Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.

Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.
Eps.105 Kepergian Ayah


__ADS_3

Yani terus berLari melihat-lihat beberapa ruangan yang ia jumpai .Sampai di salah satu rungan yang jauh dari pekarangan rumah yang seperti gudang .Yani mempercepat langka nya hingga tiba lah di depan pintu itu ,ia langsung membuka pintu itu seketika itu juga matanya membulat sempurna melihat seseorang yang sudah tidak bernyawa didepannya.


Yani berjalan mendekat dengan badan bergemetar hebat ,disaat sudah didekat jazad ayahnya Yani langsung tersungkur lemah.


Yani merangkul tubuh lemah ayahnya ."Ayah a-ayah bangun ayah, maafkan Yani ayah...".Air mata yang sudah membasahi pipinya ,Yani terus terisak dalam kesediaan tangisnya.


Di sisi lain Kiki masih disibukkan dengan beberapa anak buah Tika yang masih mengeroyoknya tanpa ampun .Edi yang baru sampai langsung saja berlari mendekat ke bosnya untuk segera membantu menyelesaikan perkelahian .


"Aaahhh." Hela nafas Kiki yang sudah diujung batas kemampuan fisiknya .Dengan wajah yang sudah babak belur dan tangan yang sedikit jedera Kiki terduduk di lantai .Kiki menengok ke istrinya yang sedang menangis di dekat jazad ayah mertuanya ."Ku serahkan kepadamu ."Ucapnya kepada Edi.


Edi dengan bangga mengatur posisi untuk melawan tiga anak buah Tika yang masih bertahan ,ia langsung memukul menendang melompat membanting tubuh lawannya.


Sedangkan Kiki beranjak berjalan pelan ke istrinya dengan menggenggam dadanya. Setibanya didepan istrinya ,Kiki terdiam sejenak ."Maaf,saya gagal melindung ayah kamu."Ucapnya.


"Semua sudah terjadi ,kau juga sudah berusaha keras jadi jangan salah kan dirimu ." Kata Yani mendongakkan kepalanya ke atas melihat Kiki dengan tersenyum tipis .


Yani bangkin dan berdiri tepat di hadapan Kiki."Atas nama ayahku ,saya meminta maaf atas semua ke......."Ucapnya terputuh karna Kiki yang tiba-tiba memeluk tubuh Yani.


"Tidak perlu minta maaf ,karna ayah mu juga ayah ku .Seorang ayah yang sangat baik ,penyayang ,dan pemberani .Saya sangat senang dan beruntung bisa mendapatkan ayah mertua sepertinya ." Kata Kiki panjang lebar dalam pelukan istrinya.


Yani yang terharu seketika itu kembali berlinang air mata ,akan tetapi bersamaan dengan itu rangkulan Kiki semakin merenggang melepas ."Kiki,Kiki!!".Ujar Yani kepada suaminya yang sudah tidak sadarkan diri.


Kiki terjatuh ,Yani yang tak sanggup menahan tubuh suaminya membaringkan tubuh suaminya di lantai. "Kiki ,bangun Kiki. Edi ,Edi panggil ambulan!".Teriak panik Yani.


Edi yang mendengarkan itu langsung melontarkan pukulan terakhirnya dengan keras kepada satu anak buah Tika yang tersisah sampai tersungkur ."Tenaga mereka benar-benar seperti satu ekor gajah Afrika ." Ujarnya mengatur nafas .



Tidak tunggu lama, Edi langsung mendekati majikkannya .Sesaat itu juga polisi datang disusul dengan ambulan rumah sakit.


Derai air mata Yani tidak bisa dibendung lagi saat melihat jazad ayahnya di masukkan kedalam ambulan begitu juga tubuh lemah suami yang masuk kedalam ambulan lain dengan keadaan yang sudah keritis.


Yani yang sangat syok dengan yang terjadi membuatnya hampir pingsan. Karna keadaannya juga ,Edi pun menuntun Yani untuk naik kedalam mobilnya dan mengantarnya ke rumah sakit dengan mobilnya .


