
Selang beberapa waktu kemudian Yani yang sudah didalam mobil .
"Lin ,pulang ke rumah bentar ,saya mau ambil bekas kantor ,terua antar saya kekantor Bosili."Jelas Yani dengan perhatian yang terfokus dengan layar ponselnya .
"Baik Nyonya ."Dengan fokus menyetir .
"Angkat Kiki ,ihh!! buat cemas saja .Apa mungkin dia lagi miting?,tapi kenapa tidak dijawab .Biasanya walau miting dengan orang penting sekalipun di selalu jawab telfon saya .Hemm Kiki!!.Semoga Allah selalu melindungi kamu ,Kiki ."Batin cemas Yani .
"Kenapa nyonya,kelihatan cemas sekali!?".Batin Linda yang memperhatikan majikanya dari kaca mobil yang terpasang diatasnya .
"Nyonya kenapa? ,terlihat cemas sekali."
"Tidak apa-apa ,hanya sedikit banyak pikiran saja ."Ucap berbohong Yani ."Kamu fokus saja menyetir ,berkasnya pasti sudah ditunggu Edi ."
"Iya,nyonya ."
++++++++++
++++++
Ditempat Kiki .
Dengan raut wajah geram."You damn phone, how noisy !."Ucap seorang pria dengan melempar ponsel Kiki keluar mobil
("Posel sialan kau,berisik sekali!.".)
"Berengsek, ponselku pasti dilempar keluar.Yani pasti akan cemas sekali dengan saya nanti .Baji*ngan, akan ku remukkan tulang-tulang kalian semua."Batin geram marah Kiki ,akan tetapi dia harus tetap tenang karna di situasi ini amarah tak akan menyelesaikan semuanya .
++++++++++
++++++
Kembali ke Yani
Yani yang sudah dirumah langsung beranjak keluar mobil untuk pergi ke ruang kerja suaminya.Yani mencari berkas yang diberitahu Edi tadi ,di meja kerja suaminya .
Disaat sudah menemukan berkas proyek kota L .Yani langsung mengambil berkas itu ,dan membawanya turun kebawah .
Setibanya di depan rumah ,Yani kembali masuk kembali kedalam mobil .Di rasa majikannya sudah duduk dengan nyaman ,Linda kembali menyalahkan mesin mobil untuk segera pergi kekantor suami majikannya.
++++++++
++++
Ditempat Riska .
Riska dan kakaknya yang sudah sampai dipejualan mobil .Riska yang sudah ada diluar mobil kakaknya ."Baru sampai saja, udah disambut mobil cantik-cantik ,kira-kira didalamnya kayak apa!?".Ujarnya membayangkan .
Dengan memukul pelan kepala adiknya."Pilih yang murah saja gembul ."Kata Kak Abi .
"Tergantung ."
"Tergantung-tergantung ,kau tak kasihan bandar ATM kakak mu ini jebol ."
"Eettss,adek sudah besar ya kak.Kemarin kalau kakak tak ada uang ,kenapa kakak keluar kota?".
"Itu kerja buka jalan-jalan,gembul ."
"Itu berarti kakak baru saja mendapatkan uang banyak doang, di AtM kakak."Riska dengan melirik isi dompet kakaknya yang ada saku celana kakaknya.
"Jadi beli nggak?."
Dengan mulai melangkah."Iya, jadi beli yang mahal!!".
"Adek Gembul laknat!".Geram Kak Abi .Dengan menyusul adiknya ."Mama sama papah tega bener ,suruh kakak beliin mobil buat adek ,adekkan kalau beli apa-apa tidak pernah murah papah!!".Batinnya dengan raut wajah murah .
"Selamat siang."
"Selamat datang diAleka indah ".
"Siang".Jawab Riska dengan raut wajah semringahnya .
"Tuan dan nona ingin mencari mobil bagaimana ,biar saya bantu .Mari tuan, nona."Dengan mempersiapkan masuk .
"Ada mobil yang cocok untuk adek gembul saya ini?".Tanya kak Abi kepada pelayan penjual mobil .
"Ada tuan mari ikut saya ."
Sesampainya diluar ruangan ,Ada beberapa mobil berukuran mini yang cocok untuk Riska .
"Yang ini ,cocok sekali untuk nona yang hobby jalan-jalan."
"Umm,ada yang lebih mewah dari ini?".
"Dek cari yang gimana lagi?".
"Ini bagus sihh warna biru ,kecil imut banget pula .Tapi adek belum lihat semua ,jika nanti ada yang lebih bagus dari ini gimana?,kan sayang kak."
Kak Abi yang mendengarkan perkataan adeknya hanya bisa membuang nafas dengan kasar .
