
Sehabis sholat subuh dan merapikan kembali alat sholatnya. Yani melangkah pergi ke kamar mandi untuk memberikan dirinya.
Selesai bebersih Yani yang sudah rapi mengenakan seragam sekolah ,turun kebawah untuk membatu bu Ana membuat sarapan pagi.
Saat makan."Maaf nak ,kalau bu Ana terlalu ikut campur .Bibi hanya tak tega melihat nak Yani akhir-akhir ini sering cemas berlebihan."kata Bu Ana.
"Menurut bu Ana ,apa tidak sebaiknya nak Yani datang langsung kekantor den Kiki ,untuk menanyakan kabar den Kiki."kata Bu Ana.
"Tidak bu ,lagian Kiki pasti baik-baik saja di sana .Mana ada yang berani sama manusia es kayak dia, bisa membeku orang yang menggangunya ."ucap Yani.
"Nak Yani ini bisa aja ."ucap Bu Ana.
Beranjak dari tempat duduknya."Baiklah bu , aku berangkat dulu."pamit Yani melangkah pergi.
"Iya hati-hati dijalan."kata Bu Ana.
Seperti hari-hari biasa ,Yani berangkat sekolah dengan berjalan kaki.Walau hari ini Yani berangkat terlalu pagi.
...+++...
Sesampainya di sekolahan,Yani dan teman-temannya mulai berunding bahan-bahan dan alat-alat apa saja yang dibutuhkan untuk dekorasi kelas besok sabtu.
Disaat berunding Riska yang menyadari Zen hari ini tidak masuk sekolah.Bertanya kepada Yani."Yan ,Zen kemana ya? hari ini dia enggak ikut kelas."ucap Riska.
"Entah!! lebih baik nanti sepulang sekolah kita kerumahnya saja."kata Yani.
"Okeh."ucap Riska muram.
"Hy!! jangan muram gitu napa.Sudah ayo gabung sama yang lain ,mereka sedang bingung tuhh."kata Yani.
Riska dan Yani yang awalnya berbicara sedikit menjauh dari teman-temannya, ikut bergabung kembali membahas persiapan.
"Yan bagaimana ini pusing aku,enggak ada ide."ucap Yusi.
"Gimana kalau kita,dekorasi ala rumah makan Jawa aja .Dan untuk makannya itung-itung untuk berbagi sebelum ujian."kata Yani.
"Btw gimana dekorasinya?"tanya Ardi .
"Kita hanya ,membutuhkan ,taplak meja batik,batang sapu lidi,selimut batik ,piring dari rotan,dan makanan yang beli di kantin."kata Yani menyebutkan bahan-bahannya.
"Terus ,pembagiannya?".tanya Yusi.
"Saya bawa selimut batik,Yusi bawa piring yang dari rotan,Edi batang sapu lidi sama kertas tisu. Riska makannya nanti beli gorengan sama kue-kue apa gitu sama minum saja,terus Zen nanti kita datang ke rumahnya aja."kata Yani.
"Widih bunda keren."ujar Ardi .
"Diem lu,jangan lupa batang lidinya langsung hias dengan kertas tisu."ucap Yani .
"Asiyap bun."ucap Ardi.
"Btw kesana jam berapa?"tanya Lilu.
"Ummm."gumam Yani.
"Jam 11 aja,nanti pulang langsung ke sana."kata Riska
"Okeh,naik mobil lu ya."ucap Yusi.
"Iya tuhh mumpung gue enggak bawa sepeda."ujar Ardi.
"Iya iya."kata Riska.
Selesai berunding sebagian teman-teman kelas Yani,mulai pergi ketempat ruang praktek bahasa inggris ,yang akan segera dimulai.
...+++...
Sesuai dengan rencana ,sepulang sekolah Yani dan teman-teman kelompoknya pergi ke rumah Zen naik mobil Riska.
Sesampainya di sana Yusi yang melihat rumah Zen tertutup rapat."Pintunya tertutup rapat ,apa Zen sudah pindah?".ucap Yusi.
