menjadi penuh penyesalan.
"Jangan lupa kamar ini terdapat CCTV, kenapa Kak Yuga tidak memeriksanya terlebih dahulu untuk mengetahui kebenarannya sebelum menyalahkan orang lain" Ucap Sesa dengan suaranya yang parau lalu berlalu meninggalkan kamar itu.
Deggg...
Della yang semula tersenyum licik, wajahnya berubah pucat jika terlihat dirinya sengaja menjatuhkan diri.
Doni merasa terusik tidurnya saat samar-samar mendengar suara berisik dari dalam kamar Yuga.
"S*al gue ketiduran"
Doni yang masih mengumpulkan sebagian nyawanya dikagetkan dengan Sesa yang berlari keluar dari kamar dengan berlinang air mata. Doni semakin bingung dengan apa yang terlewatkan selama ia terlelap.
"Doniiii"
"Doniii di mana kau??" Teriak Yuga di selimuti kabut kemarahan.
"Mampus gue" Gumam Doni. Doni berlari menghampiri Yuga.
"Ada apa bos" Doni degan wajah yang bantalnya menunjukkan ia tidak tau apa-apa.
"Dari mana saja kau b*doh, urus Della" Ucap Yuga dengan auranya yang menyeramkan. Yuga berlari keluar apartemen berharap masih sempat mengejar istrinya itu.
__ADS_1
Sampai di basemen apartemen Yuga tetap tidak bisa mengejar Sesa. Mobilnya masih terparkir di dana, berarti Sesa pergi tanpa mengendarai mobilnya. Tanpa pikir panjang Yuga masuk kemudian menancap gas mobilnya hingga bunyi gesekan ban dan lantai terdengar berdecit.
"Kamu kemana Sa? Maafkan aku" Mobil Yuga berjalan pelan menyusuri jalan berharap bisa menemukan keberadaan Sesa di sana.
"Kak Yuga? Kamu memanggilku dengan sebutan itu lagi? Sebutan yang sudah asing di telingaku. Aku tidak suka mendengarnya Sa" geram Yuga bergumam sendiri. Karena perdebatan tadi Sesa memanggilnya dengan sebutan Kaka lagi.
Setelah berputar-putar tak tentu arah mencari istrinya. Puluhan panggilan pun tak kunjung mendapat sambutan dari Sesa. Kali ini hanya satu tujuannya yang mungkin saja menjadi tempat pelarian istrinya.
Mobil Yuga telah sampai di depan rumah mewah milik keluarga Sesa. Yuga pikir mungkin saja istrinya pulang ke rumah ini.
"Den Yuga? Aden sendiri saja tidak sama Non Sesa?" Tanya Pak Ujang menundukkan kepalanya di sebelah kemudi Yuga. Pertanyaan Pak Ujang justru mampu menjelaskan bahwa Sesa tidak ada di rumah ini.
"Jadi Sesa nggak kesini Pak?" Yuga semakin frustasi mencari keberadaan istrinya.
"Maksud aden?" Tanya Pak Ujang heran.
"Tidak papa Pak, kalau begitu saya ngga pergi dulu" Yuga langsung memutar mobilnya kembali.
"Loh den kok ngga jadi masuk?" Ucap Pak Ujang sudah tidak digubris oleh Yuga.
Tujuan Yuga sekarang adalah ke cafe Sesa, walaupun perasaanya tidak yakin Sesa ada di sana tapi tak ada salahnya Yuga mencobanya.
-
Yuga mendekati dewi yang sedang berada di meja kasir. Tanpa basa basi Yuga langsung mengutarakan niatnya menyambangi cafe ala anak muda jaman sekarang itu.
"Dimana Sesa?" Suara dingin khas Yuga mengagetkan Dewi yang sedang fokus menghitung uang hasil penjualan.
"Bukannya Mba Sesa sudah pulang dari tadi siang Pak? Katanya tidak enak badan makanya pulang lenih awal" Jelas Dewi masih dengan rasa terkejutnya karena suami bos nya yang tampan ini berada di depannya.
Sudah ia duga sebelumnya. Yuga meninggalkan cafe begitu saja hingga membuat Dewi bertanya-tanya dalam hatinya.
"Kemana lagi aku cari kamu Sa?" Yuga frustasi mengajak rambutnya.
Hari sudah gelap. Tapi Yuga belum juga menemukan Sesa. Yuga khawatir jika terjadi sesuatu dengan istri cantiknya itu. Dengan langkah yang berat kaki Yuga sampai di apartemennya lagi.
Yuga masuk ke dalam kamar ingin segera membasuh tubuhnya yang lengket. Mata Yuga membola seketika melihat pemandangan di depannya.
-
-
Kemana sebenarnya Sesa ya guys?
__ADS_1
Tunggu episode besok ya, kita bakalan tau Sesa lari ke mana saat sedang bersedih.
Jangan lupa tinggalkan komentar yang membangun 😘