"Kalau gitu mari,saya perlihatkan yang ada di dalam ."Dengan sopan mempersilakan masuk .
Disaat sudah didalam Riska langsung meluncur begitu saja tanpa memperdulikan kakaknya yang masih tertinggal .
Memanggil kakaknya."Kak ini bagus."Riska dengan menunjukkan satu mobil berwarna Orange.
Melangkah mendekati adeknya."Ini mahal dek ,tidak jadi beli aja.Ayo pulang."
"Mbaknya cantik lohh kak."Dengan berbisik .
"Bodo."
"Kak."
"Apa!?".Dengan raut wajah datarnya .
"Adek beli yang tadi saja,yang ini bagus sih tapi kursinya cuma dua .Jadi tidak bisa buat rombongan kalau naik ."Jelas Riska dengan kata polosnya .
"Bagus-bagus ,yasudah beli ya tadi saja ya!?".Kak Abi tersenyum senang .
"Iya."
"Kak mengurus pembayarannya dulu ."Kata kak Abi berlalu pergi .
__ADS_1
+++++++
Selang beberapa waktu kemudian,kak Abi yang sudah selesai menyelesaikan pembayaran mobil adiknya pun melangkah keluar gedung untuk menghampiri adiknya yang sudah diluar gedung bersama mobil barunya .
"Senengnya."Seru Kak Abi .
Tersenyum ."Iya kan kakak baik udah belikan mobil ."Puji Riska merayu rayu kakaknya.
"Hemm ,dek,dek ,kalau ada ngeselin ,kalau enggak ada ,alhamdulillah rumah jadi dalam ."
"Apa!?".Bentak Riska .
"Canda dek ,kamu pulang langsung bawa mobil atau ikut kakak dulu kekantor ?".
"Pulang aja tidur, ngantuk ."Ucap ketus Riska masuk kedalam mobil barunya .
"Dek gembul ,untung adek saya ."Ucap Kak Abi menatap kepergian mobil adeknya .
+++++++++
+++++
Kembali ke Yani .
Mobil Yani yang sudah sampai didepan kantor suaminya pun beranjak turu keluar mobil .
Setelah majikannya masuk kedalam kantor ,Linda pun melajukan mobilnya kembali untuk diparkirkan .
"Maaf mbak ,mau cari siapa?".Tanya Salah seorang karyawan dilobi kantor .
"Cari Edi."Yani dengan raut wajah datarnya melanjutkan langkahnya begitu saja tanpa memperdulikan karyawan tadi .
Yani pun naik Liv untuk pergi ke lantai dimana ruangan Edi berkeja .
Didalam Liv ada beberapa karyawan yang memperhatikan Yani ,entah apa yang sedang dipikirkan karyawan-karyawan itu ,yang tak dipedulikan oleh Yani sama sekali .
Sampai sesaat kemudian Liv pun berhenti dilantai dimana Yani ingin pergi ke ruang kerja Edi .
Disaat sudah ada didepan ruangan kerja Edi .
Tokkk.....tokkkk.....tokk....
Membuka pintu ruang kerjanya."Nyonya ,maaf merepotkan ."Ucap Edi yang sudah membuka pintu .
Memberikan berkas tadi ."Tidak apa Edi ."Kata Yani ."Saya cuma mau tanya ,emang benar tadi Kiki tidak bisa dihubungi ?".Lanjutnya bertanya .
"Benar nyonya ,kalau nyonya tak percaya ,nyonya bisa lihat isi telfon saya yang tak terjawab ."Jelas Edi melangkah mengambil ponsel miliknya yang tergeletak diatas meja kerjanya ,lalu memberikan ponsel miliknya ke Yani .
Yani mengambil ponsel Edi ,dan melihat isi notif telfon yang tak terjawab untuk Kiki ."Edi benar, tidak berbohong."Batin Yani .
Mengembalikan ponsel Edi ,kembali ke Edi ."Saya juga telfon tidak diangkat-angkat ,saya jadi cemas dengan keadaan Kiki disana ."Ucap Yani .
"Saya akan coba telfon sekretarisnya ,yang ada di australia ."Kata Edi mulai memain kan layar ponselnya .
Tuuu.....
"Maaf nyonya ponsel sekretaris juga tidak aktif ."Edi yang panggilan telfonnya tak diangkat .
"Yasudah biarkan saja Edi ,kamu lanjut saja kerjaan kamu .Saya akan kembali pulang ."Kata Yani yang ingin melangkah pergi.
"Biar saya antar nyonya ."Edi yang mempersilakan Yani agar keluar ruangan duluan yang setelah itu ia susul mengikuti langkah Yani .
Edi langsung membuka suara ."Yang sopan sama...."Kata Edi terpotong dengan Perkataan Yani .
