
"Sayang!!" Yuga menahan pintu kamar yang akan ditutup oleh Sesa. Kali ini Yuga tidak akan membiarkan Sesa menghindar, walau Yuga sudah tau tentang perasaan Sesa kepadanya tapi Yuga ingin mendengar langsung dari mulu Sesa.
Sesa melepaskan tangannya yang menahan pintu, mau bagaimanapun tenaganya tentu kalah dengan Yuga yang seorang laki-laki.
"Sayang, jawab dulu pertanyaan Mas!!" Yuga menahan tangan Sesa agar istrinya itu tidak menghindarinya.
"Pertanyaan apa sih!!" Sesa membuang mukanya.
"Lihat Mas!!" Perintah Yuga tegas. Tapi Sesa masih tak bergeming. Sungguh ini adalah ketakutan Sesa selama ini, jika Yuga menanyakan tentang perasaannya.
"Sesa putri wiratama, tolong lihat Mas!!" Yuga menekan suaranya. Sesa bergidik takut mendengar suara berat dan terkesan mengintimidasi itu. Sesa memejamkan mata seolah pasrah. Lalu berlahan membalikkan wajahnya menatap Yuga.
Yuga mencakup wajah yang mulai chubby. Menatap dalam ke manik mata berwarna coklat milik Sesa.
"Selama ini Mas sudah mengatakan berulang kali kalau Mas mencintaimu, sangat mencintaimu. Tapi Mas tidak pernah mendengar satu kalimat pun dari bibirmu kalau kamu membalas perasaan Mas ini. Apa diam mu itu menunjukkan jika perasaan Mas ini tidak terbalas? Atau kamu memiliki tambatan hati yang lain? Kamu tidak mencintai Mas sama sekali? Apa tidak ada nama Mas di hatimu sayang?" Kedua mata itu berembun mendengar kalimat yang dilontarkan suaminya. Kalimat yang menanyakan tentang isi hatinya selama ini. Sesa bungkam, bukan tidak mau menjawab semua pertanyaan itu, tapi lebih tepatnya Sesa tidak mampu.
"Jawab Mas sayang!!" Yuga semakin mendesak istrinya. Sebenarnya Yuga sudah mendapat semua jawaban itu hanya dengan menatap manik mata istrinya yang penuh dengan cinta. Mata yang berkaca-kaca itu sudah membantunya menemukan jawaban. Tapi hati Yuga masih menginginkan jawaban yang transparan, yang terdengar di telinganya.
"Jawaban apa yang Mas inginkan?" Suara Sesa sedikit bergetar.
"Jawaban cintamu, rasa cintamu yang besar untuk Mas. Kamu tidak bisa lagi membohongi perasaanmu sendiri sayang. Mas tau itu!!" Ucap Yuga masih menatap istrinya intens.
Sesa melepaskan tangan Yuga dari pipinya.
"Kalau Mas tau, kenapa masih menanyakan soal itu?" Jawab Sesa dingin, lalu membalikkan badannya tidak mampu lagi berhadapan dengan pria yang sangat dicintainya itu.
"Sejak kapan? Sejak kapan kamu mencintai Mas?"
Deg..
__ADS_1
Pertanyaan yang selama ini sangat di takutkan oleh Sesa, kini keluar juga dari mulut Yuga. Leher Sesa seolah tercekat tidak mampu mengeluarkan suara.
Yuga memegang bahu Sesa lalu membaliknya lembut. Dilihatnya wajah istrinya sudah basah oleh air mata.
"Kenapa kamu tidak jujur dari dulu tentang perasaanmu? Kenapa memendam perasaan kamu sendiri selama itu?" Pertanyaan Yuga kali ini justru membuat emosi Sesa naik.
"Kenapa?? Kenapa Mas bilang??" Ucap Sesa menatap tajam mata elang suaminya.
"Mas sadar dengan pertanyaan Mas ini?" Sesa tidak peduli lagi dengan rahasianya yang selama ini ia pendam. Toh Yuga juga sudah menebaknya dari tadi bukan?
"Apa ini saatnya aku untuk jujur?" Batin Sesa mulai memberontak.
"Mas tanya kenapa aku tidak jujur selama ini hah?" Sesa sungguh tidak tahan lagi dengan beban di hatinya selama ini.
"Lalu apa yang akan aku dapatkan dari kejujuran ku itu? Apa saat itu Mas akan melepaskan Della lalu memilihku? Tidak kan? Yang ada hanya tatapan jijik yang aku dapatkan dari mu Mas. Mana ada seorang perempuan yang menyatakan cintanya kepada kekasih sahabatnya sendiri. Lalu hanya kebencian dari kalian yang akan aku dapat dari tindakan konyol ku itu!!" Sesa mengusap air mata dengan punggung tangannya dengan kasar.
Yuga mencoba meraih tangan istrinya itu tapi di tepis oleh si empunya.
"Sayang mas_"
"IYA BENAR AKU MENCINTAIMU, AKU AKUI ITU!! TAPI AKU BENCI, AKU BENCI KARENA TIDAK BISA MENGHILANGKAN RASA ITU MESKI SUDAH KU COBA BERULANG KALI!! AKU BENCI DENGAN DIRIKU SENDIRI KARENA TIDAK BISA MENGENDALIKAN HATIKU. JUSTRU AKU MALAH SEMAKIN JATUH, JATUH, JATUH LAGI DALAM CINTA MENYAKITKAN INI!! Sesa menarik napas dalam, napasnya tersengal-sengal karena berteriak dalam keadaan menangis.
