
Beberapa jam kemudian ,sampailah Zuan dan Zoan didepan rumahnya .
Diteras rumah sudah ada ayah mereka yang menunggu kedatangan mereka .
Melihat Zoan yang berjalan dengan dibantu kakaknya , Ayah langsung bangkit dari tempat duduknya dan melangkah mendekat ."Ini kenapa lagi!?" .Tanya cemas Ayah .
Sedikit tertawa."Heheh ,tadi ada sedikit atraksi,Yah."Jelas Zoan .
Ayah langsung memukul kepala Zoan.Berukkk...
"Aduhh ayah!!".Ucap Zoan dengan melihat wajah yang ingin memakan dirinya hidup-hidup.
Merangkul lengan kakaknya."Kak sudah ku duga akan menyeram."Ucapnya lirih .
Ayah langsung menggenggam lengan Zoan dengan kuat ,dan menariknya masuk kedalam rumah .
Zuan yang cemas dengan adiknya langsung menyusul masuk kedalam rumah .
Setibanya diruang tamu."Duduk!!".Suruh ayah dengan tegas, Zoan langsung terduduk diam disova.
Menggenggam pergelangan tangan ayahnya."Ayah tak akan menghukum adik kan ?".Tanya Zuan .
"Kalau ayah ingin menghukum adik ,tolong jangan hukum adik .Hukum saya saja Yah."Lanjutnya dengan memohon .
"Kak Zu."Seru Zoan melihat kakaknya yang mencoba melindungi dirinya .
Mengelus rambut putranya."Siapa yang mau menghukum adikmu ,ayah cuma mau ambil kotak obat sama air hangat untuk mengobati luka adik kamu ."Jelas Ayah dengan senyumnya .
"Drama kakak dan adik ."Saut bunda yang baru datang .
"Benar bun ,lihat mereka berdua .Selalu membuat kita bingung mau menghukum bangimana lagi."Ucap Ayah dengan senyumnya .
Sementara itu Zuan dan Zoan hanya menunduk perhatian karna merasa malu ,terutama Zuan yang salah faham dengan sikap ayahnya .
"Biar bunda yang ambilkan air hangat, Yah."Ucap Bunda berlalu pergi .
"Iya bun."Begitu juga ayah yang mengambil kotak obat.
Setelah sudah tersedian air hangat dan kotak obat .Zoan disuruh ayahnya untuk membuka bajunya .
Selesai itu ayah mulai mengobati luka Zoan ."Lukanya tak terlalu parah ,jadi tak perlu dijahit ."Jelas ayah yang fokus mengobati luka putranya .
"Tergores pisau dimana itu Zo?".Tanya Bunda .
"Ehh,anuuuu......"Ucap gugup Zoan .
"Auuuhhh ,ayah sakit ."Ucap teriak Zoan kesakitan saat ayahnya memberi obat oleh pada lukanya .
"Jika tak tahan sakit ,jangan jadi sok jagoan Zoan ."Ucap Tegas Ayah masih dengan fokus mengobati lukanya .
"Tidak yah,ini semua salah Zuan .Seharusnya Zuan selalu menemani Zoan ,tapi Zuan malah membiarkan Zoan main sendiri."Ucap Zuan membela adiknya dan menyalahkan dirinya sendiri agar adiknya tak disalahkan oleh ayahnya .
"Kau jangan terlalu membela adikmu Zu,jika dia salah kau juga harus bersikap tegas .Bukan malam menutupi ke salah adikmu ."Jelas Ayah .
"Maafkan Zoan ya,benar ini semua salah Zoan."Saut Zoan sedikit menunduk perhatiannya .
Dengan mengabaikan ucapan putranya."Sudah selesai ".Ucap Ayah yang selesai mengobati lukanya putranya .
"Luka lebam kamu biar bunda yang obati ,ayah mau istirahat dulu. Ayah letih sekali ."Ucap ayah bangkit untuk melangkah pergi ke kamar nya .
Bunda mulai mengambil alih mengobati luka lebam di wajah Zoan dengan air hangat ,dan salep luka.
"Bun".Seru Zoan .
"Apa!?".Ucap Bunda yang fokus mengobati luka lebam Zoan .
"Apa ayah marah dengan saya dan kakak?".
"Tidak Zoan ,ayah hanya letih ."Jelas Bunda .
"Nahh sudah selesai,sekarang kalian tidur ."Suruh bunda .
