
Sebelum saya mau minta maaf πππ, saya tidk tahu kapan akan melanjutkan cerita"Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi" ini.
Saya sedang fokus menulis cerita lain. Jika kalian berkenan Mampir lah ke sana
Sekian
Selamat malamπ€π€
.
.
.
.
.
Seorang gadis muda yang suka bercanda,mudah akrab dengan orang baru, cantik ,pintar ,dan imut dengan lesung pipinya,Yani Almafatih namanya biasa dipanggil Yani. Dia duduk di bangku SMA ,sekolah menengah atas.Yani tinggal di kota Surabaya ,dia terlahir dari keluarga yang cukup mapan .Ayah Yani bernama Rendi Fatur ,yang bekerja sebagai dokter disalah satu rumah sakit terkenal di kota nya .Rumah sakit Husada Utama namanya. Bundanya bernama Arum sari, seorang ibu rumah tangga .
Yani adalah anak pertama di keluarga nya.Yani memiliki adik kembar cowok yang pertama memiliki sifat cuek,dingin,dan yang kedua bandel ,nakal,dan humoris tentunya. Yang cuek bernama Zuan Fatur dan yang bandel banget Zoan Alberto. Mereka berdua adalah adik-adik yang paling aku sayangi heheh.Dan mereka masih duduk disekolah dasar SD kelas 6.
Pagi yang cerah ini ,aku akan memulai hariku dengan berangkat ke sekolah. Dan males nya ,hari ini adalah hari senin.Ada yang bilang hari senin adalah hari sibuk, ya itu memang benar .Hari ini aku harus berangkat lebih awal ,karna ada piket kelas .Ahhggh males banget kan,tapi mau gimana lagi itu sudah kewajiban siswa.Walau aku sendiri tak pernah piket heheh,hanya kalau mood aja piket, kalau enggak ya enggak heheh.
"Pagi bun ,yah."sapa Yani dengan minum segelas susu.
Ayah yang melihat putrinya minum susu dengan terburu-buru."Pelan-pelan,Yani."kata ayah.
"Benar nak,ini masih pagi kenapa buru-
buru?."Saut bunda.
Menaruh gelas susunya kembali di atas meja ."Saya ada piket bun,yah."kata Yani.
Zoan yang baru keluar dari kamar berkata."Kakak mana pernah piket . Paling juga ngerjain tugas nanti dikelas nyontek temen."
"Zo ,apa sih kamu."Ujar Yani ,sambung Yani berkata dengan berlalu pergi."Dahlah males debat sama cicak."
"Awas kau ,mak lampir akan ku berantakan kamarmu hingga hancurrr."Ancam Zoan.
"Udah selesai Zo,ayo berangkat."Ajak Zuan yang sudah siyap untuk berangkat.
Dengan masih terfokus pada sarapan paginya."Bentar kak,sedikit lagi."jawab Zoan.
"Zo cepat .Sudah ditunggu kakak kamu didepan."kata ayah yang ingin berangkat kerja.
"Iya bentar yahh."jawab Zoan.
"Bun ,ayah berangkat dulu ."pamit ayah.
"Iya yah, hati-hati di jalan ,semangat kerjanya."kata bunda.
"Baik bun ."jawab ayah berlalu pergi.
Sesampainya didepan.
"Zu, tunggu adik kamu,ayah mau berangkat duluan."Kata ayah memasuki mobil.
__ADS_1
"Iya yah ,hati-hati dijalan."kata Zuan.
Ayah pun berlalu pergi ,berangkat kerja.Setelah beberapa menit Zoan keluar rumah.
"Maaf kak lama".kata Zoan
"Hemm,sudah ayo berangkat ."Ajak Zuan dingin.
Mereka berdua berangkat sekolah,menaiki kereta.Di perjalanan.Zoan berbicara terus tampa dipedulikan oleh Zuan yang asik membaca buku .
"Kakak cuek amat ,pantas menjomblo sampai sekarang."Sindir Zoan dengan ocehannya.
Spontan Zuan yang semula asik dengan bukunya langsung menoleh dan melotot tatap dinginnya."Diam Zo."katanya.
Zuan yang melihatnya memilih diam dan memalingkan wajahnya kearah lain.(hehehe ,senakal-nakal nya Zoan. Zoan sangat takut dengan kakak cowoknya yang cuek ini.)Zuan walau cuek dan dingin dengan siapa saja.Jika dia marah bagaikan iblis,tapi Zuan juga tipe cowok yang sayang keluarga nya .Bisa dibilang dia cowok baik lahhh.
.
.
.
Kembali ke masa lalu.
Saat masih SD kelas 3 .Pagi-pagi sekali Zoan berangkat sekolah duluan ,karna ada tugas piket membersihkan perpus. Setelah selesai makan dan minum terburu-buru .Zoan segera berpamitan untuk berangkat.
"Aku berangkat duluan."Pamit Zoan berlalu pergi.
