Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.

Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.
Eps.18 Rabu!*


__ADS_3

Sudah dua hari Yani tak mendapatkan kabar dari Kiki ,rasa cemas kepada suaminya membuatnya tak fokus dalam hari-hari ujian praktek yang sedang ia jalankan sejak hari senin.


Melihat kearah luar dengan tatapan yang kosong .


Menepuk pundak Yani."Hy!! ngelamun aja,ada apa?".tanya Riska.


Sedikit terkejut ."H!! tidak ada apa-apa."jawab Yani.


"Bener."


"iya Riska."


"Btw nanti boleh enggak aku ke rumah kamu sama Zen?"tanya Riska.


"Boleh aja,tapi jangan ajak teman-teman yang lain dulu ,aku lagi pusing."ucap Yani.


"Kata enggak ada apa-apa ,tapi pusing ."kata Riska dengan muka curiganya


Tertawa."Hhhh!! sudah ah kepo banget lu."ujar Yani.


Zen yang baru datang menghampiri Riska dan Yani."maaf Ris ,aku enggak jadi ikut .Aku harus kerja."kata Zen.


"Yasudah gapapa."ucap Riska.


Memandang Riska ."Maaf ya!! Sejak kita pacaran aku belum pernah ajak kamu jalan."kata Zen.


"Ehh!! Gapapa Zen ,yang penting kamu enggak selingkuh itu aja udah cukup."ucap Riska .


Zen menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal.


Tertawa ."Hehehe,serem ya pacaran dengan aku."ucap Riska dengan tatapan tajam nya.


Mengangkat kedua tangan dan mengayunkannya."Ehh enggak enggak ko.Riska."kata Zen dengan senyum tipisnya.


Memandangi Zen dengan tatapan tajamnya.


"Ehem-ehem!!! Jadi ke rumah enggak ?"tanya Yani yang dari tadi di kacangin.


"Jadilah ,jam 2 .Nantikan pulang pagi kan."kata Riska.


Selesai bercakap-cakap,Yani dan teman-teman lainnya mempersiapkan diri untuk melakukan praktek Ipa yang akan segera dimulai.


.


.


.


.


.


.


.


*Di Seoul Malam hari.


Malam-malam Kiki dan Edi yang baru pulang kerja .Dalam perjalanan pulangnya ke rumah Kiki diSeoul.Mereka dihadang oleh sekelompok orang yang tak dikenal menghalangi mobil mereka.


Raut wajah cemas."Bos apa aku perlu telfon ,bawahan Kita?".tanya Edi.


Dingin dengan raut wajah tanpa ada rasa takut."Tunggulah didalam ,biar aku yang keluar."kata Kiki membuka pintu mobil .


Perang rasa takut."Ikut kagak ya,enggak ikut aku cowok apaan penakut banget."gumam Edi dalam hati melihat Kiki yang sudah diluar mobil.


Edi yang sudah mantap untuk ikut menyusul bosnya ikut melangkah keluar dari dalam mobil.


Dengan tatapan dinginnya."Jihhh ,guna cara kotor lagi."ujar Kiki.


"ulineun dangsin-eul jug-igeona sal-aiss-eul geos-ibnida."Ucap salah satu orang yang tak dikenal .


(Kami akan menangkap mu ,hidup atau mati.)


Kelompok itu melangkah mendekat dan langsung menyerang Kiki dan Edi dengan beruntal.Pukulan demi pukulan yang bruntal berhasil Kiki tangkis.Edi yang juga melindungi dirinya dari keroyokan kelompok itu ikut berkelahi dengan sekuat tenaganya.


Memegang pipi yang habis dipukul Kiki."dangsin-eun hullyunghabnida." Ujar musuh yang sedang berkelahi dengan Kiki.


(Hebat juga kau.)


Kiki yang mendapat julukan Raja Darah, melawan semua kelompok tak dikenal itu dengan tampa ampun.Sampai tak ada dari mereka yang terbangun lagi dan sebagian melarikan diri demi mengindari kebruntalan pukulan Kiki.


Sementara itu Edi yang kewalahan melawan dua orang yang sangat lincah dalam berkelahi melawannya.Tak ada lagi yang dapat dilakukan Edi selain menghindari serangan dua orang itu.Sampai Edi yang tak sanggup lagi pun tersungkur tak berdaya menerima pukulan dari mereka berdua.


