Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.

Kekuatan Cinta Seorang Mantan Polisi.
Eps.66 Hari ke 1 kema


__ADS_3

Keesokan harinya Yani sudah sibuk dengan berberes tasnya yang sudah ia siapkan untuk dibawa ketempat kema .


"Sudah beres nona ."Ucap Linda .


"Ayo berangkat Lin."Ajak Yani melangkah keluar kamar tidur .


Setibanya di kampus sudah banyak mahasiswa lainnya yang berkumpul dihalaman kampus .Yani melihat-lihat keadaan sekitas hingga ,seseorang dari anggota kelompoknya menghampiri dirinya .


"Yan,baru sampai?".Tanya orang itu .


"Devan."Menengok kearah sumber suara.


"Iya baru sampai,teman yang lain dimana Dev?".


"Coba kita cari aja dulu ."Ucap Devan .


"Lin ,kau pulang saja ,dari pada menunggu lama ."Ucap Yani .


"Baik ,nona ."Ucap Linda .


Yani pun melangkah pergi dari sana bersama Devan untuk mencari keberadaan teman-teman satu kelompoknya .


Mereka berdua terus mencari ,namun tak kunjung ketemu .


Yani yang geram."Awas aja kalau ketemu ,gue banting mereka semua!!!".


"Galak juga kau ."Saut Devan .


"Ehh,e-enggak juga ."Ucap malu Yani .


"Woyy!!,dari mana aja kalian ."Teriak Suara Risaka yang memanggil Yani dan Devan dari arah lain .


Yani dan Devan yang mendengar suara itu segera menengok kearah sumber suara dan melangkah mendekat .


"Pacaran aja."Sindir Riska yang langsung di timpa pukulan keras dari Yani.


"Kampret!!,kita nyariin kalian dari tadi ."Ucap kesal Yani .


"Aduhh!!".Ucap Riska mengelus kepalanya ."Gue pikir lu pacaran ."


"Satu aja sudah buat pusing,apa lagi dua ."Ucap asal asalan Yani .


"Sudah ada pacar ."Batin Devan yang sembaring tadi memperhatikan tingkah konyol Yani dan Riska .


Melerai ."Sudah-sudah ,bentar lagi kita kumpul tuhh."Ucap Icha .


Beberapa menit kemudian Semua mahasiswa sudah berbaris rapi menurut anggota kelompok kemanya .


Salah satu dosen pemimpin kema pun mulai angkat bicara .


"Asallamuikum WR.Wb."Salam dosen itu.


"Wallaikumsalam WR.Wb ."Jawab serentak mahasiswa .


"Selamat pagi semua!!!".


"Pagi!!!".Jawab Serentak mahasiswa.


"Hari ini ,hari dimana acara kema akan dimulai .Kema kita akan dilakukan di Malang."


"Kemarin juga ada banyak yang bertanya,pak kenapa ko regu kelompoknya tidak satu kelas jurusan ?".


"Karena,guru memiliki kebijakan agar kalian bisa mengenal banyak teman dan interaksi sosial kalian kepada orang asing .Masak iya,kalian harus berteman dengan orang itu-itu aja .Emang tidak bosen?".


"Bosen pak!!!!".Teriak kompak mahasiswa disana .


"Apa lagi yang sudah jadi mantan ."Saut salah satu mahasiswa.


"Hh!!!,angel wes angel arek-arek iki."Ujar tawa Bapak pemimpin itu.


( Sulit sudah sulit murid-murid ini ) .


Semua mahasiswa yang lain juga dibuat tertawa terbahak-bahak oleh tingkah ucapan mahasiswa tadi .


"Sudah-sudah diam!!!,kita serius lagi ."


"Jadi nanti jika ada lomba jelajah atau apapun itu .Ya ini tim kelompok kalian ."


"Hanya ini yang bisa saya sampaikan kurang lebihnya, saya sampaikan disana nanti ."Ucap pemimpin itu sedikit ngelawak .


"Bapak Samudia samudra ,selaku kepala dosen kampus dipersilahkan untuk memimpin doa ."


Bapak kepala dosen pun melangkah maju dan mulai memimpin doa ,tak lupa selesai berdoa beliau juga berpesan untuk selalu bertingkah sopan dilingkungan baru nanti.


Selesai dengan itu semua semua mahasiswa pun masuk kedalam bus yang sudah disiapkan .


Mereka berdoa kembali sebelum perjalanan ke Malang dimulai .