Di perjalanan ke rumah sakit ,Yani yang mengikuti lajunya empat mobil ambulan dengan mobil Edi .Yani menghubungi bundanya untuk memberikan kabar duka juga kabar suaminya yang sedang keritis .


Setelah mendapatkan kabar itu bunda Yani dan kedua adik Yani langsung bergegas berangkat ke rumah sakit.


Setibanya di rumah sakit ,Yani langsung mengikuti para perawat membawa suaminya. Sedangkan Edi mengkuti langkah kemana perawat lain membawa Danu yang sudah sangat keritis karna pendarahan hebat.


Yani menunggu di depan ruang UGD dimana Kiki sedang dirawat ,kebetulan juga yang menangani Kiki adalah Dr.Jino sahabat dekat Kiki.


Yani terus menunggu di depan ruang UGD dengan raut wajah cemasnya, sampai tibalah bundanya dan kedua adiknya yang baru tiba di rumah sakit menghampirinya.


Tanpa berkata lagi Yani langsung memeluk bundanya dengan isak tangisnya. "Ayah bunda ,Ayah!". Ujarnya dalam kesediaannya.


Bunda melepas pelukan anaknya ,dengan tatapan mata berkaca-kaca bunda menghapus air mata putrinya ." Putri ayah harus kuat, tabah ,dengan apapun yang sudah terjadi ."Kata Bunda ."Kita boleh bersedih,hancur, tapi tidak dengan hati kita .Kita harus kuat karna perjuangan hidup kita ,Yani masih panjang. "


"Yani tetapi di sini bersama Zoan ,temani nak Kiki ." Kata Bunda ."Zoan tolong jangan kakak kamu ,bunda akan segera kembali ."


"Tapi ,Ayah?!". Saut Zoan dengan raut wajah muramnya.


"Kakak dan bunda akan mengurus pemakaman ayah ,kamu jaga kak Kiki dan kak Yani di rumah sakit .Kakak percayakan ini kepada kamu ,kakak dan bunda akan segera kembali ." Jelas Zuan.


"Bunda pamit, Asallamuallaikum ." Pamit bunda berlalu pergi dengan raut wajah muram sedihnya .


"Waallaikumsalam,bunda." Jawab Zoan.


Sedangkan Yani masih terdiam menunduk dengan wajah muram sedihnya."Maafkan Yani ayah ,Yani tidak bisa mengantarkan ayah ke peristirahatan terakhir ayah .Maafkan Yani ,ayah."Batin Yani .


Zoan merangkul bahu kakaknya ."Kak Yani duduk dulu ,badan kak Yani sangat dingin."


Yani mengikut dan duduk di kursi panjang yang tersedian didepan ruang UGD."Kak Kiki pasti akan baik-baik .Untuk ayah."Ucapnya terhenti sejenak ."Jika kak Kiki sudah sembuh kita pergi ke makam ayah bersama-sama .Kak Yani jangan nangis lagi."


Yani tersenyum dan merangkul bahu adiknya.Sesaat kemudian keluarlah dokter Jino .Yani langsung bangkit dari tempat duduknya menghampiri dr.Jino ."Bagaimana keadaan suami saya ?".Tanya Yani.


"Kiki sudah melewati masa keritisnya ,saya juga sudah memberi sedikit jahitan di bekas lukanya yang ada di dada yang dulu .Karna luka goresan pisau ,bekas lukanya sedikit membuka, jadi saya sedikit menjahitnya .Dan syukurnya juga, nyonya membawa suami nyonya tepat waktu ke rumah sakit ."Jelas Dr.Jino.


" Alhamdulilah .Terimakasih sudah melindung suami saya ."Batin Yani bernafas lega ."Terimakasih Dr.Jino."Ucapnya .


"Sama-sama nyonya. Saya dan perawat rumah sakit akan memindahkan suami nyonya ke kamar inap terlebih dahulu."Pesan dokter Jino sebelum berlalu pergi.


"Iya Dok."


