
Sudah satu bulan kepergian Kakek Adi. Ketakutan semakin menyerang hati Sesa. Ia takut jika kepergian Kakek Adi adalah akhir dari semua ini. Bukankah sudah tidak ada alasan lagi untuk Yuga tetap mempertahankan pernikahan ini. Karena alasan paling kuatnya sudah tidak ada lagi di dunia ini. Tapi selama satu bulan ini Yuga tidak berubah. Tidur masih dengan memeluk Sesa, masih hangat dengan Sesa, bahkan tidak pernah mengacuhkan Sesa. Semua itu membuat Sesa bingung.
"Sa, masak apa?" Akhir pekan ini Yuga dan Sesa berada di rumah. Mereka memang lebih sering menghabiskan waktu di rumah jika hari libur seperti ini.
"Masak soto betawi" Jawab Sesa.
"Enak nggak?" Yuga menggoda istrinya.
"Apa pernah masakan Sesa ngga enak?" Sesa menatap tajam suaminya itu.
"Masakan kamu itu masakan yang paling enak yang pernah aku makan" Yuga tersenyum melihat ekspresi Sesa tadi.
"Halah palingan Mas Yuga bilang kaya gitu biar ada yang masakin kan tiap hari kan?" Sesa mengira ucapan suaminya itu hanya gombalan semata. Padahal benar apa yang Yuga katakan jika masakan Sesa memang selalu pas di lidah Yuga.
"Enggak lah Sa, aku jujur kok" Ucap Yuga tidak terima.
"Iya iya Mas, ya udah ayo makan. Soto betawinya sudah siap" Sesa membawa mangkuk berisi kuah soto yang panas terlihat menggoda hanya dengan mencium baunya.
Sesa menyiapkan satu mangkuk soto betawi untuk suaminya.
"Silahkan si coba Tuan" Sesa menggoda suaminya.
"Terimakasih Nona" Balas Yuga.
"Ha ha ha ha" Mereka berdua tertawa bersama karena tingkah konyol mereka.
"Kemana larinya Mas Yuga yang dulu dingin dan datar. Lalu siapa yang ada di hadapanku sekarang ini? Kenapa begitu hangat dan lucu" Batin Sesa melihat suaminya yang sedang menikmati soto betawi buatannya.
"Sa, kita jalan yuk?" Ucap Yuga tiba-tiba.
"Jalan? Kemana? Tumben Mas Yuga ajak Sesa jalan?" Tanya Sesa.
"Ya jalan aja ke mall atau nonton gitu. Setelah kepergian Kakek kita belum pernah jalan keluar lagi" Yuga menunggu jawaban Sesa.
"Boleh deh, Sesa juga bosan hari ini di rumah terus" Ucap Sesa senang.
"Yeessss" Jawab Yuga mengepalkan tangannya.
"Apaan sih Mas haha" Sesa tertawa melihat kelakuan suaminya yang semakin hari semakin aneh.
***
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk ke mall untuk nonton sekalian berbelanja. Sesa tau jika sebenarnya Yuga tidak suka film romantis atau pun horor. Dulu Yuga memang sering menemani Della nonton film kesukaannya. Namun dalam diam Sesa selalu memperhatikan Yuga yang memejamkan matanya sepanjang film di putar. Maka kali ini Sesa membeli tiket film bergenre Aksi. Kebetulan malam ini sedang tayang film tentang superhero. Beberapa bulan ini memang Sesa kerap sekali menemui Yuga yang sedang menonton film dengan genre yang sama di rumah. Bukankah setua apapun usia seorang pria pasti ada sisi kekanakannya?
"Ayo Mas! ini tiketnya" Ucap Sesa memberikan dua lembar tiket kepada Yuga.
Yuga menerima tiket itu kemudian tersenyum senang.
__ADS_1
"Kamu mau nonton film ini? Kamu yakin suka?" Tanya Yuga tak percaya.
"Tenang saja Mas, Aku ini penikmat semua genre" Sesa menepuk bahu Yuga pelan.
Yuga mencubit hidung Sesa gemas.
Sesa melirik Yuga yang duduk di sebelahnya. Sudah hampir separuh film di putar tapi Yuga masih menikmati alurnya. Tidak memejamkan matanya seperti dulu. Karena dulu Della lebih suka film romantis atau horor. Sesa senang kali ini Yuga bisa menikmati film kesukaannya.
Merasa di perhatikan Yuga menoleh ke samping.
"Kenapa?" Tanya Yuga.
Sesa tersenyum kemudian menggeleng. Tapi Sesa merasakan hangat pada tangannya yang ternyata sudah dalam genggaman Yuga. Sungguh ini salah satu hari yang membahagiakan untuk Sesa, hingga Sesa tak pernah memudarkan Senyumnya.
-
Sesa benar-benar menikmati harinya dengan Yuga. Atau lebih tepatnya kencan mereka. Kali ini Yuga melarang Sesa untuk memasak makan malam karena sekalian akan makan diluar.
Mereka masuk ke dalam restoran jepang yang berada di mall tersebut. Suasana restoran tampak ramai bahkan hampir semua meja sudah terisi oleh pengunjung.
"Kita duduk di sana saja Mas" Tunjuk Sesa pada salah satu meja paling ujung.
Yuga hanya menurut apa kata istrinya saja. Memesan makanan pun juga Sesa yang mengurus. Karena Yuga sudah tau jika Sesa hafal apa saja yang ia suka dan tidak suka.