"Tak mungkin!! Zen bilang pindah sabtu depan ko."ujar Riska.
"Dah dah !!ayo kita ketuk pintunya saja."Kata Yani mengetuk pintu rumah Zen.
Cukup lama mereka mengetuk-ngetuk pintu rumah ,tapi tak kunjung ada jawaban.Sampai akhirnya Zen membuka pintu rumahnya dengan muka yang penuh lebam."Ada apa?".tanya Zen dingin dan cuek .
Melihat muka Zen yang penuh lebam."Zen kenapa kamu?".tanya Riska.
"Wajahmu penuh lebam Zen."ujar Ardi.
"Kalian pulanglah kenapa kesini ,aku banyak pekerjaan."ucap Zen yang ingin menutup pintu rumahnya kembali.
Dengan cepat Riska menerobos masuk ke rumah Zen. Betapa terkejutnya Riska saat didalam rumah Zen ,melihat seisi rumah berangkat.
Temannya yang baru menyusul masuk pun ikut terkejut.
"Astaga."ujar Lilu.
"Aku sudah bilang pulanglah."kata Zen.
"Tidak!! aku akan membantu mu."ucap Riska.
"Aku juga!! kita kan sudah menjadi teman .Jadi harus tolong menolong itu gunanya teman kan."kata Yani mulai ikut beberes .
Mereka berenam mulai beberes rumah Zen,karna beberesnya yang dilakukan bersama-sama, membuat semua cepat selesai. Selesai beberes Zen mengambil air minum untuk teman-temannya.
"Zen apa tidak sebaiknya kamu pergi ke dokter."kata Riska khawatir dengan luka Zen.
"Tidak usah,besok juga sembuh."kata Zen
Melihat jam tangan ditangannya."Sudah sore nihh,aku pulang dulu ya.Zen kalau ada apa-apa bilang aja ok."kata Ardi beranjak dari tempat duduknya.
"Kita juga ya Zen."kata Lilu dan Yusi.
Ardi ,Yusi,dan Lilu ,setelah berpamitan dengan Zen mereka melangkah pulang. Sesaat setelah kepergian mereka Yani dan Riska juga ikut Berpamitan untuk pulang ke rumah.
...++++...
Setelah kepulangan teman-temannya ,beberapa jam kemudian Ibu Zen pulang kerja.
Menghampiri Zen yang sedang mencuci gelas."Zen ,kamu tidak apa-apa kan?maafkan ibu Zen ,karna ibu kamu jadi menderita seperti ini."kata ibu Zen meneteskan air matanya dengan mengelus lembut luka lebam dimuka putranya.
Memegang tangan ibunya yang mengelus lukanya ."Tak apa bu,sebentar lagi ibu juga akan terbebas dari iblis itu kan."kata Zen.
(yang dimaksud iblis adalah ayah tiri Zen,yang selalu menyiksa ibunya,suka menghambur-hamburkan uang milik ibunya ,dan Zen untuk minum dan berfoya-foya.)
Menitikkan air matanya."Ibu tidak bisa berpisah dengan ayah kamu Zen. Dia tak ingin menandatangi suratnya. diia juga akan melukaimu Zen jika ibu terus memaksanya untuk menceraikan ibu. Maafkan ibu Zen maafkan ibu."kata Ibu Zen dengan tangisan yang pecah.
Zen terdiam dengan berpikir apa yang harus dia lakukan .
Menatap wajah ibunya yang begitu letih dengan garis-garis wajah keriput nya yang mulai menua."Ibu istirahat saja tak perlu terlalu dipikirkan, nanti ibu sakit. Aku akan buatkan ibu makanan."kata Zen membatu ibunya pergi ke kamar tidur.
Zen kembali ke dapur untuk mulai membuat sayur sup dan tempe goreng untuk ibunya. Beberapa jam kemudian masakan yang dibuatnya sudah matang. Zen menuangkan masak kan itu kedalam mangkuk yang sudah iya beri sedikit nasi. Dengan membawa makanan dan segelas air. Zen melangkah ke kamar tidur ibunya.
