Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.

Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.
Eps.84 Lapar tengah malam


__ADS_3

Hari sudah menjelang sore ,Kiki yang sudah di dalam kamar rumah sakit istrinya ,dengan duduk di kursi yang berdekatan dengan tempat tidur rumah sakit istrinya Kiki tertidur pulang dengan tangan yang menggenggam telapak tangan istrinya .


Sampai di tengah malam ,Yani yang baru siuman ."Lapernya."Ucapnya lirih ."Eh dimana saya !?".Sambung dengan memperhatikan sekitar ruangan.


Merasakan tangan kanannya yang berat."Kiki kenapa dia tidur disini?".Ucapnya kembali.Memperhatikan raut wajah polos suaminya yang sedang tertidur pulas dengan merangkul telapak tangannya."Imut sekali tidurnya ."


Geruyukkkkk.....geruyukk.....


Mengelus perut ratanya ."Lapar."Rinyihnya merasa lapar.


Mengeluh rambut kepala suaminya."Ki ,Kiki ,Kiki!!".Serunya berkali untuk membangun suaminya dari tadi tertidur pulasnya.


Membuka matanya yang terpejam ,dengan mata sayup-sayup Kiki melihat istrinya yang sudah siuman .Kiki sangat senang, langsung bangkit dari tempat duduknya ,dan langsung mencium-ciumi kening istrinya ."Syukurlah kamu sudah siuman ,sayang .Saya benar-benar takut ,saat kau sakit seperti ini ."Katanya.


"Kiki ."Seru Yani .


"Kenapa sayang ?".


"Eehh panggil nama aja ,Ki .Kalau sayang ihh geli tau."Yani yang membuat Kiki tersenyum manis .


"Kau ini aneh ,semua perempuan di luar sana sangat mendamba-dambakan ada yang memanggilnya sayang .Sedangkan kamu justru tidak mau ."Kata Kiki .Menggenggam telapak tangan istrinya."Cobalah untuk terbiasa,sayang ."


Tanpa menjawab perkataan suaminya ,Yani justri memasang wajah muramnya ."Saya lapar Ki ."Ucapnya .


"Lapar!?".Dengan memperhatikan raut wajah polos istrinya."Lapar Ki ."Ucap Yani sekali lagi.


Melihat jam dinding yang ada di kamar rawat istrinya ."Sekarang sudah jam 12 malan ."Ujar Kiki .


Menarik telapak tangan suaminya ."Kamu mau kan cari makanan ,saya lapar banget Ki ."Yani dengan wajah polosnya .


Beranjak dari tempat duduknya."Saya akan keluar sebentar ,saya akan coba tanya Zesu kali saja di kamarnya ada makanan ."Kiki yang ingin melangkah pergi ,akan tetapi di hentikan oleh Yani yang menggenggam tangannya."Saya ikut ,saya takut di sini sendiri."


"Baiklah ."Ucap Kiki membantu istrinya untuk turun dari atas tempat tidur rumah sakit .


+++++++


Yani yang sudah di luar kamar rumah sakitnya merapatkan badannya.Badannya mulai merasakan hawa dinginnya tegah malam yang menusuk-nusuk kedalam baju berkain tipis rumah sakit yang ia kenakan .


Kiki yang membawa jangket ,mengenakan jangket yang ia bawa kepada istrinya.Yani yang merasakannya."Terus kamu gimana?".


Merangkul pundak istrinya agar badan istrinya lebih dekat dengannya."Dekat dengan kamu saja sudah membuat saya hangat ,jadi buat apa saya mengenakan jangket ."


Dengan memerhatikan raut wajah suaminya."Makasih sudah menyayangi saya sampai sejauh ini ,Ki."


Dengan masih merangkul pundak istrinya."Ayok jalan ,kata lapar ."


"Iya ,sudah lapar sekali ."


++++++++


Diperjalanan ke kamar rawat rumah sakit Zesu ."Ki ,emang kamar siapa tadi namanya saya lupa?,emang masih jauh?".


Masih dengan melangkahkan kakinya bersamaan dengan istrinya."Sebentar lagi sampai ."Jawabnya.


