Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.

Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.
Eps.72 Terlambat:'(


__ADS_3

Iya,suara tadi adalah suara Mobil barang dari arah jalur kiri yang melaju dengan cepetnya menabrak Lilu yang juga saat itu menyebrang jalan dengan terburu-buru tanpa melihat kondisi jalanan .


Lilu yang terbaring berbalutkan darah ,dengan pandangan yang sudah mulai kabur menatap langkah Dino yang berlari kearahnya ,dengan sayup-sayup."l love You ,Dino ."Batinya dengan pandangan mata semakin menggelap dan berlahan lenyap .


Sedang mobil barang yang menabrak Lilu langsung tancap gas dengan cepat untuk segera pergi dari sana .Dino yang sudah didekat Lilu ,langsung merangkul badan penuh darah Lilu ."Li-Lilu ,s-saya sudah janji Lilu .Lilu bangun ,LiLu!!".Ucapnya dengan tutur kata yang sangat syok dan gugup .


Dino dengan masih merangkul Lilu memperhatikan tempat itu yang sangat sepi. Dino bingung harus bagaimana ,dia sangat ingin membawa Lilu kerumah sakit namun jarak rumah sakit dengan Lilu saat ini masih sangat jauh .


Dengan menitikkan airmata."Li, maafkan saya Li ,saya mohon bangun lahh Li .Saya Mohon ."Ucapnya dengan keyakinan kuat kalau Lilu akan bangun kembali .


Sampai Dino melihat tas kecil milik Lilu yang terlempar saat tabrakan tadi ,Dino langsung bangkit dan mengambil tas itu .Iya mulai memainkan ponsel Lilu ,sampai tersambung kepada tente Lilu .


*Tante saya mohon cepat kesini tante ,Lilu kecelakaan Tante!!,saya mohon cepat.".


*Apa!!".


*Nanti saya akan cerita sekarang saya mohon kesini tante ,saya tak ingin kehilangan Lilu tante ."Jelas Dino dengan air mata yang berderai membasahi wajahnya dan raut wajah yang sangat panik .


*Tunggu disana Dino!."Kata Tante langsung mematikan panggilan telfon .


Dino yang masih disana terus mencoba mencari bantuan ,sampai ada satu mobil melaju santai dari arah kanan .Dino langsung mendekat dan melambai-lambaikan tangannya ,akan tetapi mobil itu justru menambah kecepatan melewati Dino.


Dino benar-benar kesal ,dan sangat menyalahkan dirinya yang selalu membuat Lilu tersakiti dengan perbuatannya.


Dino yang benar-benar putus asa pun hanya bisa terdiam didekat tubuh Lilu yang terus mengeluarkan darah ,ia juga melepaskan jangket yang ia kenakan untuk menyelimuti Lilu.


Saat itu sudah pukul 01.58 malam sehingga jalanan disana terasa sangat sepi ,bahkan untuk mencari bantuan pun akan sulit .Tempat ke jadi itu juga lumayan jauh dari kota ,walau itu adalah jalan alternatif kearah kota .Karna sejak dibangun jalan bebas hambatan ,jalan itu jadi tidak sering mengalami keramaian kendaraan atau pun padatnya kendaraan .


Kembali Ke dino .


Dengan duduk bertumpuk ,Dino menunduk perhatiannya menghadap aspal jalanan."Aarrrreggghhhhhhhhh!!".Teriak putus asa Dino menggema."Sa-saya mohon selamat Lilu,Tuhan!!!.Ini salah saya bukan salah Lilu ,jika kau ingin memberikan karma maka berikan karma itu kepada saya.Bukan Lilu ,Tuhan .Saya mohon Tuhan!!" .


Tante Lilu yang baru saja datang dengan raut wajah paniknya ."Cepat bawa Lilu ,Dino ."Suruhnya membukakan pintu Mobil .


Dino langsung bangkit dan mengendong tubuh Lilu kedalam mobil .Didalam Mobil ,Dino yang memangku kepala Lilu ,terus mengelus lembut rambut Lilu dengan raut wajah yang sangat cemas ,menyelas bercampur menjadi satu .


Sesaat kemudian mobil tante Lilu yang sudah didepan rumah sakit .Dino langsung mengangkat dan mengendong badan lemas Lilu kedalam rumah sakit.


Didalam Lilu langsung ditangai oleh suster ,namun hanya diberikan tempat tidur bukan segera ditangi diobati .Tante Lilu yang tak terima langsung berkata ."Sus ini bagaimana? ,kenapa cuma dikasih tepat tidur sus!?.Keponakan saya harus segera dirawat sus ."


