Kekasih Sahabatku

Kekasih Sahabatku
Hampir saja


__ADS_3

"Siapa?" Tanya Yuga dengan suara dan tatapan tajam siap menerkam mangsanya.


"Ohh ini dokter Vino Mas" Ucap Sesa.


"Dokter Vino? Sejak kapan kalian bertukar nomor ponsel?" Yuga menatap Sesa curiga.


"Tadi saat Sesa datang dia sudah disini?" Ucap Sesa dengan santai.


"Jadi setiap hari dia datang kesini?" Ucap Yuga mulai bermuka suram.


"Baru dua kali Mas, sama kemarin" Ucap Sesa.


"Kalian pacaran?" Selidik Yuga.


"Mana ada Sesa pacaran Mas, Sesa sudah menikah sudah bersuami. Tentu saja Sesa takut karma" Ucap Sesa menatap Yuga dengan intens.


Yuga terdiam merasa tersindir dengan kata kata Sesa. Yuga juga tidak tau kenapa dia begitu tidak suka jika Sesa dekat dengan pria lain. Apalagi dokter muda itu.


"Terus kenapa senyum-senyum begitu dapat chat cari dia?" Tanya Yuga lagi semakin penasaran apa yang Vino kirimkan sehingga membuat Sesa tersenyum seperti itu.


"Ya gapapa kita kan teman sudah lama tidak bertemu" Sesa mulai heran dengan suaminya yang mendadak jadi banyak tanya seperti ini. Alias kepo kalau kata anak muda jaman sekarang.


"Kamu suka sama dia?" Yuga masih penasaran dengan istrinya.


"Apaan sih Maaaas. Pulang yuk, Mas Yuga udah mulai ngelantur deh" Ucap Sesa pergi meninggalkan Yuga menuju ruangannya.


Yuga mengikuti Sesa ke ruang kerjanya. Yuga melihat lihat seluruh ruang kerja Sesa yang di desain estetik ala-ala anak muda jaman sekarang. Tanpa sengaja tangan Yuga menyenggol hiasan yang terbuat dari tali jerami dan membuat benda itu tersangkut di kancing kemeja Yuga.


"Sa ada gunting ngga?" Tanya Yuga kepada istrinya yang sedang membereskan mejanya.


"Itu mas di laci ambil aja" Ucap Sesa masih fokus pada kegiatannya karena ingin segera pulang.


Yuga berjalan ke arah meja kerja Sesa kemudian membuka laci samping bagian atas. Yuga mencari cari benda yang di carinya namun tak kunjung menemukannya. Lalu berganti ke laci nomor dua, mata Yuga langsung tertuju pada selembar kertas yang Yuga yakin itu adalah sebuah foto, selembar foto yang sudah usang. Namun yang membuat Yuga semakin penasaran adalah tulisan di belakangnya, karena foto dalam keadaan terbalik dan tidak menampakkan gambarnya.


Saat tangan Yuga akan mengambil kertas itu, Yuga tersentak karena Sesa tiba-tiba menutup lacinya dengan cepat.

__ADS_1


"Ini Mas guntingnya ternyata ada di sana" Sesa menyerahkan sebuah gunting kepasa suaminya.


Sesa berdiri di depan Yuga menutupi laci yang telah dibuka Yuga tadi. Yuga menatap Sesa curiga, merasa ada sesuatu yang disembunyikan Sesa.


"Mana Sesa bantu Mas" Sesa mulai melepaskan hiasan yang tersangkut pada baju Yuga. Mencoba mengalihkan tatapan Yuga yang penasaran itu.


"Sudah Mas, kita pulang yuk" Sesa meraih tasnya lalu menarik lengan suaminya.


Yuga semakin curiga dengan sikap Sesa yang seperti ini.


"Kamu sembunyikan apa dari ku Sa? Kenapa kamu begitu takut aku melihat foto itu?" Yuga bertanya-tanya dalam hatinya.


-


Mereka berdua sampai apartemen sudah menjelang dini hari. Yuga dan Sesa langsung bersih-bersih kemudian ingin segera beristirahat, badan mereka sudah lelah dan sangat mengantuk. Besok pagi juga mereka harus bekerja, maka saat ini mereka sudah berbaring di ranjang bersiap untuk tidur.


"Selamat malam Mas" Ucap Sesa lalu membelakangi suaminya. Sampai saat ini Sesa belum mampu tidur menghadap ke arah Yuga karena Sesa masih memikirkan kesehatan jantungnya.


"Selamat malam, Sesa" Jawab Yuga yang membuat badan Sesa menegang karena di waktu yang sama Sesa sudah berada dalam pelukan Yuga. Iya, Yuga memeluk Sesa dari belakang.


"Mas" Sesa menahan Suaranya yang gugup.


"Aku memang sudah lelah dan mengantuk Mas, tapi jika kamu seperti ini mana bisa aku tertidur. Kamu sengaja ingin menyiksaku?" Jerit Sesa dalam hatinya.


Dengkuran halus mulai terdengar di telinga Sesa. Sesa heran kenapa suaminya bisa tertidur cepat dalam posisi seperti ini. Sedangkan Sesa masih berpikir bagaimana caranya ia tidur di saat rasa gugup begitu menyerang. Sesa sempat ingin melepaskan tangan Yuga yang berada di pinggangnya namun Yuga malah mengeratkan pelukannya dan menyilangkan kakinya di kaki Sesa.


-


Pagi yang sudah datang mulai mengusik kedua insan yang masih bergulung di bawah selimut. Sesa salah besar jika pelukan Yuga tadi malam akan membuatnya terjaga sampai pagi. Tapi kenyataannya Sesa malah tertidur dengan nyaman karena kehangatan suaminya. Sesa merasa kakinya kebas karena semalaman ditindih kaki panjang milik Yuga. Sesa menggerakkan badannya membuat Yuga sedikit terusik.


"Mau kemana?" Suara berat khas bangun tidur milik Yuga terdengar sangat seksi di telinga Sesa.


"Sudah pagi Mas, masih ada waktu untuk subuh. Bangun Yuk" Sesa mulai menggeser lengan Yuga.


"Hemmm" Yuga melepaskan tangannya lalu berguling kesamping membelakangi Sesa.

__ADS_1


Sesa hanya menggeleng melihat kelakuan suaminya. Wanita cantik itu lalu pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


"Mas, ayo bangun kita sholat dulu. Keburu habis waktu subuhnya" Sesa menggoyangkan kaki suaminya.


"Iya" Jawab Yuga masih memejamkan matanya.


"Maaasss!!!" Sesa mula kesal.


"Iya iyaaa" Dengan malas Yuga beranjak dari ranjang masih dengan matanya yang setengah terpejam. Hal itu membuat Sesa tersenyum, karena dibalik sikap dingin Yuga ternyata ada juga kelakuan Yuga yang membuatnya terlihat menggemaskan.


***


Sementara itu di sebuah benua yang jauh di sana. Seorang gadis sedang memandang gemerlap kota paris dari tempat tinggalnya di waktu yang sudah menunjukkan tengah malam. Mata gadis itu menerawang jauh memikirkan Seseorang yang belum ia ketahui kabarnya sejak pertemuan terakhirnya.


"Sudahlah Della jangan pikirkan dia lagi. Bukankah ini keputusan loe sendiri? Dan sepertinya dia juga sudah bahagia sama sahabat loe itu" Ucap laki laki yang sedang menikmati segelas wine di belakang Della.


"Gak bisa, gue cinta sama dia dan jika bukan karena loe, gue juga ngga bakal pilih pilihan ini" Ucap Della dengan suara keputusasaan.


"Jangan munafik loe. Ini impian loe dari dulu kan?Punya butik dan brand sendiri di paris? Sekarang loe mau nyalahin gue? Dan jangan lupa, gue disini juga karena loe" Pria itu tak terima dirinya disalahkan Della.


"Karena kalau ngga ada loe masalah gue ngga bakalan ada!!!" Teriak Della.


Pria bertato itu meletakkan gelasnya, lalu berdiri mendekati Della.


"Kalau dulu loe mau terima gue, gue ngga bakalan bikin loe kaya gini!!" Teriak pria bertubuh kekar itu di depan muka Della.


Della terdiam kemudian berbalik memunggungi pria didepannya.


"Jangan lupa habis ini kirim gue uang!" Ucap pria itu sebelum meninggalkan Della.


"Riko s*alan!!" Teriak Della membanting gelas wine bekas Riko.


-


-

__ADS_1


Buat kalian yang selalu menunggu Sesa dan Yuga setiap harinya😘


Jangan lupa tinggalkan jejak dan komentar yang membangun ya🤗


__ADS_2