
Setelah makan siang yang tidak menyenangkan tadi Sesa meminta Maya untuk mengantarnya pulang ke rumah. Sesa sudah tidak mood lagi dengan apapun kecuali pulang dan istirahat di rumah sambil menunggu suaminya pulang.
Maya juga langsung pergi tanpa mau mampir ke rumah barunya dulu. Padahal Maya paling semangat saat Della dulu pindah apartemen. Maya sangat menyukai tempat baru, tapi hari ini tidak. Cukup aneh bagi Sesa sebenarnya, tapi Sesa sedang tidak ada niat untuk membahas itu.
Sesa menyibukkan dirinya memasak makan malam untuk suaminya di hantu Mbok Lasmi. Sesa berharap jika nanti suaminya pulang sudah tidak marah lagi padanya.
Semua sudah tertata rapi di meja makan saat hari mulai gelap. Sesa berlalu ke kamarnya untuk segera mandi dan berganti baju untuk menyambut Yuga pulang dari kantor.
Deg..
Sesa gugup saat keluar dari kamar mandi ternyata suaminya sudah duduk di ujung ranjang dengan tatapan yang lurus ke arahnya.
"Emmm Mas Yuga sudah pulang?" Sesa mendekati suaminya untuk mencium tangannya namun Yuga bangkit dan melewatinya begitu saja menuju kamar mandi.
Tanpa mengunggu lama mata Sesa langsung kabur karena tertutup genangan air mata. Pintu kamar mandi tertutup bersamaan dengan air mata yang luruh.
Beberapa menit berlalu Yuga sudah selesai dengan ritual mandinya. Yuga terlihat segar dengan pakaian rumahannya. Rambut Yuga yang sedikit basah membuat pria tampan itu terlihat sangat menggoda.
"Mau Sesa keringkan rambutnya Mas?" Sesa membuka suara.
"Tidak perlu!!" Jawab Yuga dingin.
"Kalau begitu kita makan malam aja yuk. Sesa udah masakin kesukaan Mas" Sesa masih menahan rasa sakit di hatinya karena sikap acuh Yuga yang kembali seperti saat mereka pertama menikah.
"Mas sudah makan!!" Lagi-lagi jawaban yang dingin mampu meluluhlantahkan hati Sesa. Belum sempat Sesa berucap lagi Yuga sudah mengangkat kakinya ingin meninggalkan kamar.
"MAS!!" Sesa tidak tahan lagi.
"Kenapa Mas Yuga semarah ini sama aku? Apa hanya karena masalah tadi pagi? Apa Mas nggak percaya sama aku? Apa Mas ingin mengulangi sikapmu yang dulu? Semua ini terasa dejavu bagiku!! Ternyata aku salah karena telah memberikan kesempatan padamu? Apa kamu memintaku kembali hanya untuk balas dendam karena pernah melakukan hal yang sama??" Sesa meluapkan amarahnya. Yuga masih diam memunggungi Sesa yang mencacinya. Yuga malah tak mempedulikan itu sama sekali, ia melanjutkan langkahnya setelah sempat terhenti oleh ucapan Sesa.
"Mas!! Aku benci kamu!!" Teriak Sesa sebelum Yuga menghilang di balik pintu.
Sesa menangis tergugu sendirian di dalam kamar. Sungguh ia tak menyangka kebahagiaan yang bari beberapa hari ia rajut kini sudah lenyap begitu saja.
"Aku bodoh, aku bodoh percaya padamu begitu saja Mas!!" Ucap Sesa di sela tangisnya.
Klikk
Lampu di dalam kamar Sesa mati, Sesa memperhatikan sekitarnya yang juga gelap. Tangannya meraba-raba mencari keberadaan ponselnya namun tidak kuncung menemukannya.
Ceklek...
Sesa melonjak kaget karena mendengar suara pintu terbuka dari luar.
"SURPRISE!! Selamat ulang tahun Sesa!!" Teriak beberapa orang berbarengan dengan lampu yang kembali menyala.
Betapa terkejutnya Sesa, kini di hadapannya sudah ada beberapa orang yang sangat ia kenal termasuk suaminya yang membawa satu buah cake dengan lilin berbentuk angka 27 di atasnya.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun sayang!" Yuga menghampiri Sesa dengan senyuman hangatnya. Berbeda dengan beberapa menit yang lalu suaminya itu terlihat dingin dan menyeramkan.
Sesa masih diam belum bisa mencerna semua ini, ia terlalu terkejut terlebih lagi dengan pertengkarannya dengan Yuga.
"Jangan nangis! Maafkan Mas" Yuga mengusap air mata di pipi Sesa.
"Sekarang tiup lilinnya dulu deh Sa, maaf-maafnya nanti aja keburu pegel tu suami lo" Ucap Maya yang berdiri di samping Bayu.
"Iya nak, papa juga sudah pegel pegang bunga segede gaban ini" Kini Surya ikut bersuara.
"Papa ih, ganggu suasana romantis aja. iya kan ma?" Naya memprotes papanya.
"Tau nih papa dasar kaku!!" omel Vani.
Sesa tersenyum lalu meniup lilin yang sudah menyala sedari tadi.
"Yeee, selamat ulang tahun Sa" Maya mendekat lalu memeluk sahabatnya itu.
"Makasih Maya tapi kamu masih hutang penjelasan sama aku!!" Bisik Sesa di telinga Maya.
