Kekasih Sahabatku

Kekasih Sahabatku
Bukti


__ADS_3

Sebenarnya kamu mau bawa aku kemana sih?" Maya sudah berada di dalan mobil Bayu. Setelah tadi mati-matian menahan malu karena Bayu terus saja menggenggam tangannya saat berjalan keluar kantor. Sepertinya setelah ini Maya harus bersiap dengan gosip yang akan didengarnya.


"Cari makan siang" Jawab Yuga asal.


"Cari makan kenapa harus di sini?" Tanya Sesa setelah Bayu menghentikan mobilnya di depan restoran mewah.


"Sekali-sekali gapapa. Ayo" Bayu menggandeng Sesa masuk ke dalam restoran bintang lima itu.


Bayu celingukan mencari sesuatu di dalam restoran. Setelah matanya berhasil menangkap objek yang di carinya, bibirnya mengulas senyum sumringah.


"Hay ma, ini pesanan mama sudah Bayu bawa" Bayu mendekati perempuan yang sudah berumur tapi masih terlihat cantik dan anggun.


"Oh ini calon matu mama?" Sontak mata Sesa terbelalak mendengar kata mama dari mulut Bayu dan wanita yang telah duduk di depan Bayu.


"Kenalin ma, ini Maya. Pacar Bayu" Bayu menarik Maya agar berdiri di sampingnya. Karena dari tadi Maya berusaha bersembunyi di balik punggung Bayu.


"Maya tante" Maya meraih tangan Mamanya Bayu lalu mencium punggung tangannya.


"Tante sudah tau banyak tentang kamu dari Bayu" Senyum ramah terukir untuk Maya. Tangan yang semula terasa dingin kini sedikit menghangat kerena melihat senyuman itu.


"Kurang ajar banget si Bayu ngajak ketemu nyokapnya ngga bilang-bilang dulu. Awas aja, perlu di ulti nih orang" Gerutu Sesa dalam hatinya. Matanya melirik tajam kepada Bayu yang berdiri di sampingnya.


"Ayo duduk dulu, ngga enak kalau ngobrol sambil berdiri. Mama sudah pesankan makanan untuk kalian" Ucap Mama Bayu.


"Terimakasih tante" Jawab Maya canggung.


"Jangan panggil tante, mulai sekarang biasakan panggil mama, kamu kan calon menantu mama" ?Maya tak menyangka mama Bayu begitu hangat kepadanya.


"Iya tan_, maksud Maya mama" Walaupun begitu Maya tetap merasa canggung saat berhadapan dnegan calon mertuanya. Tangan Maha meremas ujung bajunya di balik meja, untuk mengurangi rasa gugupnya.


"Jadi kapan kalian mau melangsungkan pernikahan? Mama harap sih ngga usah lama-lama karena mama pingin cepat punya cucu"


Kalimat yang di keluarkan mamanya Bayu sungguh membuat Maya kaget bukan kepayang. Bagaimana tidak, dalam satu kalimatnya Maya di dikagetkan dengan pertanyaan tentang pernikahan yang belum terbayang sama sekali di benak Maya. Ditambah lagi permintaan cucu.


"Menikah saja belum sudah bahas cucu. Apa keluarga ini terlalu blak-blakan?" Maya menggerutu di dalam hatinya lagi.


Bayu yang melihat Maya sedang terpaku mendekatkan bibirnya ke telinga Maya.


"Aku tau kamu sedang menggerutu" Bisik Bayu membuat Mata Sesa melotot seketika.


"Kalau Bayu sih kapan aja siap ma, tinggal Mayanya gimana?" Bayu melirik Maya yang masih terdiam.


Dengan segenap keberanian yang Maya miliki, Maya mencoba untuk menyuarakan apa yang ada di dalam hatinya, sebelum mengambil keputusan untuk menikah dengan Bayu.

__ADS_1


"Tante, emm maksud Maya mama. Maaf sebelumnya karena bersikap tidak sopan sama tante" Bayu melihat wajah Maya yang tiba-tiba sendu, Bayu ketar ketir dengan apa yang akan Maya sampaikan. Bayu takut Maya akan mengambil keputusan di luar dugaannya.


