Kekasih Sahabatku

Kekasih Sahabatku
pamit


__ADS_3

Yuga menhan emosinya yang sudah memuncak. Sebenarnya apa maksud Sesa, tidak mau menerima panggilannya, pesan juga tak di balas Sesa satu pun.


Yuga memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Tak peduli kendaraan lain yang ada di sekitarnya sudah mulai tersulut emosi akibat ulah Yuga yang kebut-kebutan di jalan.


"Sesa!!" Teriak Yuga di dalam apartemennya.


"Kemana kamu sayang!!" Tak ada sahutan sama sekali. Yuga membuka satu per satu ruangan di dalam apartemen tapi keberadaan Sesa sama sekali tak terendus di sana. Yuga semakin frustasi pergi kemana lagi istrinya itu.


***


Sementara itu di ruang keluarga di sebuah rumah mewah, Sesa sedang bersimpuh di bawah kaki kedua mertuanya. Kepalanya ia letakkan di paha Vani yang duduk di sofa. Raut ketegangan terpancar dari wajah mereka.


"Sa, apa keputusanmu ini sudah bulat nak?" Vani mulai menitikkan air matanya.


"Mama, ini keputusan yang sudah Sesa pikirkan sejak dulu. Tapi waktu itu Mas Yuga mulai berubah, namun ternyata itu hanya kebohongan semata. Jadi untuk kali ini memang keputusan inilah yang terbaik" Sesa tak mampu menatap kedua mertuanya yang kini menjadi seperti orang tuanya sendiri.


"Apa yang membuatmu yakin Sa, berikan papa sesuatu yang dapat meyakinkan papa jika keputusan kamu ini memang tepat" Kali ini surya yang angkat bicara.


Sesa mengambil ponsel dari tasnya. Membuka beberapa file dan menunjukkan kepada mertuanya. Semua foto dan video yang di terimanya dari Della menjadi bukti yang diminta papa mertuanya.


"Apa ini sudah cukup pa?" Sesa menatap wajah mertuanya bergantian.


Surya memejamkan matanya, mengumpat putra sulungnya itu di dalan hati.


"Baiklah nak, jika berpisah adalah jalan terbaik maka papa mengijinkan kalian berpisah" Dengan berat hati, Surya melepaskan Sesa. Menantu yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.


"PAPA!!" Protes Vani tak terima.


"Sudah lah ma, jangan ikut campur urusan mereka. Biarkan mereka menyelesaikannya sendiri. Mungkin ini sudah jalannya mereka untuk berpisah" Surya tidak mampu lagi menahan Sesa untuk bertahan sementara ia melihat kelakuan putranya seperti itu.


"Sesa, Papa sebenarnya juga sangat keberatan dengan perpisahan ini, karena pernikahan kalian adalah sumber kebahagiaan bagi kami, terutama Kakek kalian. Tapi apa boleh buat, kalianlah yang menjalani, maka kalian juga yang berhak memutusakan. Papa cuma bisa berharap jika kelak kamu akan hidup lebih baik tanpa Yuga di sisimu" Nasehat Surya kepada menantu kesayangannya.


"Sesa, putriku. Maafkan mama yang tidak bisa mendidik putra mama sehingga dia sampai hati untuk menyakitimu sayang" Vani memeluk Sesa dengan tangisnya.


"Mama ini semua bukan salah mama. Ini juga bukan salah Kakek yang menjodohkan kita berdua. Tapi kami memang tidak bisa menjadi satu. Jadi Sesa mohon untuk mama dan papa jangan menyalahkan diri sendiri karena perpisahan ini. Tapi apa boleh Sesa minta satu hal pada papa dan mama?" Tanya Sesa, tangan ya mengusap air matanya yang sudah mulai mengering di pipinya.


"Apa itu nak katakanlah, apapun akan papa kabulkan" Ucap Surya tampak bersemangat.

__ADS_1


"Bolehkan kalau Sesa tetap menganggap papa dan mama sebagai orang tua Sesa?" Tanya Sesa memandang Vani dengan lembut.


"Hiks.. Hiksss tentu saja sayang. Papa dan mama ini adalah orang tuamu. Kami akan selalu ada untukmu" Vani memeluk Sesa lagi.


"Terimakasih ma, pa" Ucap Sesa penuh haru. Karena mendapatkan mertua yang sangat menyayanginya.


"Setelah ini kamu jangan lupain mama ya Sa?"


"Tidak akan ma, Sesa pasti akan selalu mengunjungi mama dan papa" Sesa mengusap punggung tangan Vani.


