Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.

Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.
Eps.20 Jum"at


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Yani sudah bangun dan bersiap untuk berangkat sekolah lebih awal.


Diperjalanan Kesekolah ,karna masih terlalu pagi ,sepanjang jalan masih banyak kabut yang menyelimuti jalanan yang di lalui Yani sehingga terasa masih gelap.


"Masih pagi,jadi inget masa kecil dulu ."kata Yani,melangkah kearah lain menunju taman disalah satu Surabaya yang ada danau buatannya yang dapat melihat indahnya kemunculan sang surya.


Sesampainya disana,Yani melihat Riska dan Zen yang sudah berada ditepih danau dulu mereka bermain-main saat kecil.


Seperti dulu Yani mengendap-ngendap pelan-pelan dan mengejutkan Riska dan Zen dari belakang.


"Woyy!!!".ujar Yani merangkul leher Riska dan Zen .


"Astaga Ani."ujar Riska terkejut.


"Kita geprek saja dia Ris."ujar Zen .


"Ayokk."kata Riska semangat mengejar Yani yang sudah lari duluan.


"Sini-sini ,kalau bisa."ucap Yani mengoda Riska yang mulai kecapekan mengejar dirinya.


Tampa Yani sadari Zen sudah siaga dibelakangnya untuk menangkap dirinya .


Merangkul Yani dari belakang."Kena kau ,Riska cepat geprek Yani ."kata Zen.


berlari mendekat ."Awas kau Yani."ujar Riska.


Riska langsung menggelitiki Yani sampai meronta-ronta menahan gelinya.Zen yang sudah mulai merasakan ada hal yang aneh .


Yang awalnya merangkul Yani dari belakang,dengan sepontan Zen melepaskan rangkulannya.


"Akan ku remes kau."ujar Riska Menggelitik Yani.


Menahan tawanya."Setop-setoppp."ujar Yani.


"Setop,Riska geli tau Riska."ujar Yani.


"Makin besar aja,punya lu ."ujar Riska yang masih belum menyadari Zen yang dari tadi tertelungkup dengan muka memerahnya.


"Hemm!!sudah diem Riska."kata Yani.


"Ehh!! dimana Zen."ujar Riska melihat sekitar taman.


Riska melihat Zen sedang duduk diayunan dibawah pohon .Saat Riska ingin beranjak dari tempat duduknya .Yani langsung menghentikan tangan Riska.


Menggenggam tangan Riska."Eh tunggu,btw kita tadi bicara apa saja ya?".tnya Yani.


"Tentang .....!"kata Riska terhenti oleh Yani sebelum melanjutkan ucapannya.


"Kita kan tau bahwa kita sudah dewasa."ujar Yani .


"Emang."


"Ris jangan bodoh dehh,itu berati Zen juga sudah dewasa Riska."


"Terus."


"Hadehh!! gue bunuh lu ,engak nyambung-nyambung ."


"Coba jelaskan saya engak paham,kalau soal dewasa-dewasa karna saat pelajaran Ipa aku selalu tidur.Btw kamu kan jago ipa coba jelaskan."


Mendorong pelan kening Riska."YaAllah bocil sekali teman ku ini."ujar Yani.


"Coba jelaskan Yan."ucap Yani bersikap seperti anak kecil.


Sebelum menjelaskan Zen memanggil ."Ris,Yan ayo berangkat sekolah."ajak Zen.


"Okeh bentar."teriak Riska.


"Nanti aja jelaskannya ,ingat aku akan ingatkan penjelasannya nanti."kata Riska melangkah pergi menyusul Zen.


"Alamak ,kapan dewasanya tuh bocil."ujar Yani menyusul Riska dan Zen.


Jam-jam pelajaran praktek ujian ,dimulai hingga tiba lah jam istirahat.


Yani yang ingin ikut ke kantin mendapatkan satu pesan dari suaminya .


#Yan ,jangan lupa makan,jangan makan buku terus engak akan buat kenyang buku-buku itu.#.


Balasan pesan# Iya bos comel bawel#.


"Yan,engak kekantin?".tnya Yusi.


"Otw."ujar Yani memasukkan ponselnya kedalam saku roknya.


