
Sesuai dengan janjinya kemarin ,Riska dengan mengendarai mobilnya ia menyusuri jalanan kota untuk segera pergi ke rumah Zen.
Setibanya di sana ,Riska yang sudah keluar dari dalam mobil melangkah lebih dekat ke rumah Zen yang sudah penuh dengan orang-orang suruhan yang sedang mengemasi barang-barang Zen .
"Zen ."Panggil Riska .
"Awal sekali datangnya ."Kata Zen .
"Aku tidak mau ketinggalan"Kata Riska.
"Zen emang kamu ke London bawa semua isi rumah? ko dikemas semua ."Tanya Riska dengan melihat keadaan sekitar.
"Malas lahh Ris bawa semuanya ,tohh di sana cuma 4 tahun"Kata Zen mengemas kardus didepannya .
"Terus kenapa ini semua kamu kemas Zen ?".Tanya Riska ."Kan tidak ada gunanya."Sambungnya .
Menatap Riska dengan raut wajah yang tersemat senyum manisnya ."Bawel sekali kamu ."Ucap Zen .
"Ehh sapa yang bawel aku cuma tanya Zen"Ujar Riska kesal .
"Zen buat apa ini? kamu tadi belum jawab pertanyaan aku"Kata Riska menarik tangan Zen .
"Buat ibu Riska ,ibuku mau pindah ke kota M"Kata Zen .
"Nak Riska sudah datang"Saut ibu Zen yang baru keluar rumah .
Mencium punggung tangan ibu Zen .
"Nak Riska nanti anterin Zen ke bandara ya ,karna ibu nanti langsung berangkat tidak bisa ditunda keberangkatannya"Kata Ibu Zen."Ibu juga kesel, ini jadwal berangkatnya sama , jadi tidak bisa anterin putra ibu"Sambungnya .
"Ibu Zen kan sudah bilang ,Zen akan baik-baik saja ,nanti kalau sudah sampai sana Zen janji langsung hubungi ibu"Kata Zen merangkul pundak kecil ibunya .
Kiki dan Yani yang baru datang menghampiri Zen ,ibu Zen ,dan Riska ,dengan kendaraan sepeda yang berbeda .
"Kalian"Ujar Riska .
"Zen kamu tidak lupa kan sama sepeda kamu ."Ucap Yani yang baru datang.
"Hampir lupa aku ."Kata Zen menerima sepeda itu .
Zen pun membawa sepeda itu dan memberikannya kepada orang yang sedang mengemasi barang kedalam truk .Agar sepedanya ikut diangkut .
"Wahh ,ada yang bangun pagi-pagi sekali ini ."Ucap Yani dengan menyenggol lengan Riska .
"Tiap hari juga bangun pagi saya. "Kata Riska menutupi kebiasaannya yang selalu bangun kesiangan .
"Iya bangun pagi kalau ada butuhnya doang"Sindir Yani .
"Ihh diem Yani ."Ujar Riska .
"Kalau kumpul gini kalian bertiga tetep kayak anak kecil"Ucap Ibu Zen dengan senyum manisnya .
"Saya tidak tante. Riska tuhh yang masih ke bocil-bocilan ."Kata Yani membela diri .
"Kau juga sama Yani ."Saut Kiki dengan telapak tangan yang menekan topi ,yang di kenakan istrinya .
"Wekk ,kita itu sama Yani ."Ujar Riska kebahagiaan karna ada yang bela ucapan ibu Zen .
"Dah lahh, selalu aja saya yang salah."Ujar Yani kesal .
"Zen hati-hati dijalan ,semoga sukses kuliahnya Di london"Kata Kiki memberi semangat .
__ADS_1
"Makasih Ki"Ucap Zen .
"Kalau gitu kita pulang dulu Zen ,tante ,Riska"pamit Kiki.
"Kami pamit Tante ,Riska ,Zen semangat ya kuliahnya"Kata Yani .
"Okeh itu Yan"Kata Zen.
"Hati-hati dijalan nakk."Ucap ibu Zen .
Dengan membonceng istrinya ,Kiki berlalu pergi meninggalkan rumah Zen .
"Sudah sana berangkat Zen, sudah waktunya kamu berangkat.Nanti telat kalau tidak berangkat-berangkat ."Kata bu Rini.
Menteng tas ransel yang ia bawa ."Kalau gitu Zen pergi dulu bu ,ibu jaga diri baik-baik jangan lupa makan .Jangan sampai ibu sakit ,ibu harus tetap sehat ."Kata Zen dengan memeluk ibunya .
"Iya iya putra ibu yang bawel ,kamu juga harus jaga diri di sana .Jangan nanti karna terlalu fokus,biar cepat lulus kamu juga lupa jaga kesehatan ."Kata ibu Zen.
Tersenyum ."Iya bu ,Zen pergi dulu bu. "Pamit Zen kepada ibunya .
"Riska juga pamit tante ."Pamit Riska mencium punggung tangan bu Rini .
"Hati-hati dijalan kalian berdua ."Kata Bu Rini ,melambaikan tangannya ke mobil Riska yang mulai menjauh dari pekarangan rumahnya .
Setelah kepergian putranya bu Rini juga mulai perjalanannya ,berangkat ke kota M .Dengan truk khusus pindahan yang ia sewa.
Dilain tempat
Yani yang bersama suaminya sedang menikmati suasana pagi ,dengan menggayung sepeda yang mereka tumpangi berdua .
Dengan Yani yang dibonceng tentunya .Disepanjang jalan ,senyum bahagia tersemat diraut wajah Kiki dan Yani .