"Mama, tapi Sesa mohon, jangan kasih tau Mas Yuga dulu tentang hal ini ya ma?" mohon Sesa menatap Vani penuh harap.


"Mama tidak akan ikut campur jika itu keputusanmu. Selesaikan masalah kalian sendiri" Vani mengusap kepala Sesa halus.


"Terimakasih ma"


"Iya sayang"


"Ini sudah malam, lebih baik kamu menginap disini!" Perintah Surya


***


"Gimana Don? Udah dapat belum?" Tanya Yuga tak sabaran.


"Belum bos, sepertinya nggak bakal balik lagi ke cafe. Di rumah lamanya tidak ada, di tempat sahabatnya juga tidak ada. Mungkin ada lagi tempat yang biasa istrimu kunjungi?" Yuga hanya menggeleng sebagai jawaban.


"Suami macam apa yang ngga tau kebiasaan isterinya" Cibir Doni di depan orangnya langsung.


"Tutup mulutmu!! tugasmu hanya mencari istriku. Tidak usah banyak omong!!" Hardik Yuga.


"Oke oke bos santai" Ucap Doni mengangkat kedua tangannya di depan dada.


Yuga tidak menggubris Doni lagi, ia bersandar pada Sofa memejamkan mata dan memijit pangkal hidungnya. Ponselnya bergetar dari tadi, tapi bukan Sesa yang membuatnya bergetar, melainkan Della. Tapi Yuga sama sekali tak berniat mengangkat panggilan itu, membaca pesannya pun tidak.


"Angkat dulu kali Ga, pacar loe tuh telepon!" Doni yang merasa terganggu dengan getaran ponsel Yuga di atas meja.


"Angkat aja kalau loe mau!" Yuga berbicara tanpa membuka matanya.

__ADS_1


"Dih, kan pacar loe!"


"Sekali lagi loe ngomong kaya gitu, gue lempar loe ke bawah!! Ancam Yuga dengan sorot mata yang tajam.


Doni yang membayangkan apartemen Yuga berada di lantai 30 an apa tidak remuk tubuhnya jika benar yuga bener melemparnya.


"Hehe sorry bos, mendingan gue cabut aja deh. Selamat malam. Semoga bisa tidur nyenyak tanpa kehangatan istrimu!!" Doni mengambil langkah seribu menghindari amukan Yuga.


"Dasar asisten l*knat!!" Yuga bersiap melempar bantal namun Doni sudah menghilang.


Yuga membaringkan tubuhnya di atas sofa. Menatap langit-langit ruang tamu apartemennya. Memikirkan dimana keberadaan istrinya.


"Kenapa kamu menghindari Mas lagi sayang? Ada apa sebenarnya? Apa kamu marah sama Mas?" Ucap Yuga lirih. Ia sangat merindukan Sesa.


"Apa jangan- jangan?" Yuga terduduk seketika, wajahnya memerah dan gusar.


"Tidak, tidak. Tidak mungkin Sesa tau jika beberapa hari ini aku bersama Della. Tapi jika itu benar apa Sesa marah karena hal itu??" Yuga bergelut dengan pikirannya sendiri.


***


Della menatap ponselnya yang sudah hancur berkeping keping. Dirinya murka karena dari pagi Yuga tak mau mengangkat panggilannya. Di tambah lagi Riko yang mengatakan jika butiknya sedang bermasalah. Della tidak mungkin kembali ke paris sekarang juga karena dia sedang berusaha mendapatkan Yuga, apalagi dia sedang berakting dengan kakinya yang patah.


"Siaalll!!, Usaha gue bakal sia-sia hanya karena cecurut Riko!! Dari dulu dia memang hanya bisa menghamburkan uang tanpa bisa menangani apapun!! Kapan gue bisa terbebas dari makhluk sialan itu?" Ucap Yuga dengan suara yang lantang.


"AAKKKHHHH..." Della membanting Vas bunga di sebelahnya hingga hancur tak berbentuk.


"Kamu juga Ga, kemana kamu seharian ini? Kenapa susah sekali di hubungi? Kemana sikap manusia mu beberapa hari ini?" Della mengacak rambut panjangnya.


Keadaan di dalam apartemennya sudah sangat berantakan. Susi yang dari tadi mendengar amukan Della hanya bisa diam ketakutan di kamarnya. Ia tam mau jadi sasaran amukan Della.


-


-


Jangan lupa like dan komennya yang membangun ya readers😘


Happy reading 😁

__ADS_1


__ADS_2