"Hehe kalau itu minta penjelasan sama laki lo ada deh" Ucap Maya menunjukkan dua jari di depan muka Sesa.
"Selamat ulang tahun ya, aku ngga tau apa-apa loh, cuma di ajak Maya aja" Ucap Bayu mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Sesa.
"Terimakasih Bayu"
"Selamat ulang tahun nak, ini papa bawa bunga buat kamu tapi cuma bawain doang yang beli suami kamu yang bodoh ini" Ucap Surya seraya memeluk menantunya. Sementara Yuga hanya berdecih mendengar cibiran papanya.
"Terimakasih mama papa untuk doanya"
"Selamat ulang tahun kak, semoga kakak selalu sabar ya menghadapi kak Yuga yang kaya bocil" Ucap Naya memeluk kakak iparnya. Kemudian Naya mendapat jitakan dari Yuga di kepalanya.
"Terimakasih Naya. Terimakasih semuanya, sudah ingat hari ini. Aku seneng banget karena masih punya kalian yang selalu ada buat aku" Sesa menangis haru karena terlalu bahagia.
"Ya udah, kita tunggu di bawah aja ya. Kayanya masih ada yang perlu di selesaikan dulu antara kalian berdua deh. Takutnya ganggu, ya nggak Tante?" Tanya maya kepada Vani.
"Betul, turun dulu yuk. Kayaknya ada yang mau kena semprot nih" Ucapan Vani langsung membuat Yuga berkeringat dingin. Apalagi saat melihat satu-persatu meninggalkan Yuga sendiri di kamar bersama Sesa.
"Sayang" Yuga menelan ludahnya saat melihat tatapan membunuh dari Sesa.
"Nggak usah sayang-sayang!!" Ucap Sesa ketus lalu melempar bunga yang tadi di terimanya ke atas sofa.
"Mas tadi cuma bercanda yank, cuma mau kasih kamu kejutan aja" Ucap Yuga memelas takut dengan kemarahan istrinya.
"Aku ngga peduli yang jelas aku benci kamu!!" Sesa ingin mendorong Yuga namun kekuatannya tidak seberapa di banding suaminya itu.
"Sayang maafin Mas ya. Mas tadi tidak benar-benar mendiamkan kamu. Mas juga tidak marah sama kamu, Mas percaya sepenuhnya sama kamu. Mas janji tidak akan berbuat seperti ini lagi" Ucap Yuga lembut meminta pengampunan kepada sang istri.
__ADS_1
Sesa mulai terisak, tangannya memukul dada Yuga dengan pukulan-pukulan kecil.
"Jahat!! Mas jahat!! Dasar nggak punya perasaan!! Aku benci Mas!!"
Yuga meraih kedua tangan Sesa itu laku menariknya ke dalam dekapannya. Mencoba menenangkan istrinya.
"Maaf sayang, maafkan Mas" Yuga mencium kening Sesa yang masih berada di dalam pelukannya.
"Jangan nangis lagi" Yuga mengusap air mata yang tersisa di pipi Sesa setelah pelukan meraka terlepas.
Yuga mengambil sesuatu disaku celananya. Sebuah kotak beludru berwarna biru tua. Yuga membukanya di hadapan Sesa. Sebuah kalung dengan liontin bongkahan berlian dengan bentuk bulatan kecil namun sangat elegan.
"Mas pasang ya?" Pertanyaan tanpa jawaban dari Sesa. Tapi Yuga tetap memasangkannya ke leher jenjang milik Sesa.
"Cantik, istri Mas selalu cantik dalam keadaan apapun" Pujian Yuga membuat pipi Sesa bersemu merah.
"Kalau lagi malu begini sih tambah cantik" Godaan Yuga sontak mendapat cubitan di pinggangnya yang berotot.
"Awww sakit yank" Keluh Yuga mengusap pinggangnya.
"Makanya jangan jahil!!" Ketus Sesa.
"Iya, Mas minta maaf" Yuga mencium pipi kiri Sesa.
Sesa berjalan mendekati meja riasnya. Menyentuh kalung dilehernya serta melihat bayangannya di dalam cermin.
"Makasih Mas Sesa suka hadiahnya. Makasih juga karena Mas Yuga ingat hari ulang tahun Sesa, bahkan Sesa tidak ingat sama sekali hari ini. Tapi Sesa tidak suka dengan sikap Mas sejak tadi pagi. Sesa ngga suka Mas Yuga diam jaya gitu. Sesa takut Mas Yuga berubah seperti dulu lagi. Sesa nggak mau" Ucap Sesa dengan wajahnya yang lucu.
"Iya sayang, maafkan Mas ya. Mas sebenarnya mau kasih kamu kejutan yang romantis, tapi malah tadi pagi ada dokter sok kecakepan bilang cinta sama kamu. Ya Mas jelas cemburu lah, ya udah deh lanjut kerjain kamu aja" Ungkap Yuga sebenarnya.
"Oh jadi tadi pagi ada yang cemburu terus marah-marah kaya gitu, sampai blok nomor Vino segala?" Kini Sesa yang menggoda suaminya.
"Udah deh yank jangan sebut namanya, Mas ngga suka!!" Yuga mengerucutkan bibirnya.
"Ih gemes banget suamiku kalau lagi cemburu" Sesa mencolek dagu Yuga.
"Yankkk!!"
-
-
-
-
Happy readingš
__ADS_1