Namun sesekali Yani juga berkata rasa sedihnya karna harus perpisahan dengan sahabatnya .
"Kan masih ada aku ."Kata Kiki fokus menyetir sepeda .
"Ehh bukan gitu ,kasihan Riska Ki .Dia pasti sangat kesepian ."Kata Yani .
"Tidak Yani ,mereka kan masih bisa berhubungan lewat ponsel ."Kata Kiki.
"Iiiihhhh, kalau Zen sibuk terus ya mana bisa Kiki ."Ujar Yani kesal.
"Ko kamu jadi kesal sama aku ."Kata Kiki.
"Habisnya kamu jawab terus ."Kata Yani .
"Yaudah ,kalau kamu tanya aku tidak akan jawab ."Kata Kiki .
Karna kekesalannya ,Yani mencubit lengkuk lemak diperut suaminya .
"Aduh aduh aduhh ,Yani sakit ."Ujar Kiki .
"Habisnya kamu ngeselin teruss ."Kata Yani .
"Terus saya harus apa? ,biar kamu tidak kesel lagi ."Kata Kiki .
"Ya kamu itu kalau jawab jangan berbelit-belit"Kata Yani.
"Iya, okay little princess."Kata Kiki .
Kembali ke Zen .
__ADS_1
Disepanjang jalan ke bandara Riska selalu mengajak Zen bercanda .Riska melakukannya ,karna dia sendiri tak ingin terlihat sedih dimata Zen .
Namun Zen sendiri sudah menyadari itu semua ,dan dia memilih untuk diam .
"Zen kamu belajar nyetir mobil dari siapa ?".Tanya Riska ."Saya tidak pernah lihat kamu nyetir mobil ,ehh tiba-tiba bisa gitu aja ."Sambungnya .
"Saya dulu pernah kerja ngantar barang Ris .Sama pak Beroto ,kalau tidak salah waktu itu.Terus perjalanan mengantar barang kan kadang-kadang jauh jarak tempuhnya. Dan di tengah-tengah jalan pak Beroto sama saya sering berhenti gitu, sepanjang jalan kalau menemukan tempat beristirahat .Karna keseringan berhenti jadi sering terlambat kan sampai ditempat sana nya .Nahh ,dari situ saya inisiatif buat belajar nyetir Truk biar kalau pak Beroto capek bisa gatian nyetirnya ."Cerita Zen dengan fokus menyetir mobil Riska .
"Ooo ,jadi kamu belajar nyetir langsung mengunakan truk gitu ?".Tanya Riska .
"Iya ."Jawab Zen .
"Kita sudah sampai ."Kata Zen memarkir mobil Riska .
Setelah sudah diluar mobil, Zen dengan tas ransel yang sudah di cangkulnya ,menarik koper yang ia bawa dengan melangkah masuk kedalam bandara .
Setibanya didalam Riska terduduk diruang tunggu bandara ,dengan menunggu Zen yang sedang pergi ke kasir bandara .
Duduk disamping Riska ."ahhhh."Dengus Zen menghembuskan nafasnya dengan kasar .
"Kurang berapa jam lagi Zen ,kamu berangkat?".Tanya Riska .
Menatap raut wajah Riska yang sangat kelihatan sekali ,dengan mata memerahnya bawa Riska ingin menangis namun ditahan ,agar air matanya tak jatuh.
"Ehh Zen jangan menatap ku seperti itu ."Ucap Riska .
"Umm."Dengus Zen ."Tidak mau peluk?".Sambungnya merentangkan tangannya .
Riska mendekat ke Zen dan memeluk tubuh hangat Zen .
"Kalau kamu ingin menangis ,menangislah tak baik kalau ditahan terus ."Kata Zen ."Saya akan pulang secepatnya ko Ris ."Sambungnya.
"Penumpang pesawat Garuda Emas ,jurusan London harap segera merapat ke pintu masuk pesawat ,karna pesawat garuda emas jurusan London akan segera lepas landas ,dalam waktu 1 jam mulai dari sekarang."Ucap mikrofon pemberitahuan .
Melepas pelukannya ."Sudah sana berangkat atau kau akan tertinggal pesawat ."Kata Riska dengan raut wajah memerah bekas isak tangisnya .
Zen beranjak dari tempat duduknya ,begitu juga Riska .Sebelum melangkah pergi Zen mengelus lembut kepala Riska ."Kamu jaga diri baik-baik ya ,Riska ."Kata Zen .
Zen melangkah pergi menjauh meninggalkan Riska .
Setibanya di pintu masuk pesawat ,Zen menengok kembali kearah dimana Riska berada dan melambaikan tangannya .
Riska membalasnya dengan senyum manisnya .
Setelah kepergian Zen ,Riska melangkah keluar bandara ,ia pergi ke parkiran mobil dan segera meninggal bandara .
Malamnya Riska terus saja memantau layar ponselnya dengan berharap, Zen segera memberikan kabar ke pada dirinya .
Tiba-tiba ting tung ,suara chat masuk .Riska segera membuka isi pesan itu.
*Pasti belum tidur ."Isi chat Zen .
*Iya ,saya menunggu chat dari kamu tau."Balas chat Riska .
*Cepat tidur Riska ,di sana pasti sudah larut malam ."Chat Zen .
*Iya iya, sudah saya tidur ."Chat Riska .
*Bagus anak pintar ,selamat bermimpi indah anak pintar ."Chat Zen .
__ADS_1
Setelah melihat isi chat itu Riska terlihat senang ,ia segera mengatur posisi tidurnya .Dan mulai memejamkan matanya.