
Pukul 08.00 malam.
Yani yang sudah selesai dandan turun kebawah.
"Bun saya berangkat dulu."pamit Yani dengan berlalu pergi.
"Enggak mau makan dulu?."tanya bunda.
"Enggak bun."jawab Yani berlalu pergi.
Lalu Zuan dan Zoan datang kerja makan untuk makan malam.
"Kakak kemana tadi bun?."tanya Zoan.
"Ke pesta ulang tahun temannya."jawab bunda dengan mengambil nasi.
"Ooo"mengeram Zoan.
Mereka pun makan malam bersama.
Ditempat biasa Yusi sudah menunggu .
"Maaf telat."kata Yani yang baru datang.
"Gak papa,Udah ayo keburu keretanya lewat."kata Yusi dengan menarik tangan Yani.
Mereka berdua berlari bersama.Akhirnya mereka sampai ditempat kereta pas sudah ingin berangkat kembali. Mereka langsung masuk dan duduk di paling ujung.
Memperlihatkan penampilan nya."Gimana udah kayak wanita dewasa kan?."Tanya Yani.
"Udah sip Yan. Kalau gue gimana?."kata Yusi ikut-ikut.
"Udah pantes jadi ibu-ibu."canda Yani.
"Hihh!! kamu mahh."kata Yusi.
"Heheh, oya Riska sama Lilu gimana?."tanya Yani.
"Mereka udah sampai duluan .Mereka sekarang sendang menunggu kita didepan klub."jawab Yusi.
"Oooo."kata Yani.
Beberapa menit kemudian kereta berhenti .mereka turun dari kereta dan berjalan sedikit untuk pergi ke klub .
"Nahh udah sampai."kata Yusi.
"Terus mana mereka?."tanya Yani mencari keberadaan Riska dan Lilu.
"Itu mereka."jawab Yusi dengan menunjukkan jarinya ke arah Riska dan Lilu.
Yani dan Lilu berjalan mendekat ke Riska dan Lilu.
"Akhirnya sampai juga kalian."kata Riska.
"heheh, lama y."kata Yani.
"Udah ayo masuk."ajak Yusi.
sesampainya didalam mereka langsung disambut sama kakak Yusi, kak Arga namanya.
"Akhirnya sampai juga."kata Arga dengan memeluk adiknya.
"HBD kakak."kata Yusi dengan membalas pelukan kakaknya.
"Iya adikku sayang.Oya ingat kalian jangan ikut minum Alkohol."kata kak Arga dengan melepas pelukan adiknya.
"ASIYAP".jawab mereka bersamaan.
Mereka pun duduk paling pojok ,dan hanya diam saja.Hingga Ada teman cowok-cowok teman kakak Yusi datang.
"Ini pasti Yusi adiknya Arga?." tanya tebak Jimin teman Arga.
"Iya kak.Kakak ko tau saya adiknya kak Arga?."kata Yusi .
"Kakak kamu itu sudah seperti saudaraku."Jawab Jimin.
"Oooo."gumam Yusi.
"Ayo berdansa."ajak Jimin.
"Maaf kak, enggak bisa dansa."kata Yusi.
"Udah ayo."kata Jimin menarik tangan Yusi.
__ADS_1
"kamu juga mau dansa?."tanya Lion kepada Riska yang dari tadi memperhatikan percakapan drama Yusi dan Jimin.
"Enggak bisa."jawab Riska Dingin .
"Yasudah ayo ,aku ajarin ."kata Lion menarik tangan Riska.
Sekarang hanya tinggal Yani, Lilu , Zuki ,dan Kiki yang juga teman Arga.
"Kamu enggak minum? ".tanya Kiki kepada Yani.
"Enggak kak."jawab Yani.
"hmmm ,okelah kalau begitu."kata Kiki.
"Ayo dansa ."ajak Zuki kepada Lilu.
"Enggak kak malu, enggak bisa juga."kata Lilu.
"Udah ayo."kata Zuki menarik tangan Lilu.
Sekarang hanya tinggal Kiki dan Yani .
"Kamu juga mau dansa?."tanya Kiki.
"Enggak-enggak."jawab Yani.
"Ummmm. Umur berapa kamu."tanya Kiki.
"21......Nama kakak siapa?."kata Yani.
"Namaku Kiki ,jangan panggil kakak. Kita sama-sama 21 umurnya."kata Kiki.
"umm ok."kata Yani.
"Kamu enggak minum?."tanya Kiki.
"Enggak."jawab Yani.
Setelah perbincangan yang panjang.Kiki memutuskan untuk pergi dari bar.
"Saya tinggal ke sana dulu y."kata Kiki.
"ok "jawab Yani singkat.
"Lagian ini pesta juga mau selesai."kata Yani dalam hati.
Saat ingin berpamitan Riska dan Lilu datang.
"Ayo pulang Yan."Ajak Riska.
"Ayo tapi kita pamit dulu sama Yusi dan Kakaknya."kata Yani.
"Ok ."Jawab mereka bersamaan.
Yani, Riska ,dan Lilu pergi berpamitan kepada Yusi dan kakaknya Arga .Setelah itu mereka memutuskan untuk pulang duluan.
.
.
.
Diluar Klub.