Yani dan adiknya Zoan pun mengikuti kemana perawat rumah sakit memindahkan Kiki yang belum siuman ke kamar inap. Setibanya di sana Yani dan adiknya mengikuti masuk ke dalam kamar .Sementara itu selesai memindah kan Kiki ,dokter.Jino menghampiri Yani."Saya akan pergi ,jika suami nyonya sudah siuman segera panggil saya .Karna suami nyonya masih harus dalam pengawasan intensif oleh dokter ."Pesannya .


"Baik Dok ." Balas Yani.


Dokter dan beberapa perawat pun berlalu pergi ,belum juga keluar kamar inap Kiki dokter Jino sudah di hampiri olah perawat lain ."Maaf Dr.Jino ,kami membutuhkan Anda di ruang operasi .Pasien dengan luka tembak sedang mengalami pendarahan hebat ."Kata Perawat itu dengan bergegas pergi bersama dokter Jino .

__ADS_1


"Semoga kak Kiki lekas siuman. " Ucap lirih Zoan.


Namun terdengar jelas oleh Yani ,kakaknya."Kamu duduk saja di sova ,kakak akan menunggu di sini .Kamu akan capek jika berdiri terus ."


"Jika kakak ingin apa-apa ,kakak akan panggil kamu ." Lanjutnya.


Zoan mengangguk dan berjalan pergi.Yani yang awalnya di dekat suaminya pun beranjak."Kakak akan pergi mengurus pembayaran rumah sakit sebentar ,jika terjadi sesuatu segera panggil dokter ."Pesan Yani berlalu pergi.


Zoan mengangguk pertanda dengan jawaban fahamnya. Zoan yang sudah terduduk di Sova mendongakkan kepalanya memperhatikan langit-langit atap rumah sakit dan tanpa sengaja air mata yang ia tahan sembiring tadi pun mengalir keluar.


+++++++++++


+++++++


Tiga hari setelah kejadian itu ,Yani masih setia di rumah sakit menunggu suaminya yang belum kunjung siuman. Akan tetapi berbeda dengan hari-hari sebelumnya, hari ini Yani sendirian menunggu di rumah sakit,karna kedua adiknya harus membantu bundanya mempersiapkan pengajian untuk almarhum ayahnya.


Beberapa selang waktu setelah dokter memeriksa keadaan Kiki .Yani yang terduduk dikursi tanpa terasa tertidur disamping ranjang Kiki berbaring.


++++++++


Di dalam alam bawa sadar Kiki .


Kiki yang dalam alam bawa sadarnya ,terdiam dengan perhatian memperhatikan matahari sore yang akan tergelam .


"Tidak ku sangka secepat ini kau menyusul ayah ." Ujar Seorang pria dewasa yang berdiri tegak mehadap sang raja cahaya yang akan tegelam .


Seketika itu Kiki menengok ke sumber suara."Ayah ."


"Apakah saya sudah tiada ?". Sambungnya.


"Mungkin kau sedang bermimpi." Balas Ayah Kiki.Melihat putranya yang kebingungan ,ayah Kiki menepuk bahu Kiki. "Kau belum tiada ,cepat kembali .Istri mu sedang menunggu mu .Dan iya ,tolong bantu Danu .Dia sudah seperti saudara untuk mu ,dia seperti ini karna rasa kesepiannya .Ayah harap kau bisa memberikan nasehat yang bagus untuknya."Ucapnya dengan tersenyum lebarnya."Jangan pernah buat istri mu bersedih lagi ."Pesan ayah Kiki dengan tubuhnya yang mulai memudar termakan cahaya .


Seketika itu Kiki langsung bangun dengan tangan yang ingin menarik sesuatu di depannya. "Ayah!".Ujarnya Lirih.


" Tunggu ,ah apa ini? .Sakit sekali. "Ujarnya memegang dadanya.


Yani terbangun karna goncangan dari tempat tidur Kiki ." Akhirnya kamu bangun Kiki. "Ucap Yani dengan tangisnya merangkul Kiki.


"Eh Yani ."


