
Cup
Yuga mencium bibir Sesa yang masih masih terbuka karena terkejut.
"Kamu tidak tau saja sayang, betapa tersiksanya Mas melihat tubuhmu hanya terbalut gaun yang tipis. Mas laki-laki normal, siapa yang mampu menahan hasratnya jika disuguhi wanita sepertimu" Yuga menoel hidung mancung Sesa kerena gemas dengan ekspresinya yang mendengarkan Yuga berbicara.
"Memangnya Sesa seperti apa Mas?" Tanya Sesa dengan polosnya.
Yuga mendekatkan bibirnya ke telinga Sesa.
"Kamu cantik dan seksi sayang" Bisik Yuga dengan suara khas bangun tidur yang seksi.
"Iihh, mesum banget sih Mas!!" Ucap Sesa manja.
"Kan cuma sama kamu sayang" Yuga semakin mengeratkan pelukannya pada Sesa karena udara pagi yang dingin.
"Jam berapa ini Mas, Sesa mau mandi. Nanti keburu habis waktu subuh" Sesa mencoba lepas dari dekapan Yuga.
"Mandi berdua ya" Ucap Yuga menaik turunkan alisnya. Membuat Sesa tersenyum geli melihat tingkah suaminya yang berubah besar.
"Nggak mau!!" Tolak Sesa tegas.
"Kenapa nggak mau sayang?" Yuga sedikit kecewa.
"Sesa malu lah Mas" Ucap Sesa.
"Ngapain Malu sayang, mas sudah melihat semuanya" Goda Yuga.
"Mas jangan bahas itu, Sesa malu!!" Sesa merengek seperti anak kecil yang lucu.
"Mas tidak peduli!!" Yuga mengangkat begitu saja tubuh istrinya menuju kamar mandi.
"Aaaa apa yang Mas lakukan?" Sesa berteriak karena terkejut.
Sesa menyesal karena tidak menolak lebih tegas permintaan Yuga untuk mandi bersama. Nyatanya Sesa baru tau jika mandi bersama yang Yuga maksud adalah mandi dalam tanda kutip.
***
Sarapan pagi sudah tertata rapi di atas meja makan. Yuga juga sudah siap dengan baju kerjanya yang sangat pas ditubuhnya membentuk badannya yang atletis. Sesa dengan telaten mengambilkan sarapan untuk suaminya.
Baru beberapa suap masuk ke mulut Yuga, sebuah panggilan di ponsel mengganggu kenyamanan sarapan kedua manusia yang sedang di mabuk cinta itu.
Sesa sempat melirik siapa yang menghubungi suaminya pagi-pagi begini.
"Halo?" Jawab Yuga.
"Halo Yuga, aku bisa minta tolong padamu?" Sura lembut Della dari seberang sana.
"Katakan!" Balas Yuga dengan datar.
__ADS_1
"Aku ingin sarapan bubur ayam yang ada di dekat kantor ku dulu. Apa kamu bisa membelikannya untukku? Soalnya perawat ku sedang keluar dan ponselnya tidak bisa dihubungi" Ucap Della dengan suara yang terdengar sedih.
"Baiklah nanti ku belikan" Kata Yuga.
"Oke, terimakasih sayang. Daaa" Kalimat terakhir Della membuat Yuga terbelalak, spontan ia melihat ke arah Sesa yang Yuga yakin bisa mendengar ucapan Della. Sesa menundukkan kepalanya dengan senyum tipis di bibirnya.
"Sesa Mas.."
"Sesa sudah selesai sarapan Mas, lebih baik Mas segera berangkat nanti bisa telat kalau mampir dulu ke tempat Della" Sesa tak mau lagi mendengar apa yang akan Yuga katakan padanya. Telinganya sudah mulai panas.
"Baiklah, Mas berangkat dulu" Yuga mendekati Sesa, mengulurkan tangannya. Sesa mencium tangan suaminya sekilas lalu kembali fokus pada piring kotornya.
Cup
Yuga mencium kening Sesa.
"Hati-hati saat berangkat ke cafe" Pesan Yuga kepasa istrinya.
"Hubungan apa yang ku jalani sekarang ini? Setelah tadi memanjakan ku sekarang suamiku akan memanjakan perempuan lain. Apa kamu tidak bisa merasakan sakit di hatiku Mas? Seperti di bawa terbang olehmu lalu kamu hempaskan aku ke jurang. Apa aku harus bertahan jika terus seperti ini?" Sesa mengusap air mata yang membanjiri pipinya.
***
"Ini bubur ayam yang kamu minta" Ucap Yuga tersenyum pada Della.
"Terimakasih sayang, oh maaf aku terlalu terbiasa" Della berpura-pura menutup mulut dengan tangannya karena sengaja melepaskan kata itu di depan Yuga.
"Baiklah Yuga, akan ku coba. Sungguh tadi tak sengaja" Ucap Della tersenyum manis.
"Hemmm" Yuga mengangguk lalu tersenyum.
"Suapi aku seperti kemarin ya?" Pinta Della penuh harap.
"Baiklah" Yuga membuka bubur yang ia bawa tadi. Kemudian mulai menyuapi Della dengan hati-hati.
Della mengedipkan matanya kepada perawatnya untuk mengambil gambarnya seperti tadi malam.
Della sangat menikmati momen kerjasamanya dengan Yuga. Merasa jika ia sudah mulai bisa menguasai Yuga kembali. Della yakin sebentar lagi Yuga akan luluh kembali.
"Yuga bantu aku pindah ke sofa, sepertinya Mba Susi sedang ke belakang" Pinta Della.
"Iya, tapi habis ini aku harus kembali ke kantor" Yuga mulai berdiri mendekati Della.
"Iya Yuga" Balas Della manis.
Yuga bersiap memapah Della berdiri dari kursi rodanya. Membantu Della sembari belajar menggunakan satu kakinya untuk bergerak. Tapi Della dengan sengaja menjatuhkan dirinya ke sofa dengan tangan yang menarik kerah kemeja Yuga. Sehingga posisi badan Yuga yang mengungkung Della. Susi yang dari tadi bersembunyi di balik dinding sudah siap dengan kameranya. Mengambil beberapa jepret dari angle yang pas.
Yuga tersadar dengan posisinya saat ini langsung saja berdiri menegakkan badannya. Merapihkan kembali kemejanya.
"Maaf Yuga, aku tidak sengaja" Ucap Della sedikit menyesal.
__ADS_1
"Tidak papa Della, aku pergi dulu" Ucap Yuga mengacak pelan rambut Della. Della tersenyum simpul mendapat perlakuan seperti itu dari Yuga.
"Iya, kamu hati-hati di jalan" Ucap Della dengan senyum terbaiknya.
"Iyaa" Yuga membalas senyuman Della lalu melangkahkan kakinya keluar apartemen Della.
"Kiyaaaaa, aku seneng bangettt" Della kegirangan karena Yuga sangat manis padanya.
"Mba Susi mana lihat hasil fotonya" Teriak Della mengkode Susi untuk keluar dari persembunyiannya.
"Ini Bu Della" Susi menyerahkan ponsel yang sudah terisi foto-foto Yuga dan Della tadi.
"Bagus, loe pinter juga ternyata" Ucapan Della membuat Susi senyum-senyum sendiri. Tidak tau jika foto yang dia ambil digunakan Della untuk menghancurkan istri dari orang yang sudah mempekerjakannya.
***
Sesa sudah sampai di cafe mengendarai mobilnya sendiri. Akhir-akhir ini Yuga memang sedang sibuk-sibuknya hingga sering pulang malam. Maka dari itu Sesa memilih membawa mobilnya sendiri daripada Yuga harus mengantar jemputnya. Tentu saja Sesa merasa kasihan dengan suaminya itu jika harus bolak balik sementara pekerjaannya sendiri menumpuk.
Harapan Sesa pagi ini adalah melalui hari dengan lancar dan tanpa hambatan apapun. Tapi harapan itu hancur setelah menerima pesan dari Della. Lagi-lagi foto yang menunjukkan kebersamaan Della dan Yuga. Kali ini bukan hanya foto Yuga menyuapi Della, namun yang lebih menghancurkan hati Sesa adalah foto yang memperlihatkan Yuga dan Della tertidur di sofa dengan posisi saling berpelukan.
Hati yang sudah mulai kuat kini rapuh lagi. Memang jika sudah pernah hancur akan lebih mudah hancur lagi. Air mata Sesa mengalir tanpa bisa di bendung.
"Ini memang salahku, aku salah karena membiarkan hatiku berharap untuk kedua kalinya. Aku harus sadar, sampai kapanpun aku ini tidak akan pernah bisa menempati hati Mas Yuga"
Sesa menangis meratapi nasibnya, kini jika ia ingin pergi dari kehidupan Yuga, kemana ia akan pulang. Kepada siapa ia akan mengadu?
"Maya" Sesa menyebut nama Maya salah satu sahabatnya.
"Aku butuh kamu Maya" Sesa mencari ponselnya untuk menghubungi Maya.
"Halo" Suara riang Maya menyambut panggilan Sesa.
"May hiks.. hiks.."
"Sa, loe kenapa? Ada apa Sa?" Maya terdengar panik dari seberang sana.
"May aku butuh kamu" Suara Sesa di tengah isak tangisnya.
"Tenang Sa, loe jangan nangis gitu! Gue jadi panik! Sebenarnya ada apa Sa? Loe bilang sama gue!!" Maya sudah tidak sabaran lagi karena Sesa tak kunjung berbicara.
"hiks.. hiks" Sesa semakin terisak.
"Sesaaaa!!! Teriak Maya.
"Oke gue ke sana, loe di cafe kan?" Maya memutuskan sambungan teleponnya begitu saja.
Jangan lupa like dan komentarnya untuk mendukung karya pertama ku ya😘
Happy reading😘
__ADS_1