Salah satu dari dua orang yang melihat Edi sudah tak berdaya bersimbah darah ,ingin melepaskan senapan pistolnya kearah Edi yang tak berdaya.


Kiki yang menyadarinya ,secepat kilat Kiki melangkah mendekat dan menendang lengan orang yang ingin menembak Edi sampai terpental .


Baju yang bersimbah darah dan tatapan yang dingin."dangsin-i ganghadamyeon jeowa ssawola. dangsin-eun geobjaeng-i!".Ucap Kiki dengan suara beratnya.


(Lawan saya jika kau kuat.Dasar pengecut!!!.)


Dua orang itu tampa basah basi lagi langsung menyerang Kiki dengan beruntal.Kiki yang mulai letih berusaha keras menghindari pukulan dari mereka ,sampai akhirnya Kiki yang mulai lengah terkena pukulan dari salah satu orang itu sampai terjatuh .


Amarah Kiki yang semakin berkobar-kobar ditambah lagi ingin segera menyelesaikan pertarungan itu.Langsung berdiri kembali, dengan badan sempoyongan Kiki menyerang dua orang itu dengan pukulan bruntalnya tampa ada kesempatan ,dari Kiki untuk dua orang itu membela diri dari pukulannya.


Dua orang itu yang sudah tak berdaya, dan penuh darah tak dapat bergerak kembali.Kiki yang merasa sudah cukup aman menengok kearah Edi yang terduduk lemas disamping mobil.


Namun tampa Kiki ketahui salah satu dari dua orang itu mengambil pistol yang tergeletak disampingnya ,dengan tangan lemas orang itu melepaskan satu timah panas kearah Kiki.


Edi yang melihatnya segera berteriak sekuat tenaganya."Awas boss."


Kiki yang mendengarkan teriakan Edi dan suara letusan pistol dari belang badannya segera menghindar dengan cepat.Namun orang itu tak menyerah ,dia kembali meluncur timah panas pistolnya 3 kali tembakan.


Tampa merasakan rasa sakitnya Kiki langsung melangkah mendekat ke orang itu, dengan cepat Kiki langsung menendang orang itu dengan kuat sampai tak sadarkan diri lagi.


Berjalan mendekat ke Edi."kamu tak apa?".tanya Kiki dengan membantu Edi berdiri.


Duduk di atas mobi."Tak apa bos."kata Edi .


Kiki melangkah membuka pintu mobilnya dan mengambil ponsel barunya untuk segera menghubungi anggota anak buahnya di Seoul.


Melihat darah yang terus menetes di lengan kanan Kiki."Lengan bos berdarah."ujar Edi


Mengambil sapu tangan di sakunya dan melilitkannya ke lengan bekas tembakan tadi.

__ADS_1


.


.


.


Tak butuh lama untuk anak buahnya datang ketempat Kiki .


Melihat anak buahnya yang baru datang."Mereka datang nanti kau langsung ikut aku,untuk mengobati lukamu."ucap Kiki.


Kim Soo-hyun atau Tuan Kim mendekat ke Kiki .Tuan Kim adalah anak buah kepercayaan Kiki Di Seoul. Sebagai ketua Geng Raja Darah kepercayaan Kiki, selama ia tak ada di Seoul .


"gim-i geudeul-eul dolbwa."ucap Kiki .


(Kim urus mereka).


"algessseubnida ."kata Kim menundukkan kepalanya.


(Baik Tuan).


Mengangkat kepalanya."dangsin-eul jib-e delyeoda jul chaleul junbihaessseubnida." Ucap Kim dengan ramah.


(Saya sudah siapkan mobil untuk mengantar Tuan pulang.


"ne !!i il-eul gimssiege matgibnida. dangsin-eun mueos-eul haeyahalji alge doel geos-ibnida. wanlyodoemyeon ganeunghan han ppalli jeoleul mannasibsio."Ucap Kiki melangkah pergi masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan untuknya dan Edi.


{Iya!! Kim saya serahkan tugas ini kepada kamu.Kamu pasti tau yang harus dilakukan.Jika sudah selesai segera temui saya secepatnya.}


Edi yang merasakan badannya sakit semua hanya mengikuti bosnya dari belakang.


.


.


.


Diperjalanan


Melihat Edi yang kesakitan."Di Rumah sudah ada dokter ,nanti periksa lah duluan."kata Kiki.