Dikantin selesai makan.


"Btw gimana sudah siap semua persiapan buat besok?".tnya Yani.


"Sudah ,untuk Ardi nanti gue ingatin lagi."kata Lilu.


"Gue siap-siap aja."kata Yusi.


"Eh!! baru inget gue ,Yan lu ada utang janji sama gue."kata Riska.


"Nanti aja."kata Yani fokus minum es jus jambunya.


"Lu harus jelaskan sekarang Yan."ujar Riska seperti anak kecil.


"Astaga Ris,lu kayak bocil mintak lolipop."ujar Yusi.


"Apa lu engak malu gue cerita masa depan organ lu."ujar Yani.


"Yaudah nanti,janji."kata Riska.


"Hadehh!! pasti Riska engak paham soal hal manis-manis itu kan."ujar Yusi.


"Maklum polos."saut Lilu.


"Lu yang terlalu polos bambang."ujar Yusi.


Bel masuk berbunyi,mereka berempat pun kembali kekelas untuk mengikuti ujian praktek selanjutnya.


Jam 11.30 jam pulang berbunyi .


Menghampiri Riska yang sedang berjalan beriring dengan Yani."Ayo pulan Ris."ajak Zen


"Engak!! Yani masih punya utang penjelasan sama saya."kata Riska .


"Yaudah nanti pulang hati-hati dijalan,Yan gue dulu ya."ujar Zen mengayuh sepedanya berlalu pergi.


"Iya Zen."jawab Riska.


Berjalan beriring."Yan Kita pergi ke taman aja,tadi juga aku sudah kirim pesan ke pak Selamet untuk jemput di taman."kata Riska.


"Terserah!! ai nurut aja."ucap Yani.


Mereka berdua berjalan kaki pergi ke taman terdekat dengan sekolahnya.Sampailah mereka dikursi panjang dekat kolam ikan.


"Coba jelaskan Yan."kata Riska yang sudah duduk.


Yani menjelaskan semuanya secara detail dan jelas kepada Riska ,mulai dari awal sampai akhir.


Membukam mulutnya sendiri."Jadi Zen tadi ,jadi."ujar Riska .


Dengan santai Yani berkata."Katanya sihh,itu sudah biasa dialami oleh laki-laki."kata Yani.


"Eh tapi Zen."ucap Riska terputus oleh ucapan Yani.


"Zen tadi hanya malu aja ,mungkin!!.Lagian kamu juga sihh bercanda disamain saat masih kecil."kata Yani.


"Menurut gue masa kecil dan dewasa itu sama saja."ujar Riska.


Memukul lengan Riska ."Pala kau bengkok,sama-sama .Coba lihat lu di kaca sama engak saat masih kecil ?".tnya Yani.


Merabah-rabah ukuran badannya."Sama aja."ujar Riska.


Beranjak dari tempat duduknya dengan kesal ."Nanti sampai rumah kamu periksa sendiri,ada yang aneh engak."kata Yani melangkah pergi dari taman.


Sesampainya disamping mobil Riska,Yani langsung masuk kedalam mobil .


Melihat Yani."Lu ko masuk kemobil gue?".tnya Riska.


"Gue pusing antar gue pulang ."kata Yani .


"Kenapa pusing?" tanya Riska yang sudah didalam mobil.


"Diam lu Riska,sumpah bocil banget lu.Gue pikir orang tomboy bakal lebih paham dari gue yang polos ,ternyata tidak sesuai apa yang gue pikiran."ujar Yani kesal .


Riska hanya diam dan mencerna semua ucapan Yani,hingga sampai dikediaman rumah Yani.


Selesai menurut Yani ,Riska melanjutkan perjalanannya untuk pulang.


******


Sesampainya dirumah,Riska langsung melangkah ke kamar nya dan mengabaikan panggil dari mamanya yang dari tadi memperhatikan langkahnya.


"Emang ada yang beda ,tapi apa".ujar Riska dengan memperhatikan bayangan dirinya di kaca.


Mama Riska datang menghampiri putrinya yang berputar-putar didepan cermin lorong dekat kamarnya.


Menepuk pundak putrinya."Ada apa dik, adik sehat?".tnya Mama.