Yuga sudah tidak tahan lagi mendengar semua itu, yuga membawa Sesa ke dalam pelukannya. Yuga menggeleng memberikan isyarat untuk Sesa agar tidak melanjutkannya lagi. Mata Yuga sudah berair. Hatinya sakit seperti terhimpit batu yang sangat besar.
"Tapi jika Mas berpikir bahwa aku mendoakan kalian berpisah maka itu salah. Mas tau kan dulu aku sempat membatalkan perjodohan kita, itu tidak ku lakukan semata-mata demi Della, tapi aku melakukannya untukmu. Aku tidak mau membuat laki-laki yang aku cintai hidup tersiksa denganku. Aku memang sakit melihat kamu bersama Della, aku juga sakit mendapatkan perlakuan dingin mu, bahkan dengan terang-terangan menolak segala bentuk perhatianku. Tapi hatiku lebih sakit saat melihatmu hancur karena kepergian Della" Sesa melepas pelukan suaminya. Kini giliran Sesa yang menatap dalam manik mata Yuga.
"Saat kamu pulang dalam keadaan mabuk, saat kamu mengigau nama Della dalam tidurmu. Kamu tau Mas? Aku tersiksa. Aku seolah di tampar oleh kenyataan yang dari dulu ada di depan mataku, bahwa cintamu tidak akan pernah aku dapatkan. Maka dari itu aku sama sekali tidak pernah mengharapkan cintaku bersambut. Bukankah merelakan orang yang kita cintai bahagia adalah titik tertinggi dalam mencintai seseorang?"
"Aku sudah mati-matian membunuh perasaanku tapi aku tidak bisa. Maafkan aku Mas, tapi sungguh sulit untukku menghapus semua itu dari lubuk hatiku" Kini Sesa mengatakan dengan suaranya yang lembut, tapi justru membuat hati Yuga semakin teriris.
__ADS_1
"Tidak sayang, Mas tidak pernah berpikir seperti itu. Mas bahagia saat tau kamu sudah mencintai Mas selama itu. Maafkan mas yang tidak bisa menyadari semua itu dari dulu. Mas sungguh laki-laki yang bodoh" Yuga semakin memeluk istrinya dengan erat.
"Maafkan Mas yang selalu menyakitimu. Maafkan Mas yang tidak pernah menyadari jika ada cinta yang lebih besar menanti Mas, bahkan sudah lama ada di depan mata Mas sendiri" Yuga mengusap halus pipi Sesa yang basah. Sesa menggeleng pelan.
"Ini bukan salah Mas, Ini salahku sendiri yang dengan beraninya mencintai orang yang salah. Aku_"
"Sstttttt" Yuga menempelkan jari telunjuknya dibibir Sesa.
"Kamu tidak salah sayang, jangan sebut cintamu ini salah!! Kamu mencintai Mas jauh sebelum Mas besama Della. Jadi itu bukan salahmu. Kita hanya di pertemukan kembali di waktu yang tidak tepat. Jangan menyalakan dirimu sendiri!! Mas tidak suka!!" Yuga mengecup bibir Sesa singkat.
"Lalu, seandainya waktu itu Mas lebih dulu bertemu denganku, apa Mas akan memilihku?" Sesa bertanya dengan bibirnya yang bergetar menahan tangisnya.
"Itu mungkin saja terjadi. Tidak sulit untuk mencintaimu sayang. Buktinya kamu berhasil mengambil alih posisi di hati Mas dalam waktu yang singkat. Jangan tanyakan kenapa Mas bisa secepat itu jatuh cinta padamu. Mas tidak tau, mas tidak punya jawaban, dan mungkin tidak akan pernah punya jawaban dari pertanyaan itu. Yang Mas tau hanya dunia ini rasanya runtuh, hidup Mas hancur saat kamu tidak ada lagi di sisi Mas. Terimakasih sayang, terimakasih kamu sudah mencintai Mas dengan tulus" Sesa semakin terisak mendengar pengakuan Yuga itu. Tanpa ragu lagi, Sesa memeluk tubuh suaminya yang terasa lebih kurus.
Mereka berdua menangis tanpa mengurai pelukannya. Seolah tangisan itu adalah ungkapan dari isi hati masing-masing. Hati Sesa yang sedari dulu tertimpa beban berat kini sudah terurai menjadi ringan. Sesa percaya ini adalah kuasa Tuhan yang telah menuliskan skenario tentang cintanya. Sesa bersyukur Tuhan memberikannya ujian cinta yang berat agar Sesa lebih menghargai cinta itu sendiri, sehingga kelak tidak akan mudah Sesa melepaskan cinta itu jika mengingat betapa dulu ia bersusah payah mendapatkan cintanya.
Sementara Yuga juga sangat bersyukur telah terlepas dari wanita yang pernah singgah di hatinya, karena kini sudah tergantikan dengan cinta yang lebih besar. Cinta yang tiada tara dari seorang wanita yang kini ada dalam pelukannya. Tak ada hentinya Yuga berterimakasih kepada sang pencipta, karena telah di pertemukan dengan dengan wanita yang mencintainya begitu dalam.
"Mas mencintaimu sayang"
"Sesa lebih mencintai Mas Yuga"
"Mas tau itu"
-
-
-
__ADS_1
Happy reading readers!! jangan lupa tinggalkan jejak mu untuk mendukung karya pertamaku. Terimakasih😘