
"YaAllah gue kesiangan, anjirrr!!?."ujar Yani tergesa-gesa masuk mandi.
Beberapa menit kemudian Yani turun dengan pakaian yang sudah rapi.
Berjalan keluar rumah"Bu Ana saya berangkat dulu."Pamit Yani
"Tunggu Nak ,bawalah ini untuk ganti sarapan pagi."ucap Bu Ana.memberikan kotak makan dan sebotol air minum kepada Yani.
Menerima bekal makanan."Makasih bu."kata Yani berlalu pergi .
Yani berjalan ke perempatan jalan mencari ojek yang masih ada.
Dengan kesal."Aduh enggak ada ojek jalan kaki ,tapi jamnya sudah mepet. Jalan aja lah."ujar Yani dalam Hati.
Berhenti disamping Yani."Ayok dari pada telat."ajak Zen.
Tak ada cara lain lagi Yani pun nebeng di sepeda Zen.
Fokus menyetir sepeda."Kenapa jalan ,dimana suami kamu?"tanya Zen.
"Dia sedang ada tugas kerja."jawab Yani.
"Tentang ucapan kamu kemarin ,saya sudah menemukan solusinya untuk bicara langsung pada Riska ."ucap Zen.
"Wahh bagus itu ,semakin cepat kamu memberitahu Riska semakin bagus."ujar Yani.
"Iya Yan,makasih ya masukannya."Kata Zen.
"Sama-sama."ucap Yani.
Setelah menempuh perjalanan yang tak terlalu jauh,sampailah mereka disekolah.
"Syukurlah tepat waktu."ujar Yani.
"Aku tinggal parkirkan sepeda."kata Zen berlalu pergi.
Tiba-tiba Riska datang dengan penuh amarah dan kesal di raut wajah kepada Yani.
Yani yang tak menyadari kedatangan Riska .Tampa alasan yang jelas Riska langsung menampar Yani dengan sangat keras.
TELAK POK...satu tamparan mendarat di pipi kanan Yani.
Dengan menahan rasa perih dan panasnya tamparan Yani menengok ke seseorang yang menamparnya ,betapa terkejutnya Yani kalau yang menamparnya sahabatnya sendiri.
Mata yang memerah ingin menangis."Kamu bilang akan bantu aku untuk deket dengan Zen,Tapi kenapa kamu malah deketin dia .Kamu benar-benar licik."Ucap Riska dengan amarahnya.
"Kamu tau sebenarnya saya tak ingin bertengkar atau pun menyakiti kamu Yani,hanya masalah cowok.Tapi apalah daya ku ,aku tak bisa."ucap Riska meneteskan air matanya.
"Tunggu ini tidak seperti yang kamu bayangkan."kata Yani mencoba menjelaskan.
"Sudah Yan,lebih baik kita tak usah bersahabat lagi."ucap Riska yang ingin pergi
Dengan cepat Yani menggenggam tangan Riska dengan erat."Tunggu."ucap Yani.
Melepaskan genggaman"Entah apa yang ada dipikiran kamu sekarang.Tapi taukah kamu kalau apa yang kamu lihat ,dan pikirkan tidak seperti yang kamu bayangkan, aku disini hanya membantu Zen untuk mengatakan sesuatu pada kamu."kata Yani menjelaskan dengan tegas.
Zen yang baru datang."Ada apa ini?"tanya Zen.
"Riska."ujar Zen menatap Riska dengan raut wajah yang sulit diartikan.
Mengelus-elus pipinya."Gue mau ke kelas dulu,mau kompres pipi ."ujar Yani berlalu pergi.
"Maukah kamu ikut aku sebentar. "ajak Zen.
"Tapi bagaimana dengan Yani?"tanya Riska .
"Maksud kamu?"tanya Zen
Dengan memandang wajah Zen."Kalian pacaran kan."ucap Riska.
Tertawa."hhhh ,bisa di buat donat gue sama pacarnya , kalau pacaran sama Yani."ujar Zen.
Riska yang merasa bersalah pada Yani menundukkan kepalanya.
Zen langsung menarik tangan Riska ."Ayo iku."ajak Zen.
Zen pun mengajak Riska berjalan ke tangan sekolah untuk pergi ke atap gedung sekolahan.
Sesampainya di sana.
Zen yang sudah duduk di kursi besi ."Duduklah disini kau terlihat sangat tegang, padahal cuaca hari ini sangat bagus."ucap Zen yang membuat pipi Riska semakin memerah.