Melihat bayangan mamanya dicermin dengan melotot dan beralih melihat mamanya,Riska melakukannya berulang-ulang.


"Mah."


"Apa."


"Apa ini yang namanya dewasa?" .


"Eh maksudnya?".


"Ada yang berubah dari diri Kita Mah,dan Riska baru tau."kata Riska .


Seketika mama Riska tertawa."hhhhh,Adik ini bagaimana? bentar lagi sudah mau lulus smk ,malah masih belum paham soal kedewasaan."kata Mama.


"Ada-ada saja kamu ,sudah sana mandi terus makan."kata Mama melangkah masuk kedalam kamar.


Dengan menggaruk-garuk kepalanya yang tak terasa gatal Riska berjalan kekamarnya.


Abi Kakak Riska yang berpapasan dengan adiknya,menambah menggosok-gosok rambut adiknya sampai berantakan.


Melihat kepergian Kakaknya."Jantan awas kau,ku rusak seisi kamar kau."ujar Riska kesal.


Berlari menjauh ."Rusak aja kalau bisa."kata Abi mengayun-ayunkan konci kamarnya yang ia penggang.


Dengan raut wajah kesal Riska langsung berlalu pergi ke kamar nya.


.


.


.


.


.


Ditempat Kiki Seoul pagi hari.


Pagi-pagi sekali Kiki,Edi ,Kim,dan Masaki sudah berkumpul diruang kerja Kiki yang ada dirumahnya.


Duduk disova kerjanya."Selama saya pergi,saya serahkan keamana rumah dan kantor kepada kamu,Tuan Masaki."Kata Kiki .


"Baik Tuan ,saya akan terima tanggung jawab ini dengan baik."kata Masaki.


"Edi,Kim .Kita harus segera berangkat kebandara ,dan Kim seperti kemarin .Sesampainya di bandara jemput orang itu diruang tunggu bandara."kata Kiki.


"Baik Tuan."jawab Kim.


Masaki mengantar bosnya kedepan rumah .Sampai sang tuan masuk kedalam mobil.Mobil Kiki pun melaju ke bandara ,Tak butuh waktu lama untuk mobil Kiki menerobos kemacetan kota Seoul ,dan sampai lah Kiki di bandara .


"킴 비행기에서 기다릴게."


"kim bihaeng-gieseo gidalilge."kata Kiki melangkah pergi bersama dengan Edi.


(Kim saya akan tunggu di pesawat)


Kim segera pergi ke ruang tunggu bandara ,sesampainya disana Kim terus mencari gerak gerik yang mencurigakan sambil mencari keberadaan orang yang ia cari.Kim sudah tau keberadaannya berjalan mendekat ke orang yang ia cari dengan melihat keadaan sekitar bandara yang cukup ramai ,membuat Kim sedikit khawatir kalau dia teledor.


Serasa sudah aman ,Kim melangkah lebih mendekat .


Berdiri disamping orang yang ia cari."가자."


"gaja."ajak Kim


(Ayo berangkat.)

__ADS_1


Dua orang itu pun mengikuti Kim.Dalam perjalanan kepesawat Kim terus waspada dengan keramaian disekitar,Ya karna itu adalah kesempatan bagus untuk musuh Kim ,menculik orang yang sedang bersamanya.


Sampailah Kim dan dua orang itu dilandasan pesawat jet pribadi Kiki,Kim dan dua orang itu langsung melangkah naik kedalam pesawat.


Serasa sudah masuk semua Kiki menyuruh pak pilot untuk menerbangkan pesawat jetnya.


"Sumpah bos!! 비행기가 몇 대 있어요? "


"Sumpah bos!!bihaeng-giga myeoch dae iss-eoyo?".tnya Edi tak menyangka akan naik pesawat yang lebih mewah dari pesawat sebelumnya.


(Sumpah bos!! punya pesawat berapa ).


"Entah!! saya akan tidur kau diam lahh."kata Kiki mengatur posisi duduknya.


Salah satu orang yang dijemput Kim ,yang duduk tak terlalu jauh dari Kiki bertanya."그는 두려움이 없습니까."