"Maaf-maaf sakit ya ,maaf. " Ucap Yani .


"Bangimana saya tidak khawatir ,kamu tiga hati tidak bangun-bangun Kiki. Saya benar-benar takut ." Ucapnya panjang lebar.


"Saya tidak akan pernah meninggalkan kamu,dan saya tidak akan pernah pergi jauh dari kamu lagi." Ucap Kiki tersenyum tipis .


Wajah Kiki berubah muram, dengan disusul berkata."Ayah ,maaf untuk itu ."


"Ayah sudah bahagia di sana.Jika kamu sudah sembuh mari berkunjung ke makam ayah."Ucap Yani tersenyum tipis .


Kiki hanya terdiam mendapatkan perkataan seperti itu dari Yani. " Ya sudah istirahat lagi ,ini masih malam dan keadaan kamu belum pulih dengan baik ."Kata Yani membantu suaminya agar tiduran kembali.


Selesai dengan itu Yani kembali terduduk di kursi.


"Yani ." Saru Kiki .


"Kenapa?".


"Bagaimana dengan Danu?".


"Edi bila .Danu masih belum melewati masa keritisnya ,ia masih di tempatkan di ruangan kamar khusus ." Jelas Yani.


"Yani ,apakah kamu menyalahkan Danu dan ingin menghukumnya?".


"Awalnya saya memang sangat dendam dan benci dengan apa yang di lakukan Danu,terhadap kita ." Kata Yani."Hem .Tidak ada gunanya menyimpan dendam .Danu juga korban disini ,korban dari kelicikan Tika .Dan Tika ,sudah mendapatkan balasannya ,ia sudah tiada. "


Memperhatikan raut wajah suaminya ."Saya memaafkan Danu. "Kata Yani .


"Terimakasih kamu masih mau memaafkan sahabatku. "Kata Kiki di balas senyum tipis dari Yani .


" Bisakah kamu mengantar saya ke ruang rawat Danu besok?".Tanya Kiki.


"Tentu ,jika kamu istirahat sekarang Kiki .Ini sudah malam jadi cepat lah istirahat ." Oceh Yani .


"Saya akan istirahat ,jika kamu ikut tidur di atas tempat tidur ini bersama saya ." Ucap manja Kiki.


"Baiklah ,tapi ada syaratnya ."


"Hem,apa syaratnya?".Dengan raut wajah datarnya .

__ADS_1


" Jika kamu tidak tidur-tidur ,maka saya akan turun dan tidur di Sova ."


"Baiklah, saya akan istirahat ."Balas Kiki dengan raut wajah paserahnya.


Yani pun naik ke atas ranjang Kiki ,ia berbaring di samping Kiki untuk menemani Kiki istirahat.


+++++++


Malam semakin larut ,waktu tak berhenti berputar sampai hari pun berganti .Dengan sayup-sayup khas orang bangun tidur ,Kiki membuka kedua matanya yang sudah di sambut oleh cahaya pagi yang menembus gorden jendela kamar rumah sakit yang sudah terbuka lebar .


Kiki melihat sekitar ruangan kamarnya ,yang terasa sangat sunyi .Terasa seperti ada yang hilang ,tapi ia lupa apa itu .Hingga seseorang membuka pintu kamar rumah sakit ."Akhirnya sudah bangun juga ."Ucapnya melangkah mendekat ke ranjang Kiki.


Yani menaruh bekal makan yang baru saja ia ambil di atas meja ."Apakah masih sakit ?".Tanyanya yang dijawab gelengan kepala dari Kiki.


"Bunda tadi bawakan makanan ."


"Untuk saya ." Saut Kiki .


"Tidak ." Balas Yani .


"Bentar lagi makanan kamu akan segera diantar." Lanjutnya .


"Makan rumah sakit terasa hambar." Ucap lirih Kiki .


Yani yang masih mendengarnya berkata."Makanan rumah sakit itu lezat ,lezat banget ."


Kiki hanya terdiam membuang nafasnya dengan paserah .Sesaat kemudian ,Dokter.Jino datang ke kamar Kiki untuk memeriksa keadaan Kiki.