Mengelus dadanya."Terserah bos aku benar-benar sakit ,tapi bos sendiri yang tertembak tak merasakan sakit sama sekali."ujar Edi.


"Tidak begitu sakit Edi."ucap Kiki.


Sesampainya di rumah Kiki dan Edi , yang sudah ditunggu oleh dokter pribadi Kiki .Segera dirawat luka-lukanya .


.


.


Pukul 01.49


Kiki yang belum tidur duduk di kursi santai teras lantai tiga rumahnya ,dengan ditemani kopi panas yang iya buat.


Kim yang sedang berkeliling rumah ,menghampiri bosnya yang sedang duduk santai di teras rumah.


"tuan-eun jaji anhnayo?" .Tanya Kim yang baru datang .


(Tuan tidak tidur?)


(Belum ngantuk.).


"jamsi kim anj-euseyo."Sambung Kiki dengan mempersiapkan anak buahnya itu duduk disampingnya .


(Duduk Kim bentar).


Kim pun menurut dan duduk di samping."nuguleul geogjeonghasibnikka?".tanya Kim yangmelihat ekspresi tuannya yang sedikit cemas (Tuan lagi mencemaskan siapa?)


"nae anae."Jwb Kiki.


(Istri saya.)


"seuseungnim-eun gyeolhonhasyeossseubnida."Ujar Kim


(Tuah sudah menikah)


"ne !!. geunde eojebuteo amu sosigdo an jwoss-eoyo. dang-yeonhi geuneun mobsi geogjeong haess-eoyo."Kata Kiki sedikit muram.


(Sudah!!.Tapi dari kemarin saya tidak kasih kabar ke dia .Pasti dia cemas sekali.)


"wae na-ege nyuseuleuljuji anh-***-eo?".Tanya Kim


(Kenapa Tuan tidak kasih kabar?


"hyudae jeonhwaleul bunsilhaeseo anaeui hyudae jeonhwa beonholeul ij-eo beolyeossseubnida."kata Kiki.


(Ponsel saya hilang ,dan saya lupa nomer ponsel istri saya.)


"daleun gajog beonho-e daehaeseoneun modeun geos-eul ij-eo beolisibsio."Kata Kim.


(Kalau nomer keluarga yang lain? ,masak Tuan lupa semua.)


"a ~ !! gieog nanda. edi haendeupon-e big ana haendeupon beonhogaiss-eo."Ujar Kiki.


(Ahh!! saya ingat ,saya kan punya nomer ponsel Bik Ana di ponsel Edi.)


"Edi tuan-ege jeonhwahaeyahanayo?"Tanya Kim.


(Apa perlu saya panggil Edi Tuan?).


"naega jigjeob buleul pil-yoneun eobs-seubnida. joh-ayo, gajog-eun eotteohseubnikka?".Tnya Kiki.


(Tak perlu biar saya saja yang panggil sendiri.Oya bagaimana dengan keluarga kamu? )


"ye, yeoleobun, sagoga nass-eul ttae jeoleul dowa jusyeoseo jeongmal gamsahabnida. bumonim-eul ilh-eossjiman oe dongsaeng-eul doul su-iss-eoseo jeongmal gamsa haeyo."Kata Kim


(Baik semua Tuan,saya benar-benar berterima kasih pada Tuan yang sudah menolong saya saat musibah itu terjadi.Walau saya kehilangan kedua orang tua saya,tapi saya sangat bersyukur bisa menolong adik saya satu-satunya.)


"gimsiui gwageoibnida. milaeui insaeng yeojeong-eul-wihan gyohun-i doesibsio."Ucap Kiki.


(Itu sudah masa lalu Kim.Jadikan pelajaran saja untuj perjalanan hidup kamu kedepannya .)


Kim mengangguk-anggukkan kepalanya.


"ne, meonjeo edie gass-eoyo. naeil jamsi swiseyo. bappeul geos-ibnida."Ucap Kiki beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


(Sudah ya saya ke Edi dulu.Kamu istirahat aja besok kita akan sibuk.)


"algessseubnida."Jawab Kim.


(Baik Tuan.)


Kim pun melanjutkan berkeliling sebentar .dan Kiki pergi ke kamar Edi.Kiki yang bermaksud ingin meminjam ponsel Edi mengurungkan niatnya .Saat melihat betapa letih nya Edi karna perkelahian tadi.