"geuneun dulyeoum-i eobs-seubnikka."Tnya orang itu kepada Kim.


(Apa dia tak memiliki rasa takut.)


"모르겠어요 !! 그는 해석하기 어려운 성격을 가지고 있습니다. 분명합니다. 그가 싸우고있는 적이 복잡할수록 더 편안해집니다 키키 씨 얼굴을 맞 춥니 다."


"moleugess-eoyo !! geuneun haeseoghagi eolyeoun seong-gyeog-eul gajigo issseubnida. bunmyeonghabnida. geuga ssaugoissneun jeog-i bogjabhalsulog deo pyeon-anhaejibnida kiki ssi eolgul-eul maj chubni da."Kata Kim


(Entah!! dia memiliki karakter yang sulit di artikan ,yang jelas.Semakin rumit musuh yang ia lawan makah semakin santai Tuan Kiki menghadapinya.)


"그는 멋지다."


"geuneun meosjida."ucap orang itu kagum.


(Dia memang keren.)


"그래 !!하지만 그는 이미 어떤 여자가 그의 차가운 마음을 녹일 수 있었는지 아는 사람이다."


"geulae !!hajiman geuneun imi eotteon yeojaga geuui chagaun ma-eum-eul nog-il su iss-eossneunji aneun salam-ida."kata Kim.


(Iya!! tapi dia sudah ada yang punya,entah wanita seperti apa yang berhasil meluluhkan hati dinginnya.)


"몰라요 !!which is clear the woman is very lucky. ".


"mollayo !! which is clear the woman is very lucky. "kata orang itu .


(Entah!! yang jelas wanita itu sangat beruntung.)


++++++


Tak butuh waktu lama untuk Kiki sampai diTokyo.Pesawat pribadi Kiki yang sudah mulai mengatur pendaratan dibandara jepang.


Kiki dan rekan-rekannya pun turun dari pesawat ,Sedangkan diluar pesawat Kiki sudah ditunggu oleh sahabatnya Arcel yang juga seorang CEO seperti Kiki.


Menjabat tangan Kiki."Long time no see buddy."kata Arcel.


(Lama tak bertemu sobat ).


Kiki menjawab sapaan sahabatnya itu dengan senyum manisnya.


「とにかく、あなたはここに数日滞在するつもりだと言っていました。私はあなたのために部屋を用意しました。」


`Tonikaku, anata wa koko ni sūjitsu taizai suru tsumorida to itte imashita. Watashi wa anata no tame ni heya o yōi shimashita.'Kata Arcel.


(Oya kata kalian akan tinggal beberapa hari disini ,saya sudah siapkan kamar untuk kalian.)


Mereka pun dipersilahkan untuk masuk kedalam mobil yang sudah Arcel siapkan.Diperjalanan Kiki yang terpisah mobil dengan Kim dan dua orang asing tadi.


Arcel yang penasaran dengan dua orang tadi bertanya kepada Kiki."Who was the person who was with Kim earlier?".


(Siapa orang yang bersama Kim tadi)


"Dia Nona Dori ,dan cowok tadi bawahannya."kata Kiki.


"Tunggu bos!! jadi dia Dori anak Todai ,bos kenapa bawa dia?".tnya Edi.


"Kamu yang tiap hari sama Kiki engak tau siapa dia."ujar Arcel.


"Aku jadi bingung gini ya."ujar Edi memegangi kepalanya.


"Sudah diam kalian berdua baru ketemu sudah debat ."kata Kiki dengan mata terpejam.


Tiba-tiba ponsel Kiki berdering ,Kiki langsung mengangkat panggil itu.Tak lupa sebelum mengangkat Kiki menyuruh Tikus dan kucingnya untuk diam.


*Sore ki."Ucap Yani.


*Siang yan."


*Kamu lagi dimana,lagi kerja kamu?".


*Saya diTokyo."


*Kamu diJepang."


*Ada apa kamu diJepang?".Lanjut Yani bertanya .


*Ada sedikit urusan kerja.Lagian saya juga harus cepat kerjanya biar cepet pulang."


*Umm."


*Kenapa Yan?".


*Kamu engak jadi pulang besok?".


*Maaf Yan,saya tidak bisa."