Ada Kiki dan temannya sedang berbincang.Lalu Kiki melihat Yani yang pulang sendirian .Karna Riska dan Lilu rumahnya tak searah dengan rumah Yani.
Kiki langsung berpamitan pada temannya untuk pulang duluan.
"gue pulang duluan y bro."Pamit Kiki melangkah pergi .
"Alasan lu ,padahal y ingin dekati gadis itu."kata Jimin.
"udah biarkan aja ,biar dia enggak jomblo terus menerus bro."kata Zuki.
"Diem lu ."Ujar Kiki dingin yang belum terlalu jauh dari teman-teman.
Kiki pun berlalu pergi,berlari menghampiri Yani.
"hy!!! kamu berhenti."panggil Kiki.
Yani pun menengok kearah sumber suara.
"Kenapa kakak ngejar saya?."tanya polos Yani.
__ADS_1
"Udah dibilang jangan panggil kakak."kata Kiki yang masih mengatur nafas.
"Lebih enak panggil kakak.gakpapa kan panggil kakak aja?."kata Yani.
"ok lahh terserah kamu .Oya nama kamu sapa?."tanya Kiki
"Yani kak."jawab Yani.
"Saya panggil adik ,gak papa kan?."tnya Kiki
"Gak papa."jawab Yani
"Hem."Dehem Kiki
"Oya!! kenapa kakak ngejar saya?."tanya Yani
"Boleh pulang bareng enggak?,inikan udah malam enggak baik wanita pulang sendirian."kata kiki.
"ok lah,terserah anda."jawab Yani melanjutkan jalannya.
"Rumah kamu dimana?".tanya Kiki.
"Jalan mawar."jawab Yani.
"Wahh searah hanya saja beda komplek."kata Kiki.
"Benarkah!!."kata Yani menghentikan jalannya
"Iya.Oya kamu sudah punya pacar?"tanya Kiki yang juga berhenti berjalan.
"H!!.Maksudnya?."kata Yani.
"Kamu lohh!! Udah punya pacar apa belom ?."tanya Kiki kembali.
"Belom lahh!! Saya kan masih Sma dan umur saya masih 16 tahun ,masa udah pacaran aja."Jawab Yani keceplosan.
Yani langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Kiki sangat terkejut dengan perkataan yang terucap dari mulut Yani ,hanya melihat Yani dengan tatapan yang berubah dingin .
"Maaf kan saya tuan."kata Yani berlalu pergi dengan berlari.
"Tunggu jangan pulang sendirian."kata Kiki.
Kiki pun mengejar Yani .Hingga sampailah Yani di gang sempit, yang penuh dengan berandal .Dan disalah satu berandal ada temannya Yani ,Zen .Yani dijahili ,dan salah satu berandal ingin memegang Yani .Tapi ditangkis oleh Kiki
"Sapa kau ikut campur urusan kita?."tanya salah satu berandal.
"saya polisi."kata Kiki.
"Jihh!!! bo'ong lu.Mau nakut-nakutin kita."kata salah satu berandal.
Kiki pun menunjukkan identitas nya .Para berandal terkejut ,dan langsung menyerang Kiki.
Kiki menangkis pukulan demi pukulan hingga tak tau mau dipukul dengan balok kayu oleh Zen dari belakang.
Tapi pukulan Zen dihadang oleh Yani.Dan balok kayu itu membentur kepala Yani ,dengan sangat keras.Yani terjatuh dan pingsan.
Kiki yang menyadari mendekati Yani yang pingsan .Semua berandal yg tau pun segera kabur,hanya tinggal beberapa orang yang tak kabur .Karna dihajar kiki .Termasuk Zen yang masih terkejut dengan apa yang dirinya lakukan .
Beberapa menit kemudian polisi dan ambulan datang .Yani segera dibawa ke rumah sakit.Dan rumah sakit yang ditempati Yani adalah tempat ayah Yani bekerja.
Ayah Yani yang sudah beres-beres diruang kerja nya untuk segera pulang.Namun hal itu ditunda ,suster tiba-tiba masuk ke ruangan kerja pak Rendi.Dan mengabarkan bahwa ada pasien yang butuh pertolongan.Pak Rendi mengurungkan niatnya untuk berkemas ,dan segera pergi ke ruang ICU untuk menangani pasien tersebut. Betapa terkejutnya Pak Rendi ,setelah tau bahwa pasien itu adalah anaknya sendiri.Dengan cepat dan hati-hati pak Rendi merawat putrinya.Setelah beberapa waktu pengobatan selesai Yani segera dipindahkan ke ruang inap.Pak Rendi segera menghubungi istri dan adik-adik Yani.Lalu Kiki datang menghampiri Pak Rendi .
"Maaf dok. Apa Yani baik-baik saja?."tanya Kiki yang belom tau bahwa dokter tersebut ayah Yani.
"Dia baik-baik.Kamu siapanya Yani?."tanya Pak Rendi dingin.
"Saya temannya dok, tadi Yani terluka karna dijahili oleh berandal.Itu mungkin kesalahan saya yang membiarkan Yani pulang sendiri.Saya seperti itu karna terkejut dengan ucapan Yani yang masih umur 16 tahun."kata Kiki menjelaskan.
.
.
.
.
jangan lupa like komen share vote ya
biar author seneng dan bahagia
Terus semangat ya puasanya😄
__ADS_1
Salam bahagia dari author!