"Aku akan menyuapi pacar tersayang ku."kata Zen menyodorkan makanan ke mulut ibunya .Ibu Zen menerima suapan makanan dari putra semata wayangnya itu,dengan senang hati. Zen terus menyuapi ibunya sampai suapan terakhir .
"Minumlah. Lalu Ibu istirahat saja tak perlu terlalu berpikir ,karna jika ibu sampai sakit aku bersumpah tak akan memaafkan diriku sendiri seumur hidupku."kata Zen
"Jangan bilang seperti itu Zen,ibu tak akan memikirkannya .Kan ada kamu ,selama ada kamu ibu pasti baik-baik saja Zen."kata Ibu Zen.
Tersenyum."Kalau gitu Zen ke kamar dulu ,ibu istirahat ya janji tak akan menangis diam -diam lagi."kata Zen beranjak dari tempat duduknya
Ibu Zen mengangguk kepalanya.
Zen pun melangkah pergi ke dapur kembali untuk membereskan kekacauan yang ia buat.Selesai beberes Zen melangkah pergi ke kamar nya untuk belajar .
(Zen adalah tipe orang pemikiran dan selalu menyembunyikan kesedihan yang selaku iya rasakan.Terkadang demi melupakan semua masalahnya Zen selalu belajar sampai larut malam ,walaupun ia tetap tak dapat melupakan ingatan kesedihan nya)
.
.
.
.
Ditempat Yani
Yani yang baru sampai di rumah ,yang diantar oleh Riska .Segera masuk kedalam rumah untuk membersihkan badannya yang sangat lengket.
Selesai mandi Yani menemui Bu Ana yang sedang sibuk di dapur membuat makan malam.
"Nak Yani sudah pulang."ucap Bu Ana fokus memasak
"Iya bu ,maaf terlambat tadi aku harus ke rumah temen ."kata Yani membatu menyiapkan piring.
Ponsel bu Ana yang ditaruh di atas meja ,berdering .
"Nak Yani tolong aduk ini, bibi akan angkat telfonnya."kata Bu Ana.
Yani mengambil alih mengaduk masakan yang dibuat bu Ana.
Bu Ana pun mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo bi."salam Kiki
"Den Kiki ,istri den Kiki sangat cemas dengan den Kiki ."kata Bu Ana.
"Iya maaf bik,bisa kasihkan telfonnya ke istri ku bi."kata Kiki.
"Bentar den."
Menghampiri Yani."Nak Yani ada telfon dari Den Kiki ."Kata Bu Ana memberikan ponselnya.
"Benarkah bu."ucap Yani langsung menerima ponsel bu Ana.
"Kiki,kenapa tidak menghubungi aku?".tanya Yani
"Maaf Yan,ponsel ku hilang."
"Ini saja aku baru ingat kalau di ponsel Edi ada nomer bi Ana."kata Kiki.
"Om om sudah tua ."ujar Yani.
"Marah kamu?".
__ADS_1
"Enggak!! aku cemas tau."
"Kenapa cemas aku baik-baik saja. Oya catat nih nomer baru ku."
"Bentar."
Mengambil ponselnya dikamar."Sudah mana?".
"0816. 3345. 4892. Sudah belom?".
"Sudah !!saya miskol ya."
"Sudah masuk."
"Di sana sore ya!!! Kamu sudah mandi belom?".
"Sudah ."
"Kali aja saat aku tinggal kamu jadi jarang mandi"
"hhhhh."tawa Kiki.
"Ehh buset!!! enggak lahh aku selalu wangi tau."kata Yani Sewot.
"Canda Yani."
"Ki sebentar lagi ada pementasan tradisional disekolah ,kamu mau datang enggak?".
"Orang luar kan enggak boleh masuk ."
"Boleh lahh Ki."
"Nanti kamu pakai seragam Zen. Nanti kamu masuk lewat jalan biasa anak-anak bolos."
"Apa? kamu ko tau jalan biasa anak-anak bolos."
"Heheh diberitahu Zen. Aku sama Riska pernah telat dulu."
