
Pagi sekali Kiki sudah ijin keluar rumah ,entah akan pergi kemana dengan menaiki motor honda Vario 150 miliknya.
Kiki pergi keluar rumah untuk menemui seseorang yang kemarin malam ia telfon .
Sesampainya di halte bis ,kiki memberhentikan motornya .Sebut saja orang kemarin dengan nama Dani .
"Ki jadi kita akan akan pergi kerumahnya dulu atau langsung menemui pengacara kamu ?".Tnya Dani yang duduk dibonceng oleh Kiki .
"Kita kerumahnya dulu karna saya juga butuh persetujuan darinya terlebih dahulu ."Jawab Kiki yang menyetir motor .
Beberapa jam menempuh perjalanan sampailah Kiki dan Dani di rumah seseorang yang akan mereka datang i ,yang tak lain lagi tak bukan adalah rumah Zen .
Kiki dan Dani turun dari motor untuk melangkah mengetuk pintu rumah .Didepan pintu rumah Zen Kiki mengetuk-ngetuk pintu rumah itu sampai tiga kali ,hingga akhirnya ada jawab .Seseorang membukakan pintu rumah ,yang tak lain adalah ibu Zen .
"Nak Kiki ,Ko bisa tau rumah ibu dari mana ?".Tnya ibu Zen dengan pintu rumah yang sudah terbuka .
"Saya tau dari temennya Zen bu ."Jawab Kiki dengan sopan.
"Zen buat ulah lagi y?".Tnya Ibu Zen .
"Oo!! tidak-tidak bu ,Zen tidak buat ulah ko.Justru saya kemari mau membantu masalah yang sedang ibu alami saat ini ."Kata Kiki .
Ibu Zen yang mendengarkannya langsung menundukkan kepalanya .Kiki yang melihatnya menjadi sedikit tak enak hati."Ibu tak perlu tak enak hati ,saya membantu ibu dengan ikhlas ko ."Kata Kiki .
"Tapi apa bisa nak Kiki ,suami ibu itu selalu pintar dalam membalikkan fakta ."Kata Ibu Zen .
"Nak Kiki jelas tau kan ,sekuat apapun pengajuan surat cerai ke pengadilan yang diajukan oleh istri, jika suaminya tidak menyetujui itu akan sangat sulit ,dan akan menguras banyak uang .Sementara itu Ibu tidak ada uang banyak untuk melawan pengajuan surat cerainya ."Kata Ibu Zen .
"Ibu tenang saja saya punya pengacara hebat yang akan membatu ibu .Jadi ibu tak perlu khawatir ."Kata Kiki .
"Saya datang kesini hanya minta persetujuan
dari ibu untuk membantu masalah yang dialami ibu ."Kata Kiki .
"Tapi ibu tak punya apa-apa untuk membalas budi kamu nak Kiki ."Kata Ibu Zen .
"Sesuai kata saya tadi bu ,saya ikhlas membantu ibu ."Kata Kiki .
Disaat ibu Zen ingin menyetujuinya ,tiba-tiba Zen yang baru datang ."Ada apa ini?".Tnya Zen yang sudah berdiri dibelakang Kiki dan Dani .
Kiki dan Dani menengok kearah sumber suara .Zen melangkah maju melewati mereka berdua dan berdiri tepat disamping ibunya .
__ADS_1
"Kenapa kalian ada disini ?".Tnya Zen kembali .
"Saya kesini hanya ingin meminta ijin untuk membantu masalah yang dengan kamu dan ibu kamu alami saat ini ."Kata Kiki .
"Saya tak butuh bantuan kalian .Saya tak ingin membagi beban saya kepada orang lain lagi ,yang bahkan tidak saya kenal ."Ucap Zen .
"Zen tapi mereka itu orang baik ,ibu sudah mengenal mereka ko Zen ."Kata Ibu Zen .
"Sebaik apapun mereka ibu ,mereka membatu kita bukan karna mereka senang membatu kita.Tapi mereka membatu kita, karna mereka kasihan dan Iba melihat kita .Dan hanya untuk eksistensi mereka sendiri agar diakui sebagai orang baik!! Dimata orang."Ucap Zen .