*Yan hallo."


*Yani."


*Iya apa."


*Kamu marah sama saya,kalau marah.Marah aja saya rindu disiksa kamu."


*Engak mood."


*Ada masalah."


*Tidak!! kamu jauh gimana saya nyiksa dan banting kamu."


*Hhhhhhh."tawa Kiki.


*Iyaiya,saya akan usahakan hari rabu sudah ada dirumah."


*Awas aja kalau boong ,saya patahkan tulang rusuk mu."


*Dah lah semangat kerjanya ,engak usah buru-buru pulangnya,santai aja yang penting kamu pulang sehat selalu."


*Iya saya akan santai,jaga kesehatan ,jangan lupa makan,dan jangan berantem."


*Iya pak guru ,dah ya mau bobok."


*iya mimpi indah sayang."


Panggil berakhir .


Arcel dan Edi yang mendengar percakapan Kiki dengan istrinya memasang wajah setengah takut dan kagum dengan istri Kiki yang begitu berani pada Kiki.


"Bos itu tadi istri bos?".tnya Edi


"Itu tadi istri kamu,anjirr kamu nikah engak bilang-bilang."ujar Arcel kesal.


"Even though when I got married, I invited you."Kata Arcel ngambek (hhhhh seorang CEO bertikah seperti anak kecil gakpapakan?)


(Padahal saat nikahan saya ,kamu saya undang.)


"Saya memang belum merayakan pesta pernikahan Arcel,lagian tak ada yang saya undang saat itu."kata Kiki.


"Istri lu sudah isi duluan,sampai lu engak ngerayain."ujar Arcel.


Seketika Kiki mendorong kepala Arcel."Ngawurr !! you, I'm not like you, huh."kata Kiki


(Ngawurr!!kamu ,saya engak kayak kamu ya.)


"Betul itu, tikus tuhh jangan asal bukak mulut aja."ujar Edi .


"Dari tadi lu bilang tikus-tikus!!! kamu sendiri kucing belang jomblo ."ucap Arcel ketus.


Edi yang duduk dibelakang merangkul leher Arcel dengan kuat."Kamu ya!! saya cium luntur lu."ujar Edi.


"Hi!! jijik alergi gue lu cium."ucap Arcel dengan menggelitik perut Edi agar melepaskan rakulan lengannya dari lehernya.


Kiki yang melihatnya menggeleng-gelengkan kepalanya.Bagaimana tidak ,Arcel yang sudah menikah dan sebentar lagi akan memiliki anak ,namun tingkahnya masih seperti anak-anak.Sedangkan Edi yang lebih tua dari Arcel ,pun sama saja dengan Arcel tak ada contoh baiknya.


"Diam kalian ,kita sudah sampai .Mual saya satu mobil dengan kalian ."ujar Kiki membuka pintu mobil.


Saat sudah diluar mobil.


"Besar juga rumah kamu tikus."ujar Edi menyengol pinggang Arcel.


"Diem kucing belang ,ada istri ku jangan ngaggu ."kata Arcel melihat istrinya yang melangkah mendekat kearahnya dengan perut buncitnya.


"Yaelah sok dewasa."kata Edi lirih.


Menginjak kaki Edi."Diem kucing ."ucap Arcel melangkah mendekati istrinya.


"Awas kau tikus."ujar Edi menahan rasa sakit dikakinya .


"Good afternoon". sapa wanita muda itu,yang tak lain adalah istri Arcel.


"Noon ."jawab mereka bersamaan.


"Ajak mereka masuk bang,apakah kamu akan biarkan mereka disini."kata istrinya


"Iya lupa ,ayo masuk."kata Arcel mempersilakan.


Kiki dan rekan-rekannya pun masuk kedalam rumah .Arcel dengan memapah istrinya berjalan."You guys just go, my servant will take you to your room."kata Arcel.


(Kalian pergi saja ,pelayan saya akan antarkan kalian kekamar kalian.)


"Yes. Thank you Arcel and madam, for allowing us to stay here."kata Kiki.


(Iya Terimakasih Arcel dan nyonya ,sudah mengijinkan Kita untuk menginap disini.)


"You're welcome."jawab Istri Arcel.