"Jangan ulangi lagi nanti kalau ketahuan bisa di sekor kamu."
"Iya iya.
"Gimana mau enggak?"
"tidak malas ."
"Kiki peliss bentar aja."
"Okeh, lagian aku juga kangen dengan masa-masa sekolah."
"Gitu dong makasih suamiku yang comel."
"Sudah ya nanti aku telfon lagi,aku harus kerja."
"okeh ,semangat kerjanya."
"Iya,I love you."
Panggilan berakhir.
.
.
Ditempat Kiki setelah menelfon istrinya,
"Kebiasaan enggak dijawab."gumam Kiki.
.
.
.
Yani mengembalikan kembali ponsel Bu Ana.Makanan yang dibuat bu Ana sudah siap untuk dimakan,Yani dan bu Ana pun memakan makanan itu bersama-sama.
.
.
.
Ditempat Kiki Seoul.
Mengembalikan ponsel Edi."Ini ponselnya,Makasih!! Cepat mandi dan kumpulkan semua anak buah."kata Kiki melangkah pergi.
Melihat kepergian bosnya."Tapi bos ,masih jam 04.57."kata Edi.
"Ya terus?".tanya Edi yang sudah jauh dengan Edi dengan suara beratnya.
...+++...
Selesai membersikan badannya Kiki yang sudah rapi keluar dari kamarnya ,melangkah turun ke ruang tamu.Kiki yang mempunyai ketampanan yang sangat memikat kaum hawa dengan penampilan kerennya ,membuat sepanjang jalan turun kebawa Kiki diperhatikan diam-diam oleh semua pembantu perempuan dirumahnya.
Duduk santai dengan tatapan layaknya seorang mafia yang kejam."da-eum gyehoeg-eul non-uihagi wihae moyeossseubnida."Kata Kiki dengan suara beratnya.
(Saya mengumpulkan kalian untuk membahas rencana selanjutnya.)
Menunjuk kearah Masaki Okada."oneulbuteo dangsin-eun nae jibgwa hoesaleul handong-an anjeonhage jikil geos-ibnida." Kata Kiki.
(Mulai hari ini ,kamu akan menjaga keaman rumah dan perusahan saya untuk sementara waktu.)
"algessseubnida."Jawab Masaki
(Baik tuan.)
"dangsin-ui jeolban-i masakilo omyeon masakiwa masakie hablyuhaneun salamdeul-eun haesan doel su issseubnida."kata Kiki dengan tangan kiri yang menyangga pelipis kiri nya .
(Separuh dari kalian ikutlah Masaki,yang ikut Masaki dan Masaki boleh bubar).
"cham-yeohaji anh-eun salamdo haesan hal su issseubnida. Kimgwa Ediga yeogiiss-eo." kata Kiki.
(Untuk yang tidak ikut juga boleh bubar.Kim dan Edi tetaplah disini.)
Kiki mulai membahas rencana selanjutnya dengan Kim dan Edi ,ditengah-tengah pembicaraan mereka. Ponsel Kiki yang ada di atas meja berdering,ada satu pesan dari seseorang yang pernah membantunya dulu.
#kiki ssi, jeoleul mannaju sigess-eoyo jega hal yaegiga iss-eoyo #Isi pesan orang itu.
(Tuan Kiki, bisakah anda bertemu dengan saya .Ada yang ingin saya bicarakan.)
#hwag-in!! baeui hang-gueseo mannayo najung-e nae buhadeul #.Isi balasan Kiki.
(Baiklah!! Temui saya di pelabuhan kapal.Disana nanti anda akan ditunggu oleh anak buah saya.)
#nae 10 sigan-i ol geos-ida.#
(Jam 10 saya akan datang )
# dangsin-ui dochag-eul gidaligo issseubnida. #
(saya tunggu kedatangan anda.)
Pesan pun berakhir.