"Ini dia kamarnya."Kata Kiki yang sudah berdiri di depan pintu masuk kamar rawat Zesu .


Kiki langsung membuka pintu kamar Zesu ."Ki,ketuk pintu dulu ."Tergur Yani .


Akan tetapi Kiki menghiraukan teguran dari istrinya dan tetap membuka pintu kamar Zesu .


"Brother."Seru Zesu melihat siapa yang membuka pintu kamarnya di tengah malam.


("Kakak.")


"Good night."Sapa Yani yang keluar dari balik badan Kiki .


("Selamat Malam.")


"Night."Jawab Zesu.


("Malam.")


"Do you have food, for my wife?".Tanya Kiki .


("Apa kamu punya makanan ,untuk istri saya ?".)


"T-there, it's in the refrigerator. Earlier, Brother Oki and Brother Xik brought lots of food."Ucap Zesu sedikit gugup.


("Ad-ada ,ada di dalam kulkas .Tadi, Kak Oki dan kak Xik membawa banyak sekali makanan .")


Kiki pun berjongkok di sampai ranjang Zesu ,lalu ia membuka lemari kulkas mini itu .Kiki mengambil beberapa makanan didalam kulkas itu .


Memperhatikan Zesu yang terbaring di atas tempat tidur rumah sakit ."Aren't you the one who helped me, when I wanted to be killed by criminals yesterday."Tebak-tebak Yani ,karna saat kejadian itu Yani sudah tidak bisa melihat dengan jelas .


("Bukankah kamu orang yang menolong saya ,saat saya ingin di bunuh dengan penjahat kemarin .")


"Yes Miss ."


("Iya mbak .")


"Thanks for helping me, and sorry because I turned you into this."Kata Yani.


("Makasih sudah menolong saya ,dan maaf karna saya kamu jadi kayak gini .")


"N-it's okay sis, I'm getting better too."


("Ti-tidak apa mbak ,saya juga sudah membaik .")


"Yang ,mau di makan disini atau di kamar kamu ?".Tanya Kiki .


"Ummm,di kamar saya saja Ki .Kalau di sini kasihan Zesu jadi tidak bisa istirahat ."


"Baiklah ."


"Our Zesu comes back first. You just rest, don't stay up late. "Pesan Kiki sebelum berlalu pergi dengan istrinya.


("Zesu kami kembali dulu .Kamu istirahat saja ,jangan bergadang.")

__ADS_1


"Kiki is still the same as before."Batin Zesu memperhatikan langit-langit kamarnya.


("Kak Kiki masih sama seperti dulu.")


+++++++++


Yani yang sudah kembali duduk di atas tempat tidur rumah sakitnya ,dengan Kiki yang menemani duduk di kursi dekat tempat tidurnya .


Yani begitu sangat menikmati makanannya ,walau makan sederhana itu hanya roti dengan selai coklat saja.


Melihat istrinya yang begitu lahap memakan makanannya ,Kiki tersenyum senang .


Melihat suaminya yang hanya memperhatikannya sejak tadi ."Kamu tidak ikut makan ?".


"Tidak ,melihat kamu makan saja ,saya sudah kenyang ."Dengan senyumnya.


"Mana ada orang kenyang hanya dengan melihat saya makan ."


"Buktinya ada ,ini saya ."


"Susah bicara sama kamu ."Yani menyudahi makannya .


"Kenpa berhenti makannya ?".


"Sudah kenyang Kiki ,sekarang saya ingin tidur ."Kata Yani membereskan bekas makannya .


Kiki pun membantu istrinya membereskan bekas makan istrinya .Setelah selesai membereskan bekas makan istrinya ,Kiki melangkahkan menutup pintu kamar ruang rawat istrinya .Selesai dengan itu semua ,Kiki pun mendekati istrinya dan menyelimuti istrinya dengan selimutnya kembali .


Menggenggam pergelangan tangan suaminya ."Kamu tidak tidur?".Tanya Yani.


"Saya akan tidur di sova ."Jawab Kiki .Mengelus lembut rambut kepala istrinya."Tidurlah sudah malam ."Kiki yang ingin beranjak pergi .