Diperjalanan menunju ke sekolah .Zoan dihadang oleh anak jalanan,yang ingin mengambil uang sakunya.Zoan yang tak bisa berantem ,hanya bisa diam.Lalu Zoan dipukul oleh salah satu berandal.Zoan yang membela diri mencoba melawan 4 berandal tersebut.Karna lawan yang tak seimbang ,Zoan terjatuh dan menerima banyak pukulan.Hingga tiba-tiba ada tangan yang menangkis pukulan itu.Zoan yang mencoba dengan menahan sakit di seluruh badannya, membuka matanya perlahan dan beranjak berdiri.Berapa terkejutnya Zoan ,melihat kakaknya Zuan,yang selalu cuek dan dingin dengan semua orang,dapat menghajar 4 orang berandal tampa ampun ,hingga berandal itu tak sadarkan diri.
Zuan yang sudah selesai menghajar habis berandal itu,berjalan mendekat keadiknya.Untuk memastikan adiknya baik-baik saya .
"Aku baik-ba........."Jawab Zoan yang tiba-tiba lemah dan pingsan diperlukan kakaknya .
Zuan segera menelpon ayahnya untuk mengirim ambulan.Setelah Zuan selesai menelpon ayahnya.Beberapa menit kemudian ambulan datang.Zoan segera dibawah ke rumah sakit.Sesampainya di rumah sakit ,ayah Zuan yang sebagai dokter di sana .Segera merawat putra ketiganya itu.Zuan menunggu didepan ICU degan rasa cemas kawatir.Selang beberapa menit bundanya datang dengan penuh kecemasan .
"Zuan, kenapa dengan adik kamu? ."tanya bunda Arum yang khawatir .
"Adik tadi dikeroyok berandal bun."jawab Zuan.
"Terus kamu yang menolongnya,kamu gak papa kan Zuan?,apa ada yang sakit?."Ucap bunda Arum khawatir.
"Gak papa bun,tapi adik."kata Zuan terputus sebelum melanjutkan perkataannya.
"Syukurlah Zuan,kamu dan adikmu baik-baik saja ,itu saja sudah buat bunda sangat lega ."kata bunda.
"iya bun."jawab Zuan.
"Zuan terus jaga adik kamu yang bandel dan nakal itu.Jangan tinggal kan dia.Senakal-nakalnya dia , dia tetap adik kamu Zu ."kata bunda. Arum dengan meniti kan air matanya
"Bunda jangan nangis .Zuan janji akan menjaga adik Zuan dan tak akan meninggalkannya ."ucap Zuan dengan memeluk bundanya.
"Bunda sangat menyayangi kamu ,Zu ."
Cukup lama Zuan dan bundanya menunggu ,akhirnya ayah yang sebagai dokter keluar ruangan.
"Yah bagaimana keadaan putra kita."Tanya bunda.
"Dia tidak apa-apa bun,hanya lecet dan patah tulang ringan di legan kirinya."Jelas ayah.
__ADS_1
"Syukurlah yah,bunda boleh masuk?."Tanya bunda.
"Boleh bun."kata ayah.
"Bunda masuk dulu."jawab bunda berlalu pergi masuk ke ruangan.
Sekarang diluar ruangan hanya tinggal Zuan dan ayah .
"Zuan kamu memang putra ayah yang paling hebat .Tak sia sia kamu belajar silat."kata ayah memeluk erat tubuh Zuan.
"Iya yah,ini juga berkat dukungan ayah, bunda dan juga kakak kan."kata Zuan.
"Makasih juga udah datang tepat waktu ,dan melindungi adikmu."ujar ayah
"Ayah itu kan sudah jadi kewajiban ku ,untuk melindungi adikku."kata Zuan.
"Iya nak."jawab ayah melepaskan pelukannya,sambung ayah berkata."Yasudah temani adik dan bunda kamu didalam,ayah akan melanjutkan pekerjaan ayah ."
"Baik yah."kata Zuan berlalu pergi .
Setelah beberapa jam menunggu Zoan akhirnya tersadar dari koma nya.
"Bun dimana aku?,mana kak Zuan?."Tanya Zoan yang baru sadar.
"Aku disini ,kamu istirahat saja."saut Zuan yang dari tadi duduk di sova.
"Bun kakak tadi sangat hebat banget.Dia menghajar 4 orang berandal sampai babak belur ."ujar Zoan.(hadehhh baru sadar dari keritis udah nyerocoh lagi.)
"Iya bunda sudah tau."jawab bunda.
Zuan terus melanjutkan ceritanya dengan disuapi bunda buah .Tiba-tiba Yani yang baru pulang sekolah langsung bergegas ke rumah sakit.
"Zoan!!!kamu gak papa kan?."tanya Yani yang baru masuk dengan penuh kecemasan dan gelisah.
"Gak papa kak,itu semua berkat kak Zuan."kata Zoan.
"Syukurlah,terus Zuan gak papa kan?."tanya Yani yang masih khawatir .
"gak papa kak."jawab Zuan dingin.
Membuang nafas leganya."Syukurlah."ujar Yani
Berapa hari menginap di rumah sakit Zoan akhirnya diperbolehkan untuk pulang ke rumah.
Begitu lahh ceritanya kenapa Zoan jadi takut kepada Zuan kakaknya ,dan tak berani membantah perintah nya. Sampai sekarang.
.
.
.
.
Jagan lupa dukung Author
dengan share komen dan vote
agar author bisa lebih semangat lagi menulis novel.
__ADS_1