Kiki dan rekan-rekannya yang dibantu oleh pelayan rumah Arcel pergi kekamar mereka yang sudah disiapkan oleh Arcel.


##**##


Malamnya Kiki dan rekan-rekannya begitu juga Arcel dan Hans yang sudah tiba dirumah Arcel.


Kiki mulai membahas semua rencananya.secara jelas.


Selesai menyimak yang diucapkan Kiki."Good plan"Ucap Arcel.


(Rencana yang bagus )


" So Kiki and...."kata Edi dengan menunjuk laki-laki yang bersama Nona Dori.


"Desta."kata Laki-laki itu mengucap namanya.


"So Desta and Kiki will get a very worrying role for me."kata Edi.


(Jadi Desta dan Kiki yang akan mendapatkan peram yang sangat menghawatirkan bagiku.)


"It's okay sis, even though I'm 17 years old. I will try my hardest to get Todai imprisoned for life."kata Desta dengan tatapan yang penuh kebencian


(Tak apa kak,walau saya masih 17 tahun .Saya akan berusaha sekeraa mungkin agar Todai dipenjara seumur hidup)


"You are great, I am proud of your strong determination. I hope you don't disappoint me."kata Kiki.


(Kamu hebat ,saya bangga dengan tekat mu yang kuat.Saya harap kamu tak mengecewakanku.)


Desta menjawab ucapan Kiki dengan mengagukan kepalanya dan tersenyum tipis.


"Sementara itu saya akan mendekati anak pemilik berlian untuk mengambil sidik jarinya ."kata Nona Dori .


"Don't need Dori, you just call him and Edi will help you".Ucap Kiki.


(Tidak usah Dori kamu telfon saja dia nanti Edi yang akan membantu kamu.)


Kim besok ikut lah saya untuk menjemput seseorang ."kata Kiki.


"Baik tuan."jawab Kim.


"Dan aku akan fokus dengan jari-jari keciku."kata Edi .


"I will oversee security and help Dori".Ucap Arcel.


(Saya akam mengawasi keamanan dan membantu Dori.)

__ADS_1


"Together with me".kata Hans.


(Bersama dengan saya.)


"Dan saya tetap didalam hotel membatu Edi untuk sementara. "kata Kim.


"But we have very little chance".Ucap Kiki.


(Tapi kesempatan kita sangat sedikit ).


"You mean ?".tnya Arcel.


( Maksud kamu )


"We have to win the dance competition accompanied by singing, which is similar to K-pop."kata Kiki.


(Kita harus memenangkan lomba Dance disertai nyanyian ,yang mirip dengan K-pop itu lah.)


"What!!."ujar Arcel ,Edi ,Hans,dan Desta bersamaan.


"And if we fail, then we also fail all. Especially to get hotel room number 148 because only that room leads to the safe. And those who occupy that room are special guests for the winners of the competition."Kata Kiki.


(Dan jika kita gagal makah ,kita juga gagal semua.Terutama untuk mendapatkan kamar hotel nomer 148 karna hanya kamar itu yang menunju ke berangkas.Dan yang menempati kamar itu adalah tamu khusus pemenang lomba.)


"I can't shake."ujar Hans.


(Saya enggak bisa goyang.).


"I'm a robot."ujar Edi.


"I'll just sleep."ujar Arcel.


(Saya akan tidur saja.)


"I am like a stick, how about this? This is an opportunity we will never get again."kata Kim.


(Saya seperti tongkat ,bagaimana ini?ini adalah kesempatan yang tak akan pernah kita dapatkan lagi.)


"Hhhh!!!you guys are funny ."ujar Nona Dori dengan tawanya.


(hhhhh!!kalian itu lucu.)


"I also can't dance, Miss Dori who will help us learn Dance."kata Kiki.


(Saya juga tidal bisa menari ,Nona Dori yana akan membantu kita belajar Dance.)


"Take it easy !! I will teach you to dance."kata Nona Dori.


(Tenang saja!! Saya yang akan mengajari kaliam menari.)


"My goodnes ."ujar Edi dengan muka malasnya.