Masih menggenggam pergelangan tangan suaminya ,dengan menarik pergelangan tangan suaminya.Yani mengalihkan perhatian ke tempat lain."Ka-kamu bisa tidur disini ."Tawar Yani gugup .


"Hehhh."Tawa cekikik Kiki yang langsung di balas dengan tatap tidak habis pikir oleh Yani ."Tidak mau ya ,yasudah sana saya mau tidur ."Yani yang langsung menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimutnya.


Tanpa memperdulikan istrinya yang kesal karnanya ,Kiki ikut berbaring di sampai istrinya dengan merangkul badan mungil istrinya ."Tidur sayang ."Ucap Kiki yang menenggelamkan wajahnya di leher istrinya.


Yani yang merasakan pelukkan hangat dari suaminya ,dengan mata terpejam ia mengumbar senyum manisnya .


++++++++++++


++++++++


Sore menjelang malam.


Di tempat Zuan dan Zoan .


Keluarga kecil itu yang sedang berkumpul di meja makan untuk segera menikmati makan malam mereka .


"Sekolah kalian sudah libur ?".Tanya Ayah yang sudah mulai menikmati makan malam sudah di siapkan bunda .


"Sudah yah ."Jawab Zoan .


"Terus gimana dengan kamu ,masih nakal atau sudah berubah ?".


"Sudah yah ."Jawab Zoan .


"Ayah ,ada apa?".Tanya Bunda yang tidak tau kenapa suaminya tiba-tiba marah .


"Sekarang ayah tanya,Zoan.Kemarin malam kamu ada di mana?".Tanya Ayah dengan nada membentak dan sorot mata yang tajam .


"Jawab!?".Bentak Ayah .


"Sa-saya ,saya ada di rumah teman bersama kakak ."Jawab gugup Zoan .


"Benar itu Zu?".Tanya Ayah dengan sorot mata yang tajam.


"Ayah sebenarnya ada apa ini?".Tanya Bunda yang bingung .


"Jawab jujur Zu!?".Bentak Ayah kepada Zuan .


"Benar Yah ,adik bersama saya kemarin ."Jelas Zuan menundukkan kepalanya.


"Jangan karna Zoan adik kamu ,kamu jadi membela adik kamu dari kejahatannya ,Zuan ."Bengal tegas Ayah ."Kemarin Zoan ikut tawuran di kota M ,dan Zoan sudah membunuh satu orang di tawuran itu .Ayah tau semuanya Zoan ,ayah tau ,sekarang polisi sedang menuju kesini ."Jelas bentak Ayah .


Bangkit dari tempat duduknya,dengan raut wajah takut paniknya ."Ke-kenapa ayah lakukan ini ,kenapa .Ayah tidak suka dengan saya ,ayah sudah membenci saya ."Zoan dengan mata memerah berkaca-kaca."Zoan benci ayah."Bentak Zoan berlari berlalu pergi .


"Zoan berhenti!!."Panggil Bentak ayah.


"Berhenti Zo ,atau ayah tidak akan pernah anggap kau sebagai putra ayah."Ancam bentak ayah .


Menghentikan langkahnya dengan tanpa menatap ayahnya ."Tidak atau pun ia ayah tetap akan membenci saya ."Ucap Zoan sebelum melanjutkan langkahnya.


"Ayah, tidak seharusnya ayah berkata seperti itu dengan Zoan."Ucap kesal Zuan menyusul adiknya .


"Seharusnya ayah dia melakukan ini ,Zoan masih Smp ayah ,dia masih butuh arah dari kita buka malah ayah bentak seperti ini .Bunda tau Zoan salah ,tapi tidak mungkinkan Zoan sampai membunuh orang ayah ,tidak mungkin .Bunda akan tetap mendukung Zoan walaupun akhirnya ia bersalah ,dan bunda berharap itu Zoan tidak bersalah dalam hal ini ."Kata Bunda dengan menitihkan air matanya .


++++++++++


Zoan yang sudah mengenakan jangketnya ,bersiap untuk pergi dari rumah .Sedang Zuan yang mengikuti langkah adiknya ."Tunggu ,kakak akan ikut dengan kamu .Tidak mungkin bagi saya meninggalkan kamu sendiri ."Kata Zuan mengenakan jangketnya .