Dengan memeriksa Kiki ."Apakah terasa pusing ,atau sakit di bagian luka anda ?".


"Tidak ."


"Masih sama tahan sakit seperti dulu." Goda Dr.Jino .


"Saya akan menuliskan resep obatnya ,nanti perawat saya akan mengantarkannya kemari ."


"Untuk almarhum Dr.Rendi ,saya turut berduka atas meninggalnya ayah mertua kamu .Semoga kamu dan keluarga diberi ketabahan ."


"Terimakasih ,Jino ."Ucap Kiki .


" Semoga lekas sembuh Ki ,saya permisi nyonya ."Pamitnya berlalu pergi .


"Kalian terlihat sangat akrab saat saya tidak ada ,tapi kalian terlihat canggung saat saya ada ." Celoteh Yani .


"Aahh!, saya lapar sekali ,kenapa istri saya tega membuat suaminya kelaparan ." Balas Kiki yang mengabaikan celotehan istrinya .


"Tunggu sesaat lagi Ki ,sebentar lagi akan sampai makananya ." Kata Yani ."Lebih baik kamu cuci muka dulu ,saya akan mengambilkan air ."Yani yang berlalu pergi ke kamar mandi .


Seseorang mengetuk pintu kamar rumah sakit Kiki ."Permisi ,makanan paginya tuan ."Kata pria pengantar makanan itu mendorong makan pagi Kiki masuk kedalam kamar .


"Saya taruh sini tuan ,saya permisi ." Pamit pengantar makanan itu berlalu pergi setelah mendapatkan senyum tipis dari Kiki.


Kiki yang mencoba lihat sarapan pagi apa yang akan ia makan pun mencoba bangun dari tempat tidurnya .Di saat sudah bangun ,Kiki melihat sarapan paginya yang masih di atas meja dorong didekat ranjangnya .


Dengan membawa ember dan handuk kecil yang terlilit di lehernya. "Eh ,sudah datang makananya ."


"Saya makan dulu ya ,Yan."Dengan wajah lesungnya .


" Baiklah ,saya akan menaruh ember ini di kamar mandi terlebih dahulu ."Yani yang berlalu pergi .


Selesai menaruh ember air di kamar mandi ,Yani segera keluar untuk membantu membukakan makanan untuk suaminya. Yani menata makanan untuk suaminya ,dan menyuapi suaminya.


Selang beberapa waktu kemudian ,selesai makan pagi .Yani mendorong meja makan agar sedikit menjauh. Selesai itu mengambil baskom air tadi di kamar mandi ,dan membawanya ke atas ranjang Kiki. Yani sangat telaten mengusap tubuh suaminya dengan handuk kecil yang sudah ia basai.


Sesaat kemudian Yani yang sudah membereskan semuanya ,berpamitan keluar sebentar untuk mengambil kursi roda. Selesai itu ,ia kembali dengan kursi roda yang ia dorong .


Dengan di bantu oleh istrinya Kiki berpindah tempat duduk di atas kursi roda .Sesudah suaminya duduk dengan baik ,Yani mendorong kursi roda itu keluar kamar rumah sakit.


Yani mendorong kursi roda itu menyusuri lorong-lorong rumah sakit sampai tibalah di ruangan kamar dimana Danu sedang terbaring keritis .


Sesudah memakai pakaian khusus ,Yani mendorong kursi roda suaminya masuk kedalam kamar rawat Danu .Sampai kursi roda itu terhenti didekat ranjang rumah sakit Danu.


"Saya akan tunggu di luar ." Ucap Yani berlalu pergi setelah mendapatkan jawaban anggukkan kepala dari Kiki.


Selesai dengan kepergian istrinya ,Kiki memperhatikan sahabatnya yang masih terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.


"Kau benar-benar sahabat yang merepotkan."Ucap Kiki dalam raut wajah saduhnya.


"Lekas bangun Danu , tongkrongan kita terasa sepi tanpa mu ."

__ADS_1


__ADS_2