Sementara itu ditempat Yani .
Menghampiri Jovan."Jov."panggil Yani.
Menengok ."Ada apa Bunda?"tanya Jovan.
( Ya hampir satu kelasnya ,takut dengan Yani.Kenapa? Karena sifat Yani yang imut-imut mematikan .Sebelas dua belas dengan Riska ,walau Riska lebih cenderung berperilaku cuek dan tomboy.Ditambah lagi mereka berdua pernah juara 1 pencak silat tingkat internasional yang lawannya kuat-kuat. )heheh maaf author agak lebih-lebihkan alurnya:)
Masih memegang pipinya"Nanti jam kos atau ada materi?"tanya Yani
"Tidak ada pelajaran nanti jam kos,guru-guru banyak yang rapat masalah persiapan UN ."kata Jovan menjelaskan.
"Oo."ujar Yani.
Yani pun berjalan duduk di kursi nya ,dengan mengelus-elus pipinya yang masih panas.
Melihat pipi merah Yani."Ehh buset kenapa pipi lu?"tanya Yusi.
"Bekas tamparan itu."saut Lilu.
"Nihh kompres pakai botol air dingin gue."ucap Lilu memberikan botol air minum miliknya.
Menerima."Makasih ya."ucap Yani mengompres pipinya.
"Ko bisa kayak gitu ,gimana ceritanya?"tanya Yusi.
"Tau tadi tiba-tiba ada sesuatu nyasar kemuka gue."ujar Yani.
.
.
.
Ditempat Riska dan Zen .
Menarik nafas pelan dan menghembuskannya berlahan."Sebenarnya aku sudah suka kamu sejak lama .Tapi aku terlalu takut mengatakannya ,karna aku hanya cowok yang penuh dengan masalah."Kata Zen.
Dengan mengangkat kepalanya memandang langit yang biru tampa awan ."Aku juga tak ingin ,orang yang aku sayang ikut terbawa masalah gara-gara aku."kata Zen.
Riska yang sembaring tadi memperhatikan dan menyimak ucapan Zen."Apa yang kamu katakan ,kamu bilang kamu suka dengan ku .Terus kamu bilang kamu takut aku ikut terbawa masalah kamu."Kata Riska tak habis pikir.
__ADS_1
"Bukankah cinta itu harus selalu menemani dalam suka dan duka,juga menerima apapun keadaan pasangannya ."kata Rika.
"Apa kamu tau cinta?"tanya Riska.
Memandang dengan mimik wajah yang sulit diartikan."CINTA!! Cinta hanya kata-kata yang tak berguna ."ucap Zen.
"APA MAKSUD KAMU?"tanya Riska mulai kesal .
Cuek dan dingin."Apa aku perlu mengulang ucapan ku kembali?"tanya Zen .
Berdiri dari tempat duduknya."Kamu benar-benar."ujar Riska yang ingin berlalu pergi.
Namun dengan cepat pergelangan tangan Riska dipegang dengan erat oleh Zen yang masih duduk di kursi.
"Cinta adalah kata-kata Suci yang mengikat dua insan manusia menjadi ikatan suci atau sakral yang. Saling mempercayai satu sama lain dan juga, saling melengkapi kekurangan pasangan mereka tampa harus membeda-bedakan status dan derajat ."kata Zen panjang lebar.
Menatap wajah Riska ."Riska maukah kamu menjadi seseorang yang melengkapi kekurangan ki."ucap Zen.
Tampa berpikir panjang Riska langsung mengangguk-anggukkan kepalanya berkali-kali pertanda setuju .
Zen merentangkan kedua tangannya ,Riska segera mendekat dan memeluk Zen dengan sangat erat.
"Aku menerimanya ,aku akan selalu disisi kamu."ucap Riska dalam pelukan hangat Zen.
Cukup lama mereka perpelukan.Zen pun melepas pelukannya."Ris,jika nanti aku tak ada disisi kamu.Jangan terlalu berharap kehadiran ku,karna aku tak ingin kamu terpuruk hanya karna menunggu ku."kata Zen.
Memegang tangan Riska."Aku ingin kamu menjadi wanita yang kuat.Karena masih banyak orang diluar sana yang membutuhkan cinta dan senyum manis kamu."kata Zen.
Memandang wajahnya."Kamu jadi pergi?"tanya Riska.
"Iya."jawab Zen .