Setelag menunggu cukup lama satu persatu pesanan mereka datang. Sesa sudah sangat merindukan makan makanan jepang seperti ini. Biasanya ia akan menikmati ini semua bersama ke dua sahabatnya.
"Hay Sesa, Pak Yuga" Sapa dokter Vino yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Sesa.
"Hay Vin, kamu disini juga?" Tanya Sesa.
"Iya kebetulan mampir habis ada acara dekat sini. Ngomong-ngomong saya boleh gabung disini kan? Soalnya udah ngga ada meja yang kosong" Ucap Vino sambil melihat seluruh resor yang penuh.
"Ohh iya gapapa sini gabung aja" Ucap Sesa mempersilahkan Vino duduk di sebelahnya.
Yuga langsung melotot tak percaya dengan Sesa yang dengan mudahnya menerima orang lain saat sedang kencan dengan Yuga.
Melihat Vino yang akan duduk di sebelah Sesa, Yuga langsung menarik Sesa agar lebih mendekat ke arah Yuga. Hal itu tentu saja membuat Sesa kaget dan sedikit malu kepada Vino. Sementara Vino hanya tersenyum tipis melihat tingkah Yuga seperti seseorang yang sedang menunjukkan rasa cemburunya.
Makan malam yang sangat tidak menyenangkan menurut Yuga karena semenjak Vino datang dia terus mengajak Sesa berbicara tanpa mempedulikan keberadaan Yuga yang dari tadi di acuhkan. Yuga sudah memasang wajah tidak bersahabat dari tadi. Tapi Vino seolah buta karena yang ia butuhkan disitu adalah Sesa bukan Yuga.
"Hemm" Yuga berdehem mengalihkan perhatian dua orang yang katanya teman lama itu.
"Ayo pulang" Yuga segera berdiri tanpa menunggu Sesa. Yuga sudah dalan keadaan mood yang buruk.
"Mas tunggu, Aku duluan ya Vin" Sesa terburu buru menyusul suaminya yang sudah berada jauh di depan.
Kini Sesa sudah berada di apartemen. Yuga sedang berada di kamar mandi. Tapi Sesa heran kenapa suaminya sedari tadi diam seribu bahasa. Bahkan sejak di dalam mobil hingga saat ini tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
__ADS_1
Yuga keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan baju tidurnya. Dengan wajah datar dan dinginnya Yuga langsung membaringkan tubuhnya untuk tidur. Tidak menghiraukan Sesa yang sejak tadi menatapnya.
"Huffftt lebih baik aku mandi dulu" Batin Sesa.
Sesa keluar dari kamar mandi pun Yuga masih saja cuek dengan keberadaan Sesa. Bahkan kini Yuga mulai berbaring menyamping membelakangi ranjang tempat Sesa. Sesa semakin merasa bingung karena setiap malam Yuga selalu memeluknya tapi kini tidur membelakanginya.
Sesa naik ke atas ranjang mencoba mendekati suaminya.
"Mas?" Tak ada tanggapan dari Yuga.
"Mas Yuga kenapa? Marah sama Sesa? Sesa ada salah ya?" Yuga masih saja tak bergeming.
Sesa masuk dalam selimut kemudian memeluk tubuh kekar Yuga dari belakang. Sesa juga bingung kenapa ia punya keberanian seperti ini.
"Mas, jika Sesa ada salah beri tahu Sesa, tegur Sesa jangan diam seperti ini" Suara Sesa lembut terucap di sekat telinga Yuga.
"Mas Yuga masih ngga mau bilang sebenarnya ada apa?" Ucap Sesa lagi.
Ketika Sesa ingin melepaskan pelukannya tiba-tiba tangan Yuga menahannya. Sesa tersenyum di balik punggung Yuga.
"Jadi kenapa Mas Yuga dari tadi diemin Sesa?" Ucap Sesa. Tangan Sesa melingkar di pinggang Yuga dan mengusap perut sixpack suaminya pelan.
"Sekarang aku mau tanya, sebenarnya suami kamu itu aku atau Vino?" Tanya Yuga masih memunggungi Sesa.
"Ya Mas Yuga lah" Jawab Sesa.
"Terus kenapa kamu tadi malah asik sendiri sama dia sementara di sana juga ada aku?" Tanya Yuga lagi.
"Ohh Sesa tau sekarang. Jadi dari tadi Mas Yuga diam kaya gini itu karena cemburu sama Vino?" Ucap Sesa setelah menegakkan badannya untuk melihat wajah Yuga.
"Siapa yang cemburu, mana ada aku cemburu!!" Ucap Yuga sebal.
"Ngaku aja deh Mas" Sesa semakin menggoda suaminya dengan mencubit kecil pinggang suaminya.
"Enggak" Yuga tetap mengelak.
"Yakin?" Sesa menggelitik pinggang suaminya.
"Sesa berhenti, Sesaaaa!!!" Teriak Yuga karena kegelian.
Yuga tidak menyangka rasa marahnya menghilang begitu saja saat Sesa membujuknya. Sungguh hal yang langka karena saat bersama Della jika Yuga sudah marah bisa sampai berhari hari sembuhnya.
-
-
Semoga kalian suka readers dan jangan lupa tinggalkan komentar yang membangun ya😘
__ADS_1