Diperjalanan Yani, Icha , Riska , Devan , Gabriel ,dan Irvan .Duduk di kursi paling belakang sendiri ,sehingga mereka dapat duduk berdampingan.


Riska yang duduk disamping Yani."Yan ini serius kita akan satu kelompok sama dia ?".Tanya Riska berbisik ditelinga Yani .


"Iya,sudah tidur nanti gue bangunin ."Ucap Yani .


Sementara itu ,Icha dan Irvan yang menjadi pembatas tempat duduk menguntungkan Icha untuk tidur dibahu Irvan .


"Tidur aja."Ucap Irvan .


"Lagian masih jauh."Ucap Icha dalam mata terpejam.


"Sudah tidur aja,gakpapa."Ucap Irvan.


Diselang-selang perjalanan ,telfon Yani berdering .Yani segera mengambil ,ponselnya didalam tas untuk mengangkat panggil masuk itu .


*Ada apa Ki?".Tanya Yani dalam panggil


*Ketus!!".


*Ada apa ,Kiki?".Tanya


*Kamu sudah mulai berangkat?" .


*Sudah ,ini saya lagi dijalan."


*Jadi kemana kemanya?".


*Malang ."


*Yasudah hati-hati dijalan ,nanti kalau sudah sampai telfon ."


*Iya bos."


Panggilan berakhir .


"Leh,cuma tanya itu ."Gumam Yani memasukkan kembali ponselnya kedalam tas .


"Kenapa Yan?".Tanya Riska yang terbangun .


"Gakpapa,sudah tidur lagi."Ucap Yani memejamkan matanya kembali .


Satu jam perjalanan pun berlalu ,sampilah bus rombongan itu dikota Malang .Semua mahasiswa mulai turun dari dalam bus ,kecuali mereka berenam .Mereka berenam memilih tidak turun dulu ,karna ribet berdesak-desakan .


Setelah semua sudah turun dari dalam bus,barulah mereka melangkah turun dari dalam bus dengan santai nya .


"Dingin ternyata ."Ucap Yani .


"Namanya gunung Yan."Saut Riska .

__ADS_1


Bunyi peluit dibunyikan ,semua mahasiswa diharap berkumpul terlebih dahulu.


Disaat Riska melangkah tanpa sengaja,ia hampir saja tersungkul .


Namun Gabriel dengan reflek merangkul badan Riska ."Lain kali hati-hati kalau jalan."Ucap Cuek Gabriel Melepas rangkulan itu dan melangkah pergi menyusul yang lain.


Mereka pun berkumpul sesuai kelompok mereka masing-masing .Dan ketua pemimpin kelompok dipanggil .


Iya,ketua pemimpin kelompok adalah kakak kelas yang pernah terpilih sebagai anggota ospek .


Sudah diduga dong siapa ketua kelompok Yani ,siapa kalau bukan Gabriel.


Gabriel lah yang menjadi ketua kelompok di anggota kelompok Yani .


Selama kapten kelompok dipanggil,Salah satu dari kelompok dipanggil untuk mengambil tenda .Yani dan Devan pun beranjak mengambil tenda itu ,karna Yani sedikit berpengalaman dalam hal ini akhinya Yani yang mengambil tenda perempuan yang akan dia tempati bersama temannya .Sedangkan Devan tentu saja mengambil tenda yang ia tempati bersama anggota kelompok laki-lakinya.


Beberapa jam kemudian ,kapten-kapten kelompok yang dipanggil tadi mulai membubarkan diri untuk kembali ke kelompok mereka masing-masing .Begitu juga Gabriel yang kembali ke anggotanya dengan membawa selembar kertas ,begitu juga kapten-kapten yang lainnya .


"Ada apa Bril?".Tanya Devan .


"Cuma nyatat jadwal kegiatan selama disini ."Jawab Gabriel cuek .


"Nanti malam kegiatan pertama kita adalah jelajah ,jadi untuk sekarang kalian dirikan tenda dan istirahat untuk mempersiapkan diri nanti malam .Saya tak ingin kalau sampai ada yang pingsan atau apa."Ucap Gabriel sedikit dingin."Tenda perempuan ada disebelah kiri dan tenda Cowok ada disebelah kanan .Kalian juga tidak boleh ketenda perempuan jika tak ada kepentingan ."Lanjutnya.


"Baiklah ayo pergi ,atau kita tak akan dapat tempat untuk mendirikan tenda."Ajak Yani membawa peralatan kema yang sudah diambilnya tadi .