"Well, we have to rest for tomorrow, oya Arcel. Tomorrow I borrow your car to pick someone up, and Kim don't forget. So tomorrow you guys just practice with Miss Dori."kata Kiki beranjak dari tempat duduknya melangkah pergi .


(Dah lah kita harus istirahat buat besok,oya Arcel besok saya pinjam mobil kamu untuk menjemput seseorang,dan Kim jangan lupa. Jadi besok kalian latihan saja dulu bersama Nona Dori.)


*****


Malam semakin larut ,jam 01.10 Kiki selalu terbangun dari tidurnya .Entah kenapa ,sejak Ia jatuh dari Yani ,Kiki sering terbangun tengah malam.


"Aku selalu tak dapat tidurnya ,kalau jam segini."kata Kiki melihat Edi yang tidur disampingnya seperti kebo.


Kiki keluar kamar dan berjalan-jalan sebentar,untuk menenangkan rasa rindunya pada istrinya.Saat sampai dilantai dua rumah Arcel,Kiki melihat sekilas bayangan orang yang sedang duduk di teras .


Kiki melangkah mendekati orang itu,ternyata itu adalah Desta yang sedang duduk melamun .


Menepuk pundak Desta."Why not sleep? ".tnya Kiki.


(Kenapa tak tidur?.)


Menengok kearah suara."Brother, why don't you sleep? "tnya balik Desta.


(Kakak sendiri kenapa tak tidur?.)


Duduk disamping Desta."I'm missing someone. "kata Kiki


(Saya sedang merindukan seseorang .)


"Umm."gumam Desta.


"Why do you own it? ".tnya Kiki.


(Kamu sendiri kenapa?.)


"I don't know why when I close my eyes, I always see the shadow of my family covered in blood. And it makes my heart hurt so much, like a feeling of guilt. But I can't help it."kata Desta menjelaskan


(Entah,kenapa saat saya memejamkan mata,saya selalu melihat bayangan keluarga saya bersimbah darah.Dan itu membuat hati saya sakit sekali ,seperti ada rasa bersalah .Tap saya tak bisa apa-apa.)


"You're a coward".ujar Kiki.


(Kamu pengecut )


Desta menengok kearah Kiki melihat eksperi wajahnya yang sulit diartikan .


"You just want to insult me? ".tnya Desta.


(Kamu hanya ingin menghina saya?.)


"Not!!!!".kata Kiki.


"For me it is the dark side of you, that wants you to hold grudges and a constant sense of wanting to kill for the death of your family."kata Kiki .


("Bagiku itu adalah bagian sisi gelap dari dalam diri kamu,yang ingin kamu terus menyimpan dendam dan rasa ingin membunuh terus-menerus atas kematian keluarga kamu.")


"How do you know, if I hold grudges, and the feeling of wanting to kill these bastards?".tnya Desta.


("Bagaimana kau tau ,kalau saya menyimpan dendam ,dan rasa ingin membunuh manusia-manusia berengsek itu ?".)


"It often happens to people who have dark pasts like you."kata Kiki.


("Hal itu sering terjadi kepada orang yang memiliki masa lalu kelam seperti kamu .")


"Do you feel the same way?"tnya Desta.


("Apa kau juga merasakan hal yang sama?")


"You don't need to know, obviously get rid of your resentment, because it only adds to the burden, not lessens the burden."kata Kiki.


("Kau tak perlu tau ,yang jelas hilangkan rasa dendam kamu, karna hal itu malah menambah beban bukan mengurangi beban.")


Duduk tertelungkup menyembunyikan raut wajah sedihnya."But I can't, I love my family, I don't want them to leave."Kata Desta.


("Tapi saya tak bisa,saya sayang keluarga saya,saya tak rela mereka pergi.")


"Desta."panggil Kiki.


"If you want to cry, cry. No need to be ashamed I also used to cry a lot even now."kata Kiki.


("Jika kau ingin menangis ,menangis lah .Tak perlu malu saya juga sering menangis dulu bahkan sampai sekarang .")


Desta mengangkat wajahnya,yang sudah basah dengan air mata."I am really confused."ujar Desta dengan terisak-isak tangisnya.


("Saya benar-benar bingung.")