"Maaf bu ,karna dia koban kecelakaan ,jadi ibu harus mengurus surat pengajuan kenapa nona ini bisa kecelakaan."Jelasnya dengan santai .


"Iyaiya sus saya akan isi nanti ,tapi tolong Sus segera rawat keponakan saya sus ,panggil dokternya sus panggil ,keponakan saya sudah banyak kehilangan darah sus ."Ucap memohon tante Lilu dengan berderai airmata memohon-mohon.


"Ma..."Ucap Suster itu langsung terhenti oleh Dino.


Dino yang geram langsung mencengkram kuat kerah baju suster itu ."Berengsek ,kau tak lihat dia segera membutuhkan pertolongan bodoh .Apa jika kau diposisi dia dan kau diperlakukan seperti ini,apa kau mau bodoh!?."Kata Dino dengan penuh Amara menatap dengan tajam kesorot mata Suster itu .


Berukkk.....satu pukulan mendarat di pipi Kiri suster itu .


Dengan sorot mata tajamnya ,Dino memperhatikan suster yang tersungkur karna pukulannya itu ."Saya berharap kau merasakan apa yang saya rasakan sekarang ."Ucap Dino .


"Ada apa ini?".Tanya salah seorang dokter yang baru saja turun kelobi .Dokter itu tak lain adalah ayah Yani ,Pak Rendi.


Melihat pasien yang masih belum pendapat perawatan sama sekali ."Kenapa paisen ini belum mendapatkan perawatan ,dia sudah sangat lemah ."Katanya memeriksa pasien itu .


"Cepat bawa dia ke UGD ,cepat!!".Bentak Dokter Rendi .


Lilu pun langsung dibawa ke UGD ,untuk segera mendapatkan perawatan mengobati luka-lukanya .


Dino dan Tante Lilu yang menunggu didepan ruang UGD dibuat khawatir dengan keadaan Lilu ,karna sudah dua jam lebih dokter itu tak kunjungi keluar dari ruang UGD.


Didalam ruang UGD dokter tadi yang dibantu beberapa perawatan ,terus berusaha keras menyelamatkan nyawa Lilu yang sudah kehabisan banyak darah .Ditengah-tengah kritisnya Lilu siuman dari pingsannya,dengan lirih iya berkata."Di..no..Di...no."


Dokter Rendi yang mencoba mendengar apa yang diucapkan Lilu ,sedikit mendekat telinga ."Nona saya akan memanggil Dino."Katanya yang sudah menyadari bahwa itu adalah permintaan terakhirnya.


Salah seorang perawat pun keluar ruang UGD."Disini ada yang namanya tuan Dino."Tanyanya .


Langsung melangkah mendekat."Saya Dino ."Saut Dino .


"Nona Lilu memanggil-manggil nama anda ,saya harap anda bisa ikut masuk ."Kata perawat itu .


Dengan gugup dan takut Dino melangkah masuk kedalam meninggal tante Lilu yang menunggu diluar .


Didalam Dino yang sudah didekat Lilu berbaring,dengan menggenggam telapak tangannya."Lilu, kamu yang kuat Lilu .Saya tak ingin kehilangan kamu lagi Lilu. "Kata Dino dengan mata yang berkaca-kaca menahan air matanya agar tak jatuh didepan Lilu.


"Saya janji ,saya sudah janji Lilu .Saya mohon kau bertahan lah."Katanya kembali .

__ADS_1


"Ce-cerewet!,saya hanya pergi hanya sebentar.Suatu saat nanti kita pasti bertemu lagi ."Kata Lilu mencoba menutupi rasa sakit dan lemahnya dirinya ."Selamat ,Di........"tuuuuttttttt detak jantung Lilu berlahan menghilang .


Disisi lain Tante Lilu yang masih diluar menelfon putranya dan memberi kabar kepada putranya agar pulang secepatnya.


Kembali keDino .


Dokter Rendi langsung mengunakan alat denyut jantung ,namun semua itu sudah terlambat detak jantung Lilu sudah berlahan menghilang .


Dino yang syok seketika itu terdiam dengan pandangan kosong memperhatikan dokter dan perawatan disana yang mencoba menyelamatkan Lilu .


Dengan berat hati dokter Rendi berkata ."Maaf tuan ,nona sudah tiada ."


"Tidak ,tidak, tidak, tidak ."Ujar Dino melangkah mendekat ke Lilu."Lilu jangan bercanda,bercanda kau tak lucu Lilu!! Lilu bangun ."Ucapnya terus berharap kalau Lilu cuma bercanda .