Zuan dan Zoan pun pergi dari rumah tanpa berpamitan dengan ayah atau pun bunda .Zuan sendiri tidak tega jika dirinya harus meninggal adiknya sendiri dalam keadaan seperti ini .


Di rasa sudah jauh dari rumah ,Zoan yang masih memikirkan kejadian tadi terus saja menunduk perhatian .


"Saya percaya kalau kamu tidak mungkin melakukannya ."Kata Zuan yang berjalan di samping Adiknya .


Masih dengan menundukkan perhatiannya."Kenapa kakak begitu sangat percaya dengan saya ,yang sudah jelas saya yang salah ."Kata Zoan .


"Karna kamu adik saya ."


"Dan selamanya akan jadi adik saya ."


Menghentikan langkah kakinya ."Makasih sudah percaya dengan saya ."Mengangka perhatian yang sudah penuh dengan air mata .


Melihat adiknya yang menangis terseduh-seduh ."Mau peluk?".Kata Zuan merentangkan kedua tangannya .

__ADS_1


Tanpa menjawab pertanyaan kakaknya ,Zoan langsung memeluk erat tubuh kakaknya dengan menangis sekencang mungkin.


Dan tanpa terasa Zuan juga menitihkan sedikit air matanya.


Melepas pelukkannya."Sudah jangan nagis lagi ,lebih baik kita cari tempat untuk istirahat malam ini ."Kata Zuan .


"Malam-malam seperti ini cari tempat di mana kak?".Tanya Zoan menghapus air matanya.


"Tidak jauh dari sini ada penginapan murah ,kita akan istirahat di sana ."Zuan yang mulai melangkah kakinya kembali.


"Emang kakak ,punya uang?".


"Ada ,jika tidak kenapa saya ajak kamu cari penginapan ."Zuan dengan raut wajah datarnya .


+++++++++++


"Lihat akibatnya ayah ,kedua putra kita pergi dari rumah ."Bentak bunda ."Saya tidak ingin ikut campur lagi ."Sambungnya berlalu pergi masuk kedalam rumah tanpa memperdulikan kedua polisi yang sudah ada di teras rumahnya .


"Maaf sebelumnya pak ,dari penyelidikan yang kami lakukan putra bapak tidak bersalah .Memang saat itu putra bapak ada di tempat kejadian ,tapi putra bapak tidak bersalah ."Jelas polisi itu .


"Keluarga korba juga sudah jelaskan semua ,bahwa tidak mungkin jika putra bapak pembunuhnya .Jadi kami kesini hanya meminta maaf,dan meminta putra bapak untuk datang ke kantor polisi, kami ingin bertanya-tanya soal tawuran yang menurut kami putra bapak mengetahui sesuatu."


"Maaf pak ,anak saya sedang tidak ada di rumah .Besok saya akan mencarinya ,dan jika sudah bertemu saya akan bawa ke kantor polisi segera ."Jelas Ayah yang memendam rasa bersalah yang amat besar dengan putranya .


"Baiklah pak ,saya tunggu kabar dari bapak secepatnya .Kami permisi."Kata Polisi itu berlalu pergi .


++++++


Didalam kamar tidur, bunda yang sedang duduk di atas tempat tidur dengan menagis terseduh-seduh .Tiba-tiba ponsel bunda yang tergeletak di meja kecil samping tempat tidur .


Dengan menghapus air matanya ,Bunda menggeser tombol merah yang bergetar di layar telfonnya .


*Hallo Yani ,gimana kamu sudah sehat?".Tanya Bunda dalam nada sambung telfon .


*Sudah bun ,bunda sendiri gimana kabarnya?,bunda baikkan ."Dalam nada sambung telfon.


*Baik nak."


*Ayah bagaimana bun kabarnya?".


*Baik ,ayah kamu sedang menemui tamu di depan ."


*Alhamdulillah ,kalau Zuan dan Zoan,aahh Yani kagen bun sama mereka ."