Dani yang kesal dengan ucapan Zen yang tidak seharusnya diucapkan."Hyy!!! emang kamu pikir semua orang itu sama gitu .Kita itu berbeda dengan orang yang sedang kau pikirkan saat ini .Kita membantu kalian bukan karna iba atau kasihan dengan keadaan kalian .Kita membantu kalian karna kita senang membantu dan juga hanya ingin menjalin silaturahmi dengan baik dengan kalian, bukan karna eksistensi semata kami ."Ucap Dani kesal .
"Terus saya langsung percaya gitu dengan kalian ,Tidak!!."Ujar Zen .
Maju melangkah ingin memukul Zen ."Kau benar-benar manusia yang ...."Ujar Dani dengan tangan kanan yang sudah siap mendarat di pipi kiri Zen .Namun dengan cekatan Kiki langsung mencengkram kuat tangan Dani ."Dani kendalikan diri kamu ."Ucap Kiki berusaha menenangkan Dani yang sudah tersulut emosi .
Dani menurunkan tangan kanannya ."Lebih baik saya tunggu di motor saja Ki ."Ucap Dani berlalu pergi .
"Kenapa kau masih ada disini ?".Tnya Zen ketus .
"Jika kau mau tau ,saya dan teman saya membantu kamu bukan karna eksistensi bagus kami dimata orang .Saya membantu kamu dengan sangat ikhlas ,dan tak ingin mengharap imbalan apapun dari kamu dan ibu kamu ."Kata Kiki .
"Dan kau Zen coba lah untuk tidak egois ."Ucap Kiki melangkah pergi meninggalkan rumah Zen.
Setelah kepergian Kiki dan temannya ."Zen ibu benar-benar merasa bersalah dengan mereka ."Ucap Ibu yang sudah duduk di sova .
Zen hanya diam merenung tampa merespon ucapan dari ibunya .
"Zen jika kau tau ,ini tidak kalian pertama nak Kiki membantu kamu .Kamu pasti masih ingat kan dia pernah membantu kamu keluar dari dalam penjara dan dia juga pernah membantu kamu saat kamu hampir dikeluarkan dari sekolah."Kata Ibu .
Beranjak dari tempat duduknya ."Olah karna itu bu ,saya tak ingin menyusahkan dia lagi ."Ucap Zen melangkah pergi keluar rumah .
Menatap kepergian anaknya."Ibu akan selalu berdoa kepada Allah ,agar kamu tidak lagi menganggap diri kamu sebagai beban nak ."Ucap Ibu lirih .
+++++++++++++
+++++++++
Zen dengan pikiran yang sedang kacau ,seperti ini .Ia pergi ke bukit dimana ia biasa merenung dan menenangkan dirinya .
Duduk tersimpul dibawah pohon."Kenapa diri ini selalu tak berguna ,aku selalu merasakan kalau diri ini hanya lah menjadi beban untuk orang lain .Terutama ibu ku ,aku gagal melindungi senyum ibu ku ,aku selalu membuat ibuku bersedih .Andai pada saat itu aku tak dilahirkan mungkin ibuku tak akan semenderita ini .Mungkin ibu ku akan hidup bahagian saat ini ."Gumam Zen tak terasa air matanya membasahi pipinya.
__ADS_1
"Saya hanya ingin ibu ku mendapatkan apa yang seharusnya ibuku dapatkan. Dan saya hanya dapat memohon itu kepada mu ,saya sangat berharap engkau mengerti dengan permohonan hati kecil yang lelah ini ."Ucap Zen dengan memandang i matahari yang saat itu sudah mulai terbit .
Tiba-tiba ada suara lirih berkata ."Semua pasti akan terkabul Zen ,tak ada yang tak mungkin untuk di wujud kan jika yang diatas sudah berkehendak."Ucap orang itu yang tak lain adalah Riska .
Zen menengok kearah sumber suara ."Riska!! kenapa kau ada disini ?".
"Tadi saya ke rumah kamu untuk memberikan kue .Tapi kata ibu ,kamu sedang keluar .Jadi saya putuskan untuk datang kesini ehh!! ternyata kamu ada disini ."Kata Riska .