Tante Lilu yang sudah didalam dengan berat hati pun mengikhlaskan kepergian Lilu. Tante Lilu mencoba menenangkan Dino yang terus saja tak bekata kalau Lilu cuma bercanda.


"Dino sudah nak ,biarkan Lilu beristirahat dengan tenang."Kata Tante Lilu menenangkan Dino yang terus saja menangis dalam pelukan Lilu.


Sampai tiba-tiba Dino mengalami sesak nafas dalam pernafasannya ,wajahnya mulai memucat ,seketika itu Dino pun pingsan dalam pelukan Lilu. Tante Lilu yang menyadari Dino kesulitan bernafas langsung menyusuh dokter disana untuk segera memeriksa Dino,akan tetapi Dino sudah tak sadarkan diri .


"Dok Dino kesulitan bernafas dok."Kata Tante Lilu panik.


Dino yang terlanjur pingsan pun langsung mendapatkan perawatan ,setelah berbincang-bincang sedikit dengan dokter disana .Tante Lilu pun mulai mengurus surat kematian Lilu. Sedangkan jazad Lilu sendiri sudah dibawa ke ruang jenazah untuk dimandikan .


++++++++++


Keesokan paginya ,Ambulan datang kerumah Lilu yang sudah ramai dengan orang ngelayat. Putra tante Lilu yang sudah datang ,merangkul ibunya yang sangat terpukul dengan kepergian Lilu .


"Dy ,Lilu Dy ."Ucap Tante Lilu yang menangis didalam pelukan anaknya .


"Ibu yang sabar ,mungkin ini sudah takdir Tuhan .Ibu berdoa saja semoga Lilu tenang disana ."Kata Dyballa Putra tante Lilu.


Dua jam kemudian Jazad Lilu yang sudah di makanan kan ,membuat Tante Lilu semakin histeris dan pingsan disana .Dyballa langsung mengendong tubuh ibunya menjauh dari sana ,dan pergi ke mobil setibanya disana Dyballa menyuruh pembantunya menjaga ibunya .Sementara dirinya kembali lagi kemakam Lilu karna pemakamannya belum selesai .


Di pemakan itu juga ada Yani ,Riska ,dan teman-teman dekat Lilu lainnya .Yani yang juga sangat terpukul hanya bisa menangis dengan memanjatkan doa kepada sahabatnya itu .Begitu juga Riska yang sejak tadi merangkul lengan Yani ,Riska sangat tak sanggup melihat sahabat yang selalu jahil kepadanya berlahan tekubur didalam tanah.


Selesai pemakaman ,Dyballa yang masih disana dengan mengeluh lembut nisan makam Lilu ."Yang tenang ya disana ,kakak akan kesini lagi untuk mengunjungi mu .Untuk ibu kakak janji akan menjaga ibu dengan baik .Semoga tuhan menepatkan mu ditempat terbaik di sisi nya ."Katanya dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.


"Semoga kau ditempat di tempat terbaik ,disisi Tuhan Lilu ."Kata Yani mengusak air matanya yang ingin keluar .


"Kami permisi Li.Kak Dy kami permisi semoga tante selalu diberikan kekuatan untuk mengikhlaskan kepergian Lilu."Kata Riska sebelum berlalu pergi bersama Yani .


"Iya kak,kami permisi ."Pamit Riska sekali lagi .


Dengan memperhatikan lagi makam Lilu sejenak ,sebelum melangkah pergi dari sana .Menyusul Riska dan Yani yang sudah melangkah jauh .


++++++++


Dilain tempat ,Dino yang masih berbaring tak sadarkan diri ditempat tidur rumah sakit .


Dokter yang baru saja mendapat hasil lep kesehatan Dino langsung masuk kedalam ruangan Dino bersama seorang perawat .


"Apa dia akan baik-baik dok?".Tanya perawatan itu .


"Dia akan baik-baik saja ,dia hanya butuh istirahat sejenak .Untuk masalah gangguan saraf di otak nya ,kita lihat nanti jika dia sudah siuman ."Jelas dokter Rendi .


++++++++++


Setibanya dirumah.


Dengan membawa sepiring makanan,dan air putih kekamar ibunya. "Ibu makan dulu nanti sakit ,jika Lilu tau dipasti akan memarahi anakmu ini habis-habisan."Kata Dyballa sedikit bercanda .


"Ibu tidak lapar."Jawab cuek Tante Lilu.


"Ya sudah kalau ibu tidak makan ,berarti ibu tega melihat anakmu ini disiksa Lilu ."Kata Dyballa .


"Kenapa Lilu pergi secepat ini ,ibu masih ingin melihat Lilu bahagia ."Kata Tante Lilu kembali menitihkan air matanya .


