Kekasih Sahabatku

Kekasih Sahabatku
lagi lagi pelukan


__ADS_3

"Makasih udah antar Sesa ya Mas" Ucap Sesa mencium tangan Yuga sebelum keluar dari mobil.


"Hemmm, nanti jangan pulang dulu sebelum aku datang" Pesan Yuga kepada istrinya itu.


"Iyaa, Mas Yuga hati-hati ya?" Sesa tersenyum lembut kepada suaminya.


"Iya" Jawab Yuga.


Sesa masih berdiri di depan cafe menunggu mobil Yuga menghilang dari pandangannya.


"Sesa" Panggil Seseorang.


"Loh Vino kok kamu disini?" Sesa memutar langkahnya ke arah meja Vino.


"Habisnya aku ketagihan sama kopi di sini" Ucap Vino tersenyum canggung.


"Bisa aja kamu, hari ini ngga praktek?" Tanya Sesa lagi.


"Aku piket siang, dari sini aku langsung ke rumah sakit" Jelas Vino.


"Oh iya, sebenarnya kamu udah stay di sini apa masih di Jogja?"


"Aku masih di Jogja, kasian Ibu kalau aku tinggal disini terus. Paling sebulan sekali aku pulang atau Ibu yang akan datang kesini" Tutur Vino setelah menyeruput kopi yang menjadi favoritnya mulai dari kemarin.


"Iya sampai lupa, gimana kabar Budhe Wanti? Sehat kan?" Sesa mengingat wanita paruh baya yang dulu sering mengepang rambut Sesa.


"Sehat Alhamdulillah, tapi ya biasa Ibu sudah mulai sepuh jadi sering sakit sakitan" Vino sedih mengingat keadaan Ibunya di Jogja.


"Kenapa ngga kamu ajak Budhe Wanti tinggal disini saja Vin?" Ucap Sesa.


"Sudah Sa, tapi Ibu ngga mau. Lagipula aku juga ngga menetap disini"


"Yang sabar ya, orang tua emang sukanya hidup damai di kampung halamannya. Makanya kamu cepetan kasih mantu buat Ibu kamu dong" Ucap Sesa.


"Maunya sih gitu tapi kamunya keburu di ambil orang" Ucap Vino mendadak serius menatap Sesa. Suasana menjadi sedikit canggung.


"Apaan sih kamu Vin. Ya udah aku ke dalam dulu ya" Ucap Sesa beranjak dari duduknya.


"Eh tunggu Sa, boleh minta nomor ponsel kamu ngga?" Ucap Vino menyodorkan ponselnya.


"Boleh" Sesa menerima ponsel Vino kemudian mengetik 12 angka di ponsel Vino.


"Save nomor aku ya" Vino mengirim pesan ke ponsel Sesa.


"Oke, aku ke dalam dulu ya" Sesa tersenyum kemudian meninggalkan Vino yang masih menatap Sesa dalam.

__ADS_1


***


"Pak Bayu mana dokumen yang saya minta tadi pagi?" Maya berbicara dengan Bayu tapi enggan menatap orangnya.


"Bu Maya tadi udah ketemu, sekarang ngapelin saya lagi. Udah kangen ya?" Bayu memasang wajah yang ngeselin menurut Maya.


Maya tidak menanggapi godaan Yuga, tangannya terulur menggerakkan jarinya seakan isyarat untuk Bayu segera menyerahkan dokumen yang di minta Maya.


Bayu meraih tangan Maya kemudian mencium punggung tangannya. Sebelum Maya mengeluarkan sumpah serapahnya Bayu menempelkan dokumen di depan muka Maya kemudian melarikan diri.


"Dasar s*nting!!!!!!!" Maya mulai mengeluarkan tanduknya.


Entah kenapa Maya begitu membenci Bayu. Kalau di pikir pikir Bayu sama sekali tidak pernah membuat kesalahan pada Maya selain bercanda yang sangat mengganggunya. Maya hanya tidak suka pria playboy dan menurut kabar di kantor Bayu termasuk pria playboy, karena banyak gadis kantor yang menjadi korbannya. Maya juga sering melihat Bayu dekat dengan banyak wanita dan bercanda dengan banyak wanita di kantor.Maya seperti anti pati dengan Bayu karena Maya tidak mau menjadi korbannya.


***


Sudah hampir jam 11 malam tapi Yuga belum juga datang menjemput Sesa. Karyawan Sesa sudah bersiap ingin pulang, tapi mereka tidak tega melihat bosnya yang masih sendiri di cafe menunggu kedatangan suaminya.