"gyehoeg-i yaggan byeongyeong doel geos-ibnida. najung-e 10sie baeeseo nugungaleul mannal geos-ibnida. uli baeui boan-eul junbihasibsio. geuligo gim-i juchajang-eseo geu salam-eul delileo gass-eul ttae, dangsin-eun geuga nugu-inji algo iss-eoss-eul geos-ibnida. uisimseuleoun salam-i baee deul-eogassdaneun geos-eul al su eobsdolog geuleul bohohasibsio. uli."kata Kiki
(Akan ada sedikit perubahan rencann.Kita akan menemui seseorang nanti jam 10 di kapal.Edi atur keamanan kapal kita.Dan Kim jemput orang itu diparkiran mobil,kau pasti sudah tau siapa dia.Kawal dia jangan sampai ada orang yang melihat dia masuk kapal kita.)
"baik bos."
"algessseubnida."
(baik tuan.)
...++++...
Sesuai rencana ,Kiki datang lebih awal kepelabuhan.Edi yang diberi tugas melihat -lihat situasi membawa 4 orang untuk membantunya ,untuk mengawasi orang yang mencurigakan mengawasi kapalnya.
Sementara itu Kim yang menunggu dibawa pohon ,dihampiri oleh seseorang yang akan dia lindungi .Dalam perjalan ke kapal Kim yang memiliki insting kuat merasakan ada seseorang yang sedang mengikutinya dari belakang.
Tuan Kim mengalihkan pandangan,mereka kearah lain.Dengan cepat Tuan Kim berjalan ke arah lain dengan seseorang itu,dan bertukar tempat dengan orang suruhannya Tuan Kim, yang sudah berpakaian sama dengan dirinya dan seseorang yang ia lindungi.
Orang misterius itu pun terkecoh dan mengikuti orang suruhan Tuan Kim diam-diam dari belakang.Berasa sudah aman Tuan Kim dan seseorang itu melanjutkan perjalanannya, ke kapal sewaan Kiki.
Sesampainya di kapal Tuan Kim dan seseorang itu langsung naik ke dalam kapal itu ,Edi yang tau sudah cukup aman langsung ikut menyusul naik kapal.
Kapal itu pun melaju meninggalkan pelabuhan.Ditengah lautan seseorang itu dan Kiki mulai membahas rencana yang Akan dilakukan Tuan Todai.
"Todaineun dangsin-eul jug-igo dangsin-ui hoesaleul insu hal gyehoeg-ibnida. geuga mumbai hoesawa seong-gongjeog-eulo hyeoblyeog han hue geuneun jeoleul maesyeoege pal geos-ibnida."kata orang itu.
(Todai berencana untuk membunuh anda ,untuk mengambil alih perusahaan anda .Setelah dia berhasil berkerjasama dengan perusahaan Mumbai.Dia juga akan menjual saya ke orang hidung belang.)
"Todaiga nae mesinjeoleul uisimhagi sijaghaessgi ttaemun-e yaggan-ui jeongboleul eod-eossseubnida. wiheom-eul gamsuhago sipji anh-assseubnida."kata orang itu.
(Saya baru mendapatkan sedikit informasi,karna Todai mulai curiga dengan orang suruhan saya.saya tak ingin ambil resiko .)
"ileon ingan agma."ujar Edi.
(Sungguh iblis manusia itu.)
"geuneun deo isang ingan-i animyeo ilbon-eseo yumyeonghan dokyo hotel-eul soyu han gajog-eul hagsalhagidohaessseubnida."Ucap Orang itu.
(Dia sudah bukan manusia lagi ,dia bahkan sudah membantai satu keluarga pemilik hotel Tokyo terkenal di Jepang.)
"ulineun deo josimhaeyahabnida. geuligo da-eum gyehoeg-eul wihae talchulguleul saeng-gaghal geos-ibnida."Kata Kiki.
(Kita harus lebih berhati-hati lagi.Dan untuk rencana selanjutnya saya akan memikirkan jalan keluarnya .)
"geuneun jeongmal eunmilhan seonsaengnim isijyo?"tnya Kim.
(Dia benar-benar licik tuan , apa kita bisa?.)