"Ibu ,ibu harus mengikhlaskan Lilu .Agar dia bisa tenang dan bahagia disana ."Kata Dyballa mencoba menenangkan ibunya .


"Sekarang ibu makan dulu ,biar kuat dan sehat lagi ."Kata Dyballa mulai menyuapi ibunya sedikit demi sedikit.


++++++++++


Di Australia


Pukul 06.30 pagi

__ADS_1


Sedangkan dilain tempat ,ditempat Kiki yang sudah berangkat bersama sekretarisnya ke kantor polisi untuk mengurus kasus Tuan Mak .


Setibanya disana ,dengan mengenakan kemeja warna hitam yang tertutup jas biru tuanya .Kiki turun dari dalam mobil untuk melangkah masuk kedalam geduang kantor polisi .



"Morning,sir ."Sapa salah satu polisi disana yang sudah menyambut Kiki dengan ramah .


("Pagi Tuan .")


"Let me show you the chief of police's room."Lanjutnya mengantar Kiki ke ruang pribadi kepala polisi.


("Mari saya tunjukan ruangan kepala polisinya .")


Kiki hanya terdiam dengan raut wajah tanpa ekspresi ,ia mengikuti langkah polisi tadi ke ruangan kepala kepolisian disana .


"Morning Mr. Kiki."Sapa kepala kepolisian itu sebut saja dia Pak Net .


("Pagi Tuan Kiki .")


"Morning."Jawab Kiki.


("Pagi .")


"Immediately we discuss the case, Mr. Kiki."Kata Pak Net .


("Langsung saja kita bahas kasusnya, tuan Kiki. ")


Kasus Tuan Mak pun mula dibahas ,akhirnya dengan semua bukti-bukti yang ada tuan Mak pun akan resmi di sidang besok pagi untuk menentu hukumannya .


Selesai dengan itu semua Kiki yang sudah didalam mobilnya ,berkata kepada Feleki ."Leki, tomorrow is the day of Mr. Mak's trial. And you have to stick to your duties. Don't let Mr. Mak manage to escape from his sentence again."


("Leki ,besok adalah hari sidang Tuan Mak .Dan kau harus tetap pada tugas mu .Jangan sampai tuan Mak berhasil kabur lagi dari jalur hukumannya.".)


"I'll make sure this trial goes your way."Kata Feleki yang fokus menyetir mobil Kiki .


("Saya akan pastikan sidang ini berjalan dengan keinginan Tuan .")


Sesaat kemudian mobil Kiki yang sudah memasuki pekarangan perusahaan miliknya yang tak terlalu bersarnya pun ,melangkah turun dari dalam mobil .


Disaat yang bersamaan dari arah lain .Dorrrr........satu tembak dengan tiba-tiba mengenai Kiki .


Seketika semua orang yang ada disana diam seketika ,dan bergemuruh saat tau Kiki yang tertembak .


Feleki yang disamping Kiki."Tuan, Tuan baik-baik saja kan!?".Tanyanya cemas .


Memperhatikan kearah peluru itu meluncur ."Kejar dia!!".Teriak tegas Kiki tak perduli dengan lukanya.


"Kalian dengar, cepat kejar!!".Saut Feleki dengan nada tegasnya menyuruh sekuriti disana untuk mengejar yang dimaksud oleh Kiki .


"Tuan apa perlu saya antar kerumah sakit?."Tanya Feleki kepada tuannya .


"Antar saya sekarang kerumah ,suruh dokter datang kerumah saja.Dan suruh Zesu datang kerumah ."Jelas Kiki berlalu pergi dengan mobilnya kembali ,dengan Feleki yang menyetir mobil itu .


++++++++++


"Ada itu tadi!?".


"Kasihan Tuan Kiki ."


"Kenapa bisa gitu ya ."


"Ini sudah biasa dialami untuk sebagian pengusaha sukses seperti Tuan Kiki."


"Kasihan Tuan Kiki. "


Ucap para karyawan Kiki yang melihat kejadian penembakan itu .


+++++++++++


+++++++


Pukul 09.30


Tempat Dino


Sedangkan Dino yang sedang diperiksa oleh dokter Rendi dan perawat yang bersamanya, di kamar rumah sakitnya dimana Dino dirawat .

__ADS_1


"Dokter ,dia sudah mulai tersadar."Ucap Perawat yang bersamaan dokter Rendi.


Dino yang mulai tersadar membuka matanya berlahan .Dan seketika itu juga langsung bangun dari tempat dirinya berbaring ."Dimana, dimana Lilu!?".Tanyanya histeris dengan menatap raut wajah dokter yang merawatnya .


__ADS_2