"Udah gapapa kalian pulang saja" Sesa tau mereka pasti merasa tidak enak jika pulang duluan.


"Tapi mbak" Ucap Dewi.


"Sebentar lagi Mas Yuga datang kok, kamu tenang saja" Sesa meyakinkan mereka untuk pulang.


Sesa menatap ke luar jendela berharap suaminya akan segera datang menjemputnya. Sesa ingat pesan suaminya pagi tadi. Akhirnya Sesa mengambil appronnya mengusir rasa bosannya. Sesa mulai memasukkan bahan untuk membuat matcha mille crepe kesukaan suaminya.


Sesa sudah hanyut jika bertemu hobinya. Tinggal satu sentuhan lagi, menaburkan bubuk matcha di atasnya, warna hijau yang cantik.


Sesa tersentak karena tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang.


"B*doh" Suara itu mengurungkan niatnya untuk memukul orang di belakangnya dengan teflon.


"Mas Yuga?" Ucap Sesa.


"Hemm, kenapa belum pulang?" Yuga membalikkan badan Sesa untuk menghadapnya.


"Tadi pagi kata mas Yuga . . . "


"Maaf" Yuga memotong perkataan Sesa.


"Maaf tadi ada meeting mendadak dari tadi sore dan baru saja selesai" Yuga menempelkan dahinya ke dahi Sesa. Yuga memejamkan matanya. Tak menyangka kalau istrinya mematuhi pesannya tadi pagi. Bahkan seharusnya bisa saja Sesa pulang lebih dulu tanpa harus menunggu Yuga.


"Kamu sendiri di sini?" Tanya Yuga tanpa masih dalam posisi yang sama.


Sesa menganggukkan kepalanya pelan. Sesa sudah tidak mampu lagi untuk menatap Yuga dalam jarak sedekat ini, dengan orang yang dicintainya. Jangan lagi tanyakan kondisi jantungnya yang sudah tidak normal.

__ADS_1


Yuga beralih memeluk tubuh ramping Sesa.


"Maaf, bukanya aku lupa menjemputmu. Tapi tadi meeting sangat urgent banget dan ponsel aku mati" Ucap Yuga.


"Gapapa Mas, tapi masalahnya sudah selesai kan?"


"Hemmm" Jawab Yuga seperti biasa.


"Oh iya aku baru saja buat cake kesukaan Mas loh, mau makan disini atau bawa pulang saja?" Sesa melepaskan pelukan Yuga dan menunjukkan hasilnya selama menunggu suaminya itu. Sesa sudah panas dingin mendapatkan perlakuan romantis dari suaminya. Maka dari itu Sesa lebih memilih mengakhiri sesi tempel menempel itu.


"Disini saja, aku sudah lapar" Jawab Yuga kemudian mencari kursi untuk tempat duduknya.


Sesa mendekati Yuga membawa cake dan segelas air minum. Sesa baru sadar jika penampilan suaminya sudah berantakan namun tak mengurangi kadar ketampanannya sama sekali.


"Ini Mas, silahkan di coba" cake cantik itu sudah tersaji di depan Yuga.


Yuga mulai memasukan potongan demi potongan ke dalam mulutnya. Crem yang manis berpadu dengan rasa sedikit pahit dari matcha lumer di mulut Yuga.


"Kenapa pintunya ngga dikunci? Kalau ada yang masuk gimana? Untung saja tadi aku yang masuk" Ucap Yuga menegur kecerobohan Sesa.


"Hehe lupa Mas" Ucap Sesa mengakui kesalahannya.


"Ceroboh banget" Omel Yuga yang malah terlihat lucu di mata Sesa. Membuat wanita cantik itu sedikit terkekeh.


"Kenapa tertawa?" Ucap Yuga dengan tatapan tajamnya.


Sesa hanya menggelengkan kepalanya tanpa melepas senyumnya.


Dreett Dreettt


Ponsel Sesa menyala saat sebuah notifikasi masuk ke dalamnya. Sesa melihat ponselnya lalu tersenyum tipis melihat siapa yang mengirim pesan kepadanya. Sesa mengetikkan sesuatu lalu meletakkan kembali ponselnya di atas meja. Semua pergerakan Sesa itu tak pernah luput dari pengawasan mata Yuga.


"Siapa?" Tanya Yuga dengan suara dan tatapan tajam siap menerkam mangsanya.


-


-


Happy reading readers😘


Jangan lupa tinggalkan jejakmu🤗


-


-

__ADS_1


__ADS_2