
"Bos!!" Doni berusaha menetralkan napasnya karena berlari mencari keberadaan Yuga.
"Don, apa Sesa udah nggak mau kasih gue kesempatan untuk jelasin semuanya?" Suara yang biasanya tegas itu kini terdengar putus asa di telinga Doni.
Doni mendekati Yuga lalu duduk di sampingnya. Doni menepuk pelan pundak sahabatnya yang sedang rapuh itu.
"Jangan menyerah dulu. Buktikan kalau lo bener- bener cinta sama dia. Kejar terus samapi lo dapat maaf darinya. Apalagi ini hanya kesalahpahaman, gue yakin kalau Sesa bisa berpikir jernih setelah mendengar penjelasan dari lo" Doni merasa iba melihat sahabatnya yang hancur.
"Tapi kemana lagi kita harus cari Sesa Don, dia sudah pergi lagi!!" Ucap Yuga lesu.
"Tenang bos, lo lupa kalau gue tadi yang bawa Maya?" Doni tersenyum miring.
FLASHBACK ON
"Bos lo ngga capek apa? Kita udah muter-muter di sini berapa kali? Ini juga tempat anak muda pada nongkrong. Mana mungkin juga orang hamil malam-malam kesini" Doni terus saja menggerutu.
"Diamlah Don, kalau lo pingin balik ke hotel balik aja dulu. Gue tetep bakalan cari Sesa walaupun itu kemungkinan kecil dia ada di sini" Mata Yuga terus menelisik di antara orang-orang yang begitu banyaknya.
"Lebih baik sekarang lo istirahat dulu deh, ingat kondisi lo belum terlalu fit. Besok kita car_" Suara Doni berhenti saat Yuga mengangkat tangannya ke depan wajah Doni. Doni mengikuti arah pandang Yuga yang sedang berdiri mematung menatap lurus ke depan.
"Lo urus bini lo, gue urus betina yang satu itu!!" Ucap Doni mengerti apa yang barus ia lakukan.
Yuga sempat melihat Doni yang menarik Maya menjauh dari Sesa, namun Yuga kembali fokus kepada wanitanya. Wanita cantik yang menjadi poros dunianya saat ini. Ia seakan tidak percaya bisa melihat istrinya lagi. Rambut panjangnya, tubuhnya yang sedikit berisi di balut kardigan berwarna soft pink, membuat wanita yang selama satu bulan lebih tidak ditemuinya itu semakin terlihat cantik.
Mata Yuga memerah menahan tangisnya. Ada rasa bahagia yang begitu besar di dalam hatinya kala bertemu kembali dengan pujaan hatinya.
FLASHBACK OFF
"Jadi lo udah dapat alamat rumah Sesa?" Ada setitik harapan di hati Yuga.
Doni menganggukkan kepalanya dengan bangga.
"Makasih sob, gue ngga tau lagi harus gimana tanpa bantuan lo, gue pasti udah hancur dari kemarin-kemarin kalau ngga ada lo" Yuga tiba-tiba memeluk Doni dengan erat yang justru membuat Doni merasa risih.
"Apaan sih, lepas ah. Malu gue diliat orang. Giliran gini aja gue di anggap sahabat" Gerutu Doni di sambut kekehan oleh Yuga.
"Antar gue ke rumah Sesa sekarang Don!!" Yuga sangat bersemangat untuk menemui Sesa kembali.
"Nggak, nggak sekarang!! Lo lihat kan tadi Sesa kabur begitu lihat lo. Gue yakin sekarang dia pasti butuh waktu untuk sendiri. Kasih dia ruang dulu Ga. Besok baru kita ke sana!"
"Hemm" Yuga mengangguk pasrah. Dia mengingat bagaimana tadi saat Sesa melihatnya. Raut sedih dan kecewa di wajah Sesa membuat hati Yuga teriris.
"Benar kata Doni. Kalau aku terus mendesak Sesa bisa jadi Sesa akan lebih menjauh dariku" Batin Yuga.
***
Sejak kepulangannya semalam Sesa belum juga keluar dari kamar. Hal itu membuat Maya dan Mbok Lasmi mengkhawatirkan keadaan Sesa.
"Sesa!!" Maya mengetuk pintu kamar Sesa, tapi tak ada jawaban dari dalam.
"Sarapan dulu yuk, gue juga udah buatin susu hamil buat lo" Bujuk Maya di depan pintu kamar Sesa dengan suara yang lembut.
"Gimana Mbak?" Tanya Mbok Lasmi yang mendekat ke arah Maya. Maya hanya menggelengkan kepalanya.
Saat mereka berdua masih membujuk Sesa di depan pintu. Terdengar suara mobil memasuki pekarangan rumah.
__ADS_1
"Siapa Mbok?" Tanya Maya.
"Nggak tau Mbak, ayo kita lihat" Mereka berdua berjalan ke depan.
"Ngapain kalian berdua pagi-pagi udah sampai sini?" Maya berkacak pinggang saat melihat dua pria tinggi itu menyambangi rumah sahabatnya.
"Berisik lo" Jawab Doni, sementara Yuga lebih memilih diam.
"Sesa dimana?" Tanya Yuga yang tidak melihat keberadaan Sesa.
Mbok Lasmi masih bingung dengan dua pria tampan di depannya. Wanita tua itu tidak tau sama sekali mereka itu siapa dan untuk apa mencari majikannya.
"Saya Yuga suami Sesa Bu" Ucap Yuga saat melihat Mbok Lasmi terlihat kebingungan.
"Oalah aden, Saya Mbok Lasmi yang membantu Mbak Sesa di sini" Sapa Lasmi membungkukkan badannya.
"Iya Mbok, terimakasih banyak sudah membantu saya menjaga Sesa" Ucap Yuga tulus.
"Sama-sama den" Mbok Lasmi memandang Yuga dengan tatapan takjubnya.
"Pantas saja Mbak Sesa yang cuaantiik e kebangetan bisa dapat suami yang guaanntteeengg kaya artis begini" Mbok Lasmi memuji kedua majikannya di dalam hati.
"Sekarang di mana Sesa Mbok?" Lebih baik Yuga bertanya kepada Mbok Lasmi daripada kepada Maya yang sudah pasti akan di jawab ketus oleh Maya.
"Anu den, Dari semalam Mbak Sesa belum keluar kamar" Jawab Mbok Lasmi dengan sedikit takut.
"Apaa!! Mbok biarkan saya masuk untuk menemui Sesa!" Yuga takut terjadi apa-apa dengan Sesa.
"Nooo!!" Sergah Maya.
"Ayolah May, gue harus ketemu Sesa untuk menyelesaikan masalah ini. Gue nggak mau kesalahpahaman ini semakin larut"
"Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka dulu May!!" Kini Doni ikut bersuara.
"Tapi ingat, jangan paksa Sesa kalau dia tidak mau!!" Pesan Maya yang di setujui oleh Yuga.
Yuga menarik napasnya dalam, dengan perasaan ragu mulai mengetuk pintu kayu itu.
"Sesa, ini Mas sayang. Mas ingin bertemu kamu, ada yang perlu kita bicarakan" Ucap Yuga menahan Sesak di dadanya.
Masih tidak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar itu.
"Sesa, semua yang kamu pikirkan tentang Mas itu salah. Mas tidak pernah berhubungan lagi dengan Della. Itu hanya salah paham sayang. Mas mohon maafkan Mas. Kita perlu bicara sayang" Yuga terus saja berbicara meski keheningan yang ia dapat.
"Sesa, Mas mohon keluarlah, setidaknya untuk makan!"
"Pergi dari sini!!" Akhirnya ada jawaban dari dalam kamar. Tapi jawaban yang tidak pernah Yuga duga. Suara yang terkesan dingin dan tegas, yang terang-terangan menyuruhnya pergi. Seperti bukan Sesa yang selama ini ia kenal.
"Tapi sayang, kita perlu bicara. Mas akan jelaskan semuanya!" Yuga masih berusaha membujuk Sesa.
"AKU BILANG PERGI. AKU TIDAK MAU MENDENGARKAN APAPUN DARI PEMBOHONG SEPERTIMU!!" Teriak Sesa dari dalam yang membuat hati Yuga teriris.
"Baiklah Mas akan pergi, tapi kamu harus makan!!" Yuga akhirnya memilih untuk mengalah dulu kali ini. Mendengar suara Sesa tadi Yuga yakin bahwa Sesa menangis di dalam sana.
"Mas tidak akan pergi kalau kamu tidak makan!!" Yuga memang akan pergi tapi ia harus memastikan Sesa mau makan terlebih dahulu. Ia takut terjadi apa-apa dengan Sesa dan janinnya jika Sesa tak mau makan.
__ADS_1
"Buka pintunya Sa, Maya yang akan membawakan makanan untukmu. Mas baru akan pergi setelah itu!!" Bujuk Yuga lagi. Ia rela pergi dari sana asal istrinya mau makan.
Belum ada pergerakan di dalam sana. Ketiga orang yang sedari tadi diam memperhatikan Yuga membujuk istrinya juga mulai gusar.
"Sesa Mas mo_"
Ceklek.. Suara kunci pintu di buka dari dalam
Yuga tersenyum lalu mengangguk kepada Maya. Memberi isyarat kepada sahabat istrinya itu untuk membawa sarapan masuk ke dalam kamar.
"Sa, gue masuk ya?" Ucap Maya sebelum membuka pintu kamar Sesa.
Yuga yang berdiri di belakang Maya bisa melihat kedalam saat pintu itu di buka oleh Maya.
Deg..
Hati Yuga berdesir hebat saat matanya tak sengaja bertemu dengan mata sembab milik Sesa. Namun Sesa segera membuang pandangannya sesaat sebelum pintu itu tertutup kembali. Sontak hati Yuga seperti terhantam batu besar. Sakit rasanya melihat keadaan istrinya seperti itu.
"Mas pergi dulu Sa, tapi mas akan tetap memperjuangkan kamu. Mas tidak akan melepaskan kamu, Mas mencintaimu" Ucap Yuga masih di depan pintu kamar sebelum ia melangkahkan kakinya keluar.
Doni merangkul pundak sahabatnya yang sedang rapuh itu.
"Gue bangga sama Lo Ga" Yuga tersenyum tipis menatap sahabatnya yang selalu menguatkannya.
-
Sesa menangis di pelukan Maya. Ia tidak menyangka pertemuannya kembali dengan Yuga malah membuat hatinya sakit. Ternyata setelah menyiapkan hatinya sebulan lebih itu tidak berarti apa-apa. Hatinya masih saja lemah.
Sesa teringat tatapan sendu yang Yuga berikan baru saja. Tatapan yang tidak sengaja bertemu saat Maya masuk ke kamarnya. Tatapan yang membuat Sesa tak ingin melihatnya terlalu lama.
"Ma.yaa" Ucap Sesa sesenggukan.
"Rasanya sa..kit sekali May hiks hiks"
Maya tidak dapat menahan air matanya lagi. Ia ikut merasakan pedihnya hati Sesa saat ini.
"Sa, tenang Sa, ingat janin dalam kandungan lo. Kasihan dia jika mamanya terus seperti ini" Maya melepas pelukan itu lalu mengusap air mata di pipi Sesa.
"Sesa, dengerin gue! Gue tau lo masih kecewa sama Yuga. Gue tau hati lo sakit selama ini memendam rasa cinta sendirian untuk Yuga. Tapi masalah ini tidak akan berakhir kalau lo terus menghindar seperti ini. Gue udah denger yang sebenarnya terjadi dari Doni, dan gue hanya minta sama lo untuk mencoba mendengar penjelasan dari Yuga sendiri. Setelah itu baru ambilah keputusan yang menurut lo benar. Mau berpisah atau kembali itu terserah lo. Tapi harus ada kejelasan terlebih dahulu Sa. Bisa jadi yang lo pikir selama ini adalah salah. Bisa juga yang lo pikir benar tertelan oleh kesalahan itu sendiri. Gue nggak akan memaksa lo balikan sama Yuga, yang gue bisa hanya mendukung langkah yang lo ambil setelah ini" Maya menggenggam tangan Sesa.
"Tapi satu hal yang harus lo ingat, sekarang lo hidup ngga sendiri. Ada nyawa yang bergantung sama lo. Gue udah ngerasain sendiri hidup hanya berdua sama nyokap gue, dan itu sama sekali ngga enak. Sebenci-bencinya gue sama bokap gue, gue juga masih butuh figur seorang ayah" Maya menatap dalam manik mata Sesa yang masih saja bergelimang air mata.
"Tapi gue belum siap May. Ini terlalu sakit" Sesa menggeleng lemah.
"Pelan-pelan Sa, gue yakin lo kuat!" Maya tersenyum simpul kepasa sahabatnya itu.
"Sekarang makan ya, Yuga udah mengalah pergi demi lo mau makan. Ingat juga baby yang ada di sini" Maya menyentuh perut Sesa.
Sesa mengangguk patuh lalu mulai menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.
-
-
Maaf ya readers disini author tidak membuat Sesa yang pergi begitu lama hingga Yuga susah menemukan Sesa. Author hanya menyajikan cerita yang tidak terlalu rumit saja hehe. Maaf ya kalau belum sesuai harapan dari readers semuanya. Tapi tetap author ucapkan terimakasih untuk dukungannya selama ini. Love you readersđŸ˜˜
__ADS_1