Kiki memilih pergi kamarnya sendiri untuk beristirahat sebentar untuk hari yang sibuk besok.


.


.


.


.


.


Ditempat Yani.


Riska yang sudah sampai di rumah Yani menekan bel rumah.


Bik Ana membuka pintu rumah."Iya sebentar."ucap Bik Ana.


"Mari Non masuk ."kata Bik Ana mempersilakan Riska masuk.


"Iya bu."Ucap Riska duduk di sova ruang tamu.


"Sebentar bibi panggilkan nak Yani."kata bik Ana berlalu pergi.


Bik Ana pun pergi ke teras ruang keluarga .Dan memberitahu Yani yang sedang memberi ikan peliharaannya.Tak lupa sebelum pergi Yani juga memberitahu Bik Ana untuk tidak membuat air minum dulu.


Baru datang."Hy!! datang juga lu tante."ujar Yani duduk di sova.


"Yayaya lah !!! aku kan ingin menemani bunda yang sedang murung ini."kata Riska.


Bik Ana yang tau maksud ucapan Yani yang tak ingin ngerepotin dirinya,tetap membuat minuman dan menyiapkan camilan.


Datang ke ruang tamu dengan membawa cemilan dan minuman ditangannya.


"Bu Ana ,ngerepotin lagi."ujar Yani membantu menaruh makanan dan minuman itu di atas meja.


"Tidak nak Yani,sudah mari dimakan ."ucap Bik Ana berlalu pergi.


Menatap kepergian Bik Ana."Dia siapa Yan?".tnya Riska.


"Ibu Ana yang disuruh Kiki untuk jagain aku."kata Yani


"Ummm."gumam Riska.


"Ehh gimana hubungan kalian ,kayaknya makin lengket?".


"Iya dong,Zen itu orangnya baik banget .Walaupun dia itu, berbeda dengan cowok-cowok lainya yang suka hura-hura dan romantis sama pasangannya."


"Emang Zen kayak apa?".


"Umm!! dia itu enggak romantis ,tapi romantis yang dia tunjukan berbeda dengan cowok-cowok lainya."


"Zen dari dulu kan emang kayak gitu Ris."


"Iya dan itu membuat ku semakin saya padanya."


Mengambil cemilan."Btw kalau kamu bagaimana dengan Kiki ?"tanya Riska.


Yani pun menjelaskan semua tentang dia dan Kiki ,sampai rasa cemas yang dia rasakan saat ini.


"Jadi kamu sudah menikah."ujar Riska terkejut.


"umm."gumam Yani.


"Kalau menurut aku dari cerita kamu,sebaiknya kamu jangan terlalu cemas Yan .Berpikirlah yang positif-positif saja."kata Riska.


"Aku sudah mencobanya ,tapi entah kenapa aku selalu kepikiran."ucap Yani.


"Karna kamu masih cemas Yan,dan khawatir berlebihan ."kata Riska.


Menahan air matanya."Aku hanya takut,karna aku pernah bermimpi kalau Kiki ditusuk oleh seseorang sampai tak sadarkan diri."kata Yani tangisnya pun pecah.


Mengelus pundak Yani."Itu hanya mimpi Yani,tetap optimis saja bahwa dia pasti baik-baik saja."kata Riska.


Memeluk Riska."iya."


Setelah drama yang mengharukan,Riska menggoda Yani agar tersenyum kembali dengan pertanyaan -pertanyaan tentang Yani dan suaminya.


Riska terus bertanya bagaimana keseharian Yani dan suaminya ,dan dengan pertanyaan lainnya yang tak berguna -guna.


Sesekali Yani tersenyum dan tertawa dengan pertanyaan Riska,apa lagi soal pertanyaan tak guna Riska yang berhasil membuat pipi Yani memerah malu.


.


.


Waktu yang semakin sore Riska yang takut pulang kemalaman pun berpamitan kepada Yani dan titip salam untuk bu Ana ,untuk segera pulang.


pukul 03.48


Yani yang mencoba untuk tidak cemas berlebihan kembali ,yang membuatnya tak dapat tidur dengan tenang .Terbangun tengah malam untuk melakukan sholat tahajud dan witir .


Selesai sholat Yani yang langsung terdengar suara subuh ,melanjutkan dengan solat subuh.


.


.


.


.


.


Makasih untuk yang masih setia membaca novel Author.


Salam sehat dari author:).

__ADS_1


__ADS_2