"Mama, Maya memang mencintai Bayu putra tante. Tapi Maya ini tidak sederajat dengan keluarga mama. Maya hanya anak dari keluarga broken home, dan kini hidup sebatang kara. Maya rasa Maya tidak pantas untuk menjadi menantu mama" Satu tetes air mata menetes di pipi Maya.


"Maya!! Jangan aneh-aneh kamu ya!!" Bayu marah mendengar ucapan Maya kali ini. Ia tak menyangka jika Maya menyerah begitu saja hanya karena status sosial.


"Sayang, sekarang mama tau kenapa Bayu begitu tergila-gila kepadamu" Bukannya tersinggung dengan perkataan Maya wanita tua itu justru tersenyum.


"Sepertinya anak mama ini tidak salah memilih calon menantu untuk keluarganya" Ucap Mama Bayu.


Maya masih bingung, belum mencerna ucapan calon mertuanya itu.


"Maya, kamu tidak usah khawatir nak. Keluarga mama tidak pernah memandang rendah status sosial seseorang. Semua sama di mata Tuhan, hanya akhlak yang baik dan budi pekerti yang membedakannya" Mama Bayu menyunggingkan senyuman tulus untuk Maya.


Sesa semakin terisak mendengar halus yang keluar dari seorang ibu.


"Jadi kamu tidak usah khawatir, kami merestui hubungan kamu dan Bayu" Kalimat terakhir dari calon mertuanya.


"Kamu dengar sendiri kan sayang, jadi jangan pernah berpikiran untuk pergi dariku hanya karena kita berbeda" Bayu menggenggam tangan Sesa yang berada di bawah meja.


***


PLAKKKK


Satu tamparan mendarat di pipi kiri Yuga. Kilatan amarah terpancar dari mata Vani. Yuga yang mendapat telepon dari mamanya untuk datang ke rumah justru disambut dengan sebuah tamparan.


"Tidak ma, ini tidak seperti yang mama pikirkan" Yuga mencoba menjelaskan duduk permasalahannya.


"Apa hah? Masih mau membela diri kalau kamu nggak salah!!" Yuga baru kali ini melihat mamanya semerah ini.


"Bukan begitu ma, ini salah paham!" Yuga mencoba menghentikan kesalahpahaman yang terjadi di sana.


"Yuga mendekati Della hanya untuk membongkar kejahatannya ma, apalagi Della sempat mengatakan jika yang membuangnya adalah kakek. Maka dari itu Yuga hanya ingin mencari tau kebenarannya ma"


"Naya, ambilkan amplop coklat di dalam laci kamar mama" Naya menahan tangisnya saat melihat pertengkaran mama dan kakaknya.


"Iya ma"


"Sebelumnya mama sudah peringatkan kepadamu untuk tidak bermain-main dengan pernikahan ini. Sekarang kamu baru merasakan kehilangan istri dari sisimu. Mama sudah mengatakan di saat kamu menyesal kamu telah kehilangan segalanya Yuga"


"Ini ma" Vani menerima amplop coklat dari Naya.


Vani melemparkan amplop itu ke atas meja.

__ADS_1


"Lihat itu, semua bukti kelicikan mantan kekasihmu ada di situ. Kakek mu bahkan sudah mempersiapkan semuanya sebelum ia meninggal. Kakek mu tau jika perempuan itu tidak baik untukmu. Mama selma ini hanya diam, tapi mama tidak tau kalau kamu akan sebodoh ini Yuga. Seharusnya bukti ini tidak akan pernah keluar jika kamu sedikit pintar. Kenapa malah kamu menjadi bodoh dan kembali lagi kepada perempuan itu. Kemana otak mu yang selalu mama banggakan dulu? Buka itu!!" Yuga hanya bisa diam tanpa bisa membantah ucapan Vani.


Tangan Yuga meraih amplop yang dilemparkan Vani tadi. Mengeluarkan kertas dari dalamnya. Sebuah surat perjanjian yang telah di telah du tandatangani oleh Della Yunita, dan sebuah flashdisk. Naya yang mengerti wajah kebingungan kakaknya dengan inisiatif mengambilkan laptop untuk membuka isi flashdisk itu.


"Sebelum kamu melihat isi dari flashdisk itu, kita dengarkan dulu seseorang mewakili kakek mu" Yuga mengerutkan keningnya


"Masuk lah Pak"


Saat laki-laki paruh baya seumuran papanya masuk ke dalam ruangan itu, Yuga mengakui kalau dirinya sangat bodoh saat ini. Kenapa ia tidak mengingat laki-laki itu sebelumnya.