"Tapi bagaimana dengan ayah?".Tanya Zuan .
Tersenyum."Besok kalian minta maaf lagi sama ayah,sekarang ayah masih letih .Kalian juga letih kan?".
"Jadi cepat tidur ."Lanjutnya .
Zuan dan Zoan pun melangkah masuk kedalam kamar mereka .
Disaat sudah berbaring ditempat tidur masing-masing .
"Kak apa ayah akan maafkan saya?".Tanya nya dengan memperhatikan langit-langit kamarnya .
"Hem,pasti di maafkan Zo."Ucapnya yang sudah memejamkan matanya .
++++++++++++
++++++++
Ditempat Karin .
Sementara iti ditempat Karin setelah kepergian Zuan dan Zoan ,ayah Karin langsung datang kekamar putrinya itu .
"Kamu punya hubungan apa dengan mereka berdua ?".Tanya Ayah seketika membuat Karin terkejut .
"Astaga ayah!!".
"Hem!!".
"Dia teman ,dan ."Kata Karin tak melanjutkan ucapnya.
"Dan...".Saut Ayah .
"Pacar ."Jelas Karin.
Menghembuskan nafas dengan kasar."Ayah sudah pernah bilang Karin ....".
"Jangan pacaran dulu kalau belum lulus sekolah ."Saut Karin .
"Tapi mereka berdua orang baik ko Yah,mereka berdua itu saudara kembar .Namanya Zuan dan Zoan ,dan yang jadi pacar saya itu Zoan adiknya Zuan ."Jelas Karin .
"Tetap saja Karin ,ayah itu ....."
Memasang wajah imutnya ."Pelisss!!! boleh ya."
Melihat wajah putrinya itu."Ayah benci wajah itu."Ujar Ayah Karin .
"Ayah ."
"Baiklah ."
"Benar yah!?".
"Iya ."
Memeluk ayahnya ."Makasih Yah."
"Kapan-kapan aja pacar kamu kesini ,siapa tadi naman ,Zuan ."
"Bukan ayah ,itu nama kakaknya .Namanya itu Zoan ."
"Siapapun namanya ,pokoknya ajak dia kemarin ."Ucap Ayah .
"Walau itu cuma teman ."Lanjutnya sebelum melangkah pergi dari kamar Putrinya itu .
"Okeh ,Malam Yah ."
"Hem,malam ."
Disaat ayah Karin ingin melangkah masuk kedalam kamarnya sendiri ,ayah Karin memperhatikan bingkai foto besar yang terpajang di tas dinding tempat televisi.
Memperhatikan."Putri kita sudah besar bu."Batin ayah melihat foto almarhum mendiam istrinya .
++++++++++++
++++++++
Kembali ke Yani .
Tempat kema .
Sesuai dengan jadwal kegiatan tadi siang ,malam ini semua mahasiswa yang berkama berkumpul di lapangan perkemahan.
Mereka berkumpul ,berbaris sesuai kelompok mereka.
Pemimpin kema pun mulai menjelaskan apa yang akan dilakukan saat jelajah.
"Kalian akan masuk kedalam hutan ,disana nanti akan ada papan kayu sebagai petunjuk arah kalian .Kalian akan diarahnya ke aula yang tak terlalu jauh dari sini .Akan tetapi sebelum kalian sampai kesana kalian harus berlomba-lomba mengumpulkan bendera berwarna merah putih yang sudah kami pasang didalam sana ."Jelas pemimpin kema itu .
"Inget selalu mematuhi arah jalan kalian ,dan jangan pernah terpisah sendirian dari rombong kalian .Walau kalian nanti datang ke aula cuma bawa badan saja pun tidak apa-apa , asal kalian kembali dengan anggota tim yang masih lengkap ."
"Untuk kapten kelompok ,malam ini tanggung jawab kalian sangat besar .Jadi salam semangatt dari saya untuk kapten!!".
"Okeh ,kalian boleh memulainya sekarang ,ingat kata pak pemimpin jangan memisahkan diri dari rombongan."Pesan ibu dosen yang juga jadi pemimpin kema.
Mereka pun mulai berhamburan bubar barisan ,sementara itu kelompok yang di kapteni oleh Gabriel masih santuy bergerumbul.
__ADS_1
"Jika ada yang ingin kenjing ,minum ,capek ,butuh istirahat dlll.Ijin dulu ke saya makah kita semua akan istirahat bersama ."Ucap tegas Gabriel .