Riska dan Icha menurut saja ,mereka berdua pun membantu Yani mengakat tenda itu dan mulai mencari tempat .


Sedangkan yang cowok pun begitu juga ,mereka segera melangkah pergi untuk segera mencari tempat untuk mendirikan tenda.


+++++++++++


Yani dan kedua temannya yang sudah mendapatkan tempat ,mulai merakit tenda mereka agar berdiri kokoh.


"Ris ,bisa ambilkan sedikit air?".Tanya Yani .


"Okeh ,bu bos."Jawab Riska langsung berlalu pergi dengan membawa botol kosong yang diberikan Yani .


"Icha,kamu punya alas kayak gini juga .Wahh!! nyaman Cha."Ucap Yani melihat dalam tenda .


"Milik sepupu ku .Kebetulan dia suka naik gunung jadi ya ,kepikiran buat pinjem ."


"Naik gunung ,hobby yang keren Cha".


"Gitu lah."Ucap Icha."Kemana Riska tidak balik-balik .


Riska yang buru sampai."Ngomongin gue ya?".


"Tau aja lu."


"Mana Airnya?".Tanya Yani .


Air itu pun diberikan kepada Yani ,Yani menaburkan garam kedalam air itu .


"Mau dibuat apa Yan?".Tanya Icha .


"Ini nanti kita beri garam,terus kita tuangkan didekat tenda ,dan atasnya kita kasih garam lagi ."Jelas Yani .


"Buat ular biar tidak masuk ."Saut Riska .


"Nahhh itu tau ,anak pintar emang kau Ris."


"Dari dulu!!!".Ucap ketus Riska .


"Pinter tapi tak tau kalau sudah besar ."


"Emang besar ,weeeekkkkk!!!".Dengan menjulurkan lidahnya.


"Hhhhh,kalian berdua itu lucu .Sumpah dehh!!".Ucap Icha denga gelak tawanya .


++++++++++++


+++++++


Pukul 17.57 Malam .


Sementara itu Zuan yang sedang asik membaca buku-bukunya dimeja belajar, dikamar tidur dihampiri oleh Bundanya .


Duduk disamping tempat tidur milik Zuan."Zu,kemana adik kamu? ko belum pulang?".


Menengok ."Bunda."


"Tidak tau bun ,mungkin masih bermain ."


"Bermain kan biasanya sama kamu ,kenapa sekarang tidak ?".Tanya lagi Bunda sedikit curiga."Adik kamu pacaran ?".Lanjutnya.


"Oh!!,t-tidak ko bun."Ucap Zuan sedikit gugup.


"Jujur sama bunda ,bunda tak akan marah Zu."


Dengan sedikit memperhatikan kearah lain."Iya bun."


Menghembuskan nafasnya dengan lembut."Yasudah kamu cari adik kamu ,ajak pulang ,sudah malam .Nanti jika ayah tau ,bunda tak bisa bantu kalau ayah marahin adik kmu."Kata Bunda beranjak pergi .


Zuan menggagukkan kepalanya ,ia pun beranjak dari tempat duduk untuk mengambil jangket dan ponselnya .Selesai itu ia melangkah pergi keluar kamar ,untuk mulai pergi mencari keberadaan adiknya.


Dijalan Zuan mencoba menghubungi ponsel adiknya ,namun tak kunjungi di angkat oleh Zoan.


"Kemana Zoan!? ,selalu buat pusing saya."Gumam Zuan dengan masih melangkah kan kakinya menyusuri jalan tempat tinggalnya .


+++++++++


Ditempat Zoan


Dimana Zoan sedang berada dipondok kecil dekat perempatan jalan alun-alun kota bersama dengan Karin .


"Kita pulang aja Rin ,nanti kamu dimarahin orangtuan kamu ."Ajak Zoan .


Menganggukkan kepalanya ."Okeh ."


Mereka berdua beranjak pergi dari sana ,Zoan memilih untuk mengantar Karin pulang terlebih dahulu ,karna hari sudah mulai larut Zoan takut terjadi apa-apa jika Karin pulang sendiri .


Disaat sudah berada di gang sepi.


Tiba-tiba .Berukkkkk............Satu pukulan keras mendarat dipunggung Karin hingga ia tersungkur pingsan .


Zoan segera menakap badan Karin sebelum benar-benar tersungkur .Namun Karin sudah tak sadarkan diri .


"Karin!!,Karin bangun!! ."Panggil Zoan berkali-kali.