Dengan perhatian yang masih terfokus kedepan."Anda siapa?,kenapa anda begitu memperdulikan hidup saya!?".Ucapnya sedikit menegok ke sumber suara tadi ,dengan raut wajah datar.
Lalu Yani melangkah mendekati wanita tadi."Siapa nama anda ,nona?".
Wanita tadi hanya terdiam memerhatikan raut wajah datar Yani .
"Nona ,saya hanya tanya nama nona ,apa sulitnya menjawab?".
"Salsa ."Jawab ketus wanita tadi .
"Oh."Yani yang ingin melanjutkan langkahnya untuk keluar kantor .
"Dasar wanita murahan ,sok cantik."Hina Salsa dengan suara lantangnya.
"Kau!!."Bentak Edi ."Tak ada sopan-soapannya kau sama istri bos."Lanjut bentaknya dengan raut wajah yang marah .
Semua karyawan yang ada disana terdiam terpaku dengan perkataan Edi yang menjelaskan identitas Yani sebenarnya .
"Aduhh Edi, pakek bilang soal identitas saya segalak."Batin Yani menghentikan langkah kakinya.
"Saya akan bilang ini semua ke pak bos ,biar kau dipecat ."Bentak tegas Edi .
"Edi jangan bilang ini ke suami saya."Kata Yani ."Untuk kejadian hari ini ,saya harap kalian semua melupakannya .Saya tak ingin suami sampai tau soal hal ini .Dan kau ,Salsa .Rubah lah sifat mu."Lanjutnya beranjak pergi dari sana .
Setelah kepergian Yani ."Beruntung kau."Ucap Edi dengan berlalu pergi dari sana kembali ke ruang kerjanya .
Sementara itu Salsa masih terdiam terpaku,dia benar-benar syok dengan kejadian yang baru saja terjadi pada dirinya .
++++++++++
++++++
Kembali Ke Kiki
Kiki dan Feleki yang sudah dalam keadaan kaki dan tangan terikat tergantung di dalam pabrik mesin tua pun mulai dibuka penutup wajahnya mereka berdua .
Kiki membuka matanya dan melihat sekitar pabrik dimana dirinya di sekap bersama Feleki .
"Isn't he Mr. Mak's son."Tebak Feleki melihat seorang pria yang baru saja datang .
("Bukankah dia anak tuan Mak.")
"Good, when you know me."Kata Tuan Mayo ,anak dari tuan Mak .
("Bagus ,kalau kalian sudah kenal saya .")
"So what, Mr. Kiki? Do you still not want to accept my father's demands?".Lanjutnya dengan mencengangkan dagu Kiki kuat-kuat,agar Kiki memperhatikan raut wajahnya .
("Jadi bagaimana,tuan Kiki?.Apakah anda masih tidak ingin menyambut tuntutan ayah saya?".)
Dengan dagu yang masih di cengkeram Mayo."Aren't those demands, befitting of your cunning father."Sindir Kiki dengan pandangan yang dingin .
__ADS_1
("Bukankah tuntutan itu , pantas untuk ayahmu yang licik .")
"How dare you look down on my father."Bentak Mayo melontarkan pukulan keras untuk Kiki .Berukkkk.......Satu pukulan keras mendarat di pipi Kiri Kiki .
("Beraninya kau merendahkan ayah saya.")
"Just die you bastard."Bentaknya sekali lagi memukul Kiki.Berukk.....satu pukulan kembali mendarat diperut Kiki .
("Ma"ti saja kau baji*ngan.")
Kiki yang tak bisa melawan dengan tangan dan kaki yang terikat ,hanya bisa merintih menahan sakitnya pukulan .
"Sir."Seru lirih Feleki memperhatikan Tuannya yang mendapat berkali-kali pukulan kesar dari Mayo ,pun sama dengan Kiki hanya bisa terdiam tanpa bisa membantu tuannya yang sedang kesakitan .
("Tuan.")
Menarik ramput Kiki dengan kasar ."Still stubborn, or have you given up and obeyed my orders?".Mayo menatap dengan raut wajah licik nya .
("Masih keras kepala ,atau kau sudah menyerah dan menuruti perintah saya?".)
Tersenyum sinis."My wish, it will not be that easy for you to change, Mr. Mayo."Kiki yang masih kuat dengan pendiriannya.
("Keinginan saya ,tidak akan semudah itu anda rubah ,tuan Mayo.")
"How dare you!!".Bentak Mayo menendang perut Kiki dengan keras berkali-kali sampai Kiki memutahkan darah .
("Beraninya kau!!".)
"Aahhkkhh..."Kiki yang memutahkan darah segar .