"Aku paham dengan ucapan kamu.Tapi apa kamu tak akan kembali lagi kesini Zen. Aku janji ko akan setia menunggu kamu."kata Riska .
"Aku pasti kembali Ris,tapi setelah 4 tahun aku baru dapat kembali.Jadi aku mohon jangan terlalu menunggu ku. Aku tak ingin kamu tersakiti karna penantian panjang yang tiada arti."kata Zen.
Tersenyum."Aku akan tetap mencintai kamu walau jarak kita jauh , dan jika suatu nanti kamu tidak memilih ku , sebagai pasangan hidup kamu .Aku akan tetap mencintai kamu, walau aku tak memiliki hati kamu."kata Riska.
Sikap keras kepala Riska."Aku akan tetap menunggu kamu,walau 10 tahun pun aku tak perduli."ucap Riska .
"Riska jangan menyiksa dirimu ,coba lah jangan keras kepala Riska."ucap Zen .
"Aku tak perduli,walau nanti akan berbuah pahit."ucap Rika.
Menyilangkan kedua tangannya dibelakang kepala"Kamu benar-benar keras kepala,masih seperti dulu ."ucap Zen.
"Bodoamat."ujar Riska.
"Jika kamu seperti ini terus aku tak akan sanggup melupakanmu walau bertahun-tahun tak bertemu."ujar Zen .
Memejamkan matanya."Tahun baru ke 4 temui saya di alun-alun Surabaya ,tepat saat kembang api menyalah. Aku akan menunggu kamu di bawah sinar kembang api."kata Zen.
Seketika Riska tersenyum bahagia ."Benarkah?Aku pasti akan datang tepat waktu ."ucap Riska .
Membuka matanya dengan menengok ke Riska."Tapi ada syaratnya."kata Zen.
"Apa syaratnya?Aku pasti akan laksanakan."kata Riska.
"Jika nanti aku tak datang berjanjilah pada ku kamu tak akan menunggu ku lagi."kata Zen.
"Tapi."ujar Riska terputus.
"Diam dan berjanjilah."ucap Zen.
"Kita tidak kembali ke kelas ?"tanya Riska.
Dengan mata terpejam."Tidak ."jawab Zen.
"Kita bolos pelajaran."ucap Riska .
Dengan mata terpejam."Tidak."
"Hari ini guru rapat ,enggak ada materi."kata Zen.
"oh."
"Yasudah aku ke kelas duluan."kata Riska Beranjak dari tempat duduknya.
"Tunggu ."panggil Zen.
Riska dan Zen Pun turun tangga kelas menyusuri lorong sekolahan untuk pergi ke kelas.Sesekali diperjalanan Zen merangkul pundak Riska yang membuat mereka menjadi pusat perhatian .
Riska yang malu hanya menundukkan kepalanya,
Sesampainya dikelas.
Melihat Zen merangkul pundak Riska."Ehh buset sejak kapan lu bisa meluluhkan sepupu singa betina.?"tanya Ardi pada Zen.
"Diem lu Debu ,mereka tuhh pasangan baru ."ucap Lilu memukul pundak Ardi.
Seketika semua teman sekelas bersorak senang."Kita sudah punya om."ujar Rendi.
"Tante-tante pipinya merah ."ujar Gita .
"Bun-bun Ayah mana,Tante sudah bawa om Zen .Ayah Bunda Yani mana?"tanya Jovan.
"Ayah masih kerja cari uang.Bener enggak Yan.?"tanya Riska pada Yani.
"Yai."jawab Yani.
Kehebohan masalah kabar bahagia hubungan Zen dan Riska pun berakhir.Teman-teman satu kelas Yani mulai sibuk dengan dirinya sendiri-sendiri .
Ada yang tidur seperti Zen ,ada yang ngerumpi,mabar game ,dan ada yang bahas-bahas hal-hal enggak penting .
Sementara itu Riska yang dari tadi membantu Yani mengompres pipinya.
"Sudah enggak terlalu bengkak Yan,maafin aku ya."ucap Riska.
"Hadehh kamu ulangi itu sampai 10 kali lo Ris.Aku tuhh capek jawabnya."ujar Yani muram.
Tertawa"Hehehh habisnya gara-gara aku kamu jadi kayak gini."ucap Riska
"Enggak usah merasa bersalah Ris ,gelud antar sahabat itu sudah wajar .Pokok yang penting kamu enggak ninggalin aku."ucap Yani tersenyum.