"Sudah pingsan ya biarkan napa Zo."Saut seseorang yang memukul Karin tadi .


Zoan membaringkan badan Karin di jalanan itu,lalu ia bangkit ."Mau apa kalian?".


"Lu harus ikut kami ."Ucap salah seseorang yang memukul Karin .


Orang yang memukul Karin berjumlah lima orang .


"Kalau tidak!?".


"Kami paksa!!".Saut Salah seseorang bersiap menyerang .


Berkelahi itu pun terjadi ,Namun karna Zoan sendirian dan lawannya tak seimbang ,ia pun kalah babak belur karna pukulan brutal mereka .


Setelah Zoan tak berdaya ,salah seseorang mengangkat badan lemas Zoan dalam gendongnya .


Sementara itu ,Karin dibiarkan tergeletak tak tak sadarkan sendirian ditengah jalan itu .

__ADS_1


+++++++++


Kembali Ke Zuan .


Zuan yang masih mencari dibuat kesal ,ia tak kunjungi menemukan adiknya walau sudah mencari di seluruh tempat biasa adiknya nongkrong .


"Apa mungkin dia ada disana."Gumam Zuan melanjutkan langkanya kembali .


Yang dimaksud Zuan adalah di kediaman rumah Karin.


Setibanya di gang sepi ."Sepi sekali gang ini."Batin Zuan masih tetap melanjutkan langkanya.


Dipertengahan gang sepi itu ,Zuan melihat seseorang yang sedang berbaring ditengah jalan .Zuan memberanikan dirinya untuk tetap melangkah mendekat .


Disaat sudah dekat dengan seseorang itu."Karin."Seru Zuan langsung berjongkok membantu Karin dan mencoba membangun Karin .


Menggoyang-goyangkan pipi Karin."Karin,Karin!! bangun Rin ,Karin ."


Setelah sedikit lama Zuan membangunkan Karin ,akhirnya Karin mulai membuka matanya secara perlahan .Dengan sedikit Sayup-sayup."Zuan ."Serunya .


"Zoan,dia dalam bahaya!!".Ucap spontan Karin bangkit dari pangkuan Zuan .


"Diama adik saya?".Tanya Zuan ikut cemas .


"Mungkin dia dibawa ke kolom jembatan jalan tol ,disana .Iya disana ,pasti anak buah Lay membawa Zoan ."Jelas Karin .


Zuan mengulurkan tangannya membantu Karin berdiri ."Kalau gitu kau pulang saja, biar saya yang jemput Zoan sendiri ."Ucap Zuan .


"Tidak!!!, saya harus tetap ikut."Paksa Karin tetap bersikukuh ikut .


Menghembuskan nafas dengan kasar."Hemm,baiklah ayo cepat ikut saya ."Ajak Zuan .


Zuan mulai melangkah pergi yang diikuti oleh Karin dari belakang .Setibanya dipertigaan gang ,yang satu langsung menunju ke kolom jembatan jalan tol .Akan tetapi Zuan yang seharusnya melangkah berbelok kiri ,justru melangkah lurus .


"Zu bukankah kesana arah Kolom jembatan itu?".Tanya Karin .


"Jika kita cuma berdua sama saja kita cari mati ,kita harus kekantor polisi dulu untuk mencari bantuan ."Ucap Zuan melanjutkan langkanya kekantor polisi yang sudah tidak terlalu jauh dari tempatnya berada saat ini .


Zuan dan Karin melangkah masuk kedalam kantor Polisi dan meminta bantu kepada salah satu petugas disana .


"Kalian benar tidak berbohong?".Tanya polisi itu .


"Apa saya terlihat tidak serius?".Tanya balik Zuan dengan raut wajah datarnya .


"Baiklah kami akan membantu kalian,pak Udin mari kita antar kedua anak ini."Ajak pak Wawan .


Karin dan Zuan pun pergi dari kantor polisi tersebut dengan menaiki mobil polisi itu .


Kedua polisi itu membawa Karin dan Zuan ketempat kolom jembatan tadi .


Setibanya disana ,Zuan langsung melangkah turu saat melihat adiknya dipukulin habis-habisan.


"Zoan!!".Teriak panggil Zuan .


"Berhenti kalian!!".Ucap Pak Wawan mengangkat senjatanya .


"Dorrr.............Suara senapan pistol tersebut.


Semua gerombolan itu mulai lari berhamburan dari sana .Sementara itu pak Wawan dan temanya tadi langsung mengejar gerombolan itu .


Zuan yang sudah didekat adiknya ,membantu adiknya berdiri ."Kau tak apa Zo?".Tanyanya cemas .


Tersenyum ."Sedikit remuk!!".Ucap Zoan menahan rasa sakitnya .


"Zoan ,maaf karna saya kau jadi seperti ini".Ucap Karin merasa bersalah .


Zoan melepas rangkulan kakanya ,ia melangkah mendekat ke Karin yang sudah meneteskan air matanya ."Ehh kau melanggar janji mu ."Ucap Zoan .


"K-kau terluka, s-seperti ini Zoan."Ucapnya dengan isak tangis .


Zoan merangkul Karin dalam perlukan ."Saya tak apa Rin ,sudah biasa kan laki-laki berkelahi ."Ucapnya .


Melepas pelukannya ,dan mengusap air mata Karin ."Sudah jangan nagis lagi ,kan sudah janji.Kamu tidak akan nagis lagi ."


Karin memperhatikan muka lebam Zoan,dan tersenyum manis ."Janji ."Ucapnya .


Sementara itu Zuan yang mendapatkan telfon dari Bundanya .


*Zu kamu dimana ?".Tanya Cemas Bunda dalam panggilan telfon .


*Maaf bun masih dijalan ,lumayan jauh juga dari rumah ."Jelas Zuan.


*Ayah jemput Ya Zu."Ucap Ayah mengambil alih panggilan telfon .


*Tidak usah yah,Zuan sama adik mau pulang ini."


*Baiklah cepet pulang ,sudah malam ayah takut terjadi sesuatu denga kamu dan adikmu."


*Baik Yah ."


Panggilan telfon itu berakhir .


Sesudah memasukkan kembali ponselnya kedalam kantong jangketnya ,Zuan melangkah mendekati adiknya .


"Kita harus segera pulang ,ayah sudah ada dirumah ."Ajak Zuan .


"Kita antar Karin dulu kak,mau kan?".


"Baiklah ,ayo ."Ucap Zuan .


"Aaaaaa!!,Aduh!!".Ucap Zoan kesakitan degan luka diperutnya .


"Zo berdarah ."Ucap Zuan memapah badan adiknya agar tidak sampai tersungkur.


"T-tak apa kak."Ucap Zoan sedikit menahan sakit .


"Yasudah Zo ,saya pulang sendiri aja .Kau harus segera mengobati luka kamu ."Kata Karin ingin melangkah pergi ,Namun Zoan menggema tangan Karin."Sudah ku bilang saya baik-baik saja,ayo pulang!!."Ajak Zoan dengan menggam pergelangan tangan Karin ,ia mulai melangkah mengantar Karin pulang.


Menatap kepergian adiknya dan pacarnya."Berasa nyamuk."Batin Zuan mulai mengikuti langkah Adiknya dan Karin .


Beberapa menit kemudian sampailah ,Zuan dan Zoan sampai di kediaman rumah Karin .Yang ternyata sudah ditunggu oleh ayah Karin didepan rumah .


"Ayah ,maaf menunggu lama."Ucap Karin .


"Masuk sana."Suruh ayah Karin tegas.


"Baik Yah."Ucap Karin melangkah masuk kedalam rumah begitu saja .


"Kalian ini siapa?".Tanya Ayah Karin dengan tatap yang tajam .


"Saya temanya om."Jawab Zoan .


"Tadi ada sedikit masalah om dijalan ,jadi kami terlambat mengantar Karin pulang."Jelas Zoan .


"Oh,yasudah makasih!!".Ucap Ayah Karin melangkah masuk kedalam rumah.


"Diam aja lah dari pada dimakan raja singa ."Batin Zoan .


"Sudah Zu ,ayo pulang ."Ajak Zuan .


"Aaahh!!,idih nyeri sekali ." Ucap Zoan menggenggam perutnya .


Merangkul pundak adiknya ."Sudah ayo pulang ,luka kamu harus di obati."Ucap Zuan melangkahkan kakinya beriringan dengan adiknya .


+++++++++++


Beberapa jam kemudian kemudian ,sampailah Zuan dan Zoan didepan rumahnya .

__ADS_1


Diteras rumah sudah ada ayah mereka yang menunggu kedatangan mereka .


Melihat Zoan yang berjalan dengan dibantu kakaknya , Ayah langsung bangkit dari tempat duduknya dan melangkah mendekat ."Ini kenapa lagi!?" .Tanya cemas Ayah .


__ADS_2