"Stop!!!."Teriak Feleki dengan suara lantang nya ."Stop!, I beg you to stop."Lanjutnya yang sudah tak sanggup melihat tuannya tersiksa .
("Stop!, saya mohon hentikan .")
Menghentikan aktifitasnya ,lalu mengalihkan perhatiannya kearah Feleki ."What guarantee do you have, if I stop my activities to kill Mr. Kiki slowly?".Tanya Mayo dengan senyum liciknya .
("Apa jaminan kamu ,jika saya menghentikan aktifitas saya membunuh tuan Kiki secara berlahan ini ?".)
"I-I, I -....."Feleki gugup dengan apa yang akan dirinya katakan .
("Sa-saya ,sa-.....")
"Stop Feleki."Ucap Lirih Kiki
("Hentikan Feleki .")
"Don't you ever cut off that lead."Sambung Kiki yang masih kuat dengan pendiriannya walau dirinya sudah bersimbah darah .
( "Jangan pernah kau menyabut tuntunan itu.")
Mengangkat sejata api yang ia bawa tepat menghadap tepat kearah kepala Kiki."If my father can't be released, at least I'm relieved to have killed you. "Dengan senyum liciknya .
("Jika ayah saya tidak bisa dibebaskan ,setidaknya saya lega bisa membunuh mu .")
"Mr. Kiki !!."Serunya.
("Tuan Kiki!!.")
"P-please stop Mr. Mayo, stop."Feleki yang masih memohon belas kasihan dari Mayo .
("To-tolong hentikan tuan Mayo,hentikan.")
Dengan mengabaikan permohonan Feleki."Die you bastard."Mayo menatap dengan senyum Licik nya
("Mati kau baji*ngan.")
Dorrr!!
++++++++++
++++++
Peyarrr.......
"Aduhh,pecah sudah vas bunganya ."Ucap Yani yang tak sengaja menyenggol vas bunga yang ada di lorong lantai dua rumahnya ,saat ingin ke kamar nya .
Yani berjongkok dan memungut pecahan vas keramik itu ."Aduhh,berdarah pula,sialan ."Ucapnya saat melihat jadi telunjuk mengeluarkan darah .
"Linda."Panggil Yani dengan suara lantang nya kepada Linda .
"Iya Nyonya."Saut Linda melangkah naik ke lantai dua .
Setibanya dilantai dua."Nyonya ,ada apa?".Tanya Linda melihat pecahan keramik .
"Kamu bersihkan ini ,saya mau ngobati luka saya ."Ucap Yani berlalu pergi .
"Nyonya kenapa ,tidak biasanya kayak gini?".Batin Linda berlalu pergi mengambil alat untuk membersikan pecahan keramik .
+++++++
Yani yang sudah duduk di atas tempat tidur di dalam kamar ,dengan kotak obat yang sudah tersedia didepannya mulai mengobati luka kecilnya .
Dengan fokus mengobati lukanya ."Ada-ada saya ini luka ,seperti Kiki sedang dalam masalah saja ."Gumam Yani .
"Tunggu!! Kiki!! ,apa dia sedang dalam bahaya ?".Ujar Yani seketika dengan memasang pola mata jengkalnya .
"Tidak-tidak dia pasti baik-baik saja ."Ucapnya yang harus dipaksa untuk percaya dengan kata hatinya ,kalau suaminya baik-baik saja .
"Ingin, selalu Yani ,ingin!!, percaya dengan suami kamu ,kalau dia di sana sedang menangani kerjaan bukan yang lain ."Hatinya berusaha menyakitkan dirinya sendiri,agar tidak berpikir yang aneh-aneh lagi .
Wek.....wekk....wekkk.....suara nada telfon ponsel Yani seketika membuyarkan lamunannya .
Mengambil ponsel miliknya yang tergeletak diatas meja ,dekat tempat tidur .
"Bunda ,ada apa ya?".Gumamnya mengeset tombol merah yang bergetar .
*Ada apa bun?".
*Kamu bisa kesini Yan ,bunda nanti ada pengajian dengan ibu-ibu komplek di rumah .Bunda kuwalahan membuat makanan Yan."
*Yani bantuin ibu buat makanan ."
*Iya Yan,tapi kalau tidak bisa tidak apa-apa."
*Bisa bun ,bentar lagi Yani kesana ."
*Baiklah bunda tunggu ,Yan."
__ADS_1
Panggilan berakhir .
Beranjak dari tempat duduknya ."Lebih baik saya ke rumah bunda ,jika di rumah terus saya terus saja memikirkan hal-hal aneh tentang Kiki yang membuat saya semakin cemas ."Gumamnya mengambil tas dan berlalu pergi turun kelantai bawah.