"Iya sihh tapi ini berlebihan ."ucap Riska .
"Enggak Ris sudah diem,gue ngantuk." kata Yani.
"Bener ,ikut tidur ahh." kata Riska mengatur posisi tidurnya.
Waktu terus berputar sampai tak terasa sudah jam 10 .30 jam pulang pun berbunyi .semua murid berhamburan keluar kelas ,begitu juga kelas Yani.
"Ayok saya antar pulang."ajak Zen kepada Yani.
__ADS_1
"Gimana boleh enggak?"tanya Yani pada Riska.
"Enggak jadi, aku lupa hari ini aku harus berangkat kerja lebih awal."ucap Zen berlalu pergi.
"Jalan kaki lagi,gue butuh tumpang."ujar Yani alay.
"Umm ,gimana kalau kamu aku antar pulang sebagai tanda ucapan maaf ku." kata Riska.
"Tapi"
"Sudah ayo masuk ."ujar Riska menarik tangan Yani masuk kedalam mobil .
Diperjalanan pulang .
"Belok kiri pak."Ucap Yani pada supir Riska .
"Bukankah rumah kamu itu lurus."ujar Riska
"Aku sudah tidak tinggal dengan Orang tua ".kata Yani.
"Trus kamu tinggal sendiri ?"tnya Riska.
"Jangan bilang ke siapa-siapa soal rumah ini ya Ris."kata Yani.
"Enggak janji sahabat ,tapi kalau ada apa cerita napa kita juga kan harus berbagi suka duka kita."kata Riska.
"Asiyap itu tante."
"Bunda ."ujar Riska bersandar dipundak Yani.
"belok kanan pak."ucap Yani pada supir Riska.
Tak butuh waktu lama lagi sampailah Yani dirumahnya.
Keluar dari mobil."makasih Ris."ucap Yani
"Sama-sama Ani."kata Riska dengan nama panggilan masa kecil mereka.
"Hem Lis."ucap Yani.
Mobil Riska pun berlalu pergi.
"Aku pulang."Salam Yani.
Menghentikan ucapan bu Ana"Setop bu Ana jangan panggil aku Non peliss.Panggil aku Nak aja sama kayak tadi pagi."kata Yani.
"Nak tadi sudah aku buatkan makan siang ."kata Bu Ana .
"Nah gitu dong Bu Ana Panggil Nak. Aku mandi dulu terus makan sama bu ana."kata Yani berlalu pergi.
Selesai mandi Yani turun kembali untuk makan siang sedikit bersama bu Ana.Sesudah makan Yani ikut gabung dengan Bik Ana diruang keluarga yang sedang melipat baju dan nonton TV .
Yani dan bik Ana saling bercerita yang diiringi dengan sedikit candaan diantara mereka sampai lupa waktu.
"Nak nanti di masak kan apa?"tanya Bik ana.
"Masak buat bu Ana aja ,nanti aku buat salat ."kata Yani
"Baiklah nak."kata Bik ana.
Selesai mandi sore,Yani mulai membuat salat untuk makan malamnya .
Beberapa menit kemudian salat buatan Yani siap untuk dimakan.Yani berpamitan pada Bu ana untuk makan dikamar .
Didalam kamar ."Untung enggak sampai bengkak tampolan Riska."ujar Yani dengan berkaca di cermin.
Pukul 23.30
Yani yang masih terbangun menunggu kabar dari suaminya yang seharian tadi tak kunjung telfon.
Memantau layar hp ada satu chat masuk.
Kiki #malam Yan ,sudah tidur.Maaf baru bisa memberi kabar#
Yani #Tak papa .
otw tidur#
Kiki #Yaudah malam jangan lupa doa kalau tidur #.
chat berakhir.
Selesai membalas chat singkat suaminya Yani berusaha untuk tidur kembali .
.
.
.
.
.
.
.
Ora ono seng bulet ing dunyo iki,
Le gak awak e dwe seng gawe bulet
Alur cerito ne uripmu dwe.
*Tidak ada yang ribet di dunia ini,
Kalau tidak kamu sendiri yang buat ribet
jalan cerita hidupmu sendiri .
.
.
.
Ojo lali ambek
Jogo kesehatan ne awak e dwe ,mugo mugo awak e dwe di adoh aken kaleh penyakit* .
Jangan lupa dengan
menjaga kesehatan diri kita sendiri .Semoga diri kita di jauhkan dari penyakit.:)
__ADS_1