"uliga hamkke ilhamyeon hwagsilhi hal su issseubnida. ingan-i amuli ganghaedo yagjeom-i iss-eoyahagi ttaemun-ibnida."kata Kiki.
(Pasti bisa jika kita bekerja sama,karna sekuat apapun manusia pasti ada kelemahannya bukan.)
__ADS_1
"kiki ssi, jeodo je mesinjeodeul-eul bohohagi wihae doum-eul yocheonghabnida. geuege museun il-i il-eo nalkka bwa dulyeobseubnida. geuneun dodaiga han di dokyo gamun-ui hagsal-eseo sal-anam-eun yuilhan salam-igi ttaemun-ibnida."kata orang itu .
(Tuan Kiki ,saya juga minta tolong untuk melindungi orang suruhan saya.Saya takut terjadi sesuatu pada dia.Karna dia adalah satu-satunya orang yang selamat dari dalam pembantaian 1 keluarga di Tokyo yang dilakukan Todai.)
"ganeunghan han naeil dasi hoeuileul gajil geos-igo, dangsin-eun nae buhadeul-ege delileo gal geos-igo, dangsin-ui mesinjeodo chodae hal geos-ibnida."kata Kiki.
(Saya akan usahakan ,jika bisa kita akan melakukan pertemuan kembali besok,dan kamu akan dijemput oleh anak buah saya ,dan ajak juga orang suruhan kamu.)
"naeil 8sie joh-ayo."kata orang itu.
(Baiklah besok jam 8.)
"naeil mueos-eul hal su issneunji *** su issseubnida."Ucap Kiki.
(Kita lihat besok ,apa yang bisa di lakukan.)
Selesai percakapan panjang itu ,sesuai rencana demi keselamatan seseorang itu ,Kiki berpisah kapal dengan orang itu saat kembali kepelabuhan.
Dan benar saja dugaan Kiki orang yang bertemu dengan dirinya,sudah ditunggu oleh 5 orang penjaga suruhan Tuan Todai di pelabuhan.
Melihat dari kejauhan."Dia mulai takut."kata lirih Kiki melangkah pergi meninggalkan pelabuhan.
Kiki kembali ke kantor nya untuk melanjutkan pekerjaannya ,Seperti tidak terjadi apa-apa Kiki melakukan pekerjaannya dengan santai seperti hari-hari biasa.
.......
Sampai sore hari ,Kiki,Edi,dan Kim yang mengemudi mobil untuk pulang ke rumah Kiki.Sesampainya di rumah Kiki ,Edi dan Kim langsung pergi keruang rahasia Kiki dibawah tanah yang hanya dapat dibuka oleh Edi ,Kim,Dan Kiki.( Ya ruang bawah tanah itu mengunakan kata Sadi yang unik.)
Menekan tombol sandi."Ono lemah,ono geni,mesti ono banyu ."kata Kiki
(Ada tanah,ada api,pasti ada air ).
Dengan cepat Edi mengotak atik tombol komputernya ,mencari rumitnya cara-cara mengelola keamanan sebuah berangkas mahal.
"Ini bos!!igeos-eun daiamondeu gyedan-eul jeojanghaneun de sayongdoeneun teulim-ibnida. "kata Edi.
(Ini bos!! ini adalah berangkas yang digunakan untul menyimpan berlian langkah itu.)
"anjirr,tidak ada kelemahannya tuan berangkas ini."ujar Kim
"Pasti ada ,Kim sekuat apapun pertahan pasti ada kelemahan."kata Kiki mengambil kertas lembaran besar.
Membukanya."Lihat ini."Kata Kiki.
"denaige mwonde?"Tnya Kim.
(Tunggu Tuan dena apa ini?)
"Ini dena Hotel Tokyo.Saya punya dua yang satu dipegang oleh Hans."kata Kiki.
"Bagaimana bos bisa dapat ini?"tanya Edi.
"Saya dan Hans pernah menyelinap kedalam hotel saat renovasi."kata Kiki.
"Sudah diam !!besok pagi-pagi sekali kita akan berangkat ke Tokyo ."kata Kiki.
"Tapi bos buat apa ini ?"tanya Edi.