"Crying out all your sadness, you've been keeping it for too long."kata Kiki mengeluh lembut rambut kepala Desta.


("Menangis lahh keluarkan semua rasa sedih mu,kau sudah terlalu lama menyimpannya.")


Desta semakin terisak-isak dalam larutan kesedihan yang sudah lama ia pendam.


Serasa sudah agak tenang ."Look at the brightest star."kata menunjukkan bintang yang paling terang.


("Lihatlah bintang yang paling terang itu.")


Desta melihatnya dengan seksama.


"That's where I saw the person I care about the most, even though that person is no longer by my side."Kata Kiki tersenyum melihat bayang-bayang wajah kedua orang tuanya yang tersenyum bahagia .


("Disana lah saya melihat orang yang paling saya sayangi ,walau orang itu sudah tidak ada lagi disisi saya.")


"My father also once said, that is where the spirits of the dead live."kata Desta.


("Ayah ku juga pernah berkata ,kalau itu adalah tempat roh orang meninggal tinggal.")


"Yes, your father is indeed Desta, it feels calm to see them smiling at us."kata Kiki.


("Iya, ayah kamu memang benar Desta,terasa tenang melihat mereka tersenyum melihat Kita .")


"They smile."ujar Desta dengan pandangan melihat bintang bayangan keluarga tersenyum.


("Mereka tersenyum.")


"If they smile, you should smile too, and forget about everything that happened at that time. And keep the good stuff."


("Jika mereka tersenyum, kamu juga harus tersenyum, dan melupakan semua yang terjadi saat itu. Dan pertahankan hal-hal yang baik.")


"But this heart ...."kata Desta terputus oleh ucapan Kiki.


("Tapi hati ini....")


"It's dark !! Yes because you keep getting into trouble and don't want to solve your problem."Kata Kiki.


("Gelap!!ya karna kau terus terpuruk dalam masalah dan tak ingin menyelesaikan masalah mu.")


"Try to get up, and start new things. No need to be afraid because of the same mistakes, if that happens then face it with a cold and calm heart. Surely you can finish it, and start new things again. Until you know how to fix without having to start from scratch."kata Kiki.


("Cobalah untuk bangkit ,dan mulai hal baru .Tak perlu takut karna ke salah yang sama,jika itu terjadi maka hadapilah dengan hati yang dingin dan tenang .Pasti kau dapat menyelesaikannya ,dan mulai hal baru lagi.Sampai kau tau bagaimana cara memperbaiki tampa harus memulai dari awal.")


"You're right. Can I think of you as my brother?"tnya Desta dengan mata berkaca-kaca.


("Kau benar.Boleh kah saya menganggap mu sebagai kakakku?".)


"Should not."Tolak Kiki tegas .


("Tak boleh.")


"umm".gumam Desta.


"May Desta, I was kidding."kata Kiki mendorong lengan Desta.


("Boleh Desta,Saya bercanda tadi.")


"Is it true!!"Ujar Desta melihat Kiki


Kiki menggangukan kepalanya.


("Benarkah!!")


"Alright starting tomorrow I promise to start a new day, so that Mama, father and brother are proud of me."Kata Desta.


("Baiklah mulai besok saya berjanji akan mulai hari baru ,agar Mama ,ayah dan kakak bangga padaku .")


"I'm glad you got your confidence back."


("Saya senang kau percaya diri kembali.")


"This is all thanks to your advice."kata Desta tersenyum .


("Ini semua berkat nasehat kakak .")


"Bye let's sleep, tomorrow we are busy."ajak Kiki


("Dah ayo tidur ,besok kita sibuk.")


"Yes, we have to practice dancing tomorrow."kata Desta malas.


("Iya besok harus latihan menari.")


Mereka berdua berjalan beriringan masuk kedalam rumah .Desta yang sudah masuk dulu kedalam kamarnya .Sementara itu Kiki masih berjalan kelantai satu rumah Arcel untuk pergi kekamarnya.Sesampainya dikamar Kiki membaringkan tubuhnya disamping Edi yang sudah jadi bangkai dari tadi.


.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf ya kalau harus menunggu terlalu lama.

__ADS_1


Salam sehat dari author :)


__ADS_2