"Selamat siang Tuan muda" Laki-laki itu membungkukkan sedikit badannya, memberi hormat kepada Yuga.


"Om Rudi" Lirih Yuga.


Pria yang bernama Rudi hanya tersenyum melihat raut terkejut di wajah Yuga.


"Yuga, kamu bilang ingin mendekati Della hanya untuk mengetahui kebenaran tentang kakek? Kamu lupa jika kakek selalu bersama dengan Pak Rudi? Kenapa kamu tidak langsung bertanya padanya? Tapi kamu malah melakukan hal yang bodoh!!" Kali ini Vani benar-benar tidak peduli lagi dengan putra kebanggaan. Luapan emosi terus saja keluar dari mulutnya.


"Yuga tidak berpikir sampai kesana ma" Yuga mengacak rambutnya.


"Sekarang terima saja hasil dari keputusanmu itu. Bahkan papa saja sudah tidak mau berbicara lagi denganmu!!" Vani akhirnya memilih duduk setelah meluapkan semua unek-uneknya.


"Jadi apa yang sebenarnya dilakukan Kakek om? Lalu apa maksud surat perjanjian ini?"


"Sebelumya saya minta maaf karena baru bisa mengatakan semua ini kepada Tuan muda. Tapi ini atas permintaan Tuan besar juga. Sebenarnya sejak dulu saya sudah mengawasi Tuan muda, mulai pekerjaan hingga kehidupan pribadi. Jauh sebelum perjodohan antara Tuan muda dengan Nona muda, sebenarnya Tuan besar sudah mengetahui tentang kedekatan Tuan muda dengan Nona Della" Yuga tersentak mendengar penuturan asisten Kakeknya itu.


"Maka dari itu Tuan besar pun mengutus saya untuk menyelidiki latar belakang Nona Della dan segala kehidupannya. Hingga saya menemukan niat buruk dan skandal Nona Della kepada Tuan muda"


"Niat buruk? Skandal? Apa maksudnya?" Yuga mengerutkan keningnya. Kejutan apa lagi yang akan ia dapatkan kali ini.


"Jawabannya ada di dalam flashdisk itu Tuan muda, tapi sebelum itu ijinkan saya melanjutkan kebenaran ini. Saat itu Tuan muda marah besar karena ada yang dengan sengaja memanfaatkan kebaikan Tuan muda. Maka dari itu, Tuan besar ingin memisahkan kalian berdua dengan sebuah pernikahan yang direncanakan. Tapi ternyata hal itu tidak membuat kalian berdua menjauh. Hingga Tuan besar membuat sebuah peringatan kepada kalian tentang skandal foto waktu itu, dan berharap bahwa hal itu bisa membuat Tuan muda menjauhi Nona Della"


Yuga teringat saat fotonya dan Della beredar setelah pernikahannya.


"Pantas saja waktu itu sudah sekali mencari pelakunya. Ternyata di balik itu semua adalah kakek" Gumam Yuga.


Yuga juga ingat para pemegang sahan yang dengan mudahnya menerima penjelasan Yuga tanpa tuntutan apapun.


"Tapi sentilan kecil itu tak berarti apapun bagi kalian berdua. Hingga Tuan besar memutuskan untuk menemui Nona Della. Tuan besar bersedia memberikan apapun kepada Nona Della asal menjauh dari kehidupan Tuan muda. Tapi Nona Della bersikeras menolaknya. Hingga Tuan besar menunjukkan rahasia yang di sembunyikan oleh Nona Della. Setelah itu bisa di lihat sendiri di dalam surat perjanjian itu. Semua yang tertulis di sana adalah murni permintaan Nona Della tanpa di rekayasa. Saya juga ada video pendukung tentang ucapan saya ini. Sebenarnya Tuan besar tidak ingin terlibat dengan Nona Della sama sekali jika peringatan pertama waktu itu berhasil" Rudi menjabarkan semuanya tanpa ada yang ia tutupi dari Yuga.


"Silahkan buka buktinya taun, dan juga cermati surat perjanjian itu!"


-

__ADS_1


-


Happy reading☺


__ADS_2