"Kita akan mencuri 4 berlian biru langkah itu."kata Kiki.
"Bagaimana bos ?". tanya Edi.
"Dengan peta ini,."kata Kiki.
"Saya percaya Tuan pasti tau rencana yang bagus."kata Kim
"Tapi bos apa hubungannya dengan Todai?".tanya Edi.
"Todai adalah orang yang akan menjaga berlian itu ,dan orang pemilik berlian itu adalah miliader dari Rusia."kata Kiki.
"Kau tau kan bagaimana ,keamanan negara Mumbai."kata Kiki.
"Keamanannya sangat ketat Tuan,siapa yang sudah masuk dalam ruang lingku hukum Rusia tak aka mudah untuk keluar."kata Kim
"sajangnim-ui gyehoeg-eul algo issseubnida. sajangnim-eun jeongmal daedanhabnida."Ucap Edi.
(Saya tau rencana boss,bos benar-benar hebat .)
"Ditambah lagi dengan harga 4 berlian itu yang sangat fantastis."ujar Edi.
"Saya tak butuh uangnya Edi,saya hanya ingin mengakhiri semua kebusukan Todai ."kata Kiki sinis.
"Terus bagaimana kita masuknya?".tnya Kim
"Dengan Aram Gervorgyan."kata Kiki.
"Bukan kah itu anak miliarder itu,apa dia mau membantu kita ."ujar Edi.
Mendorong pelan kening Edi."Ya tidak Edi.Sudah diam kita lihat aja besok."kata Kiki.
"okeh lah bos."ujar Edi .
Selesai berunding sedikit,Kiki ,Edi,dan Kim keluar dari ruangan itu seperti tidak terjadi apa-apa.
"Beristirahat lah kalian untuk besok."kata Kiki melangkah pergi.
Kiki yang ingin membersihkan dirinya ,meraih ponselnya yang ada di atas meja untuk menghubungi istrinya.
"Belum tidur Yan?".
"Belum."
"Yan ,maaf sepertinya aku tidak bisa pulang hari sabtu."
"Yasudah gapapa."
"Maaf Yan,tapi aku akan usahakan hari rabu sudah ada di indonesia ."
"Iya semangat ya kerjanya."
"Dan santai saja,yang penting itu kamu kembali utuh."
"iya Yani."
"Sudah ya aku mau tidur sudah malam."
"Ya udah.Sore dari Seoul."
"Malam.dari Surabaya."
panggilan berakhir .
Kiki Segera mandi dan beristirahat sebentar untuk hari besok.
.
.
.
.
.
Sedikit tambahan dari author.
Sehun: "gue yang jadi Kiki ,hore hore."
Chanyeol: "enggak gue yang jadi Kiki bambang."
Sehun :Enggak author bilang gue ko .
Chanyeol:Gue diem lu gue tuhh lebih manis tau.
Sehun:mau ribut lu gue gelitik sampai kurus lu.
Chanyeol:Coba aja kalau enggak gue kuliti lu.
Suho: Permisi numpang lewat.
Chanyeol dan Sehun: diem lu, kutu rambut.
Suho:Gue numpang lewat aja;). kata author gue yang akan jadi Kiki.
Chanyeol:Engk mungkin.
Sehun :Tanya langsung aja.
Sehun:Thorr sapa yang jadi kiki sebenarnya pasti gue kan thorr.
Orang gila: Author bingung -_
Chanyeol :Gue aja thor enggak usah ribet-ribet.
Orang gila:Ummmm
Orang gila:Author putuskan Chanyeol jadi Zen, Suho jadi Kiki,dan Sehun jadi Edi.
Sehun :Gue jadi bawahan Kutu rambut.
Suho:Sudah diem harus nurut sama boss.
Sehun :Awas kau kutu rambut.
Chanyeol:Gue bangga jadi Zen aja lahh,gue bisa ter bebas dari curut dan kutu rambut.
Orang gila:Dah diem kalian author mau tepar dulu.
.
.
.
Salam sehat dari author:)
__ADS_1