Riska melangkah mendekat ke Zen dan duduk disamping Zen ."Zen kamu sedang ada masalah apa ?".Tnya Riska .
"Tidak ada apa-apa."Jawab Zen dengan senyum palsunya .
Namun Riska yang mengerti dengan apa yang sedang Zen rasakan ,memasang wajah seriusnya dengan melihat kearah Zen."Kebohongan kamu tak akan mempan didepan saya Zen ,cepat katakan ada apa ?".Tnya Riska tegas .
Memasang bola mata jengkalnya ,lalu menundukkan kepalanya dan terdiam .
"Jika kau tak mau cerita baiklah saya akan cari tau sendiri ."Ucap Riska .
"Tadi ........."Ucap Zen menceritakan semuanya kepada Riska .
"Zen tidak seharusnya kamu berkata seperti itu ."Ucap Riska .
"Tapi saya...."Ucap Zen terputus oleh ucapan Riska .
"Zen tatap mata saya ,kau itu bukanlah beban untuk orang lain Zen .Kau adalah kau ,seorang putra yang selalu berbakti kepada ibunya ,seorang murid yang sangat pandai , dan seorang laki-laki yang paling mandiri ,yang pernah saya kenal ."Ucap Riska dengan tatapan mata tegasnya ."Jika kau tau Zen ,justru saya yang iri dengan kamu .Kamu yang bisa mandiri ,kamu yang pandai dalam segala mata pelajaran,dan kamu yang selalu bisa membuat ibu kamu bangga atas apa yang kamu lakukan .Tidak seperti saya ,saya memang mendapatkan kasih sayang yang sangat lebih ,bahkan sangat cukup dari keluarga saya dan orang tua saya .Namun saya masih belum bisa seperti kamu ,yang bisa bangga in orang tua ,dan memberikan apa yang orang tua biasa inginkan ."Sambung Riska .
"Zen Mamah ku pernah berkata ,kebahagiaan terbesar orang tua adalah melihat anaknya sendiri bahagian .Tapi saya yang keras kepala selalu ingin berusaha menjadi lebih untuk orang tua saya .Sampai di suatu hari saya sakit saat itu ,dan disitu saya jadi merasa sangat bersalah kepada mamah papah .Mamah menjaga ku siang dan malam sampai lupa makan dan papah bekerja mati-mati demi untuk membayar semua perawatan saya di rumah sakit. Disaat saya sudah sembuh ,saya baru tau ,kalau mereka sampai menjual mahar pernikahan mereka demi untuk membayar semua perawatan rumah sakit selama saya di rumah sakit ."Kata Riska dengan mata yang berkaca-kaca mengingat-ingat masa lalunya .
Zen mendengarkannya sembaring tadi hanya terdiam dengan merenungkan semua ucapan Riska .
"Hi!! ko jadi sedih gini sihh ,sudah ayo pulang aja nanti keburu malam ."Ajak Riska.
Zen menurut dan mengikuti langkah kaki Riska .Sesampainya dijalan raya ,Riska memberhentikan taksi untuk ia naik pulang .Disaat ingin masuk kedalam taksi ."Zen jalan lupa minta maaflah pada mereka ,kata maaf lebih berharga dari pada harga diri Zen."Ucap Riska .
Sesudah masuk kedalam taksi ,taksi itu pun melaju meninggalkan Zen .Selesai dengan kepergian taksi itu Zen melangkah pergi dari sana .
Pukul 23.30 Zen yang baru pulang membuka pintu rumah dengan pelan ,disaat sudah didalam rumah .Zen melihat ibunya yang sedang menunggunya di sova ruang tamu sampai tertidur .
Zen membangunkan ibunya dengan sopan.Dengan sayup-sayup ibunya membuka matanya."Zen syukurlah kamu sudah pulang ."Ucap Ibu dengan merangkul Putranya.
"Lebih baik ibu tidur dikamar diluar dingin ."Ucap Zen dengan membantu ibunya berdiri dan melangkah pergi ke kamarnya .
__ADS_1