Karna tidak ada jawab dari bunda.*Bun ,bunda tidak apakan?".Tanya Yani dalam nada sambung telfon .


*Bun tidak apa-apa Yani ,adik kamu juga sehat-sehat semua .Kapan-kapan kalau kamu udah pulang dari Australia ajak suami kamu berkunjung ke sini ."


*Ehh iya bun ,sudah ya bun Yani mau makan malam ."


*Iya ,makan yang banyak ya biar cepet sehat ."


* Siyap bun ."


Panggilan Berakhir .


Setelah bunda menerima panggilan telfon ,ayah keluar balik pintu masuk kamar tidur .


"Bun."Seru Ayah .


Bunda yang kesal dan marah dengan sikap suaminya ,hanya diam dengan membuang muka ke arah lain .


Duduk di depan istrinya ."Bun ,maafkan ayah .Ayah memang salah ."Kata Ayah .Bangkit dari tempat duduknya ."Ayah akan cari anak kita ."Paminya berlalu pergi.


"Temukan Zuan dan Zoan ,ayah harus mintak maaf kepada kedua putra kita. "Kata Bunda tanpa melihat raut wajah suaminya.


Setelah mendengar perkataan istrinya ,Ayah melanjutkan langkahnya untuk segera pergi mencari keberadaan kedua putranya.


+++++++++++++


++++++++


Ditempat Yani.


Entah sudah berapa hari Yani dirawat di rumah sakit .Umm,mungkin sudah hampir satu minggu ia di rawat .


Dan di sore menjelang malam ini ,Kiki yang baru saja sampai di kamar rawat istrinya ,dengan membawa bunga mawar merah di genggam tangan kanannya dan satu kantung yang berisi makanan untuk istrinya.


Kiki yang sudah di dalam kamar rawat istrinya,ia yang melihat istrinya baru saja menerima telfon."Dapat telfon dari siapa?".Tanyanya dengan melangkah mendekati tempat tidur istrinya .


"Bunda ,kan tadi pagi kamu bilang kalau saya harus telfon bunda ."Ucap Yani menaruh ponselnya diatas meja .


Melihat kantung yang di bawa suaminya ."Bawa apa itu?".Dengan tatap penasaran.


Menaruh di atas meja yang dekat istrinya."Makanan untuk kamu ."


"Pasti enak ini ,yasudah ayo makan sudah lapar banget saya."Ucap Yani bersemangat .


Mendorong pelan kening istrinya .


"Aaa,salah saya apa? ,hobby sekali dorong-dorong jidat istri ."Ucap jengkel Yani mengelus-elus lembut keningnya .


Bunga mawar merah yang ia bawa tadi ,yang ia sembunyikan sejak tadi di belakang punggungnya pun Kiki berikan kepada istrinya ."Nihh ambil ."Dengan raut wajah datarnya .


Tidak menerima bunga pemberian suaminya .Yani justru langsung melototkan bola mata jengkalnya ,dengan raut wajah yang amat kesal memperhatikan raut wajah suaminya.


Menaruh bunga mawar itu didekat istrinya."Jika kau melotot terus ,bola mata kau akan lepas ."Tegur Kiki yang tidak pekah dengan suasana hati istrinya yang kesal dia buatnya.


"Apa-apaan ini ,kasih bunga iya bagus saya suka .Tapi lihat raut wajahnya tidak ada kata romantis .Mana ada kasih bunga ke pasangan seperti ini ,ummm TIDAK ROMANTIS, TIDAK PEKAH DAN MENYEBALKAN.Ingin ku meremasssss wajahnyyyyaaa aaaaa!!! .Astaga! ."Batin kesal Yani dengan membuang nafasnya dengan kasar .


"Ki ."Serunya .


"Hemm."Dengus Kiki yang terfokus mebuka kontak makan yang ia bawa tadi .


"Eeee!!, Ki .Sebenarnya kamu sudah pernah kasih sesuatu ke perempuan lain tidak?,seperti ke mantan kamu".Tanya ngalantur Yani.


"Eh ."Ujar Kiki langsung menengok ke arah istrinya dengan raut wajah seriusnya.

__ADS_1


__ADS_2