"Siyap kapten!!".Ucap mereka bersamaan .
Mereka berenam pun memulai perjalanan yang sudah tertinggal jauh oleh anggota kelompok lainnya .
Hutan yang gelap ,sunyi itu mereka lalui berenam .Malam juga semakin larut ,udara dingin semakin menusuk kedalam kulit mereka .Walau sudah mengenakan jangket ,udara dingin itu sanggup menembus dengan mudahnya kedalam badan.
Hingga tiba-tiba ,keresekkkk kesekkkk.....bukkkkkk.........
Seperti ada sesuatu yang terjauh dari arah lain .
"Apa itu Bril?".Tanya Devan .
"Sudah jalan saja ,perempuan tetap didepan .Kalian jangan takut ,tetap berpikir positif saja ."Ucap Gabriel mencoba menengah anggota perempuannya yang mulai ketakutan .
"Bril bukan kah jalan ke aula terbagi menjadi tiga rute?,lalu kenapa kau pilih jalan ini?".Tanya Devan .
"Rute ini emang sedikit jauh ,tapi sangat aman untuk dilewati ."Jelas Gabriel sedikit cuek .
"Oh!!".
Icha dan Irvan yang berjalan didepan barisan.Icha yang mulai merinding dengan suasana hutan ini, menggenggam lengan Irvan dengan sangat kuat .
Megelus rambut kepala Icha ."Sudah jangan takut gitu ,kita akan segera sampai ."Ucap Irvan mencoba menenangkan.
Sedangkan Riska dan Yani yang berjalan ditengah barisan ,Riska yang juga merasa tak enak dengan suasana hutan menggenggam lengan Yani dan merangkulnya dalam pekukannya.
"Astaga Riska!!".Ucap Yani .
"Dingin Yan."Ucap Riska yang masih merangkul lengan Yani .
Memakaikan penutuk kepala jangket yang dikenakan Riska ."Pekek ini nya kalau dingin." Ucap lembut Yani .
"Heh!!Iya lupa ."
Waktu terus saja berputar,namun mereka bereman masih didalam hutan .Suasana malam juga semakin dingin .
"Apa masih jauh Bril?".Tanya Devan.
"Masih."Jawabnya ."Kita istirahat saja dulu ,kalian pasti letih ."Lanjutnya.
"Eh!!,tapi kalau kita nanti sampainya tak tepat waktu ,emang tidak papa?".Tanya Yani .
"Tidak papa,yang penting sekarang keselamatan kalian ."Ucap Gabriel sedikit dingin dengan memperhatikan raut wajah Riska yang begitu sangat pucat.
Benar juga yang dibilang Gabriel ,akhirnya mereka pun menurut dan memilih untuk beristirahat sebentar dihutan itu .
Yani yang membawa minyak fresker pun mengoleskannya ke telapak tangan dan leher Riska .
"Gosok-gosok Ris ,biar hangat telapak tanganmu ."Ucap Yani .
"Hangat Yan ,enaknya ."Ucap Riska yang merasakan kehangatan dari minyak itu.
"Kalian juga mau?".Tawar Yani kepada teman-temannya .
"Gue mintak Yan ."Saut Icha .
Melempar minyak tadi kearah Icha ."Tangkap!!".Ucap Yani .
Icha yang sudah mendapatkan minyak itu mulai mengoleskannya ke telapak tangan dirinya dan Irvan .
"Dileher mau tidak?".
"Tidak, panas ."Tolak Irvan .
"Tangkap Yan ."Ucap Icha melempar minyak itu ke Yani .
"Makasih ."Lanjutnya .
"Okeh."
Beberapa menit kemudian ,yang menurut Gabriel sudah cukup untuk istirahat pun mengajak anggota kelompok untuk melanjutkan perjalanan kembali .
Selang beberapa jam kemudian sampailah anggota kelompok Gabriel di aula .Mereka berenam langsung menghampiri panitia untuk absen kelengkapan anggota .
Selesai dengan itu pemimpin atau ketua kema pak Sidik menghampiri Gabriel .
"Gabriel ada dua orang yang menghilang di hutan .Saya mintak bantuan kamu untuk pergi ke hutan mencari mereka ,ini foto mereka berdua namanya Caca ,dan Rara ."Jelas pak Sidik .
"Tadi mereka berpamitan dengan ketua kaptennya untuk masuk kedalam hutan sebentar ,namuan sampai sekarang belum juga kembali ."
"Sekarang ketua kaptennya juga sedang mencoba menghubungi ponsel jarak jauh yang di bawa mereka ,akan tetap tak kunjung tersambung ."
"Hem,baik."
"Saya akan pergi dengan Devan ."Ucap Gabriel ."Permisi pak ."Lanjutnya melangkah pergi bersama Devan .
"Hati-hati ."
"Kalian ber empat ,bisa istirahat disana ."Ucap Pak sidik menujuk kearah aula .
"Iya pak ."Jawab Irvan .
Mereka berempat pun melangkah masuk kedalam aula .Yani yang sudah terduduk ,langsung disusul oleh Riska yang tiduran dengan bantal paha Yani .
"Lah Ris ."
"Husss!!,nyama Yan."
++++++++++
Dilain tempat .
"Kita cari kemana dulu Bril?".Tanya Devan dengan perhatian memperhatikan sekitar hutan yang gelap gulita .
"Kita ikuti saja dulu ,petunjuk jalan ini !!".Kata Gabriel .
Tiba-tiba telfon jarah jauh yang diberikan pak Sidik berbunyi .
"Hallo hallo Gabriel ."Ucap Pak Sidik dalam telfon jarak jauh itu .
"Iya pak ,saya disini ."
"Nanti kamu langsung bawa mereka ketempat perkemahan, kami akan menunggu disana ,jika kalian tidak kembali sampai fajar saya akan menyusul mencari kalian ."
"Baik pak ."
Berakhir .
"Ayo Dev ,lanjut ."Ajal Gabriel mulai melanjutkan langkahnya mencari Caca dan Rara .
Ditengah perjalanan terdengar suara mintak tolong ,namun terdengar sangat nyaring .
"T...o...long ,to.....lo..ng!!!."Suara ini terdengan hingga tiga kali .
Devan yang mendengarnya tapi buat merinding ."Suara itu ,Bril!? .Nggak ada orangnya Bri!?."
"Mana ada ,ada suara nggak ada orang ."Ucap Gabriel masih dengan raut wajah tenangnya ."Kita cari dulu ,sebelum lanjut. "
Sambunya mulai membuka semak-semak belukar disampinya untuk mencari sumber suara itu .
Dengan terpaksa Devan pun ikut mencari-cari sumber suara itu .
Disaat Devan membuka dibalik semak yang dekat dengan jurang ."Astagfirullah!!!".Ucapnya sepontan saat melihat rambut panjang terurai .
Gabriel yang mendengar langsung melangkah menghampiri Devan ,yang syok .
"A-apa itu Bril!?".
Sok itu berkata ."T...tolong saya."Ucapnya Lirih .
"Dia orang Dev."Ucap datar Gabriel .
"Ulurkan tangannya mbak!!".Ucap Gabriel memberi instruksi ."Bismillah!!!".Ucap Gabriel menarik tubuh lemas wanita itu .
"Serius Gabriel tadi bilang Bismillah,gue nggak salah denger kan."Batin Devan .
"Rara ,kamu Rara kan ?".Tanya Gabriel .
"Tolong teman saya!!".Ucap Rara lirih .
"Dimana teman kamu?".Tanya Devan .
"Dia dibawa Erli dan teman-temannya kesana ."Ucap Lirih Rara dengan menuncuk kearah lain ,atau kurang lebih keluar jalur .
"Erli ,perempuan itu!!".Ujar geram Gabriel bangkit dari tempat jongkoknya .
"Dev ,lu bisa kan bawa dia ketempat perkemahan sendirian ?".Tanya Gabriel .
"Bisa aja ,tapi kita kan tidak boleh terpisah Bril."Ucap Devan .
"Jika kau ikut saya ,bangaimana dengan dia .Dia membutuhkan pertolongan secepatnya Dev."
"Baiklah ."
Gabriel pun langsung pergi kearah yang ditunjuk oleh Rara tadi .
__ADS_1
"Hati-hati Bril ."Ucap Devan .
"Ra ,kau bisa berdiri dan naik ke punggungku ?".Tanya Devan .
"Bisa keknya."Ucap Rara mencoba bangkit dengan menahan rasa sakit dengan luka-lukanya tertawa luka di kaki nya .
"Aaa!!".
Devan pun membantu Rara bangkit dan naik ke punggungnya .Selesai Rara sudah naik ,Devan mulai bangkit untuk melanjutkan perjalanannya .
"Bagaimana kau bisa dibully Erli?".Tanya Devan .
"Eril marah karna saya dan Caca memutuskan untuk keluar dari gengnya ,karna saya tak ingin Caca terus dibully oleh Erli."
"Erli sendiri selalu saja ,menuduh Caca sebagai plakor yang merebut pacarnya .Padahal ....aaa".Ucapnya terhenti karna rasa sakit karna luka dikakinya terasa nyri oleh udara dingin malam .
"Tak usah diceritakan lagi .Ehm,seharunya saya tak tanya dengan orang yang lagi sakit kan."Ucap Devan .
"Em..maaf ya tidak bisa cerita sekarang lain kali saja ."Ucap Lirih Rara.
"Iya ."
+++++++++++++
+++++++
Ditempat Kiki
Siang hari ,di Australia.
Ditempat Kiki dimana ,ia semakin di sibukkan dengan tugas kantornya yang sedang bermasalah.
Setelah perundingan malam itu bersama Feleki sekretarisnya .Kiki mulai menyelidiki orang dalam, yang sudah berlaku curang dalam perusahaannya .
Dihari kemarin juga Kiki berhasil menemukan orangnya ,namun karna belum cukup bukti,akhirnya Kiki berlaku seperti belum tau apa-apa. Kiki pun kembali memutar otaknya untuk mengumpulkan bukti-bukti kecurangan salah satu karyawannya .
Kiki pun menyadari jika ada salah satu perusahaan yang ingin menguasai perusahaan miliknya .Kiki membuat siyasat dengan mendatangi kantor perusahaan itu dan menawarkan kerja sama.
Kata Kiki ."Tak semua peperangan dilakukan dengan cara kasar juga ."Dengan sinis dan dingin .
Dengan cara halus Kiki masuk kedalam kantor itu bertemu dengan CEO perusahaan itu , Horcilliya nama perusahaan itu .
"Afternoon Mr. Mak."Sapa Kiki dengan sopan.
("Siang Tuan. Mak.")
"Afternoon, damn sit down."Ucap Tuan Mak mempersilakan Kiki untuk duduk.
("Siang ,sialakan duduk.")
"What is the interest? Mr. Kiki here?".Tanya Tuan Mak sedikit berhati-hati dalam berucap .
("Ada kepentingan apa?Tuan Kiki kemari?".)
Itu semua dapat dilihat oleh Kiki ,karna Kiki sendiri terlalu sulit untuk ditebak dalam pemikirannya yang selalu rumit ."I and my secretary, would like to offer a work contract with this Horcilliya company, if Mr. Mak is pleased?".Ucap tutur kata Kiki dengan manis .
(."Saya dan sekretaris saya ,ingin menawarkan kontrak kerja dengan perusahaan Horcilliya ini ,jika tuan Mak berkenan?".)
"I do not intend to do anything to your company. I just want to expand the lines of work contracts with other companies, as well as your company, Mr. Mak."Ucap Kiki .
("Saya tak bermaksud melakukan apapun kepada perusahaan anda .Saya hanya ingin memperluas jalur kontrak kerja dengan perusahaan lain ,begitu juga perusahaan anda ,Tuan Mak.")
"I need time, because there's no way I'll just accept a work contract from you."Ucap Tuan Mak sedikit menyindir .
("Saya perlu waktu ,karna tak mungkin saya menerima kontrak kerja dari anda begitu saja.")
"Well, I will always be waiting for this good news from you."Ucap Kiki bangkit dari tempat duduknya .
("Baiklah ,saya akan selalu menunggu kabar baik ini dari anda .")
"Excuse us, good afternoon."Ucap Kiki melangkah pergi yang diikuti oleh Sekretaris Feleki .
("Kami permisi ,selamat siang.")
Setelah kepergian Kiki ."We have to be careful with this guy."Ucap Tuan Mak kepada sekretarisnya .
("Kita harus hati-hati dengan orang ini.")
Sejak saat itu Kiki mulai mencari cara untuk menyakinkan tuan Mak untuk mengontrak kerjakan perusahaannya dengan perusahaan miliknya .
Entah apa yang ada dalam pikiran Kiki hingga terpikir untuk menjalin kontrak kerja dengan perusahaan yang ingin menghancurkan perusahaan miliknya .
++++++++++++
++++++++
Ditempat Gabriel .
Gabriel yang sudah sampai digubuk tua ,yang di mana menurut Gabriel disana Erli menyekap Caca .
Dengan langkah tenang Gabriel melangkah mendekat kearah gubuk tua itu ,ia memperhatikan dari lubang kecil dekat jendela,yang sangat terlihat jelas Erli sedang menyiksa Caca .
"Er ,sudah Er kasihan Caca ."Ucap salah satu temannya .
"Benar Er ,kasihan Caca ."Saut teman yang lain .
Erli melakukan pembullyan itu bersama dengan kedua temannya .Reva dan Rosa.
Menarik rambut kepala Caca."Kalian kalian dengan wajah burik dia ,jihh najiss!! be"*go ."Hina Erli .
Caca yang tak sanggup melawan hanya terdiam diberikan semena-mena oleh Erli .
Berakkk..........Suara Gabriel menendang pintu gubuk tua itu hingga terbuka lebar.
"Gabriel".Seru Reva dan Rosa bersamaan tercengang dengan kedatangan Gabriel .
"Lepaskan dia."Suruh Gabriel dengan suara beratnya dan raut wajah dinginnya .
"Lu siapa ikut-ikut urusan gue?".Tanya Erli seperti tak ada rasa bersalah dalam dirinya .
Erli tanpa rasa bersalahnya langsung menendang badan Caca sampai tersungkur .Reva dan Rosa langsung menolong Caca .
Namun Erli justru mengambil balok kayu ,untuk memukul mereka berdua .Sebelum itu terjadi ,Gabriel menendang badan Elin sampai terpental menabrak ting kayu yang ada disana .
Dengan cepat Gabriel mengendong Caca diatas punggungnya dan membawa lari dari sana ."Ayo ,kalian juga ikut saya ."Ajaknya .
Rosa dan Reva menurut saja ,kerna menurut mereka Erli yang sekarang seperti bukan Erli yang mereka kenal .
++++++++++
Beberapa jam mereka berlari akhirnya bisa sampai kembali ke perkemahan .Caca langsung diambil alih oleh pemimpin kema untuk segera diobati .
"Kalian berdua bagaimana bisa bersama Gabriel ?".Tanya Pak sidik.
"Sebenarnya kami tadi membantu Erli menjahili Caca dan Rara ,tapi tiba-tiba Erli berubah pak kami takut .Jadi kami mengikuti Erli ."Jelas Rosa .
"Mereka emang benar pak ,tapi Erli seperti bukan Erli pak .Jadi maaf saya harus meninggal Erli digubuk tua tengah hutan. "
"Astagfirullah gubuk tua ,itu artinya ."Ucap Kaget pak Sidik .
"Pak Bima ,pak Bondan ,gubuk tua ."Ucap Pak Sidik kepada kedua teman pemimpinnya.
"Hari sudah mulai pagi pak ,kita langsung saja mintak bantuan ke warga setempat ."Saran pak Bima .
"Syukurlah kalian baik-baik saja ,kalau gitu kalian istirahat saja yang ini biar kami yang urus ."Ucap Pak Bondan.
"Baik pak, permisi ".Ucap Gabriel sebelum kembali ketendanya .
"Ruang rawat dimana pak?".Tanya Reva .
"Disana ."Tunjuk pak Bima.
Setelah kepergian ketiga muridnya ,pak Sidik dan pak Bondan langsung berpamitan ketempat perwakilan desa sekitar .Sedangkan pak Bima tetap tinggal untuk menjaga keamanan bersama bu Sofia orang yang sedang merawat Caca dan Rara.
+++++++
Ditenda
"Bril sudah beres semua ?".Tanya Devan .
"Sudah."Jawab cuek Gabriel .
"Hari sudah pagi Bril ,kema yang melelahkan.Gue tak istirahat semalaman!!".Keluh Devan .
"Kalian tidur aja ,saya dapat kabar kalau kegiatan ditunda .Masalahnya kurang tau ,tapi itu menguntungkan kalian."Saut Irvan yang baru datang dalam tenda.
"Eh,gue tidur dulu kalau gitu."Ucap Devan menyusul Gabriel yang sudah terlelap sejak tadi .
++++++++++++
+++++++
Ditempat Lilu
Pagi hari
Pagi ini karna Lilu tak mengikuti kegiatan kema yang diadakan kampusnya ,ia memutuskan untuk setiap hari menemani Dino sampai Dino sembuh kembali .
__ADS_1
"Li tante dapat kabar dari teman tante kalau ada kema dikapus ,apa itu benar ."Tanya Tante Lilu yang ingin berangkat kerja .