Kekasih Sahabatku

Kekasih Sahabatku
kebohongan lagi


__ADS_3

Maya tiba di cafe Sesa dengan terburu buru. Langkahnya sedikit berlari tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarnya. Maya bahkan tak menyapa karyawan Sesa. Tujuannya saat ini hanya satu, yaitu menemui sahabatnya.


BRAAAKKK...


"Sesa!!!" Maya membuka pintu dengan keras.


"Ya ampun Sa, loe kenapa Sa? Ada apa sebenarnya?" Maya mendekap sahabatnya yang bersimpuh di lantai.


Sesa masih saja terdiam tak mampu membuka mulutnya.


"Sa jawab gue, kalau loe tetep bungkam kaya gini, yang ada hati loe semakin sesak" Maya mencoba membujuk Sesa untuk bercerita padanya.


"Hiks.. hiks Maya" Sesa susah berani berbicara lagi.


"Iya gue ada di sini" Ucap Maya mengusap air mata Sesa.


Maya membantu sahabatnya itu untuk berpindah duduk di sofa.


"May......"


Mengalirlah semua pesakitan yang sesa rasakan selama ini. Maya tak bisa menahan air matanya melihat sahabatnya hancur seperti itu.


"Sekaran apa yang harus aku lakukan May? Apa ini waktunya aku menyerah?" Tanya Sesa ditengah isak tangisnya.


"Sa apa loe ngga coba ngomong sama Yuga dulu tentang masalah ini, siapa tau ini cuma rencana Della untuk menghancurkan hubungan kalian" Ucap Maya, biar bagaimanapun dia juga tidak ingin melihat rumah tangga sahabatnya hancur begitu saja.


"Maya, Mas Yuga saja tidak jujur tentang tadi malam. Lalu apa yang akan dia katakan jika aku menanyakan hal ini. Apa mungkin dia tidak berbohong lagi?" Ucap Sesa masih berlinang air mata.


"Kalau gitu, gue bakal dukung keputusan loe!" Maya menggenggam tangan sahabatnya itu, seolah mentransfer energi supaya Sesa lebih kuat.


Sesa mengangguk lalu memeluk Maya.


Sesa melepaskan pelukan Maya saat sudah merasa lebih tenang. Senyum mulai tersungging di bibirnya lagi.


"Maya makasih ya, kamu bela-belain datang ke sini, padahal kan ini masih jam kantor" Ucap Sesa merasa tak enak.


"Santai, ngga ada maslah" Maya mengibaskan tangannya.


Maya membuka tasnya karena ponselnya berdering. Wajah Maya tersenyum saat melihat nama kekasihnya yang memanggilnya.


"Halo?" Ucap Maya lembut.


"Sayang, kamu di mana? Katanya tadi kamu pergi buru-buru? Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Bayu sudah memberondong dengan berbagai pertanyaannya.


"Satu-satu dong tanyanya, aku lagi di cafe sahabatku. Dia sedang butuh aku" Lagi-lagi Maya berbicara dengan lembut. Hal itu tentu saja asing di telinga Sesa.


"Cowok?" Selidik Bayu.


"Engga, cewek kok" Bantah Maya.


"Kamu di cafe mana, aku ke sana sekarang sekalian cari makan!" Ucap Bayu.


"Hah seriusan, aku di bakery cafe dekat kantor. Yang kita pernah kesini berdua waktu itu" Terang Maya pada kekasihnya itu.


"Oke tunggu di sana" Bayu langsung mematikan ponselnya begitu saja.

__ADS_1


Maya tersenyum tipis karena sifat posesif Bayu padanya. Bukan Maya terkekang tapi malah senang karena dia merasa di cintai dan begitu diperhatikan.


"May?" Tegur Sesa yang melihat sahabatnya itu mengukir senyum manis sejak tadi.


"Yaa" Maya melihat ke Sesa tanpa melepaskan senyumnya.


"Ada sesuatu yang belum aku tau ya?" Tanya Sesa menelisik ke dalam mata Maya.


"Aku kamu? aku ngga salah dengar kan Maya? Biasanya juga loe gue" Sesa semakin mencurigai Maya.


"Hehe oke oke gue cerita" Maya meringis karena ketahuan bucin sama Sesa.


"Jadi gue itu udah jadian sama Bayu" Ucap Maya malu-malu.


"Hah seriusan May? Tuh kan bener kamu itu kena karma cinta tau nggak!!" Sesa membenarkan perkataannya dulu yang pernah memperingatkan Maya.


"Iya deh iya" Maya menutup wajahnya karena terlalu malu.


Mendengar Maya sudah mendapatkan pujaan hati membuat hati Sesa sedikit terhibur. Ia bahagia melihat sahabatnya bahagia.


Tok.. Tok.. Tok..


"Permisi mbak" Dewi muncul dari balik pintu.


"Ada apa Wi?" Tanya Sesa.


"Itu mba ada yang cari Mba Maya di depan"


"Oh itu pasti Bayu. Sa, pokoknya apapun keputusan loe sebisa mungkin gue bakalan bantu loe" Ucap Maya sebelum meninggalkan Sesa.


"Iya May, makasih" Ucap Sesa memberikan senyuman kepada sahabatnya itu.


"Hay, maaf ya pergi tanpa izin dulu sama kamu" Ucap Maya.


"Gapapa sayang, kita cari makan yuk" Ajak Bayu menggandeng tangan kekasihnya meninggalkan cafe.


***


"Saya segera ke sana" Ucap Yuga.


"Baik Tuan, Susi tunggu ya. Susi takut sendirian" Ucap Susi ketakutan..


Susi mematikan teleponnya lalu berbalik menatap Della.


"Berhasil Bu" Ucap Susi tersenyum puas. Della menyuruh Susi untuk menghubungi Yuga jika saat ini keadaan Della sedang tidak baik.


"Bagus, sekarang bantu gue siap-siap" Della mengacak sedikit rambutnya dan membuang bantalnya ke segala arah, agar lebih meyakinkan jika keadaanya saat ini memang butuh bantuan.


Ting tong..


Suara bel apartemen Della berbunyi.


"Mulai Sus" Della memberikan kode untuk Susi supaya bersiap dengan aktingnya.


Susi mengangguk lalu pergi ke membukakan pintu untuk Yuga.

__ADS_1


"Tuan, untung Tuan cepat datang. Saya takut, karena Bu Della dari tadi terus saja histeris Tuan" Ucap Susi dengan wajah ketakutan yang dibuatnya.


"Sekarang di mana Della?" Tanya Yuga khawatir.


"Di dalam kamar Tuan, mari saya antar" Susi mendahului Yuga berjalan ke kamar Della.


Yuga yang melihat keadaan kamar Della tampak terkejut. Della terduduk di tempat tidur dengan rambut acak-acakan. Kamar yang sudah tidak rapih lagi, bantal di lantai vas bunga pecah, buku berserakan di samping nakas.


"Yuga" Panggil Della lirih.


"Kamu kenapa Della?" Yuga mendekati Della. Yang tengah berderai air mata.


"Yuga" Panggil Della lagi dengan tangan terulur meminta untuk yuga mendekat.


Yuga menggenggam tangan Della lalu duduk di sampingnya.


"Yuga aku sudah tidak tahan lagi jika terus seperti ini, aku ingin jalan lagi. Aku ingin bebas seperti dulu. Tapi kini berdiri sendiri pun aku tidak mampu" Ucap Della dengan isak tangis


"Kamu harus sabar Della, sebentar lagi kamu pasti sembuh" Ucap Yuga lembut menenangkan hati Della yang sedang kacau.


"Tapi sampai kapan Ga? Aku benci kaki tidak berguna ini!" Teriak Della histeris sembari memukuli kakinya sendiri.


"Stop Della itu bisa menyakitimu!" Yuga menahan tangan Della.


"Lepas Yuga, lepasin!" Della tak kalah kuat mencoba melepaskan tangannya dari cekalan Yuga.


"Tidak akan sebelum kamu tenang!" Yuga tidak mau mengalah.


Della mulai berhenti melakukan aksinya. Suara tangisnya melemah, tangannya lemas, membuat Yuga melepaskan cekalannya.


"Yuga tinggalkan aku malam ini, temani aku, aku mohon" Ucap Della memandang Yuga dengan air mata yang masih menetes di pipinya.


"Tapi.."


"Aku mohon Yuga, malam ini saja. Aku sedang membutuhkanmu" Della mencium pipi Yuga sekilas lalu memeluk erat tubuh Yuga. Menarik tangan kekar itu untuk membalas pelukannya.


Yuga sempat terkejut dengan apa yang Della lakukan, tapi Yuga hanya diam saja tak menolak.


Sementara itu Susi, sebagai seksi dokumentasi siap dengan kamera ponselnya. Jeprat jepret seperti paparazi yang sedang mengintai idolanya dari jauh.


"Baiklah, Sekarang istirahatlah" Ucap Yuga melepas pelukan Della. Membantu Della berbaring dan menyelimutinya.


"Kamu disini saja, jangan tinggalin aku" Della tak melepaskan tangan Yuga sama sekali.


"Iya, Sekarang tidurlah" Pinta Yuga pada Della.


"Hemm" Della mengangguk lalu tersenyum. Senyum yang dulu sudah pernah meluluhkan hati Yuga.


Della membuka matanya setelah mendengar dengkuran halus dari Yuga. Pria itu tertidur dengan posisi terduduk bersandar pada headboard ranjang. Tangannya masih bertautan dengan Della.


Dengan licik Della tak mau membuang kesempatan kali ini. Dia mengambil ponselnya di bawah bantal lalu mengambil sebuah video yang menunjukkan Yuga yang tertidur lelap kemudian turun ke tangannya yang saling bertautan dengan Della. Della tersenyum sumringah, puas dengan rencananya sangat sempurna.


-


-

__ADS_1


Happy reading readers😘


Jangan lupa tinggalkan jejakmu😘


__ADS_2