
Sesa pulang ke apartemen membawa hatinya yang remuk. Wajahnya pucat pandangannya kosong. Hidup menjadi orang kaya raya belum tentu bahagia. Jika Sesa bisa memilih ia ingin hidup sederhana tapi bisa bahagia. Semua impian yang runtuh baru saja mulai di bangun kembali oleh Sesa. Namun harus roboh kembali oleh kebohongan-kebohongan yang di lakukan suaminya. Hubungan yang sudah tidak ada keterbukaan lagi di antara pelakunya maka hal itu tidak akan pernah menjadi baik kedepannya.
Setelah membersihkan dirinya Sesa memilih untuk tidur. Sesa bahkan tak ingat makan, perutnya terasa kenyang dengan pesakitan.
Malam sudah mulai larut namun Yuga belum juga pulang. Sesa juga tidak berniat menanyakan keberadaan suaminya itu. Sesa tidak ingin menelan kekecewaan jika menanyakan dimana suaminya, karena mungkin suaminya akan berbohong lagi.
"Jam berapa ini?" Sesa terbangun dari tidurnya kemudian melihat jam di atas nakas.
"Tidak pulang ternyata?" Sesa tersenyum kecut. Sudah menjelang subuh begini tapi Sesa tidak menemukan suaminya tidur di sebelahnya.
Sesa meraih ponselnya, siapa tau ia mendapat kabar dari Yuga. Tapi harapan Sesa salah besar, ternyata malah nama orang yang beberapa hari ini menyakiti hatinya yang tertera di sana.
Sesa menarik napasnya dalam dan menghapuskannya berlahan. Menyiapkan hatinya untuk membuka pesan dari Della.
"Sesa, gue pinjam suami loe untuk malam ini ya 🤗"
Begitulah isi pesan Della disertai dengan satu gambar Della sedang berpelukan dengan Yuga dan satu buah video yang menunjukkan Yuga tengah tertidur dengan posisi terduduk dan menggenggam tangan Della. Mata Sesa memerah, air mata mulai memenuhi pelupuk matanya. Menangisi suaminya di waktu subuh begini.
***
Yuga terbangun dari tidurnya karena merasa pegal pada punggungnya.
"Astaghfirullah" Yuga terlonjak dan berdiri dari posisinya.
Mata Yuga semakin terbelalak ketika melihat jam di tangannya sudah menunjukkan jam 5 pagi.
"Ada apa Yuga?" Della terusik dengan pergerakan Yuga.
"Sudah pagi, aku pulang dulu" Yuga mengusap kepala Della pelan tak lupa menyunggingkan senyumnya.
"Baiklah, kamu hati-hati ya" Ucap Della masih berbaring di ranjangnya.
"Hemm" Yuga mengangguk lalu menyambar jasnya kemudian pergi meninggalkan kamar Della.
***
Yuga tiba di apartemen masih cukup pagi. Biasanya Sesa sudah bangun dan memasak, menyiapkan segala keperluan Yuga. Tapi kali ini tidak, Yuga tidak menemukan Sesa di dalam apartemen.
"Kemana Sesa pagi-pagi seperti ini?" Yuga ingin menghubungi Sesa namun ternyata ponselnya mati.
"Kenapa bisa mati?
Bahkan tadi malam aku lupa memberi kabar kepada Sesa" Gumam Yuga mencari charger ponselnya.
Yuga pergi membersihkan tubuhnya, sambil menunggu baterai ponselnya terisi. Di saat mandi pikiran Yuga juga tak lepas dari Sesa. Berbagai pertanyaan ada di benaknya. Dimana Sesa saat ini? Kenapa pergi pagi-pagi sekali? Atau Sesa tidak pulang?
Yuga keluar kamar mandi masih dengan handuk yang melilit pinggangnya. Ia merai laptop yang berada di atas meja rias. Yuga membuka cctv untuk memastikan jika Sesa baik-baik saja.
__ADS_1
"Mau kemana kamu Sa?" Ucap Yuga Sesat melihat sosok Sesa di dalam rekaman cctv. Istrinya itu pergi pukul 5 pagi. Tidak mungkin jika ingin berolahraga karena Sesa berpakaian rapi seperti saat ingin berangkat ke cafe.
Yuga mencoba menghubungi Sesa, namun Sesa mematikan ponselnya. Tidak ada cara lagi menghubungi Sesa. Yuga bergegas mencari pakaian kantornya yang kali ini tidak di siapkan oleh Sesa. Yuga tampak kelimpungan mencari bajunya. Bahkan Yuga kebingungan mencari pakaian dalamnya. Sesa sudah merubah semuanya.
Setelah mengobrak abrik isi lemari, Yuga kini sudah rapi dan siap berangkat ke kantor. Perutnya terasa melilit karena belum terisi dari kemarin. Bahkan Sesa pergi tanpa menyiapkan sarapan untuknya.
Tujuan Yuga saat ini adalah cafe Sesa. Ia ingin menemui istrinya itu sebelum berangkat ke kantor.
Hari masih pagi jadi baru beberapa karyawan saja yang sudah datang. Dengan tergesa-gesa Yuga mendekati salah satu dari mereka.
"Apa Sesa sudah satang?" Tanya Yuga kepada salah satu karyawan pria yang Yuga tidak tau namanya.
"Mbak Sesa belum datang Pak" Jawabnya.
"Apa kau yakin?" Yuga masih belum percaya.
"Tentu saja Pak, karena saya yang pertama datang bahkan saya yang membuka kuncinya. Mobil mba Sesa juga tidak ada di depan" Ucap karyawan itu sambil melongok ke tempat parkir.
"Ya sudah" Yuga meninggalkan cafe milik Sesa.
"Halo Don" Sepertinya Yuga membutuhkan bantuan asistennya itu.
"Cari keberadaan Sesa sekarang juga, aku tunggu!" Ucap Yuga dengan suaranya yang tegas dan dingin.
***
Sesa masih duduk di bangku taman menikmati bubur ayam kesukaannya. Sudah lama rasanya dia tidak menikmati udara pagi yang menyejukkan hati dan pikirannya.
Saat matahari sudah mulai naik, Sesa mulai meninggalkan taman. Ia harus ke cafe mengurus usaha dan karyawan yang menggantungkan hidup padanya.
"Siang" Ucap Sesa memasuki cafe.
"Siang mbak" jawab serempak karyawan Sesa.
"Mbak?" Dewi menghentikan langkah Sesa.
"Iya Wi" Dewi mendekati Sesa.
"Tadi Pak Yuga datang kesini cari mbak" Ucap Dewi.
"Lalu?" Tanya Sesa.
"Karena kita ngga tau, Pak Yuga pergi begitu Saja" Terang Dewi.
"Hemm, ya sudah biarkan saja. Aku masuk dulu wi" Jawab Sesa lalu pergi meninggalkan Dewi.
Dewi merasa janggal dengan sikap kedua pasangan itu. Mana mungkin orang yang tinggal bersama tidak tau istrinya kemana.
__ADS_1
***
Doni masuk ke dalam ruangan Yuga siulan yang membuat kepala Yuga serasa ingin pecah.
"Hentikan siulan mu itu!!" Desis Yuga, menatap Doni tajam.
"Kenapa sih? Sensi amat" Balas Doni mencibir.
"Tutup mulutmu itu, dimana istriku?" Tanya Yuga tak sabaran.
"Sabar kali!! Masa suami ngga tau istrinya kemana" Balas Doni mengambil ponsel dari sakunya.
"Berisik!!" Umpat Yuga.
"Nih!!" Doni menunjukkan sebuah foto keberadaan Sesa.
"Istri loe ada di cafe"
"Mana mungkin? Tadi gue udah dari sana!" Bantah Yuga.
"Ngga percaya ya udah, cek aja sendiri!" Doni memasukkan kembali ponselnya ke dalam sakunya.
Yuga hanya diam. Tidak berniat membalas ucapan Doni.
"Sebenarnya dari mana kamu Sa?" Batin Yuga, tangannya mengusap wajahnya kasar.
"Sudah waktunya meeting bos, cepat bersiap!" Perintah Doni.
"Yang bosnya itu gue apa loe, kenapa jadi loe yang banyak perintah!" Kesal Yuga lalu pergi mendahului Doni.
"Susah memang kalau ngomong sama orang yang lagi galau" Doni bergumam sendiri.
***
Yuga tergesa-gesa menyelesaikan meetingnya. Biasanya butuh waktu lebih dari 4 jam jika terdapat masalah yang serius. Tapi meeting kali ini hanya berlangsung 2 jam saja bahkan belum menemukan solusi tapi sudah di akhiri begitu saja oleh Yuga.
Yuga sudah tidak sabar lagi ingin menemui Sesa. Hatinya sudah di selimuti walau hanya semalam ia tak melihat istrinya.
Mobil mewah Yuga melaju dengan kecepatan tinggi tak ingin membuang waktu lagi untuk segera memeluk istrinya. Menghirup wangi tubuh Sesa yang membuatnya candu.
Yuga menutup pintu mobilnya tanpa perasaan. Suara kerasnya bahkan bisa mengagetkan orang di sekitarnya.
Pintu kaca itu terhempas karena dorongan Yuga. Matanya mengelilingi seluruh cafe mencari wajah cantik Sesa.
"Dewi dimana Sesa?" Tanya Yuga kepada Dewi.
"Mbak Sesa baru saja pergi pak" Jawab Dewi dengan polosnya